
melihat Tassa telah tidur dengan tenang, Arion masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bercukur. Kini dia terlihat rapi dan lebih muda dari sebelumnya. Pria 33 tahun itu sekarang tidak terlihat sesuai umurnya malah jauh lebih muda.
Memang Arion adalah pria tampan bahkan sejak dia masih bayi sama dengan Arianna kembarannya. Campuran wajah Arden dan Hanny membuatnya tampak tampan dan juga manis.
"Papi...!" Teriak Leon yang saat ini sedang bermain bola dengan Cody di halaman samping dekat kolam renang.
"Mami mana pi?" Tanya Leon sembari berlari menghampirinya, disana juga ada Tinto yang selalu berjaga memperhatikan tuan kecilnya.
"Mami tidur lagi, tadi mami sakit kepala. Kamu temani mami dulu ya.. papi mau siapin sarapannya." Arion kembali masuk ke dalam rumah mertuanya lalu melihat isi dapur dan mulai memasak. Jika dulu Sasa yang selalu memasak untuknya, hari ini dia akan membuat masakan special untuk gadis tercintanya.
Masakan selesai dan Arion membawanya ke kamar Tassa dan melihat ternyata gadis itu sedang duduk bersama Leon dan sedang tertawa bahagia tempat tidur, duduk dan bermain bersama.
"Papi... kak Sasa sudah bangun." Ujar Leon saat Arion masuk membawa makanan.
"Ha? Wah.. om Arion kenapa jadi tampan dan muda?" Tanya Tassa dan dia terpukau menatap Arion yang menghampirinya. Mata cantik gadis itu tidak menoleh sedikitpun dari Arion, dia terpesona.
"Aku membawakan sarapan untukmu.." Ucap Arion lalu duduk di tepi ranjang dan mulai mengaduk makanan yang dia bawa lalu menyuapkan ke Tasaa. Gadis itu membuka mulutnya tanpa berpaling dari Arion.
"Bagaimana? Enak?" Tanya Arion sambil tersenyum dan memandang Tassa.
"Om jangan senyum begitu.." Ucap Tassa yang kini sadar dan menunduk sambil memegang dadanya.
"Loh kenapa?" Tanya Arion sambil melirik Leon yang juga tersenyum senang.
"Om jangan senyum, jantung Sasa bunyinya dug dug dug kencang banget." Ucapnya polos dan Arion malah semakin melebarkan senyumnya.
"Iiihh jangan senyum." Tassa menutup mulut Arion dengan kedua tangannya tapi Arion segera menurunkan tangan itu dan kembali menyuapi Tassa makan.
__ADS_1
Dengan patuh gadis itu memakan semuanya sampai dia kekenyangan dan bersendawa membuat Arion dan Leon tertawa keras mendengarnya sedangkan Tassa yang malu hanya bisa menunduk lagi.
.
.
.
"Sasa.. Leon..." Panggil Arion tapi tidak ada yang menyahut, Arion sudah berkeliling rumah tapi keduanya tidak ada di manapun sore itu. Arion hanya meninggalkan mereka setengah jam untuk bekerja dan meeting dengan anggota 'Blake' lainnya.
"Kemana mereka?" Gumam Arion lalu melihat Cody juga tidak ada. Arion berjalan keluar dan menyuruh Tinto juga ikut mencari Leon dan Tassa. Mereka berpencar.
"Tuan.. mereka ada di pantai dan sedang berenang." Ujar Tinto saat dia ke balkon samping yang merupakan tebing yang bisa melihat jauh ke bawah.
Arion mengikuti Tinto dan melihat memang benar Tassa dan Leon sedang berenang di tepi pantai.
.
.
"Leon Sasa.." Teriak Arion menghampiri mereka dan Leon yang sedang berenang-senang pun hanya nyengir melihat Arion yang sudah di dekat mereka yang sedang bermain air.
"Kalian bisa berenang?" Tanya Arion sedikit tegas.
"Aku bisa." Jawab Tassa yakin.
"Leon gak papi tapi ada kak Sasa jadi Leon gak takut." Jawab Leon dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Arion.
__ADS_1
"Lain kali kalau mau ke laut bareng papi, jika ombak sedang besar bisa bahaya." Ucap Arion dan mereka mengangguk bersama.
Arion juga tidak mau memarahi 2 anak nakal ini, dan akhirnya dia menemani mereka bermain dan berenang di pantai itu. Tawa, canda dan kejar-kejaran membuat mereka terlihat seperti keluarga utuh yang bahagia.
"Ayo kembali!" Teriak Arion pada Tassa yang semakin berenang jauh tapi dia segera kembali setelah mendengar teriakan Arion.
"Sudah hampir malam, ayo.." Ajak Arion dan mereka kembali ke rumah. Disana sudah ada seorang pelayan wanita yang di panggil oleh Tinto untuk menyiapkan makan malam untuk Tuannya, sedangkan dia sendiri menghindar ke ruangan lain jika ada Tassa yang masih ketakutan melihatnya.
"Mama kenapa belum pulang?" Tanya Tassa pada Arion yang sedang duduk menunggu makan malam yang di sediakan oleh pelayan.
"Dokter Izabela sedang ke pulau seberang, ada banjir disana dan butuh bantuan." Jawab Arion dan Tassa mengangguk karena dia juga sudah biasa terkadang di tinggal beberapa hari karena mamanya pergi menolong orang.
"Terus om sampai kapan tinggal disini?" Tanya Tassa lagi.
"Selamanya, atau sampai kamu mau ikut aku pergi." Jawab Arion dengan santai tapi tidak dengan Tassa yang bingung dengan jawabn itu.
"Ha? Pergi kemana? kenapa ikut pergi?" Tanya Tassa lagi sambil menggaruk keningnya.
"Iya kak Sasa harus ikut kami pergi, Leon mau kak Sasa jadi maminya Leon." Ucap Leon semakin membuat Tassa bingung.
"Iya.. aku sudah melamarmu pada dokter Izabela dan dia setuju, kau mau kan menikah denganku?" Tanya Arion.
Tassa tampak semakin bingung, kenapa dia harus menikah dengan orang yang baru dia temui? Meskipun Tassa juga terpesona dengan ayah dan anak ini tapi dia masih tidak percaya kalau ibunya setuju dia menikah.
"Tapi om..kita baru bertemu 2 hari, memang om itu tampan, sangat tampan tapi kan Tassa masih kecil. Om juga kenapa gak cari istri om saja? Kata Leon kalian mencari mami Leon yang hilang." Ucap Tassa tanpa menyembunyikan apapun.
Bersambung~
__ADS_1