
Arion yang sudah tidak tahan lmenarik Tassa dan mengurungnya lagi di bawah tubuhnya, "Kita ke permainan inti, tahan ya.." Ucap Arion sembari tangannya mengarahkan miliknya ke kawah panas dan sudah basah itu.
Perlahan mengge sek dan menyeruak masuk, Tassa meringis sakit dan Arion merasakan lagi seperti pertama kali mereka melakukannya dulu.
"Aku dapat perawan lagi Sa.. mama mertua memang hebat." Bisiknya sambil mengerang saat semuanya berhasil masuk, dia benamkan sejenak sampai Tassa tenang baru dia menariknya lagi, mendorong lagi begitu terus hingga teriakan kenik matan saling bersahutan diantara mereka.
Tassa tak henti-hentinya berteriak dibawah tubuh Arion yang terus bergerak kadang cepat kadang lembut, Tassa makin mengerang saat Arion membenamkan sangat lama, merasakan kedutan dibawah sana. Dia tau kapan harus membuat istrinya menggapai puncak.
"Sudah berapa kali Sa?" tanya Arion yang masih bergerak.
"Gak tau, sudah banyak..." Jawab Tassa yang masih menikmatinya.
"Sekarang aku ya.." Ujar Arion dan memperceat gerakannya sampai akhirnya dia tumpahkan ribuan calon anaknya ke dalam kawah itu dengan hentakan kuat dan dalam.
"Semoga jadi Sa.. biar Leon ada adik." Bisik Arion sambil mendekap tubuh Tassa yang masih bergetar hebat menerima jutaan calon anak mereka yang sedang berjuang mana yang akan jadi diantara mereka.
"Sakit gak?" Tanya Arion begitu melepaskan miliknya dari kawah istrinya.
"Awalnya sakit seperti waktu pertama tapi makin lama enak.." Jawab Tassa tanpa malu lagi tapi dia masih memejamkan matanya karena ngantuk dan lelah. Melihat Tassa yang lelah Arion bertugas membersihkan tubuh istrinya dan dirinya sendiri lalu kembali ke tempat tidur dan saling memeluk hingga mereka terlelap.
\~\~\~\~\~
\~\~\~\~\~
\~\~\~\~\~
"Ahh... " Tassa membalikkan tubuhnya keluar dari dekapan hangat suami tampannya.
"Aduh.. pegel." Lirihnya dan berjalan sempoyongan menuju kamar mandi dan dia mulai berendam air hangat, hanya setengah jam agar tubuhnya lebih ringan.
"lapeerrr..." Rengek Tassa menggoyangkan tubuh Arion yang masih tidur.
"OM laper om.."
Akhirnya Arion bangun dan melihat wajah istrinya yang cemberut lalu mendaratkan kecupan di bibir itu.
"Maaf.. kita belum makan dari kemarin ya.." Ujar Arion lalu dia menelepon layanan kamar untuk memesan sarapan. Setelah itu dia membersihkan dirinya dengan kilat.
Seminggu di Italia mereka lebih banyak menghabiskan waktu di kamar daripada jalan keluar, Tassa juga sebal dan akhirnya mereka jalan-jalan sepuasnya di hari terakhir mereka disana.
"Sudah puas jalan-jalannya sayang?" Tanya Arion setelah mereka kembali ke kamar.
"Sudah.. terima kasih om Arion." Ujar Tassa lalu memeluk Arion dan mencium bibirnya sekilas.
__ADS_1
"kenapa selalu panggil om?" Tanya Arion sambil mencebikkan bibirnya.
"Aku suka panggil om, panggilan sayang karena awalnya Sasa kan memang seperti simpanan om Arion, mirip yang di novel gitu." Jelas Tassa yang makin membuat Arion kesal.
"Tapi kan kita sudah sepakat panggilannya diganti papi.." Protes Arion tapi Tassa malah tertawa mendengarnya.
"Itu kalau ada Leon, kalau cuma kita om Arion tetap jadi om-om nya Sasa yang paling tampan." Ujarnya lalu kembali mengecup bibir Arion yang masih kesal.
Dengan beraninya dia duduk di pangkuan Arion yang masih sebal dengannya tapi tidak akan lama karena dalam waktu 10 menit Tassa sudah polos bermain diatas Arion dan dia telah memegang kendali atas om tampannya itu.
"Dasar nakal." Ucap Arion yang masih menikmati gerakan erotis dari Tassa yang bergerak diatasnya.
"Uhh... gantian, aku capek." Lirihnya dan dengan cepat Arion membalikkan keadaan dan mengejar puncaknya sendiri.
Malam terkahir dipergunakan Arion sebak-baiknya, gaya apapun mereka coba sampai mereka juga bermain di balkon saat malam hari.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Setahun kemudian, Tassa dan Arion kembali dari rumah sakit untuk pemeriksaan rutin rahim Tassa yang memang sedikit bermasalah tapi kali ini wajah cerah mereka tidak bisa ditutupi. Akhirnya usaha mereka ada hasilnya, Tassa sedang mengandung 2 minggu.
Kabar bahagia itu yang sangat dinanti pun menjadi kebahagiaan bagi semuanya, apalagi Leon yang semakin dewasa padahal dia masih anak-anak.
