Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 49 - Akhirnya Menikah


__ADS_3

Vio terbagun karena rasa hangat di pagi hari, dia sedikit berkeringat dan kepanasan tapi ternyata dia sadar kalau tubuhnya tidak dapat bergerak sama sekali karena ada di dalam dekapan Anson.


"Kak Anson.. bangun." Vio menggeliat tapi tubuhnya sama sekali tidak dapat berpindah.


"Kak bangun.."


"Kenapa panggil aku kakak?" Tanya Anson masih dengan mata terpejam.


"Kan.. kakak baik hati tapi mesum waktu itu hehehe atau tetap panggil Bapak saja?"


Anson membuka matanya dan menatap mata Vio yang indah, mereka saling menatap karena Vio juga terpesona pada mata Anson yang hijau dan selalu membuatnya meleleh.


"Panggil sayang saja, atau hubby, apapun jangan kakak, kau jadi mirip Ana."


"Baiklah setelah menikah aku panggil Bi saja."


"Pintar."


Anson mengecup bibir Vio, dia menaikan tubuh Vio agar duduk di atasnya lalu menarik wajah Vio turun dan mencium bibirnya lagi dan lagi sampai.."


"Astaga! Kalian..." Pekik Hanny begitu membuka pintu di ikuti oleh Arden di belakangnya. Vio langsung melompat turun dari atas tubuh Anson yang sedang kesal karena acara paginya terganggu.


"Son.. sabar lah 2 minggu lagi." Ucap Arden sedikit terkekeh.


"Mommy dan daddy ganggu saja pagi-pagi." Anson yang kesal lalu menganggat Vio lagi dan memeluknya.


"Sudah lepas.. aku mau ke toilet." Akhirnya Anson melepaskannya dan Vio yang sangat malu berlari ke toilet dan sekalian mandi karena Hanny memberikan paper bag berisikan pakaiannya.


Setelah selesai mereka berkumpul dan sarapan bersama, Anson terus saja menyuapi Vio dan berkali-kali Vio ingin makan sendiri tapi tidak di perbolehkan.


Arden tersenyum melihat perhatian Anson pada calon istrinya, "Hahaha kau memang anakku Son." Tawa Arden dan hanny langsung mencubitnya.


"Auhh sayang.. kok di cubit?" Protes Arden dan Hanny melotot padanya.


"Kalau bukan anakmu anak siapa?" Tanya Hanny dengan nada kesal.


"Maksudnya dia benar-benar mirip aku mommy... lihatlah begitu perhatian sama calon menantu kita." Jelas Arden.


"Semua anak-anak kita kan memang penyayang kak.. Ansel, Anson, Ana semuanya sayang pada pasangannya. Hanya tinggal Arion tuh yang belum ketemu sama belahan jiwanya."


"Biar saja, dia masih muda."

__ADS_1


.


.


.


"Vio kita ke dokter mata yuk.. setelah itu pulang." Ajak Ana dan Vio mengikutinya. Semua barangnya sudah dipindahkan ke mobil oleh pengawal mereka.


pemeriksaan mata selesai, dan mata Vio akan segera di lakukan tindakan operasi lasik. Vio akan melakukannya karena Anson selalu bilang kalau matanya sangat indah.


"Sembuhnya akan makan waktu dari beberapa hari sampai 1 minggu, jadi masih sempat sebelum acara pernikahan nanti dan kau akan bebas dari kacamata sepertiku." Ujar Ana sambil tersenyum cerah. Ana dan Adel yang akan merubah penampilan Vio agar dia tidak diremehkan orang lain lagi.


Seminggu setelah operasi, Vio kini sudah bisa lepas dari kacamata dan perlahan dia bisa melihat dengan normal meskipun masih harus hati-hati. Vio sudah kembali ke apartemennya bersama Emi karena minggu depan akan diadakan pernikahannya.


Keluarga Tenggara makin sibuk, bahkan Hanny sudah beberapa hari menginap di salah satu hotel dekat gereja kecil tempat pernikahan di adakan.


"Ayo kita ke salon untuk perawatan." Ajak Emi karena 2 hari lagi Vio akan menikah. Vio segera ikut dengannya ke salah satu salon ternama di kota itu dan dia mengambil paket pranikah dan Vio menikmati semuanya dengan senang hati.


.


.


.


