Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 91


__ADS_3

Semua orang sontak saja menengok ke arah tersebut ,Mereka penasaran siapa yang berani Melawan Tuan Maher. Hanya Tuan Husen yang tersenyum saat mendengar suara tersebut.


" siapa anak muda tersebut berani melawan Tuan Maher "


" dia begitu Tampan "


" habis sudah karirnya "


" kasihan sekali dia berani menyinggung ,orang yang tidak harua di singgung "


Semua orang membicarakan Brian , Mereka menganggap jika Brian telah melakukan hal yang salah.


Pembawa acara Tersenyum " wow.. anak muda yang pemberani, ayo apa ada yang mau menawar lagi !"


" 3 juta 5 ratus satu kali !"


" 3 juta 5 ratus dua kali !"


Tuan Maher sangat geram, dia kemudian menawar lagi " 4 juta !!! " Tuan maher menengok ke Brian dan menyeringai.


Tapi Brian tidak gentar " 5 juta !!!"


Tuan Maher tercengang , termasuk orang - orang yang berda di situ, mereka semua memandang Brian dengan tatapan aneh.


Tuan maher meraung " Hei bocah !, jangan sok kuat kau di sini, apa kamu memiliki uang sebanyak itu !"


Tuan maher tidak percaya jika Brian mempunyai uang sebanyak itu ,karena dia masih tergolong terlalu muda untuk menjadi jutawan.


Tapi bukan Brian yang menjawab , Tuah Husen malah menjawab dengan santai tanpa melirik Tuan Maher " saya berani menjamin dia memiliki uang sebanyak itu, Bisa lanjutkan lelangnya !"


keterkejutan mereka semua belum habis, sudah di tambah Tuan Husen yang tiba - tiba membela pemuda tersebut.


Pembawa acara yang mendengar jika Tuan Husen yang menjamin pemuda tersebut jadi bersemangat " baik.. kita lanjutkan lelangnya "


5 juta satu kali !!"


" 5 juta dua kali !"


" 5 juta tiga kali !!"


" Selamat tuan yang di sana , Petromas menjadi milik anda !"

__ADS_1


Tuan Maher tidak berani menawar lagi saat Tuan Husen mengatakan hal tersebut.


Tuan maher Tahu ,jika dia memaksakan maka hasilnya dia juga yang akan kalah, karena Tuan Husen ada di sisi pemuda tersebut.


Tuan Maher lebih memilih menelan kembali ke inginannya, pasalnya dia tidak ingin menyinggung Tuan Husen.


Pembawa acara kemudian Memanggil Brian ke panggung " Tuan.. silakan naik ke panggung untuk menyelesaikan transaksinya "


Brian mengangguk, dia melangkah ke panggung di ikuti Aisyah di belakangnya.


lagi - lagi semua orang di buat terkejut dengan hadirinya Aisyah di sisinya.


" astaga.. bukankah itu Nona Aisyah !"


" pantas saja Tuan Husen membelanya !"


" apakah dia calon Nona Aisyah ?"


" Itu mungkin saja "


semua orang berkasak - kusuk tentang kedekatan Brian dan Aisyah, Brian yang sedikit mendengar itu ,hanya tersenyum kecut .


Sementara tuan Maher menghela napas ,dia kemudian membatin " Pantas saja Tuan Husen berani menjamin, ternyata dia calon anaknya "


saat di atas panggung pembawa acara bertanya pada Brian " Tuan.. boleh saya tahu nama anda " Pembawa acara bertanya dengan lembut, karena dia melihat Aisyah ada di sebelah Brian.


Brian mengambil mikrofon san bebicara " saya Axel Brian Tuan -Tuan, senang bisa bekerja sama dengan kalian "


Pembawa acara tergagap ' a..apakah anda Tuan Axel pendiri Axel Capital ?!"


Brian mengangguk dan tersenyum, Pembawa acara sangat bersemangat saat Brian mengiyakan jika dirinya pendiri Axel Capital.


Karena mau bagaimanapun ,semua pebisnis akan mengikuti Update terbaru, siapa yang menjadi orang nomor satu dan siapa yang berbakat.


