Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 71 - MAMI..!!


__ADS_3

"Tidak peduli, pokoknya kita akan menikah." Ujar Arion lalu menyantap makanannya, begitu juga Leon yang tersenyum senang melihat Tassa yang masih menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Huh.. tapi Sasa kan masih kecil om.. dan kata mama Sasa sedang sakit jadi pasti gak bisa jadi istri yang baik." Celetuk Tassa dengan polosnya.


"Gak apa-apa Sasa kami bisa menjagamu dan aku ingin membawamu ke rumah untuk bertemu keluargaku, kau pasti senang." Arion menggenggam tangan Tassa dan menatap matanya dengan sangat penuh cinta.


Tassa hanya diam memandang Arion, dia merasakan cinta luar biasa dari sorot mata itu dan dia suka bahkan sangat suka seakan mata itu sangat dia rindukan selama ini.


- - - - - - -


Malam ini Tassa tidak bisa tidur, dia terus saja bolak balik di kasurnya. Leon masih tidur dengannya dan Arion tidak tau kemana. Tassa berusaha memejamkan matanya tapi tidak bisa bahkan hatinya gelisah memikirkan perkataan Arion tadi.


Akhirnya Tassa duduk, menyandarkan punggungnya di kursi dekat jendela dan melihat keluar setelah dia membuka tirainya memandang ke langit melilhat bintang. Tassa melamun, lalu tiba-tiba suara terngiang di telinganya, "Sasa... aku mencintaimu, sangat." Suara Arion terdengar lalu dia memejamkan matanya untuk menyelami suara itu berharap dapat mengingat sesuatu.


Tassa memang polos tetapi dia tau kalau dia sedang sakit karena dia juga tau kalau sedang hilang ingatan, bahkan ibunya sendiri tidak dia ingat. Sebenarnya sejak melihat Arion dan Leon Tassa sering bermimpi sudah mengenal Arion dalam waktu lama makanya sakit kepalanya kembali datang. Tidak ada sekelebat ingatan tentang ibunya sama sekali malah ingatannya semua tentang Arion.


"Baiklah.. sepertinya om Arion memang mengenalku sejak lama. Bersamanya mungkin akan membantuku mengingat kembali." Gumam Tassa lalu dia berdiri lagi dan menuju tempat tidurnya.


Ceklek..


"Sasa belum tidur?"Tanya Arion begitu membuka pintu kamar itu dan melihat Tassa sedang naik ke tempat tidur padahal ini sudah hamir jam 1 pagi.


"Ini baru mau tidur om, om sendiri?" Tassa balik bertanya. Arion tersenyum dan berjalan mendekati gadis kecilnya.


"Ini juga mau tidur, mau tidur bersama anak dan calon istri." Ucapnya lalu naik dan merebahkan dirinya di samping Tassa.


"Huf.. om, masih calon belum boleh tidur sama-sama." Tolak Tassa lalu mendorong Arion untuk menjauh.


"Berarti mau ya.. kita nikah." Tassa mengangguk. Dia tidak akan menolak karena ingin tau masa lalunya dan dia yakin akan mengingat semuanya jika bersama Arion.

__ADS_1


"Terima kasih sayang.." Ucap Arion lalu memeluk tubuh mungil gadis kecilnya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"Ah papi dan mami masih tidur, Leon telepon oma saja." Gumam Leon begitu dia bangun tidur melihat papi dan maminya tidur sambil pelukan. Leon dengan riangnya mengambil tabletnya dan video call dengan Hanny dan yang sedang sarapan karena ini sudah jam 8 pagi.


"Leon sayang.. kenapa pagi-pagi telepon oma? Biasanya sore atau malam." Tanya Hanny disana.


"Leon bosen oma, papi dan mami belum bangun dan Leon juga baru bangun." Jawab Leon dan Hanny terkejut mendengarnya.


"Loh.. mereka sudah bertemu? Mana oma mau lihat." Ucap Hanny dan Leon mengarahkan kameranya ke Leon yang masih tidur dengan memeluk Tassa.


"Akhirnya... Leon senang bertemu mami?" Tanya Hanny sambil menitikkan air matanya.


