Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 36 - Kalah Taruhan


__ADS_3

Aksa memilih menggunakan tuxedo putih yang senada dengan gaun Ana yang telah diganti oleh Adel karena dia tidak mau pernikahan kakaknya disamakan dengan si curut. Jadilah kini Ana mengganti gaun dengan yang terlihat lebih simple tapi tetap cantik dan sedikit sexy. Meskipun bertubuh mungil tapi Ana memiliki porsi tubuh sesuai dan sempurna.


"Nah.. udah diubah semuanya, rambut kita gulung saja. Lalu makeup jadikan lebih sederhana." Ucap si MUA yang telah mengubah seluruh konsep dandanan sesuai dengan gaun baru yang Ana pakai.


Begitu juga Aksa yang kini tampak sangat menawan dan tampan, waktu kecil dia memiliki wajah kebule-bulean tapi makin dewasa wajahnya makin mirip ke Arka yang lebih ke tipe oriental namun ada campuran bulenya juga.


Akhirnya pernikahan putri satu-satunya dari Arden dan Hanny di gelar dengan mewah dan sangat penuh drama itu berlangsung dengan baik. Ana dapat tersenyum meskipun masih sedikit ada raut kecewa disana tapi Arka dengan mudah membuatnya kembali tertawa. Untunglah Ana selama ini memang sangat manja pada Arka seperti kepada ke 2 kakaknya, tapi tidak dengan Arion yang sering mengganggunya.


"Nah.. akhirnya Arka yang menikah duluan." Ucap Fane dengan senyum kemenangan.


"Hah iya.. kalian kalah taruhan, siap-siap lah..." Sambung Anson dengan devil smile nya.


"Taruhan apa?" Tanya Ana dengan raut wajah cemas.


"Ah itu.. kami membuat taruhan siapa yang akan menikah duluan, Aku atau Anson. Jadi aku dan Ansel kalah dan harus pakai kostum pink untuk bekerja." Jelas Aksa dan di balas tawa oleh Adel yang sudah tau. Ana dan lainnya hanya melongo tak percaya pada taruhan aneh itu.


"Untung istriku designer jadi gak akan malu pakai kostum pink yang tetap akan terlihat keren, iya kan sayang?" Ansel memeluk Adel erat di pinggangnya dan Adel mengangguk.


"Iya aku akan buat pakaian yang cocok untuk kalian berdua." Jawab Adel lalu dibalas kecupan oleh Ansel.


"Jangan pamer disini.. haiss aku masih jomblo dong sendirian." Keluh Anson karena dari ketiganya dia lah yang paling banyak pacar tapi belum menikah.


"Makanya jangan main terus Son, bawakan mommy menantu baru cepat!" Perintah Hanny yang kebetulan mendengar keluhan Anson saat dia melewati mereka.


"Duh mom.. ini Son masih usaha, mommy tenang yah.. sudah ada kandidatnya kok." Jawab Anson sambil merangkul pundak Hanny yang tersenyum sumringah mendengarnya.


"Benarkah? Bagus deh jadi semuanya selesai. Kalau kamu sudah punya kandidat jadi mommy tinggal jodohin Ion sama Vio sekretarismu itu, dia terlihat cantik." Ujar Hanny lalu pergi meninggalkan Anson dengan yang lainnya.


"Loh mommy... gak bisa begitu dong.." Anson mengejar Hanny tapi dia terlambat karena Hanny sudah menarik Vio dan mendekat ke Ion yang duduk berbarengan dengan Arlen dan yang lainnya.


Sementara Ansel dan Aksa hanya melihat dan mencurigai sesuatu. "Sel.. sepertinya ada sesuatu deh." Ucap Aksa dan Ansel mengangguk.

__ADS_1


"Vio kan? Sepertinya kak Anson perhatian banget sama dia, waktu di butik juga." Timpal Adel.


"Berarti kak Anson kena sumpah ku, dia akan nikah sama wanita yang lebih pendek dariku hehehe..." Sambung Ana yang sangat ingin mengerjai Anson.


"Baiklah.. kalian kembali ke pelaminan, karena resepsinya akan dimulai. Ini adalah pernikahan yang paling banyak dramanya." Usir Ansel kepada 2 mempelai itu.


Aksa merangkul Ana dan kembali naik ke pelaminan yang terlihat megah, Aksa sangat perhatian pada Ana dan juga sebaliknya meskipun Ana masih terlihat sedikit gugup.


"Jangan gugup Ana.. dan setelah ini mari kita bicara, aku ingin tau seluruh isi hatimu." Bisik Aksa dan Ana langsung menunduk malu karena tidak ada yang tau isi hati dia yang sebenarnya.


Setelah menyambut begitu banyak tamu, Ana terlihat sangat kelelahan. Bukan hanya lelah di tubuhnya tapi dia sudah mulai pusing karena pagi tadi banyak menangis dan masih menelan kekecewaan yang begitu besar.


"Kamu lelah An? Duduklah, tamu juga sudah gak banyak lagi, kakak akan minta izin sama daddy." Aksa menuntun Ana untuk duduk dan bersandar saja dan dia turun untuk meminta izin pada Arden untuk membawa Ana kembali ke kamar.


