Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 31 - Sekretaris Baru


__ADS_3

Anson masih berada di kantornya dan ini sudah 6 bulan setelah hari dimana mereka membuat taruhan konyol. Sampai sekarang Anson masih belum menemukan siapapun yang dapat menggetarkan hatinya begitu juga Aksa yang hanya bekerja dan bekerja.


Di usia mereka yang hampir 28 tahun itu, Ansel sudah punya anak kembar dan Adel juga sedang mengandung anak ke 3 nya. Sedangkan Fane kini jadi ayah 5 orang anak dan sangat bahagia akhirnya jagoan kembar yang terakhir ini sangat mirip dengannya.


"Tuan Anson, nanti akan ada beberapa kandidat sekretaris baru karena sekretaris anda akan resign bulan depan." lapor asistennya.


"Ya ampun Melvin, bisa gak biasa aja jangan pake Tuan?" Kesal Anson yang tidak suka pada Melvin yang masih kadang lupa kalau dia tidak suka sesuatu yang terlalu formal apalagi sedang berdua.


"Hehehe maaf lupa kak.." Balas Melvin anak pertama dari Vino yang merupakan penerusnya dan asisten Anson.


"Coba liat dulu datanya.."


Melvin memberikan tabletnya dan disana tertera 7 calon sekretaris Anson yang terlihat cantik dan sexy.


"Wow.. kau ini mau cariin sekretaris atau calon istri buatku sih?" Tanya Anson begitu melihat wanita cantik bak model internasional.


"Oh iya pilih 3 ya karena akan banyak kerjaan mulai bulan depan, kita kan ada proyek baru dan semua kerjaan sudah dilimpahkan ke kantor pusat." Ujar Melvin lalu Anson begitu tergiur dengan beberapa wanita disana.


"Yakin mereka semua pintar? Bukan cuma menang cantik dan sexy aja kan?" Anson memastikan karena beberapa yang lalu sangat tidak bisa bekerja hanya bermodal kecantikan saja.


"Iya lumayan lah, gak bodoh juga tapi kalau yang biasa aja tapi pintar ada, slide terakhir." Jawab Melvin dan Anson segera menggeser benda pipih itu dan melihat seorang wanita culun disana.


"Hm.. terlihat pintar." Gumam Anson melihat wajah wanita disana.


"Loh dia baru 21 tahun? Sudah lulus dengan 2 gelar?" Tanya Anson lagi setelah membaca data disana.

__ADS_1


"Iya kak, dia pintar dan rajin hanya saja kurang beruntung karena dari keluarga kurang mampu jadinya pada saat dapat beasiswa kuliah ke luar negri dia tidak bisa ikut terbentur biaya hidup disana jadi dia pilih ambil 1 jurusan baru lagi." Jelas Melvin dan Anson terlihat tertarik dengan wanita itu.


"Baiklah aku pilih dia, setidaknya aku bisa serius kerja tanpa melihat paha dan dada di mana-mana hehehehe." Ucap Anson sambil tertawa.


\=-=-=-=-=-=-=-=-=


Violet Ascella, wanita muda 21 tahun yang saat ini sedang menangis meratapi takdirnya yang sungguh menyedihkan. Dia tengah berada di antara orang-orang yang berlarian kesana-kemari menyirami rumahnya yang terbakar habis.


"Ya ampun Vio... ayo jangan disini, bahaya." Melvin menarik Vio dan membawanya masuk kedalam mobilnya yang terparkir jauh dari sana karena ramainya mobil dan orang-orang yang sedang sibuk, bahkan 2 mobil pemadam kebakaran juga masih berjejer berusaha memadamkan amukan api yang tak kunjung reda.


"Sudah Vio.. kalau nangis terus nanti Emi bisa ngamuk padaku." Bujuk Melvin tapi Vio tetap menangis semakin kencang dan Melvin tampak bingung dan akhirnya membiarkannya saja.