"Tentu oma, tapi mami lagi sakit dan gak ingat kita jadi Leon dan papi masih disini biar bisa jaga mami. Oma belum tau?" Tanya Leon dan Hanny menggeleng.


"Iya oma, Arion sudah cerita semuanya tadi malam tapi oma nya sudah tidur jadi opa tidak sempat cerita ke oma." Suara Arden terdengar, barulah Hanny mengerti. Berarti Arion sudah menceritakan semua tentang mereka.


"Papi mami... bangun." Leon membangunkan Arion dengan mendorong pelan pundaknya tapi papinya sama sekali tak bergeming, malah Tassa yang terbangun.


"Mami... Leon lapar." Ucap Leon letika melihat Tassa membuka matanya.


"Ah.. sebentar." Tassa berusaha keluar dari dekapan Arion dan untungnya berhasil. Dia turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah kamar mandinya.


"Ayo.. mami buatin sarapan." Ajak Tassa tanpa sadar mengucapkan kata 'mami' pada Leon seakan itu hal biasa. Leon pun tersenyum dan mengikuti Tassa ke dapur. Dengan cekatan Tassa membuatkan nasi goreng ikan teri beserta telur dadar dalam jumlah yang lumayan banyak, cukup untuk 4 porsi.


"Wah enak sekali mami, Leon akan makan banyak jika mami yang masak." Ucap Leon yang masih mengunyah makanannya.


"Benarkah? Mami juga senang Leon makan banyak." Balas Tassa lalu dia baru tersadar.

__ADS_1


"Mami? EH... hahahah maaf maksudnya kakak juga senang." Ralat Tassa saat dia sadar atas ucapannya.


"Bukan kakak, tapi mami." Tegas Leon agar Tassa terbiasa.


"Loh.. nanti kalau maminya Leon pulang bagaimana?" Tanya Tassa dengan nada pelan.


"Mami Sassa maminya Leon." Sahut bocah 5 tahun itu.


"Ha?" Tassa menggaruk kepalanya dan malah semakin bingung dengan ucapan Leon. Karena tidak mau memperpanjang pembicaraan itu mereka pun makan dalam diam.


Setelah makan mereka duduk di taman sambil bermain dengan Cody yang sedikit kesepian karena Leon yang setiap harinya malah bermain dengan Tassa.


Setelah puas bermain, Leon ingin dimandikan oleh Tassa dan mereka pun mandi bersama. Lebih tepatnya Leon dimandikan oleh Tassa tapi tentu saja dia juga basah.


"Ehm.. Leon, ini kenapa?" Tanya Tassa menyentuh luka di dada Leon, sebenarnya sejak lama dia ingin menanyakan hal ini.


"Ini bekas operasi mami.. Leon operasi jantung karena sejak lahir jantung Leon sudah sakit." Jawab Leon dengan tenang, tapi malah Tassa sudah menangis.


"Pasti sakit.." Lirih Tassa dan masih melihat bekas operasi itu.


"Dulu iya, tapi sekarang gak lagi, Leon sudah sembuh dan kata dokter Leon akan hidup lama kalau tetap jaga kesehatan." Ucap Leon dan Tassa makin menangis dibuatnya.


"Hatiku sakit sekali, Leon pasti sangat menderita." Batin Tassa. Setelah puas menangis dia akhirnya menyudahi mandi bersamanya dan kini mereka sedang menyisir di depan cermin.


"Loh.. ternyata kita mirip ya? Kok bisa?" Tanya Tassa yang baru kali ini memperhatikan wajahnya dan Leon bersamaan. Sedangkan Leon hanya tertawa melihat wajah mereka di cermin.


"Iya kan Leon anaknya mami." Ucap Leon dalam hati sambil terus tersenyum.


"Sudah.. Leon keluar dulu, mami mau lanjutin mandi yaa."

__ADS_1


Leon keluar dan Tassa melanjutkan mandinya tetapi pikirannya masih melayang jauh mengngat sesuatu yang dia lupakan apalagi wajah Leon ternyata sangat mirip dengannya. Itu karena Tassa tidak biasa melihat dirinya di cermin karena tidak nyaman dan tidak kenal dirinya sendiri.


TBC~


__ADS_2