"Leon punya adik, yeah!" Teriaknya sambil berlari senang.
Akhirnya kebahagiaan terus menglilingi Tassa, bahkan Melly juga sudah sembuh. Wajahnya kini cantik dan terawat, kakinya juga sembuh dan tidak berjalan pincang lagi bahkan Tassa mengubah penampilannya.
Sejak 3 bulan lalu Melly sudah ikut program sekolah khusus, minimal dia bisa lulus SMA dan sekarang sedang di dekati oleh guru pembimbingnya yang masih single berumur 32 tahun 4 tahun diatasnya.
.
.
.
Beberapa bulan berlalu dan kini kandungan Tassa sudah mulai membesar karena dia sedang mengandung anak kembar. Arion sangat senang karena Tassa hanya perlu melahirkan sekali lagi saja dan akan menutupnya, karena menurutnya 3 anak lebih dari cukup karena cucu dari orangtuanya sudah sangat banyak.
Arion sangat menjaga Tassa pada kehamilannya ini, dia tidak mau kejadian terulang dan tidak ingin Tassa mengingat penderitaan yang telah dia alami saat hamil Leon dulu. Segala permintaannya akan dikabulkan bahkan Arion sangat jarang bekerja karena lebih sering menemani Tassa.
Tidak ada yang mempermasalahkan hal itu karena mereka adalah pemiliknya dan sudah banyak orang yang menggantikan mereka di perusahaan.
"Sayangku mau apa lagi?" Tanya Arion begitu Tassa kembali duduk di ruang keluarga bersama keluarga lainnya.
"Ehm.. mau ke club." Jawabnya dengan santai.
__ADS_1
"Untuk apa kesana? Gak ada ibu hamil ke club Sasa..." Tanya Arion yang makin bingung dengan permintaan itu.
"Aku cuma mau duduk liat om Arion kerja, rindu zaman dulu kan om Arion ngeselin dulu." Jawab Sasa ngotot ingin kesana.
"Baiklah.. yuk sekarang." Ajak Arion tapi Tassa sama sekali tak bergerak.
"Nanti malam, ini masih siang belum ramai." Ucapnya lagi padahal Arin sengaja mengajaknya siang-siang karena belum buka, ternyata istrinya tidak bisa dibohongi.
Arion menatap dengan tatapan memohon pada Hanny, lalu ke Izabela yang kebetulan sedang berkunjung sehabis melaksanakan kewajibannya sebagai dokter di pedalaman. Izabela yang mengerti pun mendekati putrinya dan duduk membelai lembut tangannya.
"Sa.. club itu kan berisik dan ramai, belum lagi asap rokok. Virus dan bakteri dimana-mana, tidak baik untuk ibu hamil karena bisa menyakiti janin yang kamu kandung." Izabela menjelaskan dan Tassa terdiam, dia sedikit panik mendengarnya.
"Masih mau ke club?" Tanya Izabela lembut dan Tassa menggeleng sambil mengelus berut besarnya.
"Bagus.. jadi hindari tempat begitu yah, setelah melahirkan juga kalau bisa Arion sehabis pulang kerja langsung mandi dulu yang bersih baru boleh dekat kamu dan bayi kalian." Lanjut Izabela dan Tassa kembali mengangguk cepat, dia juga takut ada apa-apa yang terjadi pada kandungannya yang telah lama mereka tunggu.
"Pintar.." Ucap Arion sambil mencium pipi Tassa dan menggigitnya pelan karena gemas.
"Ihh jangan digigit, kebiasaan." Tassa dengan sebal mendorong Arion dan mengelus pipinya yang sudah puluhan kali dia gigit.
"Sama aja, daddy dulu juga suka gigit pipi mommy waktu hamil." Ucap Hannya lalu melirik Arden yang duduk di seberang mereka sedang terkekeh geli mengingatnya dan dia rindu dengan pipi gembul istrinya.
.
.
.
Waktu berlalu cepat, Arion dan Tassa sedang berada di rumah sakit karena jadwal operasi Tassa adalah hari ini, mereka sedang bersiap menunggu lahirnya anak-anak mereka sebentar lagi.
Akhirnya sepasang bayi kembar lahir ke dunia, cantik dan tampan.
"Kakak yang cantik.. namanya siapa?" Tanya Hanny begitu melihat cucunya.
"Kakak cantik namanya Aurora, mirip dengan mata indahnya. Hijau tetapi ada kebiruannya indah seperti Aurora." Ucap Arion begitu terpesona pada putri cantiknya.
"Kalau yang adik bungsu tampan ini namanya Lionel, panggilannya Lio." Ujar Arion lalu mencium pipi kedua bayinya yang membuatnya gemas, lalu berpindah mencium istrinya yang sedari tadi melihat mereka.
Kebahagiaan menyelimuti keluarga itu, sampai Leon pun terus menjaga kedua adiknya sampai tidak mau pulang. Tassa kembali menangis haru melihat keluarganya yang sempurna.
END~
Terima kasih telah membaca dan tunggu karya selanjutnya... yang tidak tau kapan akan di up, karena aku tuh harus selesaiakan dulu baru di up dan masih ada beberapa judul yang masih tersendat belum bisa di kerjakan.
__ADS_1
Bye~