
ke esokan harinya Brian dan Martin berangkat ke Axgreen Corporation di jemput Joshua dan Rombongan, saperti biasa Joshua membuat pengaturan yang berlebihan menurut Brian.
setelah mereka sampai , mereka langsung di antar ke ruang rapat para petinggi Axgree Corporation semuanya sudah hadir .
saat Brian memasuki Ruangan semua orang berdiri dan membungkuk hormat pada Brian.
Brian bertindak lebih Cool agar terlihat seperti pengusaha yang berwibawa, dia tidak menampilkan dirinya yang biasa low profil di ruangan tersebut.
Brian menatap mereka semua kemudian mengangguk, saat Brian sudah menempati tempat duduk utama semua orang yang ada di ruangan serentak duduk semua.
setelah semuanya sudah duduk, Tanpa basa - basi Brian langsung bicara ke intinya " Tuan green tolong jelaskan lebih detail tentang masalah yang kita hadapi !"
Green graham mengangguk, dia membuka lapatopnya dan menjelaskan detail permasalahan yang sedang di hadapi Axgreen Corporation, dari Bahan baku yang di tangguhkan ,banyak partner bisnis yang tiba - tiba memutuskan kontrak ,hingga setelah beberapa tahun ini masalah izin usaha yang tidak ada kendala tiba - tiba pihak yang terkait mengungkit hal tersebut.
" itulah yang membuat kami yakin, jika ada seseorang yang sengaja mengincar kita !" Green graham menjelaskan dengan tegas .
wajah Brian masih tenang, dia kemudian bertanya " apa kalian bisa mengira - ngira siapa yang melakukan ini ?"
Semua orang menggeleng , mereka sebenarnya kurang lebih sudah tahu siapa yang menargetkan mereka , tetapi mereka tidak mau buka suara karena di antara mereka ada orang yang bekerja untuk orang yang menekan Axgreen Corporation.
Brian menatap wajah mereka satu persatu, dia mulai memahami sesuatu, Brian mengulas sebuah senyum " baiklah jika di antara kalian tidak ada yang tahu, biar saya sendiri yang mencari tahu siapa dalangnya, kalian fokus pertahankan perusahaan selama satu minggu, saya akan mentransfer 50 Milyar dolar , apa itu cukup !"
Green graham tersenyum cerah " tentu saja itu cukup Tuan Axel, kami akan bekerja lebih keras lagi !"
" bagus..!! Brian berkata dwngan Acuh.
wajah para petinggi sedikit lebih semangat saat Brian mengucapkan itu, pasalnya beberapa hari ini mereka benar - benar menguras kas perusahaan, dengan adanya suntikan dana 50 milyar dolar ,jangankan untuk bertahan untuk satu minggu ,satu bulan pun itu cukup.
Brian menatap wajah semua petinggi ,terlihat lebih cerah dari pertama Brian melihatnya, hanya ada satu orang yang tampak bersikap biasa saja dari awal.
Brian membatin ' kamu pikir bisa membodohi aku, kita lihat permainan siapa yang akan game over !!'
__ADS_1
" Baiklah cukup untuk pembahasan kali ini, kalian kembali bekerja , Tuan green bisa bawa kami ke ruangan anda ?" Brian membubarkan rapat tersebut.
semua orang kembali bekerja di tempatnya masing - masing, sementara Brian dan Martin pergi ke ruangan green .
Mereka duduk di sofa di ruangan Martin, Brian kemudian angkat bicara " Tuan Green .. apa anda bisa Melihat CCTV dari ruangan ini ?"
Green bingung dengan ucapan Brian , tetapi dia mengangguk , dia kemudian membuka Laptop dan menampilkan semua CCTV di tempat kerja karyawan.
Brian menggeleng " perlihatkan CCTV yang ada di lorong dekat dengan ruang rapat !"
Green menurut ,dia mengatur laptopnya dan terlihat seseorang yang sedang menelpon di salah satu lorong yang menuju ruangan manajer pemasaran. orang itu petinggi yang tadi ikut rapat, dia tampak tergesa - gesa saat menelpon.
Green masih bingung Saat Brian menyuruhnya untuk memperbesar Cctv Yang memperlihatkan orang tersebut , dia kemudian bertanya " Tuan Axel.. kenapa dengan Chris wood ?"
