Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 76 - Keluarga Besar


__ADS_3

"Papi..." Panggil Tassa pada Arion yang pagi itu tampak tampan dengan kemeja putih dan celana bahan hitam, rambutnya disisir rapi keatas dengan sedikit bulu-bulu halus yang sudah tumbuh di dagunya.


"Iya Sasa sayang..." Jawab Arion lalu mendekat pada Tassa dan mengecup bibirnya singkat. Tassa yang tidur di kamar Leon tadi sudah tidak sabar untuk bertemu Arion hingga dia menunggunya di depan pintu kamar Arion yang ada di sebelah.


"Hmm... bolehkah kita nikah setelah mba Melly sembuh?" Tanya Tassa dengan ragu-ragu.


"Tidak bisa Sasa, operasi wajah bisa 6 bulan baru sembuh, apalagi kaki bisa lebih kama lagi. Aku sudah tidak sabar ingin memakanmu." Jawab Arion dengan usilnya dengan menggigit hidung Tassa.


"Memakan? Ck... lagian dulu juga belum nikah sudah sering." Sahut Tassa dengan kesal.


"Itukan kamu yang menggodaku, lupa?" Tanya Arion dan mengingatkan Tassa dengan betapa nakalnya dia dulu yang dengan sengaja menggoda Arion, memutuskan memberikan yang pertama pada pria yang dia cintai sebelum menikah karena dijodohkan.


"Itu kan karna... karna..." Tassa tidak bisa melanjutkan ucapannya, dia malu.


"Sudah, jangan di ingat dan sekarang kan kamu balik perawan lagi." Tassa terbelalak, dia kaget dengan ucapan Arion itu.


"Hah? Mana bisa om.. ada-ada saja." Arion tertawa pelan lalu mendekap tubuh mungil Tassa ke pelukannya.


"Bisa, dokter Izabela sangat hebat. Dia menyembuhkanmu dan mengembalikanmu seperti semula, seperti dulu sebelum aku mengambil keperawananmu. Jadi siap-siap untuk malam pertama kita nanti." Bisik Arion dan Tassa menegang tiba-tiba.


"Apa rasanya akan sakit seperti waktu itu?" Tanya Tassa dengan polosnya dan makin membuat Arion tertawa.


"Sakit tapi enak.. kau saja memintanya terus." Jawab Arion lalu mencium Tassa lagi, lebih lama.


"EHEM!" Deheman seseorang mengganggu kegiatan mereka.


"Jangan di depan pintu gitu kalau mau gituan, masuk aja ke kamar." Anson menangkap basah mereka.


"Isshh.. kak Son ganggu saja!" Ketus Arion namun Tassa malah malu dan bersembunyi di dada Arion dengan membenamkan wajahnya disana.


.


.

__ADS_1


.


Tassa dan Hanny sedang ada di Line Boutique mau mencoba gaun pengantin yang dibuat khusus oleh Adel untuk calon adik iparnya. Tassa yang melihat butik itu dari luar berhenti dan mematung menatap bagunan yang semakin besar itu. Jika dulu hanya 2 ruko jadi 1, kini sudah 4 ruko jadi 1.


"Mommy... ini butik yang pernah masuk tv kan? Yang bajunya banyak di pakai artis, trus kalau di film tuh di belakangnya ada nama butik ini." Tanya Tassa matanya masih bergulir melihat bagunan yang makin megah itu.


Hanny tidak menjawabnya, dia hanya tersenyum lalu menarik lengan Tassa lembut untuk mengikutinya masuk kedalam.


"Loh ada kak Adel.." Ucap Tassa saat sudah berada di lantai 2 kantor Adel berada.


"Iya, Adel pemilik butik ini Sa.." Ucap Hanny yang berhasil membuat Tassa makin terbelalak kaget.


"Hahah kamu lucu banget sih Sa.. sini, aku perlihatkan gaunmu." Ucap Adel dan membawanya ke salah satu ruang khusus Adel bekerja.


Tassa masuk ke sebuah ruangan cukup luas dan ada banyak manekin berjejer di samping dinding dan ada 1 manekin terletak di tengah dengan gaun pengantin yang terlihat simple tapi manis.


"Ini gaun untuk pemberkatan paginya, sesuai kan?" Tanya Adel dan Tassa hanya bisa mengangguk menatap gaun sederhana namun cantik itu. Dengan atasan kemben yang tertutup brukat full sampai lengan lalu bawahan A line yang simple seperti yang pernah dia lihat di TV saat nonton bersama Arion di rumahnya bulan lalu.


"Ini gaun kami, yang warna biru adalah gaun kami, seluruh keluarga yang wanita memakai gaun biru ini, warnanya seperti warna matamu." Jawab Adeline lalu membawanya ke ruangan sebelahnya yang lebih luas lagi dan disana juga ada banyak gaun yang lebih mewah.


