
Viona menyibak Rambut yang menutupi telinganya dengan wajah yang merah merona karena di pandangi Brian seperti itu.
kemudian Viona bertanya pada Brian " Tuan Axel.. apakah penampilanku ada yang aneh ?"
Brian tersadar, dia bicara tergagap " eh.. tidak.. tidak.. kamu Cantik sekali Nona White !"
Wajah Viona makin merona saat Brian melontarkan kalimat tersebut, dia tersenyum simpul, Viona kemudian duduk berhadapan dengan Brian.
saat mereka duduk ,pelayan mulai menyiapkan berbagai makanan pembuka karena Viona sudah mengatur semua itu.
Viona makan dengan anggun ,layaknya putri kerajaan, tidak ada bunyi berdentingan antara sendok dan piring, Brian yang melihat itu jadi canggung saat akan menyentuh makanannya.
Viona menatap Brian yang enggan menyantap makannannya dan bertanya " kenapa Tuan Axel ?, apa makanannya tidak enak di lidah kamu ?"
Pelayan yang mendengar itu berkeringat dingin, begitu juga chef pribadi yang sudah di sewa secara kusus untuk melayani mereka.
pasalnya saat Viona memesan acarabmakan malam tersebut, Viona menyuruh chef untuk membuat makanannya cocok untuk lidah orang indonesia, jika sampai Brian tidak suka dengan makanannya ,tidak tahu bagaimana nasib chef tersebut.
Brian menggeleng " Bu..Bukan Nona White , hanya saja saya kagum dengan cara makan Nona White "
" Tuan Axel ..., tidak usah terlalu formal , lakukannlah seperti biasa yang anda lakukan dan.. panggil aku Viona oke !" Viona berkata dengan sangat lembut, selembut bulu babi 😂😂
" tidak.. tidak.. saya tidak berani Nona White !" Brian menolak ide tersebut sambil Meminum wine yang di sajikan di depannya.
Viona tersenyum Manis " Kenapa tidak berani, lagipula kita akan menjadi suami istri , kamu memanggil aku Viona aku memanggil Kamu Brian bagaimana ?".
sontak saja Brian langsung tersedak Whine yang dia minim saat Viona melontarkan kalimat tersebut. Hidungnya panas seperti terbakar, Ada Whine yang keluar dari hidungnya.
Viona berdiri , dia mengeluarkan sapu tangannya dan membersihkan muka Brian yang tersedak oleh whine, Brian mencekal lengan Viona , Mereka saling bertatapan beberapa detik seperti film - film romantis Di tipi.
Brian kemudian tersadar dan berkata " Biar aku sendiri Nona White !"
Viona mengangguk dan menyerahkan tisunya " lain kali hati - hati Brian dan panggil aku Viona saja ,kalau tidak, aku akan marah ! " Viona kembali duduk.
__ADS_1
" Baiklah.. no.. eh.. Vi..Viona ".
Viona tersenyum manis, mereka kemudian menikmati berbagai makanan, hingga makanan penutup , Brian merasa jika acara makan malam tersebut begitu Mewah pasalnya tidak ada makanan yang tidak enak saat di makan.
Brian juga gelisah ,dia tidak tahu harus menolak Pewaris keluarga white tersebut, walaupun dia berhasil mengalihkan topik pembicaraan saat makan, tetapi setelah makan dia tidak mungkin lagi menghindari pertanyaan tersebut.
Benar saja saat Brian sedang memikirkan hal itu Viona bertanya tentang Hubungan mereka " jadi Brian ..., menurutmu kapan tanggal pernikahan yang baik buat kita !"
Brian membelalakan matanya " Baru saja ketemu sudah meminta menikah ,apakah wanita ini gila ?" gumam Brian dalam hati.
" Viona maaf..., aku tidak bisa, karena aku su.. "
sebelum Briab selesai bicara Viona memotongnya " sudah punya istri maksudmu ?, terus di mana masalahnya , bagi orang seperti dirimu memiliki dua istri itu bukan hal yang salah kan ?!"
