Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 60 - Ingatan Arion


__ADS_3

Tidak terasa sudah hampir 1 bulan Sasa menempati apartemen Arion dan hari ini Sasa memasak sangat banyak untuk mereka berdua.


"Om Arion.." Panggil Sasa saat Arion sedang bekerja di sofa ruang tamu sambil menunggu Sasa memasak makan malam.


"Hem?" Jawab Arion.


"Aku sudah masak dan kita makan besar hari ini." Ujar Sasa dan Arion mendekat padanya yang masih di meja dapur.


"Kenapa banyak sekali Sa?" Tanya Arion dan Sasa tersenyum menatapnya.


"Karena hari ini ulang tahunku, aku sudah 19 tahun." Ucap Sasa dengan senyum merekah indah.


"Hoo.. kalau begitu Selamat ulang tahun, aku akan beri hadiah." Arion kembali ke kamar, timing yang sangat bagus karena Arion membelikan ponsel untuknya agar mereka bisa komunikasi.


"Ini ponsel untukmu dan jika tekan nomor 1 agak lama, langsung ke nomorku." Arion memberikan ponsel keluaran terbaru dan Sasa begitu bahagia.


"Makasih om.. ini hadiah pertama yang pernah aku dapat." Ucap Sasa lalu dia menangis, berlalu memeluk Arion.


"Ohh shitt! Kenapa kau memelukku begini, aduh... ini lagi, kenapa mesti bangun." Jantung Arion berdetak kencang dan adiknya langsung bangun merasakan sentuhan tubuh Sasa yang terasa hangat.


"Dan bisa gak jangan panggil aku Om lagi?" tanya Arion sedikit kesal, dia tidak setua itu.


"Hahahah tapi om aku ini masih 19 tahun, beda 8 tahun tapi om memnag sangat tampan, jadi..."


CUP


Arion mengecup bibir cerewet yang ranum itu, awalnya hanya menempel tapi lama kelamaan menjadi ******* lembut. Sasa tetap diam karena dia tidak tau harus melalukan apa.


"Sekali lagi panggil om, aku akan melakukan lebih dari ini." Ancam Arion, lalu menepuk pelan kepala Sasa yang sedang diam mematung.


"Ayo.. aku lapar, aku mau makan dari pada aku makan kamu." Bisik Arion, tubuh Sasa sedikit gemetar karena nafas hangat yang terasa di telinganya, kehangatan itu menjalar ke seluruh tubuhnya dan Sasa hampir limbung.


.


.


2 hari Arion tidak pulang ke apartemen, tapi dia mengirimkan pesan setiap jam dengan Sasa dan itu berlangsung lagi selama beberapa bulan kedepan.

__ADS_1


Sampai di mana suatu hari Sasa berubah lebih pendiam dan Arion menjadi bingung dengan perubahan sikapnya.


"Om.. kalau tiba-tiba orang yang kita sukai di jodohkan dengan orang lain gimana?" tanya Sasa tiba-tiba saat mereka sedang duduk berdua menatap hujan di jendela besar apartemen.


"Memangnya kenapa?" Tanya Arion, bukannya menjawab.


"Ck.. kan Sasa tanya sama om." Kesal Sasa lalu Arion kembali gemas dengannya dan kembali menciumnya, bibir manis Sasa sekarang menjadi tempat favoritnya selain memandang matanya.


"Iihh selalu main cium tiba-tiba, bilang dulu dong biar Sasa ada persiapan."


Arion tertawa keras mendengarnya, suasana romantis berubah menjadi lucu melihat tingkah gadis polos ini.


"Jawab Om Arion.."


"Kalau tiba-tiba kau di jodohkan, aku akan culik dan membawamu pergi jauh." Jawab Arion dan Sasa tertegun.


"Memangnya Om suka sama Sasa?" Tanyanya dan Arion yang gemas mencubit pipinya.


"Jadi yang aku lakukan tiap hari apa kalau bukan suka padamu, gadis bodoh." Arion yang kesal memeluknya begitu erat sampai Sasa mengaduh kesakitan.


"Ahh.. jahat sama pacar sendiri." Arion mengelus perutnya bekas di cubit Sasa.


