
Brian membenarkan kepala Viona agar bersender di bahunya dengan hati - hati, dia masih menatap Wanita yang selalu menempel padanya saat di inggris.
Brian bingung dengan keadaannya sekarang, jika dia belum mempunyai tiga orang istri mungkin dia akan menikahinya.
Brian menghembuskan napas kasar, dia teringat dengan ketiga istrinya. pasalnya bagaimana nanti dia menjelaskan pada mereka.
memikirkan itu saja membuat Brian sedikit khawatir, pasalnya dia antara istrinya Mei sia lah yang paling tidak suka melihat Brian dengan Wanita lain.
Kecuali Sindi dan Tanti yang sudah menjadi istrinya lebih dulu. Mei sia tidak mungkin mengijinkan Brian menikah lagi.
Beberapa jam berlalu , pesawat yang di tumpangi Brian mendarat dengan selamat.
Brian kemudian membangunkan Viona " Viona bangunlah.. kita sudah sampai " suara Brian tidak keras ,tapi cukup untuk membangunkan Viona.
sementara Martin sudah beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan mereka lebih dulu.
Viona mengerjapkan mtanya " emmmm... " dia kemudian membuka matanya yang masih sedikit mengantuk.
" Ayo bangun !" Brian menyuruh Viona bangkit dari kursinya.
Viona tersenyum, dia kemudian bangkit dari kursinya dan mengikuti Brian dari belakang.
David yang sudah di beri tahu Brian waktu dia mau masuk bandara London sudah menunggu di tempat parkir dengan mobilnya.
David tercengang saat melihat wanita Cantik berjalan di belakang Brian, dia kemudian berbicara keceplosan " Tuan Axel, apakah dia calon ke empat anda ?!"
Martin terkekeh " Kamu benar David, kita bakal punya nyonya baru lagi ,hahahaha.."
" Jadi benar Tuan Axel ?" David kembali bertanya pada Brian.
Brian membentak David " Diam kamu David, cepat jalankan mobilnya aku ingin cepat sampai di rumah !"
David menunduk saat mendengar suara lantang Brian, dia kemudian masuk dan mengemudikan mobil menuju kediaman Axel.
__ADS_1
Di dalam mobil Viona memandangi jendela dengan senyum manisnya, dia sudah lama ingin pergi ke indonesia tapi pekerjaannya selalu menghalanginya.
jadi dia sangat senang akhirnya bisa berlibur sekaligus mengejar Brian.
beberapa jam sudah berlalu, di dalam perjalan mereka ber empat lebih banyak diam dari pada bicara, terutama David, dia seolah mengunci mulutnya semenjak memasuki mobil.
David menekan klakson saat di depan gerbang Vila.
" Tin..
" Tin..
Security dengan tergopoh -gopoh membuka gerbang, setelah Gerbang di buka ,mobil melaju memasuki halaman. dan berhenti saat berada di depan Vila.
Brian keluar dari Mobil tanpa mengajak Viona , ketiga istri dan orang tua Brian sudah menunggu di depan pintu masuk.
Di antara mereka Tanti lah yang paling bersemangat, saat Bian Baru sampai beberapa langkah di depan mereka ,Tanti langsung menghambur memeluknya.
" Sayang ..selamat datang " Tanti mengecup pipi Brian tanpa malu - malu.
Tanti memeletkan lidahnya pada Sindi dan Mei sia, Brian menggeleng melihat tingkah istrinya yang satu itu, karena di antara mereka bertiga Tantilah yang paling manja.
Brian kemudian salim ke orang tuanya, baru memeluk kedua istrinya.
baru saja mereka berbahagia menyambut kepulangan Brian.
Viona tiba - tiba berteriak " Brian.. tega sekali kamu meninggalkan aku !" Viona berjalan dengan di ikuti David dan Martin.
sontak saja ketiga istri dan orang Tua Brian mengerutkan kening, Mereka menatap Brian dengan penuh pertanyaan.
apa lagi Mei sia yang langsung mengeluarkan aura permusuhan pada Viona.
Bukan Viona namanya jika nyalinya langsung ciut, Viona malah tersenyum dan menghampiri Mereka.
__ADS_1
Brian menghela napas ,dia kemudian memperkenalkan Viona " Dia Viona White, Pemilik White group Di inggris, kedatangannya kemari untuk Berlibur dan membahas kerja sama perusahaan ." Brian langsung mengatakan itu agar ketiga istrinya salah paham.
Viona mencebik kesal ,pasalnya dia di perkenalkan Brian, bukan untuk di jadikan istri melainkan sebagai Tamu.
Tanti buka suara " Bukankah Tamu bisa menginap di hotel !, ngapain di bawa kemari ?, atau bisa memakai apartemen Martin yang waktu itu di pakai Wanita kalimantan !"
Martin terlonjak kaget saat namanya di bawa - bawa, dia buru - buru berpamitan dengan Brian, karena dia tahu jika terus di situ urusannya bisa gawat.
" Tuan dan Nyonya lebih baik saya pamit undur diri dulu, saya tidak ingin mengganggu keluarga kalian ."
Martin melirik David yang masih diam di situ.
" David antar aku ke apartemen !" David mengerti maksud Martin, dia langsung bergegas mengejar Martin.
setelah Martin dan David pergi giliran Mei sia yang bertanya pada Brian " jadi ini oleh - oleh yang kamu janjikan padaku waktu itu sayang ?!" nadanya lembut tapi penuh intimidasi.
Brian tidak tahu harus berbuat apa, dia menatap Sindi, pasalnya hanya dia yang bisa berpikiran jernih, tetapi Sindi malah memalingkan wajahnya.
Brian mendesah kesal, kemudian ibu Brian menenangkan mereka " sudah - sudah masuk dulu, gak enak ada tamu malah gak di ajak Masuk "
" Ayo Nona silahkan masuk ke rumah kami " ibu Brian mengajak Viona masuk.
Viona tahu jika bukan saat yang tepat untuk tebar pesona dengan Brian, dia berencana mengambil hati orang - orang terdekat Brian dulu.
Viona di ajak ke ruang tamu oleh ayah dan ibu Brian, sementara Brian di tarik Oleh ketiga istrinya ke kamar untuk menjelaskan tentang Viona.
saat di kamar Sindi yang biasanya tenang malah bertanya kebih dulu " jadi.. jelaskan apa yang terjadi di sana, jangan bilang kalau kamu sudah melakukannya dengan wanita bule itu?, makanya kamu membawa pulang dirinya !."
Rian menghela napas " apa kalian sudah tidak percaya denganku ?, aku tidak ada hubungan apa - apa dengannya, kami hanya sebatas partner kerja ." Brian mencoba menjelaskan semuanya.
" partner kerja di bawa pulang ?, kami bukan wanita bodoh Zan long !" Mei sia meninggikan suaranya.
" sudahlah.. terserah kalian mau menganggapnya apa, aku Lelah,mau mandi terus istirahat !" Brian mulai kesal dengan para istrinya.
__ADS_1
Brian kemudian ke kamar Mandi , dia membersihkan diri untuk menghilangkan penat, sekalian menghindari pertanyaan mereka.