
beberapa jam kemudian David sampai di Vila Brian. dia tidak mau membuang - buang waktu untuk memberitahu bosnya.
Saat David datang ,Brian sedang asyik bermain dengan anaknya krisna.
David berdehem " Tuan Axel !"
Brian langsung menengok ke arah suara, saat Brian melihat David ,dia menyuruh Baby sister krisna untuk menemaninya dan dia menghampiri David.
" ikut aku !" Brian membawa David ke ruang Tamu.
David mengikuti dengan patuh, dia seperti anak anjing yang terus mengikuti majikannya.
mereka duduk berhadapan di sofa ruang Tamu, Brian kemudian buka suara " bagaimana hasilnya ? "
David tersenyum " sudah ketemu Tuan Axel, dan saya juga sudah menemui Nona Mei sia "
Brian mengerutkan keningnya " kenapa kamu tidak bawa pulang Mei sia sekalian , atau dia ingin aku yang menjemputnya ?, baiklah kita berangkat sekarang !" Brian berdiri.
" Tuan Axel.. tunggu dulu, saya belum selesai bicara !" David menghentikan Brian yang akan melangkah pergi.
Brian membalikkan badan , dia kemudian duduk kembali " lanjutkan !!"
David kemudian menceritakan saat dia mengajak mei sia kembali, tetapi Mei sia menolaknya.
dia juga memberi tahu alasan Mei sia kenapa menolak ajakan David.
Brian meijat pangkal hidungnya dan bergumam " kamu tidak pernah berubah Mei sia !"
David memperhatikan Bosnya yang seperti sedang bingung, dia memberikan sebuah ide " Tuan Axel .. kenapa anda tidak mencoba untuk membawa Nona Sindi dan Tanti untuk menjemput nona Mei sia secara pribadi, mungkin dengan begitu nona Mei sia akan berubah pikiran."
Brian tersenyum cerah " sepertinya itu bagus .. Besok kita kesana, kamu atur segala sesuatunya David !"
" Baik..!" David menjawab dengan tegas .
...----------------...
__ADS_1
sementara Martin semenjak ada Anisa dia asyik berkencan dengannya, dia lupa kalau Brian sedang ada masalah.
yang penting bahagiain diri sendiri dulu Ya ges ya 😂😂
Semakin hari perasaan Martin semakin tumbuh pada Anisa , tetapi Anisa belum menunjukan jika dia juga tertarik dengan Martin, pasalnya dia dulu pernah berucap jika dia ingin menjadi wanita sukses dan mengejar Brian.
Tujuh hari berlalu semenjak Anisa berlibur di Jawa untuk menemui Brian, niat awal Anisa ingin lebih dekat dengan Brian.
nyatanya itu semua tidak terwujud, Brian hanya menemuinya sekali dan itu juga bersama Tanti.
tetapi Anisa masih bersyukur karena bertemu Martin, pasalnya hari - hari dia yang tadinya suram sedikit berubah cerah dengan kehadiran Martin.
sebelum Anisa mau memasuki ruang tunggu Vip di bandara Martin mencekal lengannya " tunggu Anisa !"
Anisa menoleh dan bertanya " ada apa Tuan Martin ?"
Martin Sedikit ragu ,dia menghirup dan mengeluarkan napas kemudian baru bicara " Anisa .. aku menyukaimu !"
Seorang maniak kerja menyatakan cinta dengan begitu spontan tanpa melakukan persiapan apapun, Marti hanya mengikuti nalurinya.
" Anisa .. aku serius.. menikahlah denganku !" terlihat tatapan kesungguhan dalam mata Martin.
Anisa melepas cekalan tangan Martin dan menjawab " Tuan Martin.. maaf.. aku tidak bisa menjawabnya sekarang !"
Anisa langsung meninggalkan Martin yang tertegun setelah mengucapkan kalimat itu.
saat Anisa sudah akan melangkah ke pintu Martin berteriak " Aku akan menunggu jawaban darimu Anisa !"