Brian menghela napas, dia tidak mengira jika green belum juga paham maksud dirinya " Tuan Green.. menurutmu kenapa perusahaan yang menyerang kita tahu persis pemasok dan partner bisnis penting kita ?"
Saat Brian mengucapkan kalimat tersebut Green dan Martin tersentak , mereka baru menyadari jika ada tikus di antara mereka.
Green graham bicara dengan kaget " Maksud anda Crish mata - mata di perusahaan ini !!"
Brian menggeleng " aku sudah tahu sejak aku masuk ruang rapat, hanua dia yang bersikap tenang dengan kondisi kita yang seperti ini, aku menyuruh Tuan Green membuka Cctv karena aku yakin dia akan memberi tahu atasannya !"
Brian diam sebentar kemudian melanjutkan " Tuan Green, suruh orang kepercayaan anda untuk mengawasi gerak - geriknya dari jauh, pastikan mereka juga memasang penyadap padanya !"
Green graham menatap Brian kagum, ternyata berita tentang dirinya bukan sebuah isapan jempol belaka, jika dia sudah serius mengurus bisnis ,maka celah sedikit pun akan kelihatan di matanya ,entah itu yang akan merugikan atau menguntungkan perusahaan.
Green Graham kemudian menghubungi Joshua untuk membuat pengaturan yang di rencanakan Brian, dan menyuruhnya untuk bergerak cepat.
saat mereka sedang serius berdiskusi tiba - tiba suara ketukan pintu dan reriakan tergesa - gesa membuat mereka berhenti bicara.
" Tok..
__ADS_1
" tok..
"Tuan green..
" tok..
" tok..
" Tuan green..
Green sedikit kesal dengan ketokan pintu yang bertubi - tubi itu, dia kemudian meminta ijin untuk membuka pintu pada Brian
green membuka pintu Meraung " ada apa Veronica ?!, apa kamu tidak lihat saya ada tamu penting !"
Veronica takut melihat Bosnya marah ,jadi dia bergegas menjelaskan " di bawah Ada Nona Viona White dia ingin bertemu dengan anda !"
" suruh pulang saja, saya ada tamu pen..."
Green diam sebentar mencerna ucapan asistennya " eh.. Nona Viona White katamu, kenapa tidak bilang dari tadi !" green berkeringat dingin saat mengatakannya.
Green kemudian menoleh ke Brian " Tuan Axel saya menemui Nona White Dulu, nanti saya jelaskan !"
Green langsung bergegas ke bawah, sementara di bawah gadis angggun yang memakai Gaun Merah ,hitam ,yang menjuntai ke lantai, parasnya khas kecantikan pribumi inggris dia duduk anggun di ruang tunggu Axgreen Corporation.
Viona White di temani asistennya Carla Medova Seorang Wanita karir , dia memakai setelan jas perkantoran dengan kaca mata menghiasi wajahnya, menambah kesan wanita dewasa saat memandangnya.
Semua staf yang ada di tempat itu berdiri di depannya menundukan kepala, pasalnya mereka tahu siapa orang yang ada di hadapannya.
Beberapa menit kemudian Green sampai di bawah dengan asistennya, dengan keringat dingin masih merembes di punggung jasnya di bergegas menghampiri wanita tersebut dan membungkuk hormat " Maaf Nona White membuat anda menunggu lama ,saya tidak tahu jika anda akan kemari !" masih terdengar suara ngos - ngosan dari pernapasan green.
" Tuan green .. anda tahu sedang berurusan dengan siapa, mengapa anda berani sekali membuat Nona White lama menunggu?, apa ada yang lebih penting dari Nona White ?" Carla memberondong banyak pertanyaan yang membuat nyali Green semakin ciut.
__ADS_1
Viona kemudian berdir " sudahlah Carla.. lagi pula ini salahku karena datang tanpa memberitahu terlebih dahulu, sedangkan Tuan Green sedang ada tamu penting !, benarkan Tuan green ?"
Green menelan Ludah ,dia mengira jika Viona White sedang mengucapkan sarkasme , padahal dia sedang berbicara serius dengan green.