Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 53


__ADS_3

setelah beberapa menit Anisa selesai membersihkan diri, dia memakai kaos oblong yang biasa di pakai jika sedang santai di rumah.


" Maaf membuat kalian menunggu !" Anisa datang dengan membawa minuman kaleng dan makanan ringan.


Brian tersenyum " Tidak usah di pikirkan.. ,ngomong - ngomog kamu ke sini ada penting apa ?"


Tanti hanya menyimak obrolan mereka, dia juga memperhatikan tingkah laku Anisa yang mulai sedikit salah tingkah.


" em..anu.. Tuan Axel.. ,saya hanya ingin melihat keadaan anda saja !" Anisa berkata jujur.


Tanti yang sedang minum sontak menyemburkan air minumannya dari mulut saat mendengar ucapan Anisa.


Brian mengelus punggung Tanti " kamu tidak apa - apa sayang ?".


Tanti tidak memperdulikan ucapan Brian.


Dia menatap Anisa lekat - lekat wajah Anisa dan bertanya " jadi.. kamu jauh - jauh datang kemari hanya ingin menemui suamiku ?!"


Anisa menundukan kepalanya saat melihat tatapan tajam istri Brian, dia tidak berani mendongak walau hanya sedetik saja.


Brian yang menyadari kecanggungan itu berusaha mencairkan suasana " sayang.. jangan seperti itu, maksud Anisa mungkin hanya ingin melihat aku baik - baik saja atau tidak, iya kan Anisa ?"


" Tuan Axel benar, saya hanya ingin melihat Tuan Axel secara langsung , karwna anak - anak panti juga merindukan Tuan Axel !" Anisa mendongak sebentar kemudian menunduk lagi.


Tanti menghela napas , dia tahu jika Anisa sebenarnya punya rasa dengan suaminya, tetapi karena Anisa masih polos dia tidak bisa mengungkapkan perasaannya seperti wanita yang sudah berpengalaman.


mereka berbincang - bincang sebentar kemudian Brian dan Tanti pamit pulang, Anisa mengantar mereka sampai di depan pintu.


saat Brian dan Tanti sudah pulang, Anisa duduk di depan meja Rias dan bermonolog " istri Tuan Axel begitu cantik, pantas saja dia tidak tertarik denganku sama sekali !" Anisa menatap wajahnya sendiri dengan sendu.


ke esokan harinya Martin yang kemarin menyuruh anak buahnya untuk mencari Mei sia sudah membuahkan hasil.


mereka melaporkan jika Mei sia dan adiknya benar ada di ungaran , Mei sia dan adiknya tinggal di sebuah rumah kecil di pinggiran kota ungaran.


Mei sia dan adiknya juga membuka sebuah warung makan kecil untuk mendapatkan penghasilan.


Martin menyuruh anak buahnya untuk terus mengawasi mereka dari kejauhan.


Martin menekan langkal hidungnya, di sangat lelah karena akhir - akhir ini begitu banyak kerjaan yang menumpuk gara - gara dia turun tangan juga di masalah Brian.


Martin kemudian teringat dengan Anisa " sedang apa dia sendiran di apartemen, kasihan juga dia, apa akau ajak makan saja yah !" Martin bermonolog sendiri.

__ADS_1


Martin kurang lebih sudah tahu tentang Anisa dari Brian, jadi Martin tidak ingin jika salah satu orang Axel Capital terlantar ,pasalnya Brian tidak mungkin mengurus Anisa, melihat tatapan Tanti kemarin saja Martin begidik ngeri.


Martin memanggil Asistennya " Susan.. saya akan pergi sebentar, kamu handle semuanya dulu !"


Susan, asisten Martin mengangguk " Baik Tuan Martin !!"


Martin bergegas berkendera ke apartemennya yang di huni Anisa.


di apartemen Anisa sedang menonton tivi dengan bosan, dia mengganti - ganti chanel dengan cepat " arghh... aku bosan kalau begini terus !" Susan menyenderkan kepalanya di sofa.


tiba - tiba terdengar bunyi bel , Anisa langsung bergegas bangun dan membukan pintu.


" Tuan Martin !, ada perlu apa yah ?" Anisa bertanya di depan pintu.


Martin juga bingung akan mengatakan apa, pasalnya dia tanpa pikir panjang langsung menuju ke apartwmen tersebut.


