Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 79 - Gadis Nakal


__ADS_3

"Ahhh lelahnyaaa...." Tassa berguling diatas tempat tidur sehabis dia membersihkan dirinya dibantu salah satu asisten MUA yang memang sengaja di perintahkan untuk membantu Tassa sampai selesai.


Sudah bersih, makeup sudah di hapus, sudah mandi dan ganti pakaian dengan gaun tidur satin berbahan lembut, Tassa berguling merasakan empuknya kasur mewah di kamar yang sangat luas itu.


Arion masih menemai keluarganya karena tamu masih banyak, mereka yang kasihan pada Tassa yang kelelahan membiarkan pengantin wanita untuk kembali duluan.


Tassa akhirnya tertidur begitu hanya 10 menit merebahkan dirinya. Dia terlelap tidak tau lagi sampai Arion yang kembali ke kamar pun dia masih lelap.


"Duh istriku... kasihan , baiklah malam pertama kita tunda saja sampai honey moon besok." Bisik Arion lalu mengecup kening Tassa.


Lima belas menit Arion selesai membersihkan dirinya lalu ikut tertidur di sebelah Tassa yang masih tidur lelap.


.


.


.


Tassa terbangun duluan dan melihat Arion di sampingnya dengan 1 tangan berada diatas perutnya. Tassa bergerak membalikkan tubuhnya menghadap ke Arion yang sangat tampan. Tangannya membelai wajah suaminya itu lalu satu jarinya menelusuti hidung mancung Arion sampai ke bibirnya.


"Hap!" Jari Tassa masuk ke mulut Arion, dia terkejut dan langsung menariknya.


"Dasar nakal." Gumam Arion yang telah membuka matanya, mata hijau yang sangat indah menatap mata biru milik istrinya.


Cup...


"Morning kiss sayang.." Ucap Arion setelah mengecup bibir istrinya. Tassa hanya tersenyum malu, dia memeluk Arion dan menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.


"Malu yah.. tunda dulu malunya,ayo mandi kita akan pergi." Arion mengangkat tubuh Tassa, menggendongnya menuju kamar mandi.


"Eh... " Protes Tassa saat Arion menurunkan gaun tidurnya sampai melorot kebawah.


"Kita mandi bersama biar hemat waktu." Tassa yang pasrah membiarkan saja Arion berbuat sesuka hatinya, meskipun mereka memang hanya mandi.


"Nah pas kalian udah keluar.. koper sudah dibawa oleh Tinto. kalian langsung ke bandara, Leon aman sama kami." Ucap Anson, dia baru saja mau mengetuk pintu kamar itu.

__ADS_1


"Ok thanks kak.. titip Leon yah." Ucap Arion yang dengan cepat membawa Tassa yang masih kebingungan untuk turun ke lobi.


"Kita honey moon sayang, ke tempat yang kamu suka." Bisik Arion setelah mereka ada di dalam mobil.


"kemana?" Tanya Tassa dan Arion hanya senyum dan dia merahasiakan tujuan mereka.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"Waaahhh indahnyaaaa..." teriak Tassa kagum saat mereka sampai. Setelah hampir 17 jam mereka di pesawat, kini mereka sampai di Italia.


Sesampainya di sana mereka sudah disambut oleh keluarga dari Darren yang memang sudah kenal dekat oleh Arion. Semua telah tersedia dan saat ini mereka sudah ada di kamar hotel untuk istirahat tapi Arion akan mendaki gunung dulu karena dia sudah lama menahannya.


"Mau tidur dulu gak Sa?" Tanya Arion tapi Tassa menggeleng.


"mau mandi aja, biar seger kan dari tadi sudah tidur di pesawat." Jawab Tassa sambil masuk ke dalam kamar mandi yang sangat mewah dan Arion mengikutinya.


"Loh kok ikut masuk?" Tanya Tassa saat dia berbalik hendak mengunci pintu tapi Arion sudah ada disana.


"Kita mandi sama-sama lalu aku ingin mendaki gunung, sudah lama Sasa.. aku ingin merasakannya lagi." Bisik Arion dengan nada suara rendah dan sedikit menggetarkan tubuh Tassa, karena dia sangat suka mendengar suara bisikan itu.


"Ehm.. tapi aku... takut gak bisa puasin kamu seperti dulu, aku kan... " Tassa diam karena bibirnya sudah dilumat oleh Arion yang geram karena Tassa masih saja ragu dengan dirinya.


Tassa yang sudah lama tidak merasakan perasaan ini begitu mabuk kepayang saat Arion mulai menjelajah di lehernya lalu tangannya mere mas dua gunung kesukaannya.


"Stop! Kita mandi dulu." Tassa yang merasa gerah namun tidak nyaman karena tubuhnya lengket  itu mendorong Arion pelan. Arion pasrah saat Tassa melangkah ke bathtub dan mengisi air tersebut. Arion malah membuka seluruh pakaiannya sampai tak tersisa satu pun.


