
Setelah sampai di Bandara David membangunkan Brian.
" Tuan Axel..., kita sudah sampai " Ucap David sambil sedikit menggoyangkan tubuh Brian.
Brian membuka matanya , dia kemudian memencet pangkal hidungya " Terima kasih David "
David hanya mengangguk, Brian kemudian Turun Dari Mobil dan bergegas ke dalam Bandara.
sementara David langsung pulang kembali, karena dia di suruh untuk mengawasi istri Brian siapa tahu ada yang memerlukan sesuatu.
Satu jam menunggu akhirnya pesawat Brian lepas landas.
Di dalam pesawat saat Brian akan tidur , tiba -tiba sese orang menegurnya .
" Brian... kamu Brian kan ?" terdengar suara yang menegur Brian.
Brian menoleh ke arah suara, dia mengerutkan keningnya saat melihat seorang wanita yang memakai kacamata hitam di wajahnya.
seolah tahu maksud Brian, Wanita tersebut melepas kacamatanya " Hei.. ini aku Wulan !" Ucap wanita tersebut sambil Tersenyum.
Brian masih mengingat - ingat siapa Wanita tersebut , tetapi dia masih tidak mengingatnya " maaf Wulan siapa yah ?"
Wulan menggeleng " pantas saja kamu sudah lupa, sekarang kamu sudah sukses sih !"
Wulan kemudian melanjutkan " Aku Wulan anaknya Pak Julianto guru SD kamu, kita pernah bertemu dulu waktu aku ikut Ayah aku ke sekolahan kamu dan kita sering main bersama dengan Sindi juga kan ?"
" Astaga ... kamu wulan yang itu, maaf aku benar - benar pangling sama kamu, Dulu kamu dekil hidungnya keluar ingus terus, tapi sekarang kamu .." Brian memandang Wulan dari bawah sampai ke atas.
" Cantiikk !"
Wulan tersipu malu, dia meyibak rambut di atas telinganya " kamu bisa saja Brian, padahal kamu dulu juga begitu Lusu, tapi... setelah sukses kamu jadi begitu gagah, tidak heran kamu punya banyak istri "
Brian tersenyum kecut " eh... tapi darimana kamu tahu aku punya banyak istri ?"
Wulan menggeleng, dia kemudian menggoyang - goyangkan ponselnya " Aku sempat tidak percaya waktu media mengatakan ,kamu adalah pebisnis paling suksea di indonenesia, karena kamu cuma lulusan SD, eh saat aku Browsing prestasi kamu sangat mengejutkan sekali !, sementara aku masih bolak - balik menyelesaikan studiku " Wulan menghela napas.
__ADS_1
Brian menggeleng " ya mungkin karena kemauan sih, walaupun aku tidak sekolah tinggi tapi setidaknya aku punya kemauan untuk maju, jadi sepeeti inilah hasilnya."
Brian diam swbwntar kemudian melanjutkan " ngomong - ngomong kamu juga akan ke Qatar ?"
" iya.. kebetulan aku Belajar di sana !" Wulan bwrkata dengan jujur.
Mereka ngobrol ngalor - ngidul aeolah tidak ada habisnya, Perjalanan yang Brian kira akan sepi ternyata malah asik karena di temani seorang wanita Cantik.
Beberapa jam kemudian mereka sampai Di bandara Doha Qatar, Tuan Husein sudah menunggu Brian di tempat jemputan penumpang ,tentu saja di temani Anisa yang begitu ngebet dengan Brian.
Brian berjalan dengan Wulan , Brian kemudian bertanya " Kamu ada yang jemput lan ?"
Wulan menggeleng " Tidak..., aku nanti naik Taksi aja ke Universitas ku"
" ikut aku saja, pasti Tuah Husein juga tidak keberatan " ucap Brian menawarkan diri.
" Tu..Tuan Husein ?, Brian kamu kenal Tuan Husein ?" ucap Wulan kaget.
" Ya dia yang menjemputku , tuh.." Brian menunjuk ke rombongan Raja minyak tersebut.
Brian dan Wulan kemudian menghampiri rombongan Tuan Husein, Mereka menyambut Brian seperti seorang Raja yang baru pulang dari medan perang, begitu Ramai dan bersemangat.
saat melihat Aisyah dan Ayahnya di sana , Wulan membungkuk Hormat " Tuan Husein, Nona Aisyah .."
Aisyah tersentak kaget saat melihat Wulan dengan Brian " Wulan... kamu kenal dengan Brian ?"
Wulan tersenyum kecut " kebetulan Kami teman waktu kecil Nona Aisyah "
" kalian saling kenal ?" Brian menatap keduanya.
Wulan kemudian menjawab " Nona Aisyah kebetulan Satu Universitas denganku, Dia juga teman se kamarku di asrama "
Brian mengangguk - angukan kepalanya " baguslah kalau kalian saling kenal "
Tuan Husein kemudian berdehem menyela pembicaraan mereka " ehem.. mentang - mentang aku Sudah Tua ,di abaikan yang masih muda hais.."
__ADS_1
Brian menggaruk - garuk belakang telinganya yang tidak gatal " hehehe.. Maaf Tuan Husein, saya lupa jika ada anda di sini "
Tuan Husein kemudian tertawa " hahaha.. aku hanya bercanda , Ayo masuk mobil, kita ngobrol nanti saja ."
mereka kemudian memasuki mobil, Brian bersama Tuan Husein ,sementara Aisyah dengan Wulan.
Aisyah sangat bersemangat saat tahu Wulan mengenal Brian, pasalnya dia ingin lebih tahu tentang Brian lebih detail lagi.
Aisyah memberondong berbagai pertanyaan pada Wulan saat dalam perjalanan, Wulan juga dengan senang hati memberitahu semua yang dia tahu tentang Brian pada Aisyah.
Aisyah begitu senang saat mendengar apa makanan kesukaan Brian ,kebiasaannya dan yang lain.
karena itu bisa buat memperdalam hubungan mereka, menurut pikiran Aisyah.
tapi yang tidak si ketahui Aisyah , jika info yang di berikan Wulan itu Kesukaan Brian waktu kecil, bukan Brian yang sudah tumbuh Dewasa.
setengah jam kemudian mereka sampai di Doha Hotel International.
Brian sangat kagum saat melihat Hotel tersebut, Bangunan yang menjulang tinggi seakan merobek langit.
Dekorasinya juga sangat indah, Brian sampai tidak berkedip melihat keindahan bangunan tersebut.
Tuan husein kemudian menegur " Ayo masuk, kamu istirahat dulu malam ini "
Brian Tersenyum " Merepotkan anda Tuan Husein "
Tuan Husen menepuk bahu Brian " sudahlah.. ini bukan apa - apa "
Tuan Husein mengantar sendiri Brian ke kamarnya, semua orang yang melihat itu penasaran , karena seorang Pria muda di perlakukan begitu hormat oleh Tuan Husein.
Mereka semua bertanya - tanya siapa pria muda tersebut.
semua orang hanya bisa mengenali wajahnya, agar kelak tidak menyinggung pria tersebut.
Sementara itu ,Wulan dan Aisyah di antar ke asrama Univeraitas, pasalnya setelah Aisyah Tahu Jika Wulan adalah teman semasa kecil Brian.
__ADS_1
Aisyah ingin memperlakukan Wulan seperti saudara, dia berencana mendekati Wulan untuk membantunya mendapatkan Brian.