
Leonardo langsung bergetar ketakutan , walaupun dia keluarga black nomor dua di inggris, tetapi jarak antara keluarga nomor satu dan dua cukup jauh.
Leonardo juga tahu ,jika pak tua White sudah turun tangan ,maka semua bisnisnya bisa hancur, pasalnya pak tua white juga berperan penting atas tumbuhnya keluarga Black.
Ayah Leonardo, Malvin Black adalah sahabat pak Tua White, mereka pernah berkomitmen bersama.
Mereka akan saling mendukung jika salah satu dari mereka membutuhkan bantuan.
tapi sayangnya Umur Malvin Black tidak sepanjang pak Tua White , dua menghembuskan nafas terakhir beberapa tahun yang lalu ,dan kepemimpinan perusahaan di serahkan pada putra sulungnya Leonardo Black.
seiring berjalannya waktu Leonardo sebenarnya terus menekan White grup, tapi pak Tua White tidak menggubris itu.
karena pak Tua white Tahu jika Leonardo tidak akan bisa menggulingkan White grup semudah membalikan telapak tangan.
maka dari itu pak Tua White tidak turun tangan. tetapi beda dengan sekarang , Walaupun Pak Tua White belum mengenal Brian seutuhnya , setidaknya dia sudah sedikit tahu tentang Brian dan itu semua masuk dalam Kriteria pak tua White.
Apa lagi Viona Cucunya sudah menunjukan ketertarikan pada Brian, jadi tidak ada alasan untuk dia berdiam diri.
...----------------...
Leonardo kalut saat melihat White grup yang menyerangnya, dia ayakin hanya satu orang yang berani melakukannya ,karena Viona tidak mungkin seberani itu.
" kenapa pak Tua White turun tangan !" Leonardo Meraung dan menggebrak meja.
asisten hanya menundukan kepala , tiba - tiba pemimpin tim trading Leonardo buka Suara " Tuan Leonardo ini gawat ..!!"
" apa lagi !!"
pemimpin Tim Trading kemudian menjelaskan " Nilai saham Axgreen Corporation kembali naik padahal kita suduh menekannya sebisa mungkin, tapi ada perusahaan besar dari Timur tengah yang tiba - tiba menawarkan kerja sama, ini sudah di luar kemampuan kita Tuan Leonardo !"
" Apa..!" Kaki Leonardo melemas, dia merosot ke kursinya .
...----------------...
di waktu yang sama di Axgreen Corporation..
Tiba - tiba Ponsel Brian Berbunyi , Brian mengerutkan keningnya karena nomor yang menghubunginya nomor baru " Halo.. siapa ini ?"
" Tuan Axel ..., Bagaiman kinerja orang - orang saya ?, apa anda puas ?"
__ADS_1
" maksud Anda ?!" Brian bertanya tidak mengerti.
" Tuan Axel.., aku tahu kamu orang yang sibuk, jadi saya langsung ke intinya , Saya Pemilik Qatar Petroleum ,dan Saya ingin bekerja sama dengan Anda ,bagaimana ?"
Brian terlonjak Kaget " Jadi Tuan yang membantu kami ?"
" Bisa di bilang begitu, tapi tidak sepenuhnya benar , jadi apa kita bisa membicarakan ini lebih lanjut ?"
" Tentu saja , Saya yang menemui anda atau ..?" Brian bertanya memastikan.
" tidak usah terlalu formal, saya dengar anda sedang ada di inggris bukan ?, kita bertemu di Spring Resto besok malam jam 8 , bagaimana ?" Husein menawarkan tempat pada Brian.
" Baik ..!, saya pasti akan datang !" setelah itu Brian menutup teleponnya dan menghela napas lega.
Martin melihat Brian kemudian bertanya " siapa Brian ?"
Brian duduk dengan tegap kemudian dia menjawab " Pemilik Qatar Potreleum, dia meminta bertemu dengan ku ,untuk membicarakan kerja sama !"
Martin dan Green tercengang, siapa yang tidak tahu dengan Qatar Petroleum perusahaan Minyak nomor satu di qatar.
