
4 tahun kemudian
Ansel semakin bersikap dingin bahkan dia sama sekali tidak gentar saat 4 tahun lalu Fredd melemparkan hasil tes DNA padanya yang menyatakan anak yang dilahirkan Rena adalah anak kandungnya. Fredd juga tidak bisa memaksa karena Ansel menjadi sosok yang sangat berbeda dan semakin terlihat kejam. Bahkan dia tidak segan menghancurkan bisnis pesaingnya jika telah membuatnya rugi. Rena juga pasrah, yang penting dia masih bisa tinggal di rumah Ansel bersama mertuanya.
Bocah 4 tahun bertampang bule itu begitu tampan dan lucu, bermain dengan para pelayan merupakan kesehariannya, celotehan lucunya sama sekali tidak membuat hati Ansel bergetar, tidak ada rasa sayang sama sekali pada putranya itu.
"Ansel.. cobalah dekat dengan Ellon nak.. bagaimana pun dia anakmu." Bujuk Hanny pada Ansel tapi tetap tidak berhasil. Hanny juga tidak mau memaksa karena bukan hanya Ansel, dirinya sendiri juga sudah mencoba untuk sayang pada Ellon namun tetap ada rasa yang berbeda, tidak seperti rasa sayangnya pada cucunya Jeremy yang baru lahir minggu lalu. Ya benar, Katrina telah menikah dan mempunyai anak yang juga tampan seperti kakeknya dan rasa sayang Hanny pada cucu Jeremy berbeda dengan cucunya sendiri.
"Ellon, sama oma yuk.." Ajak Hanny yang melihat Ellon tampak sedih melihat Ansel yang hanya melewatinya tanpa menyapa bahkan melirik juga tidak.
"Ellon mau apa?" Tanya Hanny yang menggendong bocah tampan itu, meskipun tidak ada rasa sayang yang mendalam tapi Hanny mencoba berperilaku selayaknya seorang nenek.
"Mau ayam goyeenngg.." Jawab Ellon yang sedang suka-sukanya makan ayam goreng buatan Hanny.
"Okeh.. oma memang masak ayam goyeng hari ini." Hanny mendudukkannya di kursi lalu pelayan menyiapkan makanan Ellon sore itu.
"Rena kemana bik?" Tanya Hanny pada salah satu pelayan disana.
"Tadi keluar nyonya, tidak bilang mau kemana." Jawab pelayan itu yang ditugaskan menjaga Ellon. Hanny hanya menghela pelan, menatap Ellon yang sedang makan dengan rapi, tidak seperti anak 4 tahun pada umumnya.
"Anak pintar.. " Ucap Hanny mengelus lembut kepala Ellon.
Rena yang mulai menunjukkan dirinya yang sebenarnya, sekarang sering pulang malam dan tidak mematuhi peraturan di rumah, bahkan sering meninggalkan Ellon hanya dengan pelayan. Seperti hari ini, sejak pagi dia sudah pergi dan sampai jam 10 malam belum juga kembali. Itulah yang membuat Hanny tidak bisa suka dengannya, Arden juga sudah muak membujuk Ansel untuk menikahi Rena karena kelakuannya, mereka sadar Rena juga telah bersabar tapi karena ketidakpeduliannya pada Ellon membuat Arden ragu.
"Sayang.. minimal dia perhatian pada Ellon, aku juga pasti paksa Ansel menikahinya tapi lihat, dia bahkan belum pulang sudah tengah malam begini." Keluh Arden dan Hanny mengangguk.
"Ansel juga gak bisa di bujuk kak.. percuma, dia makin dingin, bahkan sama kita. Adel juga belum ketemu." Ucap Hanny lirih.
"Jika waktunya tiba, kakak yakin Adel akan kembali, tenang ya... Besok kita akan ke rumah Arlen untuk sarapan bersama, jadi sekarang tidur ya.." Arden mengeratkan pelukan pada Hanny lalu mereka tertidur.
Besoknya seluruh keluarga dari Tenggara dan 'Blake' hadir untuk sarapan pagi di rumah Arlen yang dulunya adalah rumah Ben yang kini mereka tempati sesuai wasiat dari Ben. Seperti kebiasaan Ben dulu, sampai sekarang mereka sering adakan makan malam atau sekedar sarapan pagi bersama.
Yang pastinya rumah itu makin ramai. Bahkan Jeremy sudah punya 4 anak dan 1 cucu, Jupi sebentar lagi akan punya menantu, Vino masih menunggu 2 anaknya pulang dari luar negri, Bintang dengan 2 anaknya yang masih remaja, Arlen dengan 3 anak kembarnya yang masing-masing telah punya gandengan. Bahkan Anson saja yang masih jomblo, entah apa yang ada dipikirannya, playboy yang sekarang jadi jomblo akut. Sedangkan Aksa masih terus di paksa kerja oleh Ansel dan tidak punya waktu mencari pujaan hati.
"Ansel mana?" tanya Hanny begitu sampai di rumah Arlen.
"Udah datang kok mom, tuh di kolam renang lagi bersemedi." Jawab Anson yang menunjuk ke Ansel yang sedang berenang dan seperti hobinya sejak kecil, dia akan duduk di bawah air terjun kecil buatan Ben dulu.
__ADS_1
"Anak itu.. gak berubah masih suka duduk disana." Gumam Hanny lalu menurunkan Ellon agar bisa juga bermain sendiri dan dijaga pelayan.
