
Zan long membuka pintu , terlihat dua orang wanita membawa buah - buahan .
Sindi yang baru melihat Brian tangannya bergetar ,dia hampir menjatuhkan piring buah yang ada di tangannya, tetapi sindi langsung menyenggol dan menggeleng.
Sindi yang melihat itu langsung menghela napas mencoba untuk tenang.
Zan long kemudian buka Suara " ada apa ya nona ?"
" ah .. ini kami membawakan buah untuk kalian !" Tanti tersenyum cerah ke arah Zan long.
Sindi menimpali " a..apa boleh kami masuk ?" dia sedikit gugup saat mengatakan itu.
Zan long mengangguk dan menyuruh mereka bersua masuk, Sindi dan Tanti meletakan Buah di meja , kemudian Sindi menghampiri Mei sia yang sedang duduk di samping anaknya yang tidur di ranjang. sementar Tanti duduk di sofa.
Sindi duduk di depan Mei sia, dia kemudian buka Suara " saya Sindi.. kalau boleh tau nama anda siapa ?, sindi bicara dengan ramah.
Mei sia menjawab " saya Mei sia dan itu adik saya Mei terumi !" Mei sia menunjuk adiknya.
Sindi tersenyum " ah ..nona Mei sia salam kenal "
Sindi diam sebentar kemudian melanjutkan "oh iya.. untuk Nona Mei terumi , pelayan sedang mempersiapkan kamar untukmu, tidak mungkinkan nona tidur sekamar dwngan orang yang sudah menikah !" Sindi masih tersenyum ramah.
Mei terumi tergagap " ka..kamar untukku ?" dia menunjuk dirinya sendiri.
Sindi mengangguk , dia kemudian berdiri dan berpamitan untuk keluar dari kamar tersebut.
tetapi sebelum keluar dia berhenti di hadapan Zan long , dia kemudian memegang pipi Zan long " Sudah tiga tahun, dan kamu masih sama seperti yang dulu .." Sindi tiba - tiba meneteskan air mata, lalu pergi dari kamar tersebut, di ikuti Tanti.
Sindi menghapus air mata kebahagiannya, dua sadar walaupun dirinya istri Brian, tetapi Brian yang sekarang tidak mengenal dirinya, jadi dia harus memulai memiliki Brian dari awal lagi.
Zan long terpaku memegang pipi yang bekas di sentuh Sindi, dia merasakan jika perempuan yang menyentuhnya serasa tidak asing.
Mei terumi berdehem " ehem.. di bandara di peluk, sekarang di sentuh pipinya, nikmat tuhan mana lagi yang kau dustakan kakak ipar !" Dia menggoda Zan long.
Zan long tersadar dari lamunannya, dia menatap Mei sia " sayang .. ini bukan mauku suer !" zan long membentuk huruf V di jarinya.
Mei sia tersenyum kecut " apa mereka mengenalmu sebelumnya sayang ?"
__ADS_1
Mei terumi menimpali " aku juga berpikir begitu kakak ..!, semenjak kita di sini semua yang melihat kakak ipar pasti langsung kaget !"
Mei terumi merasa jika orang - orang yang ada di vila tersebut semuanya berhubungan dengan Zan long, pasal waktu pertama kali David bertemu dengan Zan long juga memanggilnya dengan nama orang lain .
Zan long menggelengkan kepalanya " sudahlah..kita tidak usah memikirkan itu, yang penting mereka baik semua sama kita ."
Mei sia dan adiknya mengangguk setuju, tetapi di dalam hati, Mei sia takut jika Zan long nanti akan di pisahkan dengan mereka .
Karena hanya Mei sia dan ayahnya yang tahu jika Zan long dulu di temukan di pinggir laut sedang sekarat.
kondisinya benar - benar kritis.
Mei sia membayangkan kejadian tiga tahun lalu ..
Waktu itu Mei sia dan Ayahnya sedang mencari ikan - ikan kecil untuk lauk, pasalnya mereka selalu melakukan hal itu jika air laut pasang.
mereka sedang mencari - cari apa saja yang bisa di bawa pulang untuk di makan, Mei sia berteriak saat melihat seorang pria nyangkut di batu karang dengan tubuh yang pucat.