"Astaga om! kenapa itu makin besar ya? Duh..." pekik Tassa melihat tongkat yang sudah naik itu, dia membayangkan pernah merasakannya dulu dan menggigit bibirnya sendiri. Ada perasaan rindu yang sangat di hatinya bahkan tubuhnya yang telah lama dingin kembali memanas.


Arion yang sadar akan tatapan penuh hasrat Tassa pun terkekeh pelan sambil berjalan ke arahnya, "Dasar mesum!" Ucap Arion sengaja menggoda istrinya.


Sebenarnya Sasanya tidak sepolos ini, dulu bahkan dia yang menggoda Arion dan sering meminta duluan dan suka menari di atasnya. Namun kejadian pahit membuatnya kembali menjadi gadis polos, dan Arion akan mengubahnya kembali malam ini.


sreett sreettt


Arion menarik lepas dengan cepat semua pakaian di tubuh Tassa sampai dia juga polos lalu mereka bersama berendam dalam bathtub yang sudah terisi dan ditambah sabun yang kini berbusa sangat banyak.

__ADS_1


Tassa duduk di pangkuan Arion dan dengan tidak nyaman karena sesuatu telah keras dibawah sana, tapi Arion juga tidak mau tegang sendirian, tangannya sudah bermain kemana-mana membuat Tassa makin panas.


"Pindah om.. sudah.." Gumam Tassa disela des ahannya karena jari Arion sedang bermain dibawah.


Mereka membilas tubuh bersama di bawah pancuran shower, tapi  Tassa masih tidak bisa menghentikan suara indahnya karena Arion yang masih sibuk dengan gunung kesukaannya.


"Udah... pindah om Arion..." Rengek Tassa yang sebal karena dia sudah lelah berdiri lama di bawah shower.


"Baiklah sayang..." Arion mengeringkan tubuh mereka lalu mempobong Tassa dan merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


"Auh..." Rintih Tassa saat Arion kembali menindihnya dan bermain di pucuk gunungnya dengan gemas dan sesekali mengigitna pelan.


"Kebiasaan suka main gigit." Kesal Tassa tapi Arion masih asik disana dan tidak mau dia lepas.


"Ganti dong.. om.. nanti malah beda ukurannya..." Rengeknya lagi Arion begitu suka main di satu tempat saja.


"Dasar bawel!" Ucap Arion yang gemas lalu menciumi seluruh wajah istrinya itu lalu kembali, mereka saling melu mat, membelit lidah sampai puas.


Arion melanjutkan permainannya, dari bibir turun sedikit demi sedikit sambil menhecup setiap inci tubuh istrinya, lalu sampai dia daerah paling berbahaya, sebuah kawah yang dapat menelannya.


Dengan sapuan dan elusan lembut tangannya Arion bermain sebentar lalu dengan lidah nakalnya dia terus bermain disana. Tassa? Tentu Tassa sangat merasa kepanasan, darahnya berdesir, bibirnya meracau indah terdengar di telinga Arion yang makin semangat dibawah sana.


"Ahhkk... sudah, om stop.. aku gak tahan lagi.." Teriak Tassa berusaha menahan gelombang dasyat yang akan keluar, kedua kakinya terus ingin merapat tapi ditahan oleh tangan Arion. Tangan Tassa terus menekan kepala Arion semakin dalam dan sedikit menjambak rambutnya meskipun bibirnya berkata berhenti.


"Akkk... mmm..." Suara tertahan itu bersamaan dengan gelombang hebat melanda diri Tassa yang bergetar tak karuan, Arion melepaskan pagutannya dibawah sana dan menatap Tassa yang sedang menuju puncak tertingginya.


Senyum di bibir Arion dan perasaan lega di hatinya, ketakutannya tidak terjadi dan Tassa masih bisa merasakan org*smenya.


Setelah Tassa tenang Arion kembali menindihnya dan mencium bibir indah itu dalam dan lembut, tidak menggebu seperti awal permainan.


"Sa.. mau main dulu gak sama dia?" Tanya Arion dan Tassa mengangguk.


"Aku juga sudah sangat merindukannya om..." Jawab Tassa dengan malu-malu tapi mau.


Arion merebahkan dirinya terlentang dengan nyaman dan giliran Tassa yang bermain lidah, mengecup dan menggigit pelan lalu menghi sap, membuat Arion memejamkan matanya menikmati hangatnya rasa itu.

__ADS_1


"Ahhh.... Sasa sayang, kamu pintar.." Ucap Arion sambil mendesah. Dia sangat suka Tassa yang seperti ini, terlihat malu-malu tapi sebenanrya nakal, gadis kecilnya sudah kembali.


TBC~


__ADS_2