
ke esokan harinya..
Mei Terumi berangkat ke Axel Company diantar Zan long dengan sepeda listrik , pasalnya jika jalan kaki dari rumah mungkin memerlukan waktu setengah jam, jadi semalam Mei sia menyuruh Zan long untuk mengantar adiknya.
David yang kebetulan sedang mengecek Axel Company di pusat pulau Senkeku.
dia sedang berbincang dengan seseorang di telepon di parkiran Axel Company " sial kau Asahi..!, harusnya kamu yang mengecek perusahaan di pulau terpencil ini !"
di seberang telepon Asahi terkekeh " hahaha.. bukankah nona Tanti sudah setuju jika kamu yang datang ke situ, agar aku fokus memproduksi masal tipe baru AxelAbys phone ..!, lagian kamu juga sudah setuju kan ?!"
David berdecak kesal dengan sahabat seperjuangannya tersebut.
David kemudian mematikan teleponnya , dia menggerutu " Semenjak Tuan Axel tidak ada Tanti benar - benar mengerikan, aku tidak pernah di kasih jatah libur.. huh..!"
saat dia keluar dari mobil, matanya tertuju pada seorang pria yang mengantar wanita dengan sepeda listrik.
David menatap pria itu tanpa berkedip, tubuhnya bergetar hebat , dia tergagap sendiri " tu.. tuan Axel..!"
David langsung bergegas menghampiri pria tersebut.
" hati - hati di kerja pertama kamu adik kecil !, ingat kerja yang rajin biar bisa dapat kontrak oke !" Zan long mengacak - acak rambut adik iparnya.
Mei Terumi berdecak kesal, dan menghempaskan tangan kakak iparnya " ih.. kakak apaan sih..!, aku bukan anak kecil lagi !"
Zan long terkekeh " bagi aku .. kamu masih adik kecilku yang imut " Brian mencubit kedua pipi Mei terumi.
Mei terumi semakin kesal dengan tingkah kakaknya, tetapi dia senang dengan perhatian Zan long, pasalnya Zan long selalu bekerja keras untuk dirinya, apa lagi setelah Mei sia mengandung Zan long lah yang bekerja banting tulang untuk mereka.
Tiba - tiba dari belakang Zan long terdengar suara menginterupsi di tengah bercandaan mereka berdua.
" Tu.. an Axel !"
Zan long membalikkan badannya, Mei terumi menoleh ke arah suara.
David langsung memluk Zan long dengan air mata bercucuran " Tuan Axel.. ternyata kamu masih hidup , ternyata naluri istrimu benar, Tuhan terima kasih telah menyelamatkan Tuan Axel ..!"
Zan long melepaskan pelukan David " maaf tuan siapa yah , apa tuan salah orang ?"
David tersenyum , dia menghapus air matanya " Tuan Axel jangan bercanda, ini aku asisten kamu David !"
Zan long mengerutkan keningnya " Tuan Axel?
__ADS_1
Asisten ..?
maaf .. sepertinya Tuan salah orang !"
" tidak.. tidak.. saya tidak mungkin salah orang !, anda Tuan Axel pemilik Axel Capital !"
Mei terumi terkikik pada David " hihihi... kalau dia punya perusahaan mana mungkin kita hidup miskin , iya kan kak ?"
Zan long tersenyum kecut, dia kemudian mengulurkan tangannya pada David " Saya Zan long Tuan David kan ?, salam kenal "
David mencoba untuk mengerti keadaan, pikirannya terus berputar - putar, dia yakin orang di depannya adalah bos besarnya, tapi di sisi lain pria di depannya malah tidak mengenali dirinya.
David tertegun sejenak kemudian menjabat tangan Zan long " ah.. maaf mungkin aku salah orang , salam kenal juga !"
Zan long kemudian melirik Mei terumi dan mengenalkannya " dia adik iparku Mei Terumi !"
David melwpaskan jabatan tangannya " ah iya salam kenal !"
Mei terumi hanya mengangguk, Zan long kemudian berkata pada Mei terumi " adik kecil.. kakak tinggal dulu yah.. takut telat.. hati - hati kalau bekerja !"
Zan long juga membungkuk pada David, kemudian dia menaiki sepeda listriknya meninggalkan Axel Company.