"Pacar? Haduh om.. Sasa masih kecil, iya sih Sasa juga suka sama om karena om itu baik, ganteng dan kelihatannya kaya." Ucap Sasa dan Arion menggeleng mendengar ucapan gadisnya ini.


Hari-hari mereka lalui dengan canda tawa, Arion begitu terlena dengan kebahagiaan sederhananya sampai lupa untuk menyelidiki siapa Sasa dan bahkan nama aslinya saja Arion tidak tau.


Sampai suatu hari, Sasa benar-benar berubah dan tampak sexy di mata Arion, maka terjadilah malam dimana Sasa menyerahkan dirinya pada Arion untuk pertama kali. Selama seminggu penuh Arion dan Sasa mengeruk manisnya tubuh masing-masing.


Seminggu berlalu dan tiba-tiba Sasa menghilang bak di telan bumi, Arion begitu kacau sampai mengerahkan seluruh anggota dan pengawal tapi dia tidak bisa menemukannya.


~flashback end~


.


.


.

__ADS_1


"Ion.. Ion, bangun." Arden menggoncang tubuh Arion yang terpejam tetapi air matanya mengalir dalam diam.


"Yah dad.. ada apa?" Tanya Arion setelah dia sadar dari lamumannya sambil mengusap matanya dan Arden membantunya untuk duduk.


Arion melihat jam tangannya dan ini sudah 5 jam dia menunggu Leon yang belum juga keluar dari ruang operasi.


"Kau pikirkan apa Ion?" Tanya Arden khawatir pada putra bungsunya ini.


"Ion ingat kembali bagaimana dulu bahagianya bersama Sasa, seandainya dia disini bersama kami." Arion kembali memegang dadanya yang terasa sakit jika memikirkan penderitaan Sasa.


Arden hanya bisa mengusap pundak Arion, dia sudah mendengar semuanya dari Jovan dan bagaimana gadis yang di cintai Arion begitu menderita selama beberapa tahun ini.


"Tenang Ion.. kau harus kuat, demi Leon dan Sasa mu, jika bertemu kembali kau harus membuatnya bahagia." Ujar Arden dan Arion hanya bisa mengangguk lemah.


~


~


~


Salah satu dokter keluar dari ruang operasi, Arden dan Arion segera beranjak dan menghampiri dokter itu.


"Bagaimana dok?" Tanya Arion.


"Operasinya berjalan lancar, hanya saja masih harus kami pantau. Jangan cemas, Tuan bisa tenang sekarang." Jawab sang dokter.


Arion sungguh lega, hatinya yang selama ini seperti di himpit batu besar tiba-tiba terasa lebih ringan. Tubuhnya lemas dan lega. Arden memeluknya dan Arion tampak bergetar karena menangis, dia tak kuasa menahan air matanya karena haru, Leon, anaknya yang 3 tahun lebih hanya bisa di rumah sakit tanpa bisa berjalan lebih dari 10 meter, kini akan sembuh. Apapun akan dia berikan, asal Leon dapat menjadi seperti anak-anak lainnya.


Hanny dan Vio juga segera datang setelah mendapatkan kabar bahwa operasi Leon berhasil, setelah Leon di pindahkan ke ruang rawat khusus mereka melihat anak itu dari jendela kaca, semuanya tampak lega meskipun Leon masih belum bangun.


"Ion, makan malam dulu nak.. kau belum makan sejak pagi." Panggil Hanny dan Arion mengangguk, dia mengikuti Hanny untuk kembali ke ruang rawat Leon dan makan malam bersama. Disana sudah ada Ansel dan Adel yang datang menjenguk, juga Anson yang sekalian menjemput Vio pulang.


"Kau dengar tadi Ion, setelah ini jangan lengah karena masih harus di pantau lebih ketat lagi. Banyak efek samping yang mungkin terjadi, minimal 3 bulan baru akan kelihatan apakah jantung itu cocok atau tidak." Arden memperingatkan karena semuanya tampak senang dan mereka tidak boleh terlena.


"Iya dad, Ion ngerti dan akan selalu menjaga Leon dengan hati-hati." Jawab Arion sambil tersenyum tipis, setidaknya ada harapan sembuh untuk anaknya.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2