Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 69 - Om Sudah Tua


__ADS_3

Arion masuk ke kamar setelah meminta izin pada Izabela, bagaimanapun dia adalah ibu kandung Tassa dan Arion belum menikah dengan Tassa. Untungnya calon mertuanya itu mengizinkan karena dia percaya kalau Arion akan benar menjaga Tassa.


Arion melihat ibu dan anak sedang tidur sambil berhadapan dan Tassa memegang tangan Leon dengan erat. Arion merebahkan dirinya di samping Tassa dan memiringkan tubuhnya, mendekap gadis itu dengan erat dan mencumi belakang kepala Tassa.


Rindu, sangat rindu. Arion tidak bisa menahan rindunya lagi dan pelukannya semakin erat sampai tidur Tassa terganggu dan dia membalikkan tubuhnya dan menghadap ke Arion.


"Arion... om.. Arion..." Lirih Tassa dalam tidurnya. Arion melihat wajah gadis itu, dia masih tertidur dan ada guratan kesedihan disana.


"Aku disini Sasa... aku disini." Bisik Arion pelan lalu kembali membawa Tassa ke pelukannya sampai menepuk pelan punggungnya agar gadis itu kembali terlelap.


.


.


.


Pagi harinya Sasa bagun seperti biasanya di jam 6 pas. Dia terkejut melihat seseorang yang memeluknya dan ternyata itu Arion.


"Kok aku gak takut ya? Dan apaan om ini? Dia sudah tua tapi sangat tampan. Duh om.. kalau masih muda pasti lebih cakep." Gumam Sasa pelan, sangat pelan.


Arion yang memang baru saja tidur tidak mendengar ucapan dari gadisnya itu malahan Leon yang juga sudah bangun yang mendengarnya dan tersenyum tapi masih memejamkan matanya.


"Haa... om, om lepaskan aku."


Tassa ingin bergerak dan ke kamar mandi tapi pelukan Arion sangat erat jadi Tassa tidak bisa bergerak. Dia pasrah saja karena sudah sejam dia masih diam tak bisa bergerak.


"Om.. iihh susah sih lepasnya, om Arion."


"Ahh... mau pipis om.."


"Coba saja di cium kak, papi pasti bangun." Ujar Leon yang juga tidak tahan lagi karena kesal melihat Arion yang tidak bangun juga.


"Ha? Cium? Gak bisa Leon nanti kalau mami kamu marah gimana? Lagian kenapa sih om bisa tidur disini juga?"


Leon menghela napasnya kesal, ingin sekali dia berteriak mengatakan kalau Tassa adalah maminya tapi tidak bisa karena telah janji ke Arion.

__ADS_1


"Gini ajah.. cup.." Leon mencium pipi Arion setelah berpindah tempat ke belakang Arion yang masih tidur.


"Baiklah aku akan menciumnya, mungkin om menganggap kakak juga anaknya ya? Jadi kakaknya Leon." Tassa tersenyum senang tapi tidak dengan Leon yang malah cemberut.


"Loh kok gitu? Leon gak suka jadi adiknya kakak?" Tanya Tassa dan Leon menggeleng.


"Leon maunya kak Sasa jadi maminya Leon." Ucapnya hingga Tassa terdiam.


"Tapi kan... om udah tua Leon dan kakak masih muda."


"Udah kak cepat cium papi."


"Iya.. cup..."


Arion tidak bangun, lalu Tassa kembali mengecup pipinya dan sama.


"Coba di sini." Leon menunjuk bibir Arion, sebenarnya Arion sudah bangun sejak kecupan pertama mendarat di pipinya.


"Gak mau, kan ciuman di bibir itu cuma sama orang yang di sukai, seperti di film." Tolak Tassa dengan wajah merengutnya.


"Ya sudah kalau kakak gak mau tunggu saja sampai papi bangun jam 9." Leon pergi dari sana dan keluar meninggalkan papi dan maminya di kamar.


"Om bangun dong.." Berkali-kali Tassa membangunkan Arion tapi malah dirinya di peluk makin erat, kedua tubuh mereka jadi menempel, meskipun Tassa berontak berkali-kali tapi kekuatannya tak sebanding dengan Arion.


"Om ini ternyata mesum.. kenapa aku patuh padanya ya?" Ucap Tassa dalam hati tapi dia beneran tidak tahan lagi.


"OM AKU PIPIS DI SINI NIH?" Ancam Tassa dengan suara kerasnya barulah Arion melepaskannya.


"Dasar om mesum!" Pekik Tassa sambil berlari kencang menuju kamar mandi untuk membuang hajatnya. Arion tertawa senang karena bisa menggoda gadis kecil itu lalu ikut masuk ke dalam kamar mandi yang tidak dikunci.