Sesampainya di hotel kecil tapi nyaman, Vio langsung di suruh istirahat padahal dia sangat rindu dengan Anson yang sudah seminggu ini tidak bertemu karena Hanny melarang mereka.


Anson juga sama, padahal mereka ada di hotel yang sama tapi beda lantai saja. Dia begitu rindu dengan calon istrinya dan sudah tidak tahan ingin menciumnya tapi dia selalu di kawal oleh Arden dan Arion agar tidak ke tempat Vio.


"Sabar Son.. itu anaconda pasti gak sabar lagi yah?" Tanya Arden terkekeh dan puas melihat Anson gelisah terus beberapa hari ini.


"Hah.. sulit dad, aku rindu Vio." Lirih Anson.


"Hahahah dasar bucin.." Ejek Arion dan Anson melemparnya dengan bantal.


"kau lihat saja, habis ini kisahmu akan di ceritakan juga." Balas Anson.


"Oh no.. kisahku special jadi akan di buat khusus, gak bercampur dengan kalian hehehe.." Ion tertawa dan membuat Anson tambah kesal.


"Kalau special, berati kisah cintamu lebih sulit dari kita semua hahaahah." Kali ini Anson menang karena Ion terdiam sambil berusaha menelan air liurnya.


"Kak.. jangan begitu dong, Ion lagi ngejer gadis cantik nih." Ujar Ion lirih.

__ADS_1


"Gadis cantik? Berapa umurnya Ion? Jangan macam-macam." Tanya Arden.


"Masih 18 tahun dad, baru saja tamat sekolah hehehe.." Jawab Ion terkekeh tapi dia sedikit takut diamuk daddynya.


"Jangan merusak anak gadis orang, kalau serius jalani dan minta secara baik-baik dengan keluarganya dan pacaran dulu." Pesan Arden dan Ion mengangguk.


"Sulit dad, bahkan dia gak tau aku siapa, dia juga gak tau keluarga kita. Bener-bener gadis polos."


"Ya sudah.. pelan-pelan akan dapat."


Ayah dan 2 anak lelakinya mengobrol karena menemani Anson yang terus gugup dan gelisah menunggu beberapa jam kedepan untuk menghadapi pernikahannya.


.


.


.


"Waaahhh cantiknya sahabatku!" Pekik Emi begitu masuk ke kamar Vio yang baru selesai di make up. Dia telah mengenakan gaun pernikahannya yang sangat cantik. Meskipun sederhana tapi terlihat anggun dan tetap mewah.


Anson tertegun saat melihat Vio yang berjalan masuk ke dalam gereja kecil itu yang telah di sulap menjadi indah dengan bunga mawar putih di sepanjang jalan yang dilewati Vio menuju calon suaminya.


Senyum mereka mengambang sempurna dan saling menatap kuat dan penuh cinta dari kejauhan.


1jam lamanya pemberkatan mereka dan kini Anson dan Violet telah resmi menjadi suami istri, begitu lega terpancar dari wajah Anson yang sejak tadi begitu tegang.


"Silakan kalian boleh berciuman sekarang." Ujar sang pendeta dan Anson tak menunggu lama, dia langsung mencium Vio dengan lembut namun sangat bergairah sampai harus di tegur oleh yang lain baru dia melepaskan istrinya itu.


"Ayo Son.. tahan dulu sampai malam, kita masih harus ke acara selanjutnya." Ucap Hanny dan Vio bingung mendengarnya padahal dia kira sudah selesai.


Anson menuntun Vio sambil saling mengeratkan lengan mereka menuju halaman belakang gereja itu. Vio sungguh tak menyangka, halaman kecil itu telah berubah menjadi tempat jamuan yang mewah.


"Kok mewah? kan aku maunya sederhana." protes Vio pada Anson.


"Ini sederhana sayang.. bagimu mewah bagiku ini sederhana." Jawab Anson dan Vio berpikir sejenak.


"Ah iya juga ya.. aku lupa bilang kalau maunya sederhana versiku, tapi aku suka.." Ujar Vio dan Anson yang gemas langsung mengecup bibir mungil itu yang terus tersenyum.


Acara makan siang bersama berlangsung dengan kekeluargaan dan hanya teman dan keluarga yang hadir, juga hanya ada 1 wartawan khusus yang meliput tapi tidak boleh mengganggu acara yang sangat private ini.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2