
setelah kepergian Brian , Niko membuka amplop tersebut, betapa tercengangnya dia saat melihat uang 20 juta di dalamnya.
" terlalu murah hati ,Tuan Axel ini " Niko bergumam sendiri.
Niko kemudian memanggil semua petani yang bekerja, di Rumah tempat penyimpanan Alat pertanian Ai sistem.
jumlah mereka sekitar 40 orang.
Dasmun " ana apa yah, mandor ngumpulna uong - uong ?"
Wirjo " mbuh mun , aku ya ora ngerti ."
Tomo " apa di kongkon bos mau yah jo ?"
Dasmun " Iya ndea tah jo "
Wirjo " Moni enyong ora ngerti ka yah !"
Dasmun ,Wirjo dan Tomo sudah mengira jika Brian lah yang menyuruh mereka berkumpul.
setelah semua orang berkumpul, Niko kemudian buka suara " baiklah.. semua sudah berkumpul, saya akan mengatakan apa maksud saya mengumpulkan bapak dan ibu sekalian "
Niko diam sebentar kemudian melanjutkan " hari ini adalah hari keberuntungan kalian , Bos datang kemari bukan hanya menyurvei kerja kalian ,tapi dia juga memberikan bonus pada kalian agar tambah semangat bekerja !" Niko melambai - lambaikan uang yang di kasih Brian dengan tersenyum ke arah semua orang.
" Duh bose eman nemen yah, nembe kerja pirang dina wis di ndei bonus !"
" iya ..angger kaya kiye bae pasti pada betah !"
" kon bener jum, uong - uong sing pada ora seneng karo bos pasti iri karo enyong kambe rika !"
__ADS_1
semua orang memuji Brian , karena baru setengah bulan mereka memulai kerja sama dengannya tapi sudah memberikan bonus.
jika di tempat lain tentu saja tidak akan seperti itu, masa trial juga butuh waktu 3 bulan.
tetapi Brian memang tahu kondisi keuangan para petani, jadi dia berinisitif memberikan uang tersebut ,karena jika menunggu masa panen bawang merah akan menunggu kurang lebih 2 bulan.
biasanya para petani menyambung hidup dengan hutang di warung - warung yang mereka kenal jika uang mereka mulai habis.
Niko kemudian buka suara lagi " baiklah semuanya duduk yang rapi, anak buah saya akan memberikan uangnya pada kalian !"
Niko kemudian menyuruh anak buahnya untuk membagi - bagikan uang tersebut, satu orang dapat 500 ribu.
tentu saja saat mendapat uang segitu mereka sangat senang, mereka mengucapkan terimakasih terus - menerus pada Niko.
Setelah semuanya seleaai Niko pun membubarkan mereka.
Dasmun ,Wirjo dan Tomo berbincang saat di jalan.
Wirjo " koen aja kaya kue Mun, syukuri bae rejekine, untung bos eman ndei duit samono, coba angger ora ndei ,pan lruh ngendi koen duit lima ngatus ewu ?"
Tomo " Wirjo bener Mun, wis untung ana sing ndei duit !"
Mereka Berterimakasih dengan Brian karena memberi mereka uang, walaupun cuma 500 ribu, setidaknya bisa untuk makan mereka beberapa hari.
sementara itu Brian dan ketiga istrinya mampir ke sebuah Mall terbesar di kota tersebut.
Brian mengikuti ketiga istrinya yang asyik belanja, karena mereka sudah lama tidak Shoping bersama.
tentu saja Brian akan jenuh kalau menunggu mereka berbelanja, karena semua pria tahu jika wanita Shoping akan melupakan segalanya, apa lagi mereka memegang uang yang tidak terbatas.
__ADS_1
untungnya ada Viona yang dengan senang hati menemani Brian, Viona memberikan minuman buat Brian " buat kamu ?"
Brian yang sedang membalas pesan Dari Martin sambil duduk di sebuah kursi mendongak, dan menerimanya " terima kasih Viona "
Viona duduk di samping Brian tersenyum " sama - sama, Brian... kamu tidak salah menjadikan mereka istri - istri kamu , mereka bertiga baik, pengertian dan juga sangat mencintai kamu "
Viona diam sebentar ,memandang Ketiga istri Brian yang sedang asyik memilih baju di toko di depan mereka ,kemudian melanjutkan " aku sadar setelah mengenal mereka lebih dekat dua hari ini, jika aku tidak layak berada di sisimu. Aku tahu kenapa kamu mencoba menjauh dariku karena kamu tidak ingin mengecewakan mereka "
Brian menatap Viona ,kemudian bertanya " apa maksud kamu ?"
Viona menghela napas " Brian.. jujur aku sangat menyukaimu, tapi aku tidak yakin bisa seperti mereka yang bisa saling mengisi satu sama lain, mungkin aku lebih baik menyerah mendapatkan kamu "
Wajah Viona menjadi sendu, Matanya berkaca - kaca. Viona bukan Wanita yang naif, tapi dia juga memiliki hati, dia tidak ingin memaksakan egonya untuk merusak rumah tangga teman - teman barunya, lebih baik dia menyerah daripada melukai mereka.
Brian menangkup pipi Viona dengan kedua tangan " masih banyak pria baik di luar sana, aku yakin kelak kamu akan mendapatkan salah satu dari mereka "
Brian diam sebentar kemudian melanjutkan " kita masih bisa menjadi teman dan kamu juga bisa datang ke sini kapanpun kamu mau !"
Viona mengangguk, Brian melepaskan tangannya dari pipi Viona " bersenang - senanglah bersama mereka, anggap kamu sedang berlibur di sini "
Viona tersenyum, dia kemudian bangkit meninggalkan Brian ,menghampiri ketiga istri Brian untuk bersenang - senang dengan mereka.
walaupun dalam hati Viona merasa sakit, tapi dia harua menerima kenyataan, jika lelaki yang di cintainya tidak mungkin bisa menerimanya.
Viona paham jika awalnya dia menyukai Brian bukan karena cinta dengannya, tetapi karena kedudukannya.
walaupun mulai ada rasa yang mulai tumbuh di hatinya.
tetapi itu berbeda dengan ketiga wanita Brian yang tulus mencintainya dari dasar lubuk hati.
__ADS_1
Jadi Viona memutuskan untuk menyerah ,dia lebih baik berhenti sekarang dari pada nanti malah membuatnya merasa bersalah.