Brian masuk kategori Pebisnis muda yang paling berbakat di dunia, jadi tidak heran jika Dari kalangan pebisnis banyak yang mengenalnya walau hanya sekilas.


' Tu..an Axel , saya tidak menyangka jika anda akan jauh - jauh datang kemari untuk membeli perusahaan Saya " ucap Azwan karim bersemangat.


Brian tersenyum " Tuan Azwan terlalu formal, saya hanya kebetulan sedang mengurus kerjasama dengan Tuan Husen dan melihat Acara Lelang ini di situs Web " Brian berkata dengan Jujur.


Brian kemudian menandatangani berkas - berkas dan mentransfer uangnya Ke rekening yang sudah di siapkan.

__ADS_1


setelah semua prosedur selesai , semua orang berlomba - lomba menjilat Brian, Mereka seolah tidak mempunyai rasa malu ,membuang harga dirinya di depan seorang pemuda.


tapi itulah bisnis , Siapa yang berkuasa maka dia akan puja seperti Dewa begitu juga sebaliknya.


Tuan Husen Brian dan Aiayah kemudian pulang bersama setelah acara selesai.


saat di dalam mobil Brian mengucapkan terimakasih pada Tuan Husen ,karena berkat keberadaannya tidak ada yang mempersulit dirinya.


" Tuan Husen terima kasih karena sudah menemani saya " Ucap Brian tulus.


Tuan Husen tersenyum " aku tidak berbuat apa - apa Brian, kamulah yang membeli perusahaan itu dengan uangmu sendiri "


Brian menggelengkan kepalanya " jika bukan karena kehadiran anda ,mungkin tidak akan semulus itu "


Tuan Husen Terkekeh " hahaha... Itu hanya masalah kecil "


Aisyah yang dari tadi diam berbicara " Brian.. Kita jalan - jalan dulu mau gak ?"


Brian kemudian menatap Tuan Husen yang duduk di depan, meminta persetujuan.


" kalian mau mampir kemana ?" Tanya Tuan Husen.


Aisyah langsung menjawab " Taman kota Ayah, aku sudah lama tidak ke sana "


" Hasim .. ke taman kota dulu mengantar mereka !" Tuan husen menegur sopirnya.


" baik Tuan !"


Brian dan Aisyah pun di antar ke taman kota , sementara Tuan Husen langsung pulang ke kediamannya.


Brian tidak banyak bertanya , Dia hanya menuruti semua kemauan Aisyah.


Aisyah kemudian mengajak Brian duduk di tempat dia kemarin Mengobrol dengan sopir Tuan Husen.


Saat mereka sudah duduk , Aisyah kemudian bicara serius " Sebenarnya..., baru kali ini aku menyukai Pria, Aku juga tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya, Aku hanya bisa mencoba memahami dan bersikap seperti ini "


Brian mengerutkan keningnya , dia menatap ke Aisyah, tatapan Kedua insan itu bertemu, jantung Aisyah berdetak dengan kencang, tiba - tiba Bulir bening jatuh dari pelupuk Mata Aisyah " Brian... entah mengapa saat pertama kali kita bertemu jantungku selalu berdebar - debar. awalnya aku tidak tahu ini perasaan apa, tap setelah lama aku dekat dengan kamu, aku mulai tahu jika ini perasaan suka "


Aisyah diam sebentar ,dia menghapus air matanya kemudian melanjutkan " Mungkin aku tidak bisa menjadi seperti wanita - wanita pilihanmu Brian, tapi Aku bisa menjanjikan sebuah perasaan yang tulus padamu , aku ingin hidup bersama kamu Brian !"


Degg..!!!

__ADS_1


Yang di takutkan Brian akhirnya tiba juga, dia tidak bisa berkata - kata , dia hanya bisa menatap Aisyah dengan Sendu.


Mungkin Brian tidak memiliki rasa pada Aisyah, tapi Brian adalah tipe Pria yang selalu mengasihi seorang wanita, karena sifatnya itulah yang sebenarnya membuat Brian selalu memberi harapan kepada wanita secara tidak langsung.


__ADS_2