Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 93


__ADS_3

Tuan husen hanya bisa berharap agar Brian Mau mempersunting Aisyah.


Sementara Brian tidak tahu apa yang sedang Tuan Husen pikirkan, dia sekarang sedang fokus dengan Perusahaan Barunya.


Di tempat lain Tuan Maher sedang kesal saat mendengar Axel Energi memulai proyek baru, karena Tuan Maher sudah tahu titik itu sejak lama, tapi karena kawasan tersebut masih di wilayah Tuan Husen dia mau tidak Mau harus bersabar dan membeli Petromas yang masih ada hubungan dengan Petroleum agar bisa mendapatkan kawasan tersebut tanpa halangan.


tapi nasi sudah menjadi bubur, Petromas sudah menjadi Axel Energi.


" sial..Sial ..! " Tuan Maher meraung di Ruangannya.


Asisten Beliau mencoba untuk menenangkannya " Tuan ..tenanglah !"


Tuan Maher menengok ke arah Asistenya " Tenang ?!, kamu pikir aku bisa tenang, setelah kesempatan emas untuk menandingi Husen di rebut begitu saja heh !"


Asisten hanya bisa menunduk, dia tidak berani membantah saat bosnya sedang marah.


Tuan Maher kemudian melanjutkan " Aku tidak akan membiarkannya menjalankan perusahaan tersebut dengan lancar !" Tuan Maher menyeringai.


...----------------...


Dua minggu kemudian saat Proyek tersebut sedang barjalan tiba - tiba mesin pengebor rusak.


Semua teknisi langsung mengeceknya, Mereka semua panik, pasalnya Mesin tersebut selalu di cek dan baik - baik saja .


Tapi entah mengapa hari ini jadi seperti itu, Brian langsung di kasih tahu dengan kendala tersebut.


Brian bergegas ke tempat Proyek untuk menanyakan detail masalahnya.


Dia terkejut saat mendengar Mesin pengeboran Rusak, pasalnya Brian selalu mewanti - wanti untuk selalu mengecek mesin tersebut.


Proyek tersebut akhirnya di berhentikan sementara waktu, Brian yang sudah mengetahui jika ada yang janggal dengan kerusakan Mesin , dia mengumpulkan seluruh petinggi perusahaan.

__ADS_1


Di ruang Rapat Brian buka Suara " Kalian seharusnya sudah tahu jika ini semua sangat janggal !"


Syamar Said Asisten Brian menimpali " Tuan Axel Benar, dua minggu ini semuanya baik - baik saja , Mesin tersebut juga tergolong masih baru "


Para Petinggi mulai saling menatap , Mukhamad Ali dari departemen ke amanan buka suara " Tuan Axel, apa maksud anda ,mesin tersebut telah di sabotase ?"


Brian mengangguk , Mukhamad Ali kembali Bicara " tapi bagaimana mungkin, saya selalu mengawasi pekerjaan mereka semua ?!"


" itulah yang sedang kita cari tahu " ucap Brian datar.


Semua petinggi saling menatap saat Brian Mencurigai seseorang, Mereka tidak percaya jika Brian akan mencurigai mereka.


Brian yang melihat itu, menghela napas " aku tidak mencurigai kalian, jadi tenanglah "


Brian kemudian melanjutkan " Ali.. aku ingin kamu menyelidiki semua pekerja, sementara yang lain bantu Ali untuk memantau mereka !"


Mereka semua mengangguk setuju, setelah itu Brian membubarkan mereka.


Brian kemudian menghubungi Tuan Husen untuk meminta solusi, karena dia yakin ada seseorang yang sengaja mengincarnya.


Malam harinya Brian langsung ke kediaman Tuan Husen.


Brian di sambut hangat saat sampai di kediaman Tuan Husen, apalagi dengan Aisyah yang menatapnya seperti anjing kelaparan.


Brian yang mengingat dua bulan ini menghindari Aisyah begidik ngeri, saat melihat tatapannya.


Mereka kemudian berkumpul di ruang tamu , hanya istri Tuan Husen yang tidak ikut berkumpul, pasalnya beliau paling malas kalau bicara soal bisnis.


