
Viona tersentak hebat, darahnya berdesir saat Brian memainkan benda kenyal tersebut dengan bersemangat.
Viona menikmati itu, tangan Viona kemudian mencari pusaka Brian.
Dia menggenggamnya sambil menikmati sentuhan Brian.
Brian tidak mengeluarkan sepatah katapun, Otaknya sudah penuh dengan Gairah.
Mereka bergumul beberapa menit untuk saling memanaskan tubuh mereka.
hingga tibalah saat pusaka Brian akan memasuki selongsongnya.
walaupun Viona Orang luar negeri yang terkenal dengan kebebasan dalam pergaulan.
tetapi Viona masih keturunan bangsawan, jadi dia tidak memberikan mahkotanya ke sembarang orang.
karena dia ingin memberikannya pada orang yang benar - benar bisa membuat dia jatuh cinta.
jelas orang itu Brian yang sekarang sedang menggagahi Viona.
satu senti, dua senti, saat sepuluh senti masuk terdengar robekan kecil di dalam selongsong Viona.
Air mata Viona menetes, Brian yang melihat itu jadi tersadar " Mau berhenti dulu Vi ?"
Viona menggeleng , dia menghapus air matanya dan tersenyum " lanjutkan sayang "
Brian mengangguk, Dia melesakan seluruh pusakanya hingga membuat Viona membelalakan matanya.
Brian yang melihat itu, mendiamkan pusakanya dan menindih Viona kemudian berbisik " maaf dan makasih Viona " Brian kemudian mengecup Viona.
Viona memeluk Brian , dia kemudian berinisiatif menggerakan selongsongnya, walaupun perih tapi dia tahu kalau sekarang dia adalah istri Brian dan harus menyenangkannya.
Brian yang meraskan itu mulai mengikuti irama Viona, rasa perih Viona sudah menguap entah kemana, Viona menjadi liar , dia selalu berinisitif memulai pertandingan.
Jam demi jam berlalu, mereka terua bergelut dengan surga dunia, Viona sudah lemas tapi Brian masih menginginkan lebih.
Karena satu lawan satu , Brian sangat beraemangat dia bertekan akan memuaskan istrinya.
__ADS_1
benar saja mereka berelut sampai ayam jago bekokok, entah sudah berapa kali mereka berdua sampai ke puncak .
yang pasti mereka menikmatinya.
setelah selesai Brian mengecup kening Viona , Viona yang sudah lemas ,tubuhnya seperti tidak punya tulang akibat di bolak - balik kesana kemari oleh Brian hanya bisa tersenyum.
Mereka berbaring beberapa menit, Rasa nikmat yang tadi Viona rasakan mulai berubah menjadi Rasa perih yang teramat sangat.
selongsong Viona terasa sangat menyakitkan, dia menggigit bibirnya, untuk sedikit menahan rasa pedih itu.
Brian tidak menyadari hal itu, karena waktu dia melakukan malam pertama dengan sindi dan Tanti mereka berdua bergantian ,jadi mereka masih bisa bergerak sesudahnya, walaupun sakit tapi tidak seperti Viona sekarang.
tapi Viona melakukannya sendirian, dan Brian seperti kesurupan menggauli Viona tanpa memikirkan akibatnya.
Akibatnya Viona seperti sekarang , bayangkan saja pertama kali melakukan dengan yang sudah pengalaman sampai pagi.
Brian kemudian mulai ada yang aneh dengan raut wajah Viona , dia seperti menahan sesuatu.
Brian kemudian bertanya " Vi.. kamu tidak apa - apakan ?"
Brian langsung bangun dan menghapus air mata Viona " kamu kenapa sayang ?"
Viona menggeleng " hanya sedikit perih " Viona menunjuk ke arah selongsongnya.
Padahal Viona menahan mati - matian agar tidak membuat Brian merasa bersalah.
karena jika itu terjadi, malam pertama yang harusnya indah ,hanya akan jadi malapetaka.
Brian Mulai paham ,dia panik,
Dia kemudian memakai bajunya dan keluar dari kamar untuk memanggil Sindi atau iatrinya yang lain.
karena mereka pasti tahu cara meredakan perih tersebut.
saat Brian membuka pintu ,dia terkejut karena ketiga istrinya sudah ada di depan pintu.
Sindi yang melihat wajah panik Brian bertanya " Sayang.. jangan bilang kamu melakukan sampai pagi dengan Viona ?!"
__ADS_1
Brian tersenyum kecut ,kemudian mengangguk " Astaga sayang.. Viona baru pertama kali ,hais..!" Sindi langsung memasuki kamar dan menghampiri Viona.
Sindi menatap Viona yang sedang berbaring di ranjang dengan sendu " Viona kamu tidak apa - apa kan ?, Kamu berbaring saja dulu, nanti akan reda sendiri pedihnya "
Brian bertanya seperti orang bodoh " Viona tidak apa - apakan sayang ?"
Tanti menjawab " kamu ini aayang, Viona baru pertama kali melakukannya ,tentu saja dia kesakitan lah ,apa lagi kalian melakukannya sampai jam segini, kita yang dulu berdua saja hampir pingsan olehmu, untung Viona masih kuat !"
Mei sia langsung mengunci pintu dan berkata dengan menyeringai " Zan long ,kamu harus mendapatkan balasan yang setimpal !"
Sindi dan Tanti saling menatap saat mendengar ucapan Mei sia, mereka kemudian tersenyum.
Tanti langsunga menarik Brian, Brian panik dan berkata " sayang .. biarkan aku istirahat dulu !"
Tetapi ucapan Brian terhenti ketika Sindi langsung membungkamnya dengan mulutnya.
Brian gelapan, Brelum usai serangan Sindi dan Tanti, Mei sia ikut bergabung.
pupus sudah harapan Brian untuk menikmati kemenangannya karena menaklukan Viona.
Sekarang dia malah akan merasakan hal yang sama dengan Viona.
setelah satu jam bermain dengan ketiga wanitanya Brian menyerah, Pusakanya sudah tidak sanggup berdiri lagi.
Brian berbaring di sebelah Viona dengan ketiga istrinya yang masih menempel di tubuhnya.
Viona terkikik geli melihat kelakuan ketiga saudari dan suaminya.
Brian menatap Viona dengan sendu " Maaf sayang, aku sudah kelewatan "
Viona menggeleng " walaupun sakit ,tapi setidaknya aku bisa merasakan sepenuhnya jadi seorang wanita "
Sindi , Tanti dan Mei sia tersenyum melihat Brian dan Viona , Mereka kemudian merapikan dirinya dan pamit meninggalkan kamar.
Mereka sengaja membiarkan Viona dan Brian untuk beristirahat , karena mereka berdua pasti lelah setelah semalaman adu mekanik.
Viona memeluk Brian dalam tidurnya, dia merasa bahagia karena memeliki saudari dan suami yang begitu pengertian
__ADS_1