
Zan long masuk ke kamar mandi terkejut " astaga.. ini kamar mandi ?!"
Zan long berjalan mendekati Bak mandi " mana airnya ?, apa pelayan itu membodohiku ?" dia bertanya - tanya dalam benaknya.
Mei sia kebetulan terbangun mendengar ocehan Zan long karena pintu kamar mandi tidak di tutup " ada apa sayang ?" Mei sia berjalan menghampiri arah suara suaminya.
Saat sudah masuk kamar mandi dia bertanya lagi " kamu nyari apa ?" Mei sia melihat Zan long yang sedang mencari sesuatu.
" eh.. ini katanya kamar mandi, di mana airnya ?" Zan long menggaruk - garuk kepalanya.
" ini kamar mandi ?, kata siapa?" Mei sia juga bertanya dengan kebingungan.
bisa dikatakan Mei sia seperti orang udik karena dia tidak pernah memegang ponsel dari kecil, sementara Zan long yang tinggal bersamanya selama tiga tahun juga ketularan seperti dia.
mereka biasa mandi di sungai, dan jika ingin memasak air mereka biasa membawanya pulang dengan ember, berbeda dengan mereka, Mei terumi bisa di katakan lebih update ,karena dia sudah merasakan Bangku universitas, otomatis pengetahuannya juga luas.
saat mereka sedang bingung mencari Air , Bu Risma memasuki kamar, karena dia melihat kamar yang tidak di tutup rapat, dia masuk dan duduk di sebelah Zan liang anak Zan long dan Mei sia.
dia memandangi cucu keduanya itu dengan senyum bahagia, saat Bu Risma mendengar perdebatan Zan long dan istrinya dia bergegas menghampirinya.
Dia melihat Zan long dan Mei sia sedang celingukan ,Bu risma bertanya " kalian mencari apa ?"
Mereka berdua terlonjak kaget ,kemudian berbalik menengok ke arah suara , Zan long nyengir kuda " eh.. anu nyonya .. Kami sedang mencari air ?"
" air..?" Bu Risma membeo.
Mereka berdua serentak mengangguk, kemudian Zan long berkata lagi " begini maksudnya nyonya... kami mencari air untuk mandi, kata pelayan di sini kamar mandinya, tapi kok gak ada airnya ."
Bu Risma terkekeh pelan, dia kemudian menghampiri kran " ini airnya.. dan jangan panggil aku nyonya, panggi ibu saja ."
" eh.. kok bisa keluar air ?" Mei sia bertanya dengan tatapan takjub.
" wah.. kita tidak usah mondar - mandir bawa air dari sungai kalau begini sayang !" Zan long juga tidak kalah takjub.
Bu Risma merasakan hatinya teriris, pasalnya dia menikmati semuanya yang serba ada, tapi masih ada orang yang tidak tahu cara menggunakan kran air, itu menandakan jika di luar sana masih banyak keluarga yang menjalani hidup dengan kekurangan. apa lagi itu menantu dan anaknya sendiri.
__ADS_1
Bu risma kemudian menjelaskan semua yang ada di kamar mandi dari shower, kloset hingga cara untuk menyetel air panas.
Zan long dan Mei sia begitu takjub melihat itu semua, mereka merasa seperti orang pedalaman yang baru keluar dari goa, tidak tahu apa - apa tentang luasnya dunia ini.
" Zan long kamu mandi dulu.. ibu mau bicara sama Mei sia !" Bu Risma menegur Zan long.
Zan long mengangguk, Bu Risma dan Mei sia keluar kamar mandi dan menutupnya .
Mereka berdua kemudian duduk di ranjang , di samping Zan liang.
Bu Risma menggenggam tangan Mei sia dan meletakan di pangkuannya " Nak Mei sia... jangan anggap kami orang lain , anggap kami seperti keluarga kalian , ibu harap kalian betah tinggal di sini !"
Mei sia terharu dengan ucapan Bu Risma , dia melihat tatapan tulus kasih sayang dari seorang ibu, Mei sia kemudian menjawab " i..ibu .. tentu saja kami akan betah tinggal di sini, terima kasih sudah mau menerima keluarga kami ."