Awalnya mereka mengira jika pria tersebut sudah meninggal, tetapi Ayah Mei sia menekan nadinya dan ternyata masih berdenyut.
tanpa basa - basi kemudian mereka membawa pria itu ke rumahnya, karena kondisi keuangan keluarga yang tidak karuan, mereka hanya bisa mengobati pria itu seadanya.
" sayang.. hei .. sayang.. kamu kenapa ?" Zan long menaik turunkan tangannya di depan muka Mei sia.
" eh.. emm.. aku tidak apa - apa sayang " Mei sia tersenyum kecut.
tiba - tiba terdengar suara ketukan pintu ..
tok
tok
tok
Mei terumi langsung ke arah pintu dan membukanya, terlihat seorang pelayan wanita paruh baya berkata dengan santun " saya di suruh nyonya untuk membawa nona Mei terumi ke kamar yang sudah saya siapkan ."
Mei terumi tersenyum, kemudian dia melihat ke arah kakaknya " kakak.. aku pergi ke kamarku dulu yah !"
__ADS_1
Zan long dan Mei sia mengangguk, Mei terumi pun mengikuti pelayan tersebut.
setelah Mei terumi pergi , Zan long bertanya " kamu benar tidak apa - apa sayang ?"
Mei sia mendekat ke Zan long ,dia kemudian menyenderkan kepalanya " jika benar mereka adalah keluargamu , aku tidak tahu harus berbuat apa, aku takut mereka akan memisahkan kita.., sedangkan kami sudah tidak memiliki siapapun di dunia ini !"
Mei sia diam sebentar, dia menengadah menatap suaminya dengan mata berkaca - kaca " hanya kamu .. tempat kami bersandar.. aku.. aku benar - benar takut kehilangan kamu ."
Bulir bening lolos dari pelupuk mata Mei sia membasahi pipinya, Mei sia dilema jika ingatan Suaminya kembali, dia takut Zan long lebih memilih keluarganya dulu.
Mei sia sadar jika dirinya sudah tidak memiliki siapa - siapa, Ayahnya yang dulu menjadi tempat berlindungnya sudah meninggal saat Zan long sudah bersamanya selama satu tahun.
dan Ayahnya menyerahkan Mei sia ke Zan long agar dia menjaganya.
Zan long mendekap tubuh istrinya ,dan dia mengucap puncak kepalanya " sayang .. apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku akan tepati janjiku dan kita sudah memiliki Zan liang, jadi.. aku pasti akan tetap bersamamu !" Zan long berkata dengan mantap.
Mei sia masih tertunduk lesu, Zan long melepaskan dekapannya dan mengangkat dagu istrinya ,dia kemudian menghapus air matanya " yakinlah.. aku akan tetap bersamamu.. tidak akan ada yang bisa memisahkan kita sayang..!"
Mei sia sedikit tersenyum setelah mendengar ucapan Zan long , bebannya sedikit terangkat walaupun pikiran buruk masih berputar di otaknya.
Ke esokan harinya..
Zan long bangun pagi seperti biasanya, dia melihat istrinya yang tertidur pulas di samping anaknya.
Zan long keluar dari pintu ,dia mondar - mandir kebingungan. kebetulan ada pelayan lewat dan bertanya " Tuan.. ada yang bisa saya bantu ?"
Zan long menengik ke arah suara " eh.. anu.. saya mau ke kamar mandi ,dimana ya tempatnya ?" Zan long menggaruk - garuk belakang telinganya yang tidak gatal.
pelayan tersebut menahan tawanya sebisa mungkin, karena dia sudah di wanti - wanti oleh Sindi dan Tanti agar melayaninya dengan baik.
pelayan itu tersenyum " Tuan... di dalam kamar anda juga ada kamar mandi ."
Zan long mengerutkan keningnya " di dalam kamar ?"
" iya Tuan.. saya juga kebetulan mau Memberikan baju ganti Tuan Dan nyonya, mari saya perlihatkan !" pelayan itu berbicara dengan sopan.
Zan long mengangguk, pelayan membuntuti Zan long masuk ke kamar ,dia meletakan baju ganti di atas meja, kemudian menunjuk sebuah pintu " Tuan .. pintu itu kamar mandi.. silahkan..!"
__ADS_1
setelah pelayan itu pergi, Zan long membuka pintu kamar mandi ,dia tersenyum konyol merutuki kebodohannya.
Zan long bergumam " ah.. apa ini akibat karena terlalu lama hidup di pulau terpencil ?!" dia menggeleng - gelengkan kepalanya.