Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 33 - Pendek dan gendut


__ADS_3

Anson kembali dan berbaur dengan keluarganya lagi dan terlihat Vio menolak gaun yang diberikan oleh Adel dengan sopan dan mengatakan kalau gaun itu tidak muat dan dia akan memakai pakaiannya sendiri saja. Anson mengetahui maksud Vio karena wanita itu tidak biasa menunjukkan lekuk tubuhnya.


"Kau mau pakai apa?" Tanya Anson pada Vio yang sekarang berdiri teapt di depannya. Vio mendongakkan kepalanya melihat Anson tapi dia menunduk lagi.


"Carikan saja baju yang lebih modis dan masih terlihat office look karena dia kan masih kerja meskipun di pesta." Saran Anson pada Adel dan dengan terpaksa Adel mencarikannya lagi.


"Tidak perlu pak, pasti tidak ada yang muat." Tolak Vio dan dia mundur beberapa langkah dari sana tapi Anson menarik tangannya dan segera mendorongnya untuk kembali ke sebelah Adel.


"Del ukur dia dan bikinkan baju karena dia akan bersamaku terus jadi ubah penampilannya." Perintah Anson dan Adel segera menyanggupi. Dengan telaten Adel mengukur seluruh tubuh Vio yang masih merasa canggung.


"Wow.. kamu itu gak gemuk beb, hanya saja berusaha menutupi ini mu yang montok. Jangan ditutupi kamu tuh cantik." Ucap Adel sambil menunjuk ke arah dadanya dan bukan hanya Vio yang menunduk malu dengan wajah memerah, Anson juga merasa gugup saat itu juga mengingat pemandangan yang baru dia saksikan diatas.


"Tapi aku tidak suka orang-orang melihatku dengan tatapan aneh." Ucap Vio dengan suara yang sangat pelan tapi masih bisa di dengar oleh Adel dan Anson.


"Loh Son.. kenapa masih disini?" Tanya Hanny yang menghampiri Anson.


"Mommy ku yang cantik...Son lagi cariin baju buat sekretaris pribadi Son mom, lihat biar dia jadi cantik juga, kan akan ikutin Son kemanapun." Jawab Anson lalu mencium pipi Hanny.


Vio yang menyaksikan pemandangan itu sangat kagum pada sosok Anson yang begitu sayang dengan ibunya, tidak seperti kakaknya yang hanya tau menyusahkan keluarga bahkan sampai sekarang.


"Oh ini sekretaris kamu.. kok tumben bukan wanita yang seperti biasanya, seperti mau fashion show dari pada kerja?" Sindir Hanny dan Anson nyengir saja mendengar sindiran itu.


"Nah kali ini Son mau cari yang memang pintar kerja mom, dia sangat pintar baru 21 tahun sudah ada 2 gelar, dengan jurusan berbeda lagi." Puji Anson dan Vio tertunduk malu.


"Wow.. kalau pintar cocok juga jadi calon menantu. Mommy kenalin ke Ion ah.." Hanny beranjak dari sana dan mencari putra bungsunya tapi di cegat oleh Anson.


"Mom! Kok cari Ion sih? Gak boleh.. dia ini mau kerja bukan pacaran jadi mommy jangan seenaknya jodohin orang." Protes Anson tapi Hanny malah tertawa karena dia hanya bercanda dan Anson malah menganggap serius.


"Ya sudah mommy balik ke Ana dulu deh.."


"Bye mom, habis ini Son balik ke kantor dan pulang malam."


-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-


"Hei culun!" Panggil seorang wanita cantik dengan penampilan menawan pada Vio yang sedang ada di toilet.


"Jannet!" Pekik Vio terkejut karena orang yang selalu menyiksanya di kampus juga ada disini.

__ADS_1


"Hoo... hahahah ternyata kita ketemu lagi." ucap Jannet dan berjalan pelan mendekati Vio yang baru mau masuk ke toilet, Vio begitu ketakutan dan segera berlari kembali ke ruangannya.


"Kenapa Jannet kau melihat siapa?" Tanya temannya yang juga baru keluar dari bilik toilet.


"oh itu wanita pendek dan gendut, jelek lagi. Duh seru nih bisa ketemu dia lagi buat main-main." Jawab Jannet dengan senyum liciknya.


"oh dia itu sekretaris Tuan Anson, beruntung sekali dia." Lanjut temannya dan Jannet terlihat iri dengan hal itu.