Bu Risma menggeleng , dia kemudian menarik Mei sia ke pelukannya, Bu Risma tidak peduli jika Zan long tidak ingat siapa dirinya, yang penting Dia sudah tinggal di rumah itu dan hidup bersama mereka.
Mei sia tertegun sebentar dalam pelukan Bu Risma , kemudian dia membalas pelukan beliau, Mei sia merasakan hangatnya pelukan Bu Risma, karena sudah lama dia tidak mendapat pelukan seperti itu.
Drama di pagi hari di dalam kamar pun selesai..
Zan long ,Mei sia, Mei terumi dan seluruh keluarga Axel sudah berkumpul di ruang makan .
beberapa saat setelah makan , David datang ke Vila setelah di hubungi Bu Risma , dia sengaja di panggil untuk menemani Bu Risma dan Mei sia yang akan pergi berbelanja.
" Nak Mei sia.. kamu ikut ibu yah ?!" Bu Risma tersenyum ramah.
Mei sia bingung, dia memandang anaknya yang masih bayi " tetapi Zan liang...?"
Bu Risma memotong ucapan Mei sia " kamu tenang saja , nanti biar baby sister yang mengurus Zan liang, kamu ikut ibu !"
Sindi kemudian menimpali " kamu jangan khawatir, ada aku juga yang menjaga anak kamu, kamu pergilah sama ibu !"
Mei sia akhirnya setuju, Bu Risma juga membawa Mei terumi ikut , dia ingin membelikan mereka bersua baju yang seharusny di pakai keluarga Axel.
Mereka sampai di Mayga Plazza , David membawa mereka ke toko baju langganannya.
__ADS_1
Mei sia melihat kanan ,kiri dengan takjub ,mukanya ber seri - seri, Mei terumi yang melihat tingkah kakaknya berbisik " kak.. jaga sikap kamu, ini tempat umum ..!"
Mei sia tersenyum kecut kemudian mengangguk " iya kakak tahu.."
kemudian mereka memasuki Toko ..
" selamat datang Tuan dan nyonya di toko kami.." seorang pelayan dengan ramah menyambut mereka.
Bu Risma menarik Mei sia, dia berkata dengan lembut " Carikan baju untuknya."
pelayan itu tersenyum " tunggu sebentar nyonya ,silakan duduk dulu !"
Bu Risma kemudian menatap Mei terumi " Nak Mei terumi kamu bisa memilih baju sendiri kan ?"
Mei terumi mengangguk, dia pun tersenyum kegirangan, pasalnya dia pernah mendengar dari twman - temannya jika berbelanja itu menyenangkan, Mei terumi tidak mau menyia - nyiakan kesempatan itu.
...----------------...
Di vila..
Zan long sedang duduk di halaman Vila memandang sekeliling, dia merasakan semua yang ada di tempat itu serasa familiar.
Tiba - tiba seorang anak kecil berumur tiga tahun menghampirinya dan menarik - narik celananya " ayah.. dendong au.." suara imut itu membuyarkan ingatannya.
Zan long menatap anak itu, dia tersenyum ke arahnya " adik kecil mau apa ?"
" Dendong au ayah.. !" anak kecil itu mengangkat kedua tangannya ke atas .
Zan long menuruti kemauan anak itu, dia menggendong anak itu, kemudian bercanda dan tertawa bersama.
Sindi yang melihat dari jauh meneteskan air mata, walaupun sudah lama tetapi dia bersyukur anaknya bisa berkumpul dengan ayahnya.
saat mereka sedang asyik bercanda ,tiba - tiba Zan long terhuyung, keseimbangannya goyah, dia bergegas menurunkan Krisna dar gendongannya .
Sindi menghapus air matanya dan buru - buru menghampiri Zan long yang sedang duduk di tanah di temani krisna yang berjongkok di hadapannya .
__ADS_1
" kamu tidak apa - apa ?" Sindi bertanya khawatir.
Zan long menengok ke arah Sindi dengan memegang kepalanya " si..sindi..!"