"Om Jer.. gak bawa cucu?" tanya Anson dan Jeremy menggeleng.
"Gak, nih bocah mau BBQ di villa. Om tinggal dulu, sang ratu lagi ngambek." Jeremy berlalu menuju istrinya yang sejak tadi malam ngambek karena tidak diizinkan ikut ke villa, padahal itu urusan anak muda.
"Ngapain sih BBQ di villa.. kan disini bisa." Ujar Anson tapi anak bungsu Jeremy itu lebih suka suasana pegunungan.
"Gak ah, lebih enak di villa dan udah lama juga aku gak kesana sejak sekolah ke luar negri, baru kemarin balik." Jawab Mike dan Anson menagngguk.
"Berangkat jam berapa dan berapa orang?" Tanya Anson lagi.
"Kenapa mau ikut?"
"Kayanya seru."
"Boleh, jam 11 siang nanti dan kami cuma ber 3, temenku dan pacarnya mau merasakan suasana pedesaan katanya."
"Okeh aku ikut, dan... Ansel juga deh biar dia refresing."
"Sipp kak Anson bawa mobil sendiri atau bareng?"
"Okelah.."
Setelah membujuk Ansel akhirnya mereka pergi dengan mengikuti mobil Mike didepan, akhirnya Aksa juga ikut karena dipaksa oleh Ansel.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
"Arick! Arron! Mama bilang kan jangan lari-lari disana.." Teriak Adel kesal dengan 2 putra kembarnya yang selalu kelebihan energi.
"Ya ampun, baru juga 1 jam lalu kalian mandi sekarang harus mandi lagi.." Gerutu Adel sambil mengandeng 2 bocah tampan itu kembali ke rumah. Bahkan ibu-ibu disana hanya bisa tertawa melihat anak kembar tampan pemilik mata hijau yang menawan.
"Nah, kalian sudah bersih jangan nakal dan tunggu mama disana, duduk manis, oke?" Kedua bocah itu mengangguk dan sambil tertawa berlari dan duduk manis di temani pelayan yang selalu menjaga Adel sejak dia disini.
"Kenapa anak-anakku ini sangat nakal dan gak bisa diam, seingatku dulu kak Ansel gak nakal, aku juga.. mirip siapa sih mereka ni." Batin Adel lalu dia masuk ke kamar untuk mandi lagi.
Sedangkan Arick dan Arron diam-diam keluar lagi untuk bermain, hari sudah sore dan ini waktu yang cocok untuk mereka berlarian di taman depan.
__ADS_1
Dari jauh mereka lihat ada 2 mobil yang mendekat dan mereka kira itu adalah Jeremy jadi mereka sembunyi di sekitar kebun teh yang mempunyai celah di dalamnya sambil menunggu siapa saja yang turun.
"Diam Alon, kita dol in meleka.." Ujar Arick sambil menarik Arron untuk berjongkok.
"Ok Alik, kita dolin." Arron ikut berjongkok tapi malah yang turun dari mobil bukanlah Jeremy, yang turun dari mobil itu ada 3 orang yang tak mereka kenal.
"Doll!!! Kalian ciapa?" Tanya Arron sedikit berteriak lucu.
"Kalian kenapa pakai mobil opa Emi?" Tanya Arick sambil berkacak pinggang.
Saat Ansel dan Anson turun dari mobil mereka di belakang, mereka sangat terkejut, "PAPA...!!" Teriak duo kembar itu, tapi tiba-tiba berhenti.
"Loh papa ada 2..?" Arick terlihat bingung begitu juga Ansel dan Anson.
"Mereka mirip kita Sel.." Lirih Anson tak percaya.
"Wah kalian versi mini dari mana ini, lucu." Ujar Mike lalu mendekat pada 2 bocah itu.
"Kalian siapa dan siapa opa EMI?" Tanya Mike.
"Opa Jelemy." Jawab Arron.
"Tapi yang mana papa kita?" Tanya Arron lagi melihat ada 2 dengan wajah yang sama, sama juga dengan mereka.
"Ini fix anak kalian, hayo siapa yang tabur benih disini?" tanya Mike, lalu Aksa yang baru keluar dari mobil juga begitu terkejut melihat Arron dan Arick.
"Wuuaahh ada om Akca juga... mama mama!!" Bocah itu teriak dan berlari menuju rumah, mendengar hal itu barulah Aksa dan Ansel dasar kalau itu anak Adel.
Adel memang tidak menyembunyikan siapa ayah dan keluarganya kepada 2 anaknya, malah Adel sering memperlihatkan foto seluruh keluarga agar anak kembarnya mengenali keluarga mereka.
"Tunggu nak..." Ansel mengejarnya dan berhasil menangkap mereka dan memeluk dengan erat kedua bocah itu. Ini baru ada rasa sayang dan hatinya bergetar hebat, sedih, haru, bahagia jadi satu.
"Maaf nak.. papa lama menemukan kalian." Isak tangis Ansel terdengar sambil tetap berjongkok dan memeluk Arron dan Arick.
"Kalian?" Suara yang sangat dirindukan Ansel terdengar, ya itu suara Adeline.
"Adel.." Lirih Ansel begitu dia berbalik dan melihat Adel yang berdiri di depannya.
__ADS_1
TBC~