
"Semuanya.. makanan telah selesai." Teriak Tassa dari dalam, Izabela mempersilakan Arion dan Leon untuk masuk ke dapur dan makan bersama. Dengan telaten Tassa menyiapkan semua makanan dan menu yang dimasaknya kali ini adalah kesukaan Arion. Sup ayam dan capchai.
"Om Arion suka dengan sup ayam ini?" Tanya Tassa dengan wajah polosnya karena melihat Arion yang makan dengan lahap dan Arion tersenyum.
"Iya sangat suka, rasanya tetap sama.. enak." Jawab Arion dan Tassa sedikit bingung dengan jawaban itu.
"Ini sangat enak kak Sasa." Leon menimpali.
"Bahkan lebih enak dari masakan papi." Sambungnya lagi.
"Kalau gitu Leon makan yang banyak biar kita bisa nakal sama-sama, mau kabur kemana besok?" Tanya Tassa dan Arion hanya menggeleng sambil melihat 2 orang yang paling dia cintai.
"Besok Leon mau berenang di laut saja, papi curang tadi pergi sendiri." Leon cemberut dan setelah selesai makan malam mereka berbincang kembali di ruang tamu tapi Tassa menjadi panik saat melihat Tinto yang masuk.
"Sasa.. jangan takut dia orang baik." Izabela mencoba menenangkan Tassa tapi percuma, gadis itu kini tak sadarkan diri karena syok dan ketakutan.
"Ini sering terjadi.. jangan cemas, dia akan bangun besok pagi." Ucap Izabela setelah Arion memindahkan Tassa ke kamarnya. Izabela menyuntikkan penenang agar Tassa bisa tidur dengan nyenyak malam ini.
"Leon bobo disini ya papi, sama mami.. Leon mau jaga mami." Ucap Leon pelan dengan wajah sedihnya.
"Iya sayang.. papi juga akan disini menjaga kalian." Ujar Arion sambil mengelus kepala Leon dengan lembut.
"Bobo dulu ya.. papi akan bicara dulu dengan grandma." Ujar Arion lagi lalu mengecup puncak kepala Leon dan berganti dengan Tassa, Arion mengecup lama kening gadis itu yang sedang tenang tertidur lelap.
Izabela yang melihatnya bernafas dengan lega, terlihat Arion begitu menyayangi Tassa meskipun gadis itu kini tidak sempurna lagi dan telah dijamah banyak pria tapi Arion masih mencintainya.
.
.
__ADS_1
.
Arion dan Izabela duduk di balkon di temani Tinto yang tetap berjaga di sisi Arion.
"Apakah kau sangat mencintai Sasa?" Tanya Izabela, mereka duduk sambil menikmati teh dan Izabela ingin tau isi hati Arion yang sebenarnya.
"Iya, sangat. Sejak dia hilang 6 tahun lalu aku selalu mencintainya. Tidak ada yang bisa menggantikan Sasa, gadis polos dan sedikit nakal itu membuatku gila." Jawab Arion dengan senyum mengembang sempurna.
"Aku lega mendengarnya, aku memperbaiki semua fisik Sasa. Setelah tau dia hilang ingatan, aku hanya berharap ada pria yang mau menerimanya dan aku menjadikannya sosok yang baru, tapi.. percuma karena fisiknya bisa aku sembuhkan tapi mentalnya tidak." Jelas Izabela sambil mengenang satu setengah tahun yang lalu.
"Maksudnya fisik yang baru?" Tanya Arion yang tidak paham.
"Aku dokter bedah plastik dan kelamin, aku bisa membuat wajah baru atau apapun menjadi baru. Sasa sekarang layaknya perawan tapi.. hanya rahimnya yang bermasalah. Dia melahirkan di umur yang terlalu muda dan akibat benturan kencang dan penyiksaan, rahimnya lemah. Bukan tidak bisa hamil tapi akan sulit. Tapi itu berangsur pulih setelah berjalannya waktu." Jelas Izabela lagi dan tampak Arion masih tenang.
"Aku tidak peduli dengan itu, yang aku mau hanya Sasa, kami sudah mempunyai Leon dan itu cukup bagiku." Tegas Arion dan Izabela mendesah pelan.