"Ini gaun untuk resepsi pernikahan malam hari, lihat.. karna Arion itu sedikit posesif jadi gaun tertutup ini lah yang sesuai konsep acaranya." Jelas Adel dan Tassa bahkan tidak merespon dia hanya menatap gaun itu tanpa bekedip.


"Konsep acaranya apa?" Tanya Tassa lagi yang tidak tau menau dengan acara pernikahannya. Yang dia lihat adalah gaun mewah bergaya eropa zaman dulu tapi telah dimodifikasi lebih modern oleh Adel yang memang jago dengan gaun seperti ini.


'Om Arion.. gaun eropa zaman dulu cantik yah, unik. Kalau Sasa nikah nanti ingin gaun mirip ini dan pestanya juga mirip pesta zaman dulu itu.'


Tassa menitikkan air matanya saat mengingat ucapannya dulu saat menonton sebuah film yang bahkan dia tidak mengerti film apa, dia hanya fokus melihat indahnya gaun dan pestanya.


"Sasa kenapa menangis?" Tanya Adel sedikit panik melihat calon adik iparnya yang masih menangis, sudah 10 menit Tassa menangis tersedu mengingat masa lalu.


"Om Arion masih ingat ucapanku dulu padahal aku hanya asal ucap saat nonton film." Ucap Tassa sambil menahan isak tangisnya.


"Jangan nangis dong, harusnya Sasa senang.. Arion begitu mencintaimu Sa.. kau harus jaga dia dengan baik. Kita sebagai menantu keluarga Tenggara memang sangat beruntung memiliki mereka, setia dan sangat sayang pada istri. Kamu harus bersyukur dan berbahagialah." Adel memeluk Tassa, menepuk pelan punggungnya agar gadis itu lebih tenang.

__ADS_1


"Loh loh ada apa ini..?" tanya Hanny yang baru masuk kesana sehabis melihat gaun dan baju cucu-cucunya yang masih dalam pengerjaan oleh asistennya Adel di lantai 3.


"Mommy.. tidak apa-apa, Sasa hanya terharu om Arion masih ingat ucapan asal Sasa tentang gaun pengantin dan benar-benar ada sekarang." Jawab Sasa masih terisak dan menunjuk gaun pengantinnya.


"Aduh.. mommmy kira ada apa, jangan menangis sayang.. calon pengantin tidak boleh menangis." Hanny juga memeluk calon menantunya itu sampai Sasa tenang baru mereka melanjutkan acara mencoba gaun.


Semakin siang semakin ramai karena seluruh anggota keluarga sudah datang satu per satu untuk mencoba gaun, apalagi anak-anak sangat berisik dan ramai. Sampai-sampai pelanggan VIP yang biasanya boleh naik ke atas terpaksa di larang sementara waktu.


Pas Arion datang Tassa sudah selesai mencoba gaunya dan berganti dengan pakaian biasanya tapi Adel mengganti pakaiannya dengan dress selutut.


"Mana calon pengantinku mom.." Tanya Arion begitu sampai di lantai 2.


"Itu.." Hanny menunjuk Tassa yang baru keluar dengan dress selutut tanpa lengannya berwarna biru tua.


"Loh mana gaun pengantinnya?" Tanya Arion seelah melihat Tassa yang hanya memakai gaun biasa, meskipun terlihat cantik.


"Rahasia, nanti kamu lihatnya pas acara, tidak boleh protes." Sergah Hannya lalu pergi dari Arion karena pekerjaannya masih banyak untuk mengatur cucunya yang sangat ramai.


"Kalian pergi dulu pilih cincin, disini biar kami yang atur, ajak Leon sekalian. Dia belum makan siang, katanya mau tunggu kalian." Ucap Vio yang juga sibuk dengan 2 pasang anak kembarnya.


"Nanti malam jangan lupa makan malam di rumah uncle Fane dan Auntie Ay.. " Teriak Anson sebelum Arion turun kebawah dengan tangan kanannya mendekap Tassa dan tangan kirinya menggandeng Leon.


"Loh bukannya rumah om Ansel?" Tanya Arion bingung.


"Pindah, tidak muat." Jawab Anson singkat.  Arion yang mengerti pun berlalu dari sana karena sedikit pusing melihat ruangan yang tadinya luas menjadi sedikit sumpek karena kebanyakan orang.


"Huh.. akhirnya.." Arion menghela lega setelah masuk ke dalam mobil, Leon duduk di depan bersama Tinto dan Arion bersama Tassa di belakang.


"Ramai sekali keluargamu om.. hihihi.." Tassa tertawa kecil melihat Arion yang pusing sendiri.


"Mereka kebanyakan anak sayang, Kak Ansel 3, kak Anson 4, Ana 2, untung kita masih 1, belum lagi nanti malam ada auntie Ay dan uncle Fane anaknya 5, trus om Arlen cucunya juga banyak. Om Jupi, om Bintang dan Vino cucunya ada berapa ya? Aku lupa.. Nah om Jeremy juga huh..." Ucap Arion yang sudah pusing menghitung jumlah anggota keluarganya sendiri.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2