Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 67 - Tassa


__ADS_3

"Kau tidak apa-apa?" Tanya wanita paruh baya yang keluar dari mobil.


"Tidak apa-apa, permisi saya buru-buru." Arion terus berlari mengikuti Cody dan sampai di sebuah gerbang dan ternyata mobil itu juga berhenti disana.


"Maaf ada apa ya? Ini rumah saya." Tanya wanita berwajah bule tadi dan Arion mengerutkan keningnya bingung.


"Saya ikut anjing anak saya dan sampai kesini, anak saya hilang dia baru 5 tahun." Jawab Arion dengan wajah panik namun tetap tenang.


"Maaf tapi tidak mungkin anak anda ada disini, tidak ada yang boleh keluar masuk dari rumah ini." Ujar wanita itu tapi Cody sudah mengais gerbang itu dan menggonggong.


"Bisakah anda memeriksanya dulu?" Tanya Arion dan wanita itu pun masuk kedalam gerbang dan meninggalkan mobilnya di luar.


"Leon!" Teriak Arion saat melihat Leon yang sedang berlari dalam keadaan basah dengan tertawa ceria. Akhirnya wanita itu pun bernapas lega, benar anak itu ada disini bersana anaknya.


"Papi.. hahaha papi panik ya? Leon jadi anak nakal sekali saja." Ujar Leon tertawa dan Arion hanya menggeleng. Dia melihat ada gadis yang tengah memungut handuk yang di lempar Leon tadi. Saat gadis itu berbalik Arion sangat terkejut.


"Sasa..." Ucapnya memandang gadis itu tanpa berkedip.


"Ya? Om kenapa tau nama Sasa?" Tanya Tassa dan Arion langsung mendekat dan memandang mata gadis itu. Wajah ini sedikit berbeda dengan Sasanya tapi mata dan suaranya sama, iya ini adalah Sasanya.


"Sasa.. Sasa.." Lirih Arion lalu memeluk Tassa dengan erat, Tassa terkejut tetapi dia hanya diam dan sedikit gemetar.


"Sasa.. kau kemana saja." Ucap Arion lemah dan dia mulai menangis.


"Maaf tuan kenal anak saya?" Tanya wanita itu, Arion melepaskan pelukannya tapi dia menggenggam erat tangan Tassa.


"Anda dokter Izabela Kinga.. iya kan?" Tanya Arion dan wanita itu terkejut. Bukan hanya dengan Arion yang menyebut namanya tapi juga karena Tassa yang biasa saja melihat pria di depannya bahkan dia hanya diam saat dipeluk.


"Kau mengenal Tassa?" Tanya Izabela dan Arion mengangguk. Leon juga melihat heran ke Arion dan menggenggam tangan papinya itu.


"Boleh kita bicara?"


"Baik silakan masuk."


"Sasa.. bersihkan dirimu dan ajak sekalian anak ini." Perintah Izabela dan Tassa menurut lalu menggandeng Leon masuk ke dalam rumah. Izabela juga menyadari kemiripan Leon dengan Tassa.

__ADS_1


.


.


.


"Jadi bisa anda jelaskan kenapa anda membawa Sasa kesini?" Tanya Arion.


"Saya juga mau tanya apa hubunganmu dengan Tassa?" Izabela balik bertanya.


"Baiklah aku akan menceritakan dulu, Sasa adalah gadis yang aku cintai, dia pergi dariku setelah kami beberapa bulan hidup bersama, selama 6 tahun ini aku mencarinya sampai saat dimana aku tau keberadaanya tapi kondisininya sangat..." Arion terhenti dia tidak sanggup melanjutkan lagi.


"Kondisinya sangat parah saat aku menemukannya di rumah sakit. Setengah wajahnya rusak, luka di sekujur tubuh, bagian kewanitaannya juga luka parah dan rahimnya juga terluka saat itu. Dan masih terlihat jelas sisa kekerasan seksual." Lanjut Izabela dengan wajahnya yang terlihat marah.


Arion mengusap wajahnya kasar, dia sangat emosi dan ingin sekali lagi melampiaskan kemarahannya pada orang-orang bejad itu.


"Aku tau.. saat aku mencarinya aku melihat cctv di rumahnya dan saat itu kata pelakunya Sasa melompat dari tebing dan jatuh ke sungai. Aku tidak bisa mencarinya karena Leon akan operasi jantung dan membiarkan anak buahku yang mencarinya." Jelas Arion.


"Lalu mereka dimana?" Tanya Izabela dan Arion menatapnya dengan tajam.