"Tenang saja, kita buat dia gak betah kerja disini." Ujar Jannet lalu kembali keluar dari toilet itu dengan rencana licik di otaknya.


Brrukk..


"Aww!!" Pekik Vio ketika dia menabrak seseorang saat mendorong kuat pintu yang rupanya telah dibuka duluan oleh Anson.


"Maaf pak, saya tidak sengaja." Ucap Vio yang kini pundaknya telah di dekap oleh Anson agar dia tidak jatuh.


"Kenapa kau lari-lari begitu?" Tanya Anson cemas karena ada raut  ketakutan di wajah Vio.


"Oh tidak apa-apa pak, hanya mau cepat balik saja karena sudah jam pulang kantor." Bohong Vio.


"Baik pak, terima kasih." Jawab Vio gugup dan melepaskan dirinya dari dekapan Anson.


"Ingat besok pagi langsung ke hotel saja karena Ana akan menikah dan pakai baju yang kemarin itu."


"Iya pak saya mengerti."


"Haduh.. jantungku... sadar Vio, dia bos mu dan kau hanya wanita pendek dan gendut, jelek lagi." Gumam Vio tapi Anson masih dapat mendengar ucapannya dan dia tersenyum penuh arti saat meninggalkan tempat itu.


Vio berjalan tergesa-tega untuk sampai ke lobi, dia sangat ingin menghindari Jannet dan untungnya dia bertemu Melvin saat keluar dari lift.


"Kak Anson dah pulang?" Tanya Melvin pada Vio yang baru keluar dari lift.


"Iya baru aja." Jawab Vio.


"Yah sudah deh, aku pulang juga." Ucap Melvin lesu.


"Aku ikut yah.. numpang sampe perempatan juga boleh." Vio nyengir melihat Melvin.

__ADS_1


"Hei! Apa berani aku meninggalkanmu di perempatan, bisa di bantai Emi nih.." Melvin menoyor pelan kepala Vio karena dia tidak mau mencari masalah dengan Emi yang lebih perhatian pada sahabatnya dari pada pacar.


"Tapi kenapa lesu gitu cari Pak Anson?" Tanya Vio penasaran saat mereka berjalan ke arah parkiran.


"Aku mau minta cuti, kau lupa Emi pulang minggu depan?"


"Oh iya!!"


"Nah itu.. aku mau jemput dia trus liburan."


"Lusa aja, kan besok Nona Ana nikah pasti dia sibuk dan kita juga kan.."


"Hmm.. iya deh, yuk ah pulang."


Melvin mengendarai mobilnya dan segera meluncur ke apartemen Emi sebagai tempat tinggal sementara untuk Vio sampai dia menemukan tempat yang cocok.


.


.


Pagi harinya Vio bangun setelah alarmnya berbunyi di jam 6 pagi karena jam 8 dia harus sudah sampai di hotel milik keluarga bosnya yaitu Tenggara.


"Ok selesai." Ucap Vio yang memoles sedikit bedak dan lipglos berwarna peach, tetap dengan kacamatanya tapi kali ini dia terlihat modis dengan pakaian yang telah di siapkan leh Adeline kemarin.


Tidak ada lagi tubuh pendek gendut, tapi jadinya pendek dan imut karena baju yang di berikan Adel benar-benar cocok untuknya, masih menutupi aset berharganya dengan sopan namun masih memperlihatkan lekuk tubuh indah dan tidak gendut sama sekali. Malah perut rampingnya terlihat cantik.


Vio mengingat pesan Adel kalau dia harus mengikat rambutnya lebih tinggi agar kerah baju yang terlihat mewah itu lebih kelihatan lagi dan dia mengikuti saran itu. Kini Vio siap ke acara pernikahan adik dari bosnya.


"Wow.. Vio?" pekik Melvin saat melihat tampilan baru Vio di aula acara pernikahan itu dan Vio tersenyum malu karena penampilan ini juga baru baginya.


"Nah kalau begini kan terlihat cantik, sebentar aku foto buat Emi." Melvin mengambil beberapa foto lalu mengirimkannya ke Emi.


'AAAHHHH bebebku cantik.. jadi pengen pelukkk, Melvin sayang jagain dia yah, tapi kalau ada cowo baik dan tajir gak apa-apa kasih aja!' [Emily]


Begitulah komentar Emi saat melihat foto cantik dari sahabatnya itu. Sedangkan Anson melihat Vio dari jauh dan sedikit cemburu karena Vio dan Melvin terlihat akrab disertai canda tawa lepas dari Vio yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2