Brian menghela napas " Viona .. istriku bukan cuma satu, aku sudah memiliki tiga istri dan dua Anak !" Brian berharap setelah mendengar itu Viona menyerah.
tetapi dugaannya salah , Viona malah tersenyum lebar " seperti yang di harapkan, pria sepertimu memang tidak mungkin puas dengan satu, dua istri dan aku tidak keberatan jadi yang ke empat !" Viona berkata dengan mantap.
" jadi kamu sudah setuju, kalau keluargaku sudah pasti merestui ,jadi tinggal keluarga kamu saja " Viona berdiri dan duduk di pangkuan Brian.
Brian benar - benar di buat tidak berdaya oleh Viona, semua yang di lakukannya seakan mengiyakan semua kemauan Viona, Brian hanya bisa pasrah .
Viona merangkul leher Brian dalam pelukannya dan membisikan sesuatu " malam ini aku milikmu Axel Brian, aku akan menuruti semua keinginanmu , termasuk tubuhku " saat mengucapkan itu wajah Viona memerah.
Pasalnya Viona tidak pernah dekat dengan lelaki, jangankan pacaran, sekedar berteman saja dia pilah - pilih, tetapi saat bersama Brian ,entah kenapa dia begitu agresive.
pelayan yang menyaksikan itu di buat melongo oleh tingkah pewaris keluarga nomor satu di inggris tersebut.
Mereka biasa melihat Viona yang dingin, Cuek dan jarang tersenyum, tetapi malam ini mereka melihat Viona seperti bukan dirinya saat di depan Brian.
Viona seperti wanita nakal, yang tidak punya rasa malu, tingkahnya 90 derajat berbalik dengan sifat aslinya.
" siapa pria itu sebenarnya, dia bisa membuat Nona White menyerahkan dirinya !"
__ADS_1
" kamu benar.., Nona White juga mempersiapkan ini semua untuknya !"
" mungkin dia pake dukun, indonesia kan banyak orang yang menggunakan dukun !"
" huss.. jaga mulut kalian !"
Pelayan saling bebisik - bisik ,mempertanyakan siapa pria yang mampu membuat Nona Pewaris keluarga nomor satu itu bertingkah aneh.
Semakin lama Viona di pangkuan Brian , semakin bergejolak pulagairah dalam tubuh Brian, pasalnya dia sudah menenggak beberapa gelas Whine, otomatis tubuhnya mulai panas.
Brian Menghirup Bau khas Viona, dia kemudian berkata " Viona.. jangan memancingku seperti ini !"
Viona hanya tersenyum, pasalnya dia juga dari tadi sudah merasakan tonjolan di tempat duduknya semakin keras, Viona malah dengan sengaja menggoyang - goyangkan pinggulnya .
Brian benar - benar sudah tidak bisa menahannya, gairahnya sudah menutupi semua imannya di tambah alkohol yang mulai bereaksi ,yang membuat Brian tidak bisa menahan hasratnya.
Brian memajukan Bibirnya untuk mengecup Bibir Viona yang ada di depannya, tetapi Viona menahannya dengan satu jari dan Berbisik lagi " jangan di sini banyak yang melihat !"
Viona kemudian turun dari pangkuan Brian " dimana mobilmu Brian ?"
Brian menggeleng, tiba - tiba pelayan yang memarkirkan mobil Brian Maju ,menyerahkan kunci mobil dan menunjukannya, Viona mengambil mobil tersebut dan menarik Brian untuk mebgikutinya.
saat sampai di mobil, Viona yang mengendarainya, Brian tidak tahu akan di bawa kemana , dia hanya pasrah mengikuti Viona yang mengemudi.
mereka sampai di sebuah Gedung pencakar langit, Viona keluar dan di ikuti Brian.
Viona merangkul Lengan Brian hingga menyentuh bukit kembar milik Viona, gairah Brian yang tadi sempat hilang bangkit kembali .
Viona membawa Brian Ke lantai 20 gedung tersebut, yang ternyata sebuah apartemen , saat Viona menggesek Kartu , pintu terbuka dengan ruangan yang begitu Mewah.
Viona menarik Brian masuk dan menutup pintu, di dalam Viona merangkul Leher Brian dan berkata " malam ini aku sepenuhnya milikmu sayang.. !"
Viona mengucapkan kalimat itu dengan lembut dan menggoda, membuat Darah Brian bergejolak hebat ...
__ADS_1