"Pakai kamar yang di lantai atas, sudah disiapkan sama Melvin tadi." Ujar Arden dan Aksa permisi.


Aksa membawa Ana ke kamar baru mereka dan begitu Aksa membuka pintu, kamar itu terlihat begitu mewah dengan hiasan romantis ala kamar pengantin.


Selesai membersihkan dirinya dan masih memakai jubah mandi, Ana yang malas mengeringkan rambutnya langsung merebahkan dirinya dengan rambut masih basah. Aksa yang melihat itu langsung menarik Ana untuk bangun lagi.


"Keringkan rambutmu dulu Ana.." Tegur Aksa tapi Ana masih malas dan akhirnya Aksa yang membantu mengeringkan rambutnya.


"Terima kasih kak.." Ucap Ana pelan tapi Aksa hanya tersenyum dan masih asik dengan aktivitasnya mengeringkan rambut yang lembut dan wangi itu.


"Sudah.. cepat tidur, kamu harus istirahat An.. kakak mau mandi dulu." Ana mengangguk dan kembali ke atas tempat tidur dan meemjamkan matanya, selain lelah dia juga gugup karena ini adalah malam pertama mereka dan bukan bersama Curt tapi Aksa.


15 menit kemudian, Aksa telah keluar dan naik ke tempat tidur di samping Ana yang masih memejamkan matanya tapi dia tau Ana belum tidur karena raut wajah wanita itu masih terlihat kacau.


"Ana.. jangan pikirkan apapun, tenang dan tidurlah." Ucapan Aksa berhasil membuat Ana kembali menangis. Dia akhirnya membuka mata dan tangisnya pecah lagi. Aksa merangkul tubuh mungil itu dan memeluknya erat dan menepuk pelan punggungnya.


"Maaf kak.. aku masih belum bisa melupakan Curt, 6 tahun hubungnan kami dan aku kira dia pria yang baik dan menyerahkan hatiku untuknya, tapi tapi..." Ana tidak bisa melanjutkan ucapannya dan terus menangis.

__ADS_1


"Menangislah.. menangis sepuasmu, luapkan kesedihan dan kekecewaanmu, setelah ini kau harus selalu tersenyum bersamaku An.. kakak gak akan membiarkanmu menangis lagi. Kakak mencintaimu dari dulu sewaktu kau masih ingusan.."


"Hah??" Ana menghentikan tangisnya karena terkejut mendengar ucapan Aksa, dia bangkit dan duduk berhadapan dengan Aksa.


"Maksud kakak?" Tanya Ana tak percaya.


"Iya, kakak sudah mencintaimu saat kau masih ingusan dulu, lari-lari ngejer kakak dan nangis mau ikut main." Jawab Aksa sambil terkikik mengingat masa kecil mereka. Ana yang begitu malu hanya bisa menunduk mengingat hal itu.


"Jadi kakak bukan cinta sama pacar kakak dulu?" Tanyanya lagi dan Aksa menggeleng, "Kau dengar dari mana itu?"


"Aku dengar waktu Kak Ansel dan kak Aksa ngobrol di kamar kak Ansel kalau kakak gak bisa jatuh cinta karena sudah cinta pada seorang gadis tapi masih rahasia." Jawab Ana dan Aksa tergelak mendengarnya.


"Hahaha kau tau siapa yang kakak maksud? Itu adalah Arianna Tenggara, kakak gak bisa bilang ke Ansel karena takut persahabatan kita akan rusak dan kamu waktu itu sudah dekat dengan si curut kan." Jelas Aksa, jadinya Ana begitu terkejut.


"Kenapa kakak gak bilang aja, aku kira kak Aksa memang mencintai wanita lain makanya Ana terima perasaan si Curt itu untuk melupakan kakak." Pekik Ana kesal dan mulai menangis lagi.


"Maaf, maafkan kakak An.. karena kakak kira kau hanya anggap diriku sama dengan Ansel dan Anson makanya kakak gak berani." Aksa merengkuh tubuh mungil Ana yang baru saja menjadi istrinya.


"Ya sudah.. tidur ya.. lihat matamu bengkak begini dan jadi jelek. Mana Ana yang cantik manja dan menggemaskan?"


"Ihh kak! Iya aku mau tidur.. " Ana melepaskan pelukan Aksa lalu masuk ke dalam selimut meskipun dia masih menggunakan jubah mandinya.


"Ganti baju dulu An.. atau mau kakak yang gantiin?"


"Gak..."


Ana segera masuk lagi ke kamar mandi setelah mengambil baju tidurnya di lemari dan kembali lagi dengan gaun tidur terusan berbahan satin yang telah di disiapkan oleh Hanny.


"Astaga.. Ana sangat menggoda.. " Ucap Aksa dalam hati, tapi dia tidak mau memaksa Ana apalagi hari ini hatinya sedang hancur dan bersedih. "Tenang Aksa, kau harus menunggu Ana membuka hatinya padamu lagi." Batinnya lagi.


Tak lama nafas Ana telah teratur dan dia terlelap begitu saja dengan selimut yang dia eratkan dan memeluk sebuah bantal. Aksa beranjak dari sana dan keluar kamar untuk menyusul 2 sahabatnya yang kini telah jadi kakak iparnya.

__ADS_1


TBC~


__ADS_2