" Martin besok malam kamu ikut aku, dan Anda Tuan green tolong selesaikan sisa masalah ini, aku yakin sudah tidak ada yang berani mengganggu kita lagi !"
...----------------...
Yang tidak di ketahui Orang - orang adalah Axel Capital sudah menarik perhatian Banyak raksasa bisnis.
mereka tidak tahu jika perusahaan yang berkembang pesat dalam 3 tahun tersebut yang memiliki Cabang di beberapa negara sedang di incar untuk bekerja sama dengan mereka .
salah satunya perusahan Minyak dari Qatar, QATAR POTRALEUM pemiliknya Mukhamad Husein ,dia selalu memantau Axel Capital dari orang - orangnya , Husein bahkan kagum dengan pemilik Axel Capital ,masih muda tapi sudah mampu menguasai seluruh Bisnis di Indonesia.
untuk itulah saat dia selalu mencari cara agar bisa bekerja sama dengan Brian, dan saat ini Husein pikir waktu yang tepat untuk mengajak kerja sama Brian.
saat dia mendengar jika salah satu cabang Axel Capital sedang di tekan perusahaan kuat di negara tersebut , dia langsung memerintahkan orangnya untuk menghubungi Brian.
...----------------...
White grup...
" kakek bagaimana ?" Viona bertanya dengan gugup.
__ADS_1
Wiliam menghela napas " semuanya begitu mudah, ada yang membantu Axel selain kita !"
" Maksud kakek ?, diam - diam ada orang yang ingin melindungi Brian ?" Viona bertanya dengan kaget.
" Bisa di bilang begitu, cucuku .. kakek kira kamu akan sulit mendapatkan Axel, bukan cuma kakek yang melihat Axel seperti monster, ternyata kecakapannya sudah tercium ke berbagai penjuru !" Wiliam menatap Viona dengan sendu.
Viona juga tahu jika mendapatkan Brian akan susah, tapi dia tidak tahu kalau ada orang yang mengincar dia jadi menantunya juga.
Viona menghela napas dan menyemangati diri sendiri " aku pasti bisa mendapatkan Brian kek , aku yakin dengan kemampuanku jika aku layak jadi salah satu wanita yang ada di disisinya !" Tatapan Viona penuh dengan kepercayaan diri.
" bagus.. kakek berharap yang terbaik buat kamu !"
...----------------...
setelah semuanya sudah di serahkan pada green ,Brian berencan pergi keluar untuk mencari angin segar setelah bergelut dengan kekacauan tadi.
Brian mengendarai mobilnya ke salah satu Cafe pinggir jalan, dia hanya ingin menghilangkan penat, dia duduk di salah satu kursi memesan kopi dan beberapa makanan ringan untuk menemaninya.
saat dia sedang asyik berbalas pesan dengan istrinya, ada seorang Wanita duduk di hadapannya dengan seorang pria yang berdiri di belakangnya.
" boleh saya duduk di sini Tuan ?"
Brian mendongak, betapa kagetnya brian saat melihat kecantikan khas Timur tengah , dengan tergagap Brian menjawab " si..silhkan Nona !"
Wanita tersebut mengulurkan tangannya " Aisyah.."
Brian menyambut uluran tangannya " Axel Brian !"
mereka kemudian ngobrol, karena Brian sudah terbiasa di kelilingi Wanita Cantik, sekarang dia sudah pandai berbicara dengan wanita.
sekitar 1 jam mereka ngobrol dan menghabiskan beberapa makanan yang di pesan. setelah itu Brian berpamitan.
" saya permisi dulu Nona , terima kasih sudah menemani saya !"
Wanita tersebut tersenyum " tidak perlu sungkan "
Brian kemudian meninggalkan Wanita tersebut tanpa curiga atau yang lainnya.
" Ternyata Ayah benar, dia pria yang baik !, Harun kita pulang ke hotel !" Aisyah bicara sambil berdiri dan meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
" Baik Nona Aisyah !" Pria itu berjalan di belakang Aisyah.