"AAAHHHH Om mesuuuummm!! Teriak Tassa yang baru saja selesai dan sedang membuka bajunya untuk sekalian mandi. Dia menutupi tubuh atas dan bawahnya dengan asal menggunakan baju dan celana yang sudah terbuka.


"Kau sangat cantik Sasa... aku merindukanmu." Ucap Arion sembari membelai wajah Tassa yang sedang ketakutan, satu tangannya meraih pinggang gadis itu untuk mendekat padanya. Arion mendaratkan bibirnya ke bibir Tassa.


Gadis itu terkejut tapi tidak bisa menolaknya, jantungnya berdetak cepat tak karuan dan dia tiba-tiba merasa lelah dengan dorongan kuat Arion melepaskan pagutannya.

__ADS_1


"Aku akan menikahimu Sasa." Bisik Arion dan Tassa membulatkan matanya. Arion yang gemas dengan raut wajah lucu Tassa kembali mengecupnya.


"Gak mau! Om baru disini 1 hari dan kita tidak saling kenal dan juga om sudah tua. Meskipun tampan sih." Tolak Tassa lalu mendorong Arion untuk keluar dari kamar mandinya.


.


.


"Papi tadi gangguin mami ya?" Tanya Leon saat Arion keluar dari kamar dan menuju meja makan di dapur. Di sana ada Leon dan Izabela yang sedang menyiapkan sarapan untuk cucunya.


"Papi cukuran saja, karna papi begitu makanya terlihat tua." Ujar Leon lagi dan Arion mencubit papi anaknya dengan gemas.


"Kan Leon yang suruh papi jangan terlalu tampan, biar gak ada wania yang dekat-dekat." Protes Arion tapi Leon malah terkikik lucu mendengar protes ayahnya.


"Iya kan waktu itu belum ada mami, sekarang mami bilang papi tua makanya cukuran saja papiiii..." Perintah Leon dan Arion menggeleng-geleng melihat anaknya itu.


"Benar, kau harus terlihat seperti seumuran dengan Sasa kalau mau dia jatuh cinta lagi padamu." Sambung Izabela.


"Ah Sasa tidak pernah melupakanku ibu mertua." Balas Arion sambil tersenyum. Arion tau Tassa tidak menolaknya karena ciuman tadi, Tassa membalasnya seperti dulu. Meskipun Tassa lupa tapi tubuhnya masih mengingat sentuhan Arion.


"Dan aku tidak mau ingatan Sasa pulih, aku takut dia akan mengingat kejadian kelam itu, aku akan membuatnya mencintaiku lagi. Aku minta izin tinggal di sini sampai Sasa mau menikah denganku." Ucap Arion dan Izabela mengizinkannya.


"Baiklah, kalian tinggal disini sementara aku akan ke seberang pulau karena ada banjir disana dan butuh dokter.


Arion mengangguk dan dia kembali ke kamar untuk melihat Tassa sekalian mandi dan bercukur seperti permintaan Leon.


"Sasa..." Panggil Arion karena Tassa belum juga keluar dari kamar mandi, beberapa kali Arion memanggil tapi tidak ada jawaban. Dengan terpaksa dia mendobrak pintu kamar mandi itu dan melihat Tassa sedang meringkuk dan memegang kepalanya dengan kedua kepalanya.


"Sa.. sasa kenapa?" Tanya Arion panik sembari mendekat pada Tassa yang berjongkok di sudur kamar mandi, tubuhnya masih polos dan sepertinya dia baru selesai mandi.


"Om Arion... hiks hiks..." Tassa menangis menatap Arion, dari tatapannya Arion tau itu adalah Sasanya yang sebelumnya, bukan Tassa tapi Vinsa.


"Sasa.. ayo, nanti kau sakit." Arion melilitkan handuk yang tergantung disana dan membawa Tassa tetapi gadis itu malah terjatuh sebelum Arion berhasil menuntunya berdiri. Dengan segera Arion mengangkat tunuh Tassa dan membaringkannya di tempat tidur.


Tassa tertidur dengan kening mengkerut, sepertinya dia sedang berminpi buruk karena tangannya terus mengepal dan terkadang meracaru tidak jelas minta di lepaskan.

__ADS_1


"Sasa... aku mohon jangan ingat, gak apa-apa kau lupa denganku tapi tolong jangan ingat. Kau akan sedih dan aku gak sanggup melihatmu menangis." Ucap Arion lirih lalu mengelus kepala Tassa dengan lembut. Tak berapa lama Tassa kembali tenang dan tertidur lagi.


~Besambung~


__ADS_2