Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 43 - Sakit Bulanan


__ADS_3

Sebulan berlalu sejak Anson mengajak Vio untuk menikah dan kini Vio kembali sakit karena tamu bulanannya yang datang terlambat lagi selama hampir 2 minggu dan itu sangat menyiksanya.


Perut sakit, pinggang nyeri bahkan *********** membengkak yang juga sangat sakit, entah apa yang terjadi tapi kata dokter dia tidak apa-apa dan itu normal.


"Vio, baby.. kenapa pucat sekali?" Tanya Anson dan Vio hanya menggeleng sambil mengelus perutnya.


"Apa datang bulan lagi?" tanya Anson yang sudah tau rutinitas Vio.


"Belum, makanya sakit sekali." Jawab Vio dengan suara lirih. Anson mendekat dan menyingkirkan catatan dan tablet yang di pegang Vio untuk membacakan jadwalnya pagi itu.


"Tiduran disini saja." Anson menuntun Vio dan tiduran di sofa di ruangannya dan mengelus lembut perutnya dengan berjongkok di samping Vio.


"Ceritakan apa-apa saja yang gak nyaman, biar aku tanya mommy nanti."


"Aku sering terlambat datang bulan kalau sudah begini biasanya perutku dan pinggang sampai punggung nyeri dan dadaku sakit." jelas Vio dan Anson langsung melihat bagian dada Vio yang membusung indah.


"Jangan dilihat begitu, malu." Vio menutup dadanya dengan kedua tangannya.


"Iya, habisnya sangat menggoda. Sebentar ya.. aku telepon mommy dulu." Anson langsung kembali ke mejanya dan menelepon Hanny untuk bertanya tentang sakitnya Vio.


"Tenang ya sayang.. bentar lagi mommy datang bawa obat dan kamu tiduran saja dulu, tapi apakah sudah pernah ke dokter?" Tanya Anson sambil memijat perut Vio dengan lembut.


"Sudah dan tidak ada penyakit aneh kok, memang karena stress dan terlalu lelah." Jelas Vio dan Anson malah bingung karena justru dia menambah 2 sekretaris itu agar pekerjaan Vio berkurang.


"Kamu stress karna apa baby? Hutangmu sudah lunas kan? Kau sampai mendiamkan ku 2 hari karena melunasi hutangmu itu dan tambahan 2 sekretaris juga meringankan beban pekerjaanmu."


Anson membelai lembut kepala Vio, dia begitu khawatir dengan kekasih mungilnya ini yang tampak lemah hampir setiap bulan pada masa datang bulannya.


"Iya tapi aku memang mudah stress kan.. sudah, perutku jadi enakan nih dan... gawat." Vio lalu berdiri dan beranjak ke depan dengan tergesa-gesa. Akhirnya tamu bulanannya datang dan segera dia masuk ke toilet untuk melakukan ritualnya.


"Sudah?" Tanya Anson dan Vio mengangguk dengan malu, ini bulan kedua Anson menemaninya dalam keadaan begini dan ini benar-benar tidak normal untuk pasangan kekasih.


"Maaf, aku selalu merepotkanmu." Ucap Vio dengan perasaan menyesal.


"Aku suka direpotkan olehmu." Anson tersenyum dan kembali menuntun Vio kembali duduk di sofa. Tak lama Hanny sudah datang sekalian membawakan makan siang untuk mereka.


"Bagaimana keadaanmu Vio?" Tanya Hanny khawatir.


"Sudah baikan tante.." Jawab Vio lalu Hanny tersenyum melihatnya yang sudah baikan.


"Kamu pasti makan sembarangan kan? Kalau tinggal sendiri pasti seringnya beli makanan yang gak sehat. Ini tante bawakan makan siang dan kamu harus banyak makan sayuran, buah dan minum yang banyak."


Vio begitu terharu dengan perhatian dari calon mertuanya ini, sudah sangat lama dia tidak diperhatikan oleh seorang ibu dan Vio hampir menangis merasakan kehangatan keluarga yang diberikan oleh Hanny dan Anson beberapa waktu ini.

__ADS_1


"Terima kasih tante." Ucap Vio dengan senyum yang mengembang.


"kamu juga Son, ayo makan. Mommy mau kembali ya, ini ada air jahe nanti minum ya Vio biar perutmu agak enakan nanti. Bye, mom pergi dulu." Hanny pulang lagi setelah mengantarkan makanan untuk mereka. Vio tercengang.


"Apakah tante memang sayang padaku atau memang senggang ya..." Gumam Vio pelan tapi Anson masih dapat mendengarkannya.


"Dua-duanya Vio sayang.. Mommy memang baik dan sayang sama kamu dan dia memang gak ada kerjaan." Balas Anson sambil tertawa pelan.


Anson dan Vio makan bersama siang itu dan Anson berkali-kali menyuapi Vio sampai dia makan hampir 2 porsi karena di paksa.