Anisa berhenti sejenak kemudian lanjut melangkahkan kakinya masuk, saat dia sudah di dalam, Anisa bermonolog " apa yang harus aku lakukan sekarang ?, di satu sisi aku ingin bersama Brian tetapi di sisi lain aku menyadari jika itu mustahil, Brian sudah memiliki tiga istri dan dia juga tidak menganggapku sepesial !" Anisa menghela napas kasar.
sebenarnya semenjak satu minggu Anisa bertemu terus dengan Martin, dia juga merasakan perasaan nyaman saat bersamanya, tetapi dia belum bisa membuang egonya yang ingin bersama Brian.
setelah Anisa sudah tidak terlihat ,Martin kembali ke mobilnya, dia kemudian meninggalkan bandara tersebut dengan perasaan sedikit kecewa.
...----------------...
__ADS_1
di Vila Brian memberitahu Sindi jika Mei sia sudah ketemu, Brian dengan antusias menceritakan niatnya, Sindi yang melihat binar kegembiraan dalam mata suaminya dia ikut senang.
" kamu mau kan sayang ,menjemput Mei sia ?" Brian bertanya penuh harap.
Sindi menggangguk, dia mengulas sebuah senyum " tentu aku ikut, aku juga ingin lebih dekat dengan saudari Mei sia "
jika wanita lain mungkin akan sakit hati, mendengar suaminya membicarakan wanita lain, tetapi Sindi bukanlah perempuan naif, dia sudah pernah kehilangan Brian ,dia tidak ingin mengulangi kedua kalinya.
Sindi juga sadar , dengan posisi Brian yang sekarang akan sangat mudah mendapatkan wanita jika dia meninggalkannya, maka dari itu Sindi berusaha untuk tetap menerima Brian apapun kondisinya.
" menurut kamu Tanti mau tidak jika aku ajak ?"
" dia pasti mau , kamu tenang saja biar aku nanti yang bicara sama dia ." Sindi menjawab dengan mantap.
tiba - tiba ponsel Brian berdering , terpampang Nama Asahi di layar ponselnya , Brian langsung mengangkatnya " Halo.. ada apa Asahi ?"
" Tuan Axel.. Contoh Alat pertanian yang kamu minta sudah selesai !, kemungkinan besok akan kami kirim ke indonesia !" di seberang telepon Asahi menjawab.
" bagus ...!" Brian langsung menutup telepon.
Brian senyum - senyum sendiri mendengar berita itu, dia puas dengan kinerja anak buahnya, karena Brian menyuruh mereka menyelesaikan dalam waktu sebulan ,tetapi belum genap sebulan alat itu sudah jadi. itu menandakan jika anak buahnya orang - orang yang cakap dan kompeten.
Sindi yang melihat suaminya tersenyum bertanya " siapa yang menelpon sayang ?"
Brian menoleh ke istrinya " Asahi .. dia bilang alat pesananku sudah selesai di buat dan akan di kirim besok ."
" alat ..?" Sindi menatap suaminya minta penjelasan.
Brian tersenyum kecut , dia lupa jika belum memberitahu istrinya tentang rencana Agrobisnisnya, dia menepuk keningnya kemudian menjelaskan " aku berencana turun ke Agrobisnis, kemarin aku menyuruh Martin untuk menghubungi Asahi untuk menyuruh teknisi Marukawa Company membuat alat pertanian yang di tanam Ai Abys !"
" Agrobisnis ?, bukankah itu terlalu beresiko ?, dan juga itu akan memakan waktu yang lama untuk mengelolanya ." Sindi yang sudah tahu seluk beluk bisnis memperingati Suaminya.
" yah.. waktu aku membahasnya dengan Martin,dia juga mengatakan hal yang sama seperti kamu, tetapi aku yakin ini pasti akan berhasil dan aku tidak mau menjadi kacang yang lupa sama kulitnya !" Brian menjelaskan dengan tegas.
Sindi yang mengetahui latar belakang suaminya, dia paham maksud dari perkataan Brian, dia hanya bisa mendukung suaminya dari belakang.
__ADS_1
karena Di balik suami yang sukses ada istri yang mendukungnya dari belakang.