"Tassa adalah anak kandungku.. jadi aku membawanya."


Arion terkejut mendengar pengakuan Izabela, "Bagaimana bisa?" Tanya Arion dan Izabela menghela nafasnya panjang.


"Aku kehilangannya 15 tahun lalu, dia di culik oleh supirku dan dia ingin tebusan tapi ada beberapa hal yang akhirnya membuat kami tidak bisa membawanya kembali. Saat aku melihatnya di rumah sakit aku langsung tau karena dia sangat mirip almarhum suamiku, dan apakah anakmu itu juga anak Tassa? Karena aku periksa dia pernah hamil dan melahirkan." Tanya Izabela dan Arion mengangguk lalu dia menceritakan semuanya.


Izabela menangis, dia terisak sedih membayangkan apa yang telah terjadi pada anaknya dan dia sungguh tidak terima atas semua kelakuan pria bejat yang menjual Tassa pada pria hidung belang.


"Tenang dokter, mereka sudah mendapatkan hukumannya." Ujar Arion dengan nada dan suara dingin.


"Lalu apa yang terjadi dengan Sasa dokter?" Tanya Arion karena dia bingung Sasa tidak mengenalnya.


"Dia koma hampir 2 bulan saat bangun dia tidak kenal siapapun bahkan namanya lalu aku memutuskan untuk mengganti identitasnya sesuai dengan nama aslinya. Aku mengubah wajahnya agar sedikit berbeda agar orang yang menjahatinya tidak bisa mengenalnya. Aku berharap dengan mengembalikan semua menjadi utuh nantinya dia akan menemukan pria baik yang akan menjaganya tapi.. Sasa, dia tidak bisa mendekat pada pria, melihat seorang pria saja dia bisa histeris makanya aku membawanya jauh ke daerah terpencil ini. Tapi melihatmu memeluknya dan dia hanya diam saja, aku terkejut." Jelas Izabela dan mereka kini terdiam lama ke dalam pikiran masing-masing.


"Mama sudah makan?" Tanya Tassa yang keluar bersama Leon.

__ADS_1


"Wah matanya juga biru." ucap Leon melihat mata Izabela.


"Leon.. panggil grandma." Ujar Arion dan Leon lalu memanggilnya.


"Grandma aku Leon." Ucapnya dan Izabela langsung memeluk cucunya.


"Aku tau, dia mirip dengan suamiku dan Sasa." Ujar Izabela lalu mengelus wajah Leon.


"Grandma kenapa menangis?" Tanya Leon sambil mengusap air mata itu.


"Grandma hanya senang bertemu dengan Leon." Ujar Izabela dan kembali memeluk Leon dengan erat.


Kruukk.. Suara perut Leon terdengar nyaring, "Hehehe Leon lapar." Ucapnya sambil tertawa pelan.


"Kakak masak yah, tunggu disini." Tassa masuk ke dalam menuju dapur dan Arion tetap memandangnya sampai dia menghilang ke balik dinding pemisah.


"Leon.. " Arion mengangkat Leon dan di pangukannya. "Leon senang dengan kak Sasa?" Tanya Arion.


"Ehm.." Leon mengangguk dan Arion menatap wajah anaknya yang sangat mirip Sasanya.


"Kak Tassa adalah mami, kita telah menemukan mami sayang." Ucap Arion lirih dan air matanya jatuh begitu saja.


"Yang benar papi, hore!" Teriak Leon senang, meskipun dia tidak pernah melihat wajah maminya tapi dia sangat suka dengan Tassa.


"Tapi mami sedang sakit, jadi dia lupa pada kita. Leon yang sabar ya.. jangan bikin mami sedih." Ucap Arion.


"Jadi mami gak kenal Leon karena sakit? Apa bisa sembuh? Leon juga sakit dan sudah sembuh." Tanyanya dan Arion menggeleng.


"Gak tau, yang penting kita sama-sama jaga mami yah. Leon mau kan?"


"Iya papi, kalau gitu Leon gak jadi nakal deh. Tadi Leon sama kak Sasa janjian akan nakal sama-sama dan bikin papi pusing." Ucapnya dan Arion mengecup kening Leon karena gemas. Benar mereka sangat mirip.


"Leon bobo sini yah.. bobo sama mami tapi tetap panggil kak Sasa, sampai mami ingat baru panggil mami." Pinta Izabela tapi Leon melah melihat ke Arion pertanda meminta izin, dan Arion mengangguk.


"Baik Leon menginap dan papi juga." Jawabnya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2