"Gak mau lagi, nanti aku jadi gendut." Tolak Vio saat Anson kembali menyuapinya makan.


"Apanya yang gendut, kamu itu kurus hanya saja selalu pakai baju kebesaran dan untuk menutupi dadamu makanya jadi terlihat gendut." Anson tetap memaksa Vio makan tapi dia sudah kenyang dan tidak sanggup lagi.


"Aku gak sanggup lagi, please sayang..." Mohon Vio dan Anson tersenyum senang mendengar kata sayang yang sangat jarang dia ucapkan.


"Baiklah, kalau terus panggil aku sayang mulai detik ini aku gak akan memaksamu makan lagi."


"Ok sayang.."


Cup..


Anson mengecup bibir Vio karena gemas dengan bibirnya dan senang dengan panggilan sayang itu.


"Belum di pilih, tadi kan aku mau tanya tapi di suruh tiduran." Jawab Vio lalu segera mengambil tabletnya lagi dan berdiskusi dengan Anson.


"Ok, nanti kirimkan ke masing-masing divisi dan biar mereka saja yang pilih siapa yang bertangungjawab dalam produksi itu." Perintah Anson dan Vio segera mencatatnya.


"Tapi kamu harus ikut, bisa kan?" Tanya Anson.


"Bisa sih.. sepertinya air jahe dari tante manjur, perutku gak sakit lagi cuma pegal saja di pinggang tapi kalau besok sudah hari kedua biasanya sudah gak sakit." Jawab Vio dan Anson tersenyum mendengarnya. Dia sama sekali tidak ingin berpisah dengan Vio sehari pun.


.


.


.


"Mommy... aku mau ke luar kota besok jadi tolong bikinkan air jahe ya besok pagi untuk Vio." Pinta Anson sembari mengecup pipi Hanny yang sedang santai bersama Ana dan Eve yang datang berkunjung.


"Nah.. kena kan, jadi nih dapet istri yang lebih pendek dariku hahahaha." Ana tertawa puas dan Anson yang gemas pun menjewer telinga Ana.


"Mommy.. liat tuh kak Anson." Adu Ana dengan pura-pura merasa sakit.

__ADS_1


"Dasar manja! Bentar lagi jadi mommy masih aja manja." Kesal Anson tapi Ana yang tidak terima terus saja mengadu pada Hanny.


"Biar aja, kak Aksa juga manjain aku kok weekkk!"


"Cih! nanti gantian kalau baby lahir yang dimanja bukan kamu lagi hahahah.."


"Biarin!"


"Sudah sudah.. kalian ribut terus sih.. mommy pusing nih."


Hanny menjadi penengah, selalu saja kalau Anson dan Ana bertemu pasti sangat berisik. Sedangkan Eve yang juga sudah biasa melihat itu hanya tertawa.


"Son.. ke luar kotanya berapa hari?" Tanya Hanny saat Anson akan kembali ke kamarnya.


"Cuma beberapa hari, lusa sepertinya sudah balik lagi." Jawab Anson.


"Ya udah besok pagi mommy bikinin tapi ingat jangan diapa-apain dulu." Hanny kembali mengingatkan karena dia tau Anson tidak bisa menahan diri jika melihat wanita cantik, apalagi dia mencintai Vio pasti akan di terkam habis kalau ada kesempatan.


"Lah mommy ku yang cantik.. Vio kan lagi datang bulan, gak bisa di apa-apain juga mommy.."


"Oh iya.. lupa. hehehe bagus deh biar itu pentungan belajar sabar."


"Isss mom.. dia udah sabar lama tau, sudah lama kalau mommy lupa."


"Iya iya.. sana sana.."


.


.


.


Besoknya Anson dan Vio berangkat ke bandara masing-masing, begitu juga rombongan lainnya yang terdiri dari manajer tim bisnis dan pemasaran, dengan 2 orang staff mereka, salah satunya adalah Jannet. Sedangkan Anson membawa Vio sebagai pengganti Melvin untuk sementara dan Mika sebagai sekretaris.


Vio benar-benar cekatan mengerjalan semua pekerjaan Melvin selama beberapa bulan ini karena Melvin masih di pinjam oleh Ansel di StarE. Sedangkan pekerjaan Vio sementara di alihkan ke Mika yang menurut Anson juga sangat cekatan dan belum ada kesalahan selama ini.


Mika juga sudah sebulan terakhir di izinkan untuk masuk ke ruangan Anson karena Anson menganggap dia cukup cakap dalam pekerjaannya meskipun itu harus izin dari Vio dulu.


"Vio ikut aku." Perintah Anson dan Vio dengan patuh ikut kemanapun Anson pergi. Mereka yang telah memegang tiket masing-masing dapat bebas kemanapun sebelum berangkat.


Anson memang tipe bos yang cuek dan tidak terlalu mementingkan kemewahan makanya dia selalu menggunakan pesawat komersil. Berbeda jika liburan dia akan lebih senang menggunakan pesawat pribadi keluarganya.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2