"Untung surat-surat pentingku ada padamu karena aku hanya bisa menyelamatkan ini." Ujar Vio disela isak tangisnya. Melvin membongkar tas yang sejak tadi di pegang olehnya dan melihat hanya ada laptop, dompet, celengan, foto keluarganya dan.. "Apaan ini? Surat hutang?" Tanya Melvin.


"Cicilan hutang ayah kan belum lunas jadi aku masih mencicilnya masih ada 4 tahun lagi." Lirih Vio bahkan dia sama sekali tidak memakai baju yang layak saat ini. Dia hanya memakai baju tidur lusuhnya dan sandal jepit. Untung 3 stel kemeja dan celana panjangnya untuk persiapan kerja masih di laundry dan tempat laundry itu cukup jauh sehingga tidak ikut dilahap api.


"Pesan dari Emi kau tinggal dulu di apartemennya dan semua surat penting ada di kantor, lusa datang kerja saja karena kau sudah diterima." Ucap Melvin yang menjadi kelegaan tersendiri buat Vio yang sedang hancur sekarang ini.


"Benarkah aku bisa kerja?" Tanyanya tak percaya.


"Iya..  lusa masuk sekarang kita ambil laundry mu dan membeli sepatu. Pakai dulu ini setelah gajian kau bayar saja langsung ke rekening itu." Melvin memberikan kartu kreditnya dan dia sengaja berkata seperti itu karena dia sangat yakin Vio tidak mau menerima bantuan secara cuma-cuma.


"Terima kasih.."


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


"Loh mana sekretaris baruku Vin?" Tanya Anson karena sudah jam 10 tapi belum melihat sekretaris barunya.


"Besok kak masuknya, tadi malam rumahnya kebakaran jadi aku kasih 1 hari lagi buat beresin barangnya." Jelas Melvin dan Anson mengangguk.


"Kasian juga dia, sekarang tinggal dimana?" Tanya Anson lagi.


"Sementara di apartemen pacarku, Emily, sampai bulan depan baru cari tempat lagi, aku gak sanggup kalau Emi ngomel terus kalau gak jagain sahabatnya itu."


Anson mengangguk lagi dan tidak ada respon karena dia tidak kenal dengan Emily itu apalagi calon sekretarisnya.


Tak lama Aksa datang dengan tergesa-gesa, "Son kau tau Ana mau nikah?" Tanya Aksa dan dia tampak panik.


"Iya, minggu depan. Kenapa?" Tanya Anson dan Aksa duduk termenung karena dia sama sekali tidak tau apapun tentang pernikahan Ana dan kekasihnya yang telah menjalin hubungan selama 6 tahun itu.


"Ohh aku cuma kaget karena gak tau sama sekali." Jawab Aksa lalu dia kembali diam dan pindah duduk di sofa dan memainkan ponselnya.


Dia mencari IG Ana dan melihat postingannya yang begitu terlihat bahagia, Aksa tersenyum melihatnya, "Adik kecil kita sudah dewasa ya Son.." Gumamnya pelan dan masih tersenyum.


Bagi mereka Ana tetaplah adik kecil mereka, meskipun Ana, Ion dan Adel umurnya sama tapi karena Ana pendek dan mungil otomatis dia menjadi yang paling kecil meskipun triplets setahun dibawahnya, namun karena Kiara tubuhnya lebih tinggi sedikit dari Ana tetaplah Ana yang dianggap paling kecil.


"Iya, tapi aku kok ragu ya sama si curut itu?" Ucap Anson dan Aksa mengenyit bingung.


"Loh curut? Kok curut?" Aksa balik bertanya dan Anson menghampirinya.


"Aku pernah lihat dia di mall sama seorang wanita cantik juga tapi saat ketemu aku tanya dia bilang itu sepupunya, sempat sih tanya Ana tapi dia bilang iya itu sepupu tapi mereka tampak mesra." Jelas Anson tapi Aksa tidak terlalu memusingkan itu karena setaunya Curt memang pria baik dan selama ini Ana terlihat bahagia bersamanya.

__ADS_1


TBC~


__ADS_2