Sementara Aisyah ikut bukan karena ikut nimbrung di pembicaraan, dia hanya ingin bersama Brian lebih lama. Duduknya aja di samping Brian tidak ada Celah sekali, pinggul Aisyah yang montok menyentuh paha Brian.


Brian kemudian memulai pembicaraan " maaf telah mengganggu waktu istirahat anda Tuan Husen "

__ADS_1


Tuan Husen menggeleng " kamu ini seperti sama siapa saja, jadi ada masalah apa Brian ?" tanya Tuan Husen tanpa bertele - tele.


Brian menghela napas " sepertinya Axel Energy di susupi orang yang tidak ingin saya sukses di sini "


Tuan Husen mengerutkan kening " Maksud kamu , ada yang sengaja mengincar Axel Energi ?!"


" Benar Tuan Husen, Saya tidak meragukan orang - orang anda ,hanya saja saya curiga pada staf mekanik saya, Beberapa Hari ini mereka bertingkah aneh saat bertatap Muka dengan saya, Mereka seolah gugup saat melihat saya " Brian menjelaskan dengan detail.


Tuan Husen mengerutkan keningnya " Kamu sudah Tahu itu, tapi kenapa datang ke saya ?"


Brian tersenyum kecut " Tuan Husen, anda tahu saya pemain baru di sini, Ketika saya memecat mereka apa mwreka tidak akan membuat masalah lain buat saya ?"


Tuan Husen Terkekeh " Hahahaha... aku tahu maksud kamu, aku akan menolong kamu, tapi dengan satu syarat !" ucap Tuan Husen tegas.


" jika saya mampu memenuhinya, saya akan lakukan itu !" Jawab Brian tegas.


Tuan Husen menatap Brian Tajam " Nikahi anak Saya !"


Brian menatap Aisyah yang di sampingnya dan kembali menatap Tuan Husen " dengan segala Hormat Tuan Husen, saya tidak bisa memenuhi syarat tersebut "


Brian diam sebentar kemudian melanjutkan " Saya begitu menghormati kinerja Anda , Tapi saya tidak tahu jika urusan bisnis , anda sangkut pautkan dwngan urusan keluarga, maaf Tuan Husen saya tidak bisa melakukan hal tersebut , permisi !" Ucapan Brian tegas. dia langsung berdiri dan melangkah keluar.


Tapi Aisyah mencekal tangan Brian " Ayah.. tidak perlu seperti ini !, aku tahu Ayah bukan orang seperti itu " Ucap Aisyah Tulus.


Tuan husen menghela napas " Brian duduklah !"


Brian pun menurut ,dia langsung duduk kembali , Brian menatap Aisyah, Mata Aisyah sudah memerah, Brian juga tahu jika itu karena ucapannya.


karena secara tidak langsung dia telah menolak Aisyah terang - terangan.


" Brian... Semenjak kecil Aisyah selalu mendapatkan apa yang dia mau, dia juga sering meminta apapun padaku dan aku selalu menurutinya, tapi.. setelah dia bertemu denganmu entah kenapa sifat manjanya tiba - tiba menghilang, Aku tahu jika dia suka padamu, tapi kenapa dia tidak pernah memintaku untuk memaksa kamu untuk menikah dengannya."

__ADS_1


Tuan Husen diam sebentar kemudian melanjutkan " Semua orang tua ingin anaknya bahagia, walaupun aku tahu permintaanku egois , tapi aku hanya ingin putri semata wayangku mendapat lelaki yang tepat, kami sudah Tua, kami ingin Menitipkan Aisyah padamu ,karena hanya kamulah yang pantas memiliki Aisyah !" Ucapan Tuan Husen begitu tulus.


Air mata Aisyah mulai mengalir membasahi pipinya, Brian yang melihat itu benar - benar dilema, Brian menghela napas kemudian Bicara " Tuan Husen , saya bisa menjaga Aisyah tapi saya tidak bisa janji untuk menikahinya !, hanya itu yang bisa saya berikan untuk anda !"


__ADS_2