Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 78


__ADS_3

Saat keluar kamar Mandi, Brian langsung bertanya pada Tanti " Sayang, kamu yakin makanan ini enak ?"


Tanti mengangguk dan meminta Brian menyuapinya lagi " iyah..., Lagi dong sayang masih lapar " Tanti memohon kaya anak kecil.


Brian menatap Sindi, dia menelan ludahnya sendiri, pasalnya Rasanya benar - benar Aneh, dia takut meracuni Tanti.


Sindi yang melihat keragu - raguan Brian tersenyum kecut " Berarti itu terbukti, jika Tanti hanya ingin makanan masakanmu sayang "


" Tapi.. apa ini tidak apa - apa ?" Brian bertanya pada Sindi.


Sindi menghampiri Tanti " kamu tidak apa - apa kan makan Nasi goreng ini ?"


Tanti mengangguk " tidak apa - apa, lagi pula rasanya enak, apa yang salah ?"


Brian tidak tahu harus tertawa atau menangis , makanan seperti itu di bilang enak ,jika Koki Restoran bintang lima mungkin akan meragukan kapasitasnya.


tapi begitulah orang hamil, ada berbagai ke unikan di antara mereka ,walaupun tidak semuanya seperti itu, tapi pasti ada yang pernah merasakan hal seperti Tanti.


setelah menghabiskan Satu piring penuh nasi goreng, Tanti merasa sedikit lebih nyaman, tenaganya juga sedikit terisi.


Tanti memeluk Brian " makasih sayang sudah memasak buatku "


Brian membalas pelukan Tanti dan mengecup keningnya " asal kalian bahagia, aku akan melakukan apapun untuk kalian " Brian berbicara dwngan mantap.


Sindi yang melihat itu tersenyum ,dia kemudian pamit untuk melihat anaknya .karena Sindi tidak ingin mengganggu kemesraan mereka berdua untuk saat ini.


Setelah Sindi pergi , Tanti membisikan sesuta pada Brian " Sayang aku mau melakukan itu "


Brian menatap wajah Tanti dengan heran " sayang..., kamu masih seperti ini, kita lakukan nanti yah saat kamu sudah pulih sepenuhnya "


Tanti menggembungkan pipinya, Dia kemudian melepas pelukannya dan kemudian Berbaring miring.

__ADS_1


Brian menghela napas " sayang..., jangan seperti ini, aku hanya tidak ingin menyakitimu " Brian memeluk Tanti dari belakang sambil mengecup tengkuknya.


Darah Tanti Berdesir saat di perlakukan seperti itu, Tanti langsung membalik badannya menghadap Brian, dia langsung mengecup Bibir suaminya tanpa menunggu persetujuan.


Lidah Tanti menyeruak masuk ke dalam mulut Brian, Brian mau tidak mau meladeni kemauan istrinya itu.


Tanti memegang tangan Brian dan memasukannya di balik Penutup gunung kembar.


seakan melupakan kondisi Tanti yang masih lemas karena di kuasai oleh gairah.


Brian bertindak lebih agresive, Tanti juga tidak mau kalah, dia begitu menikmati permainan Brian.


*******, erangan..


semuanya menggema di kamar tersebut, Tanti menikmati momen itu, pasalnya sudah beberapa hari Brian tidak menyentuhnya yang membuat Tanti begitu hanyut dalam permainan suaminya.


setelah bebrapa Ronde akhirnya mereka selesai, Tanti terkulai lemas di pelukan Brian, Wajahnya yang pucat sudah sedikit berseri.


" kamu yakin tidak apa - apa sayang " Brian bertanya sambil mengelus - elus puncak kepala Tanti.


Brian tersenyum kecut " nanti saja jika kamu sudah pulih total, kita bermain seharian full tanpa henti "


Tanti memainkan tombak Brian yang sudah lemas " segini aja sudah lemas ,gimana mau seharian " Tanti semakin menggoda Brian.


Brian yang mendengar ucapan Tanti jadi tertantang, Tombak Brian yang tadinya lemas di tangan Tanti Tiba - tiba langsung menggembung.


Tanti terkejut, dia kemudian menatap suaminya, tetapi Brian langsung membalik tubuh Tanti dan menghujam tombaknya dengan bersemangat.


Tanti kembalai menceracau tidak jelas menikmati surga dunia tersebut, mereka lupa jika pintu kamar tidak di kunci.


Sindi dan Mei sia yang niatnya ingin menemani Tanti di kamar terkejut karena melihat pergulatan meraka.

__ADS_1


Sindi dan Mei sia yang tadinya hanya menonton mulai terangsang juga.


Mereka membuka semua pakain yang di kenakan hingga polos tanpa sehelai benangpu.


Mereka kemudian Bergabung dengan Tanti dan Brian.


Brian terkejut saat melihat kedua istrinya bergabung, dan sudah Tidak mengenakan sehelai benangpun.


Brian yang tadi sudah bertarung beberapa ronde dengan Tanti, yerpaksa harus meladeni merwka bertiga sekaligus.


Brian mendesah dalam hati ' Adik kecil kamu yang kuat, kita akan bekerja keras hari ini "


Benar saja mereka bermain sampai beberapa jam, Brian sampai kewalahan ,dia hanya bisa berbaring dan menikmati ketiga isteinya yang menggilir dirinya di ranjang tersebut.


Saat selesai Wajah Brian menjadi pucat, karena oli sampingnya seakan - akan di sedot habis oleh ketiga isrrinya.


Brian tidak sanggup bergerak, dia hanya bisa berbaring setelah pertempuran tersebut.


Ketiga istrinya hanya tersenyum melihat suaminya yang seperti itu.


Biasanya mereka melakukan hanya beberapa kali ,berbeda dengan sekarang yang melakukannya berjam - jam .


Sindi yang berbaring di paha Brian berkata " sayang lagi yuk " Sindi memainkan Tombak Brian yang sudah mengkerut kecil karena kehabisan daya.


Brian tersenyum kecut " apa kalian ingin membunuhku, lihatlah suami kalian yang tidak berdaya ini "


Mei sia yang memainkan jarinya di dada Brian berkata " Bukankah kalau di luar kamu selalu dengan perwmpuan lain, jadi kami akan membuktikan jika kami lebih dari cukup untuk memuaskanmu Zan long "


Tanti yang sudah erasa lebih baikan menimpali " iya sayang, kami selalu siap kapanpun kamu mau "


Brian mendesah tidak berdaya " percayalah... hubunganku dengan wanita di luar sana cuma sekedar bisnis, aku tidak pernah punya niat secuilpun untuk menghianati kalian " Brian mendekap Mei sia dan Tanti yang ada di kanan dan kirinya.

__ADS_1


Ketiga istri Brian terharu saat mendengar ucapan dari suaminya, apalagi Viona juga pernah bilang, jika dirinya sempat menggoda Brian samapai telanjang ,tetapi Brian tidak menyentuhnya sama sekali.


dari situlah mereka menyimpulkan jika Brian benar - benar tidak bermain dengan wanita di luar sana, pasalnya Wanita secantik Viona saja dia tolak apa lagi yang di bawahnya.


__ADS_2