"Tapi keluargamu?" Tanya Izabela lagi melihatnya dengan keraguan.
"Tapi apa kau yakin orang-orang itu tidak akan mencari Sasa lagi?"
"Mereka sudah hancur dan aku tidak akan membiarkan mereka begitu saja kan setelah tau apa yang dialami Sasa."
"Siapa kau sebenarnya?"
Izabela kembali melihat Arion, wajah itu tampan dan mata hijau sangat jarang ada di negara ini, Izabela sedikit curiga dengan Arion.
"Nama asliku memang Arion, Arion B Tenggara." Ucap Arion dengan tenang dan masih memandang ke depan dalam kegelapan.
"Kau.. keluarga Tenggara? Tapi kenapa kau sangat lama menemukan Sasa? Bukankah Tenggara juga punya hubungan dengan Mafia?" Tanya Izabela terkejut.
__ADS_1
"Itu kesalahan terbesarku, aku terlalu nyaman bersama Sasa saat itu, hingga aku tidak tau dan tidak mencari tau nama lengkapnya atau siapa dia sebenarnya sampai dia hilang baru aku menyadari, aku sama sekali tidak tau tentang dirinya bahkan sampai sekarang, tidak tau kenapa dia meninggalkanku. Padahal kami hidup dengan bahagia."
Arion kembali meninikkan air mata, dia begitu lemah jika dihadapakan pada kenyataan betapa bodohnya dia saat itu.
"Aku menjadi bodoh karena cinta, aku pikir hanya dengan Sasa di sisiku semuanya selesai." Sambungnya lagi.
"Aku juga kehilangan Sasa, saat itu aku memang bukan ibu yang baik dan sering meninggalkannya di rumah bersama maid dan supir. Hingga kejadian itu aku kehilangan Sasa dan juga suamiku. Saat menemukan Sasa, aku begitu terpukul, kenapa putriku harus menderita seperti itu saat aku berkeliling dunia membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Malah putriku sendiri sangat mendertita."
Izabela kembali terdiam dia tidak sanggup melanjutkan ceritanya tetapi Arion mengerti karena dia sudah menyelidiki semua tentang Izabela yang memang adalah dokter baik dan peduli akan sesama.
"Apa yang akan kau lakukan dengan Sasa?" Tanya Izabela.
"Aku ingin membawanya bersamaku, aku akan menikahinya." Jawab Arion dan Izabela terenyum tipis.
"Dia tidak takut padamu tapi belum tentu dia akan ikut apalagi menikah denganmu. Kalian ibaratnya baru saling kenal." Balas Izabela, Arion menarik nafasnya dalam.
"Aku akan disini sampai dia mau ikut denganku tentu dengan bantuan Leon." Senyum Arion mengembang. Dia tidak mungkin akan meninggalkan gadis itu lagi, tidak akan pernah!
"Baiklah.. aku akan menitipkan putriku padamu, aku akan pergi jauh karena tugas yang tidak bisa aku tolak, sebenarnya aku ingin membawa Sasa tapi kondisi disana sangat sulit dan dia takut dengan pria, aku tidak bisa membawanya."
Izabela memberikan sebuah map pada Arion, disana berisikan data asli seorang Tassa yang selama ini hidup sebagai Vinsa.
"Tassa Wardani, umur 21 tahun? Apa tidak salah? Setauku Sasa sekarang 25 tahun, karena saat pergi dariku dia baru saja berumur 19 tahun." Kaget Arion karena jika benar Tassa 21 tahun berarti dia melahirkan Leon saat berumur 16 tahun.
"Iya Tassa memang beumur 21 tahun sekarang, aku tidak tau bagaimana dia bisa berumur 19 tahun saat bersamamu tapi putri kandungku saat ini memang seharusnya masih 21 tahun." Jelas Iabela menegaskan.
"Pantas saja dia begitu polos dan masih suka main seperti remaja saat itu, aku masih penasaran kenapa dia meninggalkanku." Lirih Arion.
"Dengan ini, bisa aku pastikan Sasa telah mengalami hilang ingatan 2 kali dalam hidupnya. Aku mohon padamu untuk menjaganya Arion."
__ADS_1
"Pasti, aku akan menjaganya dengan hidupku."
~Bersambung~