Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 54


__ADS_3

David membisikan sesuatu di telinga Mei terumi " tetap tenang oke, aku hanya ingin bicara padamu !"


" emmm..ememm.. !" Mei terumi mencoba bicara.


David yang melihat tangannya masih membekap mulut Mei terumi dia kemudian melepasnya dan tersenyum kecut.


" David..! kenapa kamu bisa menemukan aku ?!" Mei terumi langsung nyerocos saat tangan yang membekap mulutnya di buka.


" Terumi.. aku hanya ingin bicara baik - baik, jadi jangan salah paham oke ?!" David mencoba menenangkan Mei terumi.


Mei terumi terdiam sebentar, dia kemudian menghela napas " jadi.. apa kau ke sini karena di suruh Zanlong ?, apakah dia tidak cukup menyakiti kakakku ?"


David mengerutkan keningnya " menyakiti ?, apa maksudmu terumi ?"


Mei terumi kemudian menjelaskan kenapa kakaknya pergi, di juga menceritakan jika beberapa hari ini kakaknya sering melamun dan menangis sendiri.


David terkekeh " hahaha... jadi seperti itu masalahnya !"


Mei terumi menatap tajam David " kamu masih bisa ketawa mendengar kakakku seperti itu !"


" tidak ..tidak.. bukan seperti itu !, aku tertawa karena kakak kamu salah paham dengan Tuan Axel !" David mencoba menenangkan Mei terumi.


" Maksud kamu ?" tanya mei terumi penasaran.


" Begini.. kakak kamu memang benar jika Zan long sudah memiliki dua istri , tetapi jika kakakmu mengira istri Zan long akan mengusir kalian jika Zan long sudah ingat kembali kalian salah, karena dua istri Zan long bukan orang yang mementingkan dirinya sendiri , Mereka lebih mementingkan rumah tangganya dari pada harus melakukan apa yang kamu ceritain tadi dan..."


David diam sebentar kemudian melanjutkan " Zan long adalah Tuan Axel Brian , pemilik perusahaan nomor satu di indonesia Axel Capital, dengan kata lain kakak ipar kamu mungkin orang paling kaya di negeri ini, jika kamu dan kakak kamu berpikir Tuan Axel tidak bisa membahagiakan kalian, kalian salah besar !"


" Tunggu dulu.. Zan long eh maksudku Axel Brian Pemilik Axel Capital ?!, kamu tidak sedang membodohiku kan David ?" Mei terumi bertanya menyelidik.


David menghela napas " aku serius !, dan asal kamu tahu aku hanya asisiten pribadi beliau !"

__ADS_1


Mei terumi masih mencerna ucapan David, dia tidak semudah itu percaya pada David, dia berpikir jika David hanya sedang mengarang cerita agar dia mempercayainya.


David menghela napas , dia tahu jika Mei terumi masih belum percaya dengan ucapannya.


David mengambil ponselnya " Abys sistem cari data Axel Capital tentang kepemilikannya !"


"perintah di terima.. mencari data Axel Capital.. searching.. 20% ..50% ..90%.. 100..%, data di temukan " suara robot dari ponsel menggema di dalam mobil.


David memberikan ponselnya pada Mei terumi, Terlihat foto gedung Axel Capital, di bawah foto tertulis berbagai informasi dasar tentang Axel Capital, seperti cabang - cabangnya , tentang gaji karyawan hingga nama pemilik juga tercantum di sana.


Axel Capital cukup berani menampilkan semua data dasar perusahaaan, pasalnya jika perusahaan lain akan cenderung menyembunyikan masalah gaji karyawannya, tetapi di sinilah letak ketertarikan orang yang ingin bekerja di Axel Capital, mereka menerima gaji sesuai yang ada di data tersebut.


Mei terumi terbelalak saat dia mengscrol halaman pemilik Axel Capital, matanya hampir melotot keluar.


David kemudian bertanya " bagaimana ?, apa sekarang kamu sudah percaya ?"


Mei terumi tidak bisa berkata - kata, dia hanya mengangguk dan tatapannya berubah jadi sendu, pasalnya dia dengan sepihak percaya begitu saja dengan ucapan kakaknya yang notabenya masih kurang dalam pergaulan.


" Tuan David kita sudah sampai !" sopir memberitahu David dengan bangga.


" David kamu juga tahu tempat tinggal kami ?!" Mei terumi bertanya tidak percaya.


David sontak saja kaget mendengar ucapan mei terumi, dia melongok ke jendela dan benar saja dia melihat Mei sia sedang duduk di depan warung kecilnya.


David meraung pada sopir tersebut " astaga.. kamu bodoh ya !!, apa aku memerinyahkan kamu untuk ke sini ?!, aku bilang tempat sepi !"


sopir berkeringat dingin, dia tidak tahu jika bosnya akan marah seperti itu " maaf Tuan David, apa kita putar balik ?!"


" tidak usah !, kita sudah terlanjur sampai di sini !" David menjawab dengan kesal.


David sebenarnya ingin menunggu saat yang tepat untuk menemui Mei sia, tetapi dia terpaksa harua mengubah rencananya karena keadaan berubah.

__ADS_1


David kemudian turun dari mobil dengan Mei terumi, Mei sia yang melihat Davidsontak saja kaget, dia tidak percaya jika secepat itu David menemukannya.


David membungkuk sopan memberi salam " Nona Mei sia apa kabar ?"


" mau apa kamu kemari !?" Mei sia menjawab dengan dingin.


David sudah mengira akan begini jika dia datang tiba - tiba.


David mencoba tetap tenang dan tersenyum " Nona Mei sia sya ingin berbicara sesuatu dengan anda, apa boleh kita masuk dulu ?"


Mei terumi yang dari tadi diam menimpali " kakak percayalah sama David, kakak harus mendengarkan David !"


Mei sia menatap adiknya dengan tajam, tetapi Mei terumi memasang wajah memelas ,seperti anak kucing yang minta makan.


Mei sia akhirnya luluh dan menyuruh David masuk, David tersenyum dan mengikuti mereka dari belakang.


Saat mereka sudah di dalam Mei sia bertanya tanpa basa basi " jadi.. apa yang akan kamu bicarakan ?!"


Savid kemudian mulai menceritakan semuanya, dari siapa Zan long, keluarganya dan kedua istrinya.


David menceritakan lebih detail dari dia menceritakan pada Mei terumi, pasalnya dia ingin Mei sia tahu semua tentang bosnya dulu.


tatapan Mei sia mulai melunak, dia mulai terlihat menyesal karena berbuat sesuatu tanpa pikir panjang, tetapi dia masih pura - pura acuh.


" Jadi begitu nona Mei sia, apakah anda berkenan ikut saya pulang ?!"


Mei sia mejawab dengan sendu " aku butuh waktu untuk menerima semua itu David, apalagi Zan long sudah punya dua istri, aku takut tidak bisa menahan emosiku jika aku pulang sekarang !"


David mengangguk tanda mengerti " baiklah kalau itu mau nona Mei sia, saya akan memberitahu Tuan Axel tentang keinginan nona !"


setelah mereka selesai bicara ,David bergegas menemui Brian. dia juga tidak lupa menyuruh orangnya untuk mengawasi Mei sia dan adiknya. pasalnya dia tidak mau jika Mei sia pergi lagi.

__ADS_1


__ADS_2