Mei terumi menghela napas dan membalik badannya " mengapa kamu mengikutiku ?!"
" aku..?" David menunjuk dirinya sendiri.
" iya kamu siapa lagi !" Mei terumi mulai kesal dengan David.
" aku bekerja di sini ." David berkata dengan jujur.
Mei terumi mendesah " terserah kamu saja !"
Mei terumi terus berjalan menuju ruangan CEO , pasalnya Mei terumi akan Trial sebagai asisten CEO.
Mei terumi merupakan salah satu mahasisiwi terbaik di Universitas Senkuku, dia di rekomendasikan langsung oleh salah satu dosen dari Universitas tersebut, yang kebetulan teman Baik CEO Axel Company.
David terus membuntuti Mei terumi karena tujuan mereka ruangan yang sama, Mei terumi tidak tahu jika David akan ke ruangan yang sama dengan dia.
Mei terumi berbalik lagi dan mendesah kesal " apa kamu sengaja ingin membuat aku marah, kenapa kamu terus mengikutiku ?!"
David menjawab " aku mau ke ruangan CEO , dan aku tidak mengikutimu ."
__ADS_1
Mei terumi tersipu malu, dia mencoba untuk tetap tenang " apa kamu sudah buat janji denga n Tuan Yan liang ?"
David hanya mengangguk, dia tidak mau banyak membuang waktu, karena dia ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya dan mencari tahu tentang Zan long.
Mereka sudah tiba di depan pintu, Mei terumi tampak gugup, dia menghela napas untuk mempersiapkan mental masuk ke ruangan tersebut.
David mengerutkan keningnya, saat Mei terumi mau mengetuk pintu ,David langsung nyelonong membuka pintu.
" apa yang kamu lakukan !" Mei terumi berkeringat dingin. dia ketakutan karena di awal dia trial terjadi hal yang tidak dia inginkan.
Yan liang menengadahkan kepalanya dan menatap orang yang membuka pintu, saat dia melihat David dia bergegas berdiri dan menghampirinya.
Mei terumi panik, keringatnya makin bercucuran, tetapi saat Yan liang sampai di depan David dia twrkejut melihat atasannya membungkuk hormat.
" Tuan David.. maaf tidak menyambutmu !" yan liang berkata dengan sungguh - sungguh.
" tidak usah terlalu formal" David langsung ke arah tempat duduk yan liang, dia duduk dengan menyilangkan kaki.
Yan liang berdiri di sebelah David, dia tidak berani duduk jika belum di suruh.
David melihat ke arah Mei terumi yang masih tertegun di depan pintu " kenapa kamu masih di situ , kemari dan duduklah !"
Mei terumi tersadar, dia mengikuti instruksi dari David dan duduk di kursi depannya.
David bertanya pada Yan liang dengan acuh " apa jabatan dia di sini !"
Yan liang melirik Mei terumi dengan tersenyum kecut, pasalnya dia takut Mei terumi telah menyinggung David, kemudian dia menjawab " Dia Trial .. untuk jadi asisten saya Tuan David, tetapi Resume nya bagus ,saya sudah mengeceknya " Yan liang mencoba untuk memantu Mei terumi.
Mei terumi langsung berdiri dan membungkuk hormat " Tuan maaf .. saya telah berkata lancang tadi.. saya mohon ijinkan saya trial di sini, saya tidak akan mengecewakan anda !"
David tersenyum " baiklah.. saya akan mengijinkanmu kerja di sini !, tapi dengan satu syarat !"
Mei terumi Ragu, pasalnya dia takut Pria di hadapannya akan meminta syarat yang aneh - aneh, tetapi dia membutuhkan pekerjaan ini, agar bisa membantu meringankan beban kakaknya.
dia kemudian menatap David, dan bertanya dengan ragu - ragu " jika boeh tahu apa syarat anda ?!"
David mengembangkan senyumnya " saya hanya ingin mengantar kamu pulang !"
Yan liang melongo mendengar syarat David, dia tidak menyangka jika atasannya akan menyukai Mei terumi dalam pandangan pertama, itulah yang di pikirkan yang liang.
tetapi Di pikran David, dia ingin mengenal lebih dekat siapa Zan long, karena dia masih yakin jika Zan long adalah bosnya Axel Brian.
__ADS_1