Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 85


__ADS_3

# Buat yang tanya terus kapan aku up.


aku up 1 hari 2 bab, itu juga gk tau jam berapa.


tapi yang pasti sebelum jam 8 mlm aku akan usahakn sudah up 2 bab.


Makasih yang sudah stay 😊😊#


Brian memakan apel itu dengan lahap, Sindi yang melihat itu merasa senang, karena usahanya tidak sia - sia.


Brian kemudian membuka suara " Sayang .. aku satu bulan lagi Akan pergi ke Qatar, untuk mengurus kerjasama perusahaan kita di sana "


Sindi menghela napas " padahal kita baru Bersama beberapa hari, tapi kamu sudah mau berangkat lagi "


Brian menggenggam Tangan Sindi " Sayang..., aku juga ingin bersama kalian terus, tapi kaliankan tahu jia aku juga harus mengurus perusahaan, di tambah lagi sekarang kita akan go internasional. ini juga buat kebaikan anak - anak kita nantinya. sabar sedikit lagi yah sayang, setelah semua mimpiku tercapai ,aku akan selalu ada di samping kalian oke !"


Sindi tersenyum " aku percaya sama kamu sayang, ngomong - ngomong apa yang lain sudah tahu ?"


Brian menggeleng " rencananya aku akan memberitahu mereka kalau Viona sudah baikan, kita akan mengobrolkan ini bersama oke "


Sindi mengangguk, dia tahu jika tidak bisa menahan suaminya untuk tetap bersama mereka.


karena Sindi tidak ingin mengekang suaminya, dia ingin Brian merasa nyaman dengan kehidupannya dengan mereka.


ke esokan harinya, seusai sarapan Pagi Brian mengumpulkan ke empat istrinya di ruang keluarga ,Viona yang sudah baikan Turun dari kamarnya di papah Sindi.


walaupun sudah baikan tapi untuk berjalan masih terasa nyeri, jadi Sindi berinisiatif membantunya berjalan.


setelah mereka berkumpul ,Brian buka Suara " kalian mungkin sudah tahu dari Sindi kenapa aku mengumpulkan kalian "


Brian diam sebentar kemudian melanjutkan " aku akan pergi ke Qatar untuk waktu yang cukup lama, tetapi aku akan berjanji menyelesaikan pekerjaanku secepatnya " Ucap Brian mantap.


Viona mengerutkan keningnya " jangan bilang kamu akan menemui wanita padang pasir itu ?" Selidik Viona.

__ADS_1


" Wanita padang pasir ?" Sindi menatap suaminya dengan penuh tanda tanya.


Mei sia dan Tanti juga melakukan hal yang sama.


Brian menghela Napas " sayang... bukan begitu, Kebetulan rekan bisnisku Ayah dia, kamu kan tahu itu " Brian menatap Viona dengan lemas.


Karena Viona yang paling mengenal Aisyah , jelas saja dia yang pertama protes pada Brian, Brian juga sudah menebak jika Viona pasti mempertanyakan hal itu.


Mei Sia buka Suara " jadi masih ada wanita lain lagi zan long ?, apa kami ber empat masih kurang ?"


Tanti Menimpali " apa kamu akan membuat harem seperti kisah kerajaan sayang ?" Nadanya halus tapi seolah ada sarkasme terselip di sana.


Brian mendesah " huh... Beneran Sayang ini murni Bisnis, aku tidak berniat mencari wanita lain !" Leon menunjukan muka lesu.


" kami percaya padamu Brian, tapi aku tahu siapa Aisyah, Wanita manja yang selalu mendapatkan apa yang dia inginkan " Ucap Viona ketus .


Viona mengenal Aisyah karena kebetulan Tuan Husein bekerja sama juga dengan White grup, Aisyah sering ikut Ayahnya pergi ke inggris, karena itu dia mengenal Aisyah dengan baik.


Sindi kemudian buka suara lagi " Sudahlah... lagi pula suami kita ke sana untuk mengurus bisnisnya, kita harus percaya padanya, toh kalian tahu juga masalah Viona dengan suami kita, dia tidak akan menikahi Viona jika kita tidak merestuinya ,benarkan sayang ?"


Brian tersenyum lebar mendengar pembelaan dari Sindi, dia sangat beruntung memiliki Sindi yang selalu menjadi penengah di antara mereka.


Viona juga sadar ,seperti apa dirinya saat ingin menikah dengan Brian , Viona menundukan kepalanya dan meminta Maaf " Maaf Brian, aku terlalu egois "


Brian menggeleng " kamu tidak salah Vi, karena semua istri juga akan melakukan hal yang sama, aku cuma butuh restu kalian untuk memperlancar pekerjaanku "


Mereka semua kemudian sepakat melepas Brian satu bulan lagi.


Brian juga sudah memperhitungkan hal tersebut, pasalnya dia juga sedang menunggu hasil panen pertaniannya.


apakah itu akan untung atau rugi, Brian ingin memastikannya sendiri ,agar nanti dia tidak salah langkah dalam mengambil keputusan.


Hari demi hari Berlalu, Brian dan istri - istrinya menikmati kebersamaan mereka dengan bahagia, Apa lagi Viona yang merupakan istri barunya.

__ADS_1


dia seolah - olah ketagihan dengan pusaka Brian, jika ada waktu Luang dia selalu berinisitif mengajak suaminya main pedang selongsong.


Tentu saja itu di lakukan dengan persetujuan istri yang lain, Viona tidak berani melakukan hal itu sembunyi - sembunyi, karena akan menimbulkan keretakan ikatan di antara mereka.


Hari ini panen Bawang merah dilakukan , Brian yang di temani David meninjau langsung, Brian juga meminta detail pada Niko.


Niko memberi tahu pada Brian jika kurang lebih satu Hektar gagal panen akibat cuaca extrim.


sementar 19 hektar lainnya sukses panen, Menurut Brian itu hal yang wajar , karena semua petani bawang Merah tidak semuanya bisa panen dengan Mulus , 5 sampai 10 persen pasti ada yang gagal.


Brian cukup puas dengan panen kali ini, karena Tonase atau Bobot Bawang sesuai Expetasi, sementara biji atau buah cukup besar.


itu menandakan jika sistemnya cukup berjalan, hanya perlu beberapa tahap lagi untuk menyempurnakan, ya walaupun hasil akhir yang menentukan yang maha kuasa.


Bawang Merah ada yang di kirim langsung dan ada yang di keringkan.


Brian ingin tahu mana yang lebih cepat dalam pemasaran di antara keduanya.


Beberapa hari kemudian bawang mulai di kirim ke kalimantan dan Sumatra, di sana tim Denis dan Lukas sudah bersiap - siap untuk mengelola kiriman tersebut.


Brian menghela napas di Ruang keluarga " hufft... akhirnya semua sudah berangkat "


Viona membawakan secangkir kopi untuk Brian, dia meletakan di depan Brian " kenapa Sayang ?"


" ah tidak.. aku hanya lega saja ,semuanya sudah di kirim " Brian langsung menyeruput kopi yang masih panas.


Viona tersenyum dan bertanya " bagaimana hasilnya ?"


" untuk pengelolaan sih hasilnya lumayan, tapi aku tidak tahu akan untung atau rugi, kita tunggu beberapa hari lagi " ucap Brian mantap.


Viona mengguk , walaupun dia tidak pernah turun di agrobisnis, tapi dia setidaknya sedikit tahu tentang pendapatan deviden mereka.


jika di perusahaannya bisa mendapatkan deviden satu bulan atau satu tahun, Agrobisnis mendapatkannya jika selesai Panen dan menjualnya.

__ADS_1


__ADS_2