Hening sesaat...


kemudian Anisa buka suara " silahkan.. masuk dulu Tuan Martin !"


Martin tersenyum kaku, dia kemudian menhikuta Anisa dari belakang, Anisa mengambilkan sebuah minuman.


kemudian bertanya " jad.. ada maksud apa Tuan Martin kemari ?"


Anisa berpikir sejenak " boleh.. tapi saya siap - siap dulu tidak apa - apa kan ?"


" oh.. silahkan ..!"


Martin menghela napas lega setelah Anisa menerima ajakannya.


Beberapa saat kemudian..


" Ayo Tuan Martin saya sudah siap !" Anisa memakai gaun merah selutut. dengan atasan memperlihatkan bahunya yang membuat dirinya semakin anggun.


Martin menelan ludah melihat penampilan Anisa, matanya seperti mau keluar dari tempatnya.


Martin yang biasnya tidak tertarik dengan wanita walaupun merwka dandan secantik apapun, tetapi saat melihat Penampilan Anisa ada desiran halus dalam hatinya.


Anisa kembali menegur Martin yang tidak menjawab ucapannya " Tuan Marti ?, kita jadi berangkat atau tidak ?!"


Martin terlonjak kaget ,kemudian dia tersadar " eh.. jadi.. jadi.. ayo..!" Martin bangkit dari duduknya.

__ADS_1


mereka kemudian mencari restoran terdekat, Anisa sekarang sudah bergaul dengan rekan bisnis Axel Corporation, jadi dia sudah tidak kaget lagi jika makan di restoran Mewah.


mereka makan dengan sesekali ngobrol tentang masalah masing - masing.


Martin yang sudah terpesona dengan Anisa dia mulai memperlakukan Anisa seperti wanitanya sendiri.


mau bagaimanapun Martin sudah terbilang cukup umur untuk memiliki pendamping hidup, jadi dia sudah tahu harus melakukan apa jika bersama dengan seorang wanita.


makan siang pun selesai, Martin mengantar kembali Anisa ke apartemennya, saat dia melihat Anisa memasuki gedung apartemen Martin terasa enggan untuk melepasnya.


...----------------...


Sementara David yang pulang pergi dari indonesia dan jepang.


Dia sedang terkapar di salah satu hotel di semarang, dia tidur tanpa memperdulikan apapun.


saat malam hari dia terbangun...


dia melihat jam langsung membelalakan matanya " astaga .. sudah jam sepuluh ! "


David bergegas bangun, dia menelpon David untuk meminta nomor anak buah yang mengawasi Mei sia dan adiknya.


Martin yang hatinya sedang berbunga mengirim nomor anak buahnya tanpa bertanya apapun pada David.


David bertanya - tanya dalam hatinya " Tumben banget Martin tidak menginterogasiku ?, tapi baguslah.." David tersenyum sendiri seperto orang gila.


David menghubungi anak buah Martin, untuk menanyakan detail informasinya.


anak buah Martin memberi tahu semua yang dia lihat tanpa melewatkan secuil detail apapun.


Ke esokan harinya David bergegas ke tempat yang sudah di beri tahu anak buah Martin, David bukannya ke rumah Yang di tinggali Mei sia, tetapi dia menuju pasar ungaran.


pasalnya sesuai informasi anak buah Martin Mei terumi akan pergi berbelanja setiap pagi di pasar ungaran.


David Sampai di pasar ungaran pagi - pagi buta , dia sengaja menunggu Mei terumi lebih awal agar tidak terlambat menemuinya.


Benar saja belum genap sepuluh menit David menunggu, dia melihat Mei terumi turun dari kang ojek untuk berbelanja di pasar tersebut.


Saat kang ojek pergi, David membekap mulut Mei terumi dan membawanya masuk ke mobil, Mei terumi meronta tetapi kekuatanya tidak cukup kuat untuk melawan. dan akhirnya dia berhasil di bawa masuk ke mobil anak buah martin oleh David.


" jalan cepat !, cari tempat yang aman !" David memrintah sang sopir.

__ADS_1


Mei terumi berkeringat dingin, tetapi saat mendengar suara orang yang membekapnya dia sepertinya familiar.


Mei terumi mendongak ,dia terkejut saat melihat pria yang membekapnya.


__ADS_2