
Sudah 3 jam Arion menunggu dan akhirnya dia hanya bisa termenung memikirkan Vinsa yang hilang entah kemana, dia yakin kalau gadis itu masih hidup. Setelah Leon sembuh mereka sendiri yang akan pergi mencari Vinsa di seluruh pelosok negri.
Arion merebahkan dirinya di kursi tunggu disana, memandang langit-langit putih dan lampu yang menyilaukan, pikirannya melayang mengingat masa lalu, mengingat bagaimana suara riang dan menyebalkan itu memanggilnya.
~flashback~
Arion sedang berada di Lane's yang hari ini sangat ramai dan penuh sesak karena kedatangan aktor hollywood dan mereka malah bersenang-senang di Lane's yang mewah.
Arion sedikit kesal karena club nya itu jadi ricuh tak terkendali, bahkan sampai ruang VIP juga sangat berantakan tapi mau bagaimana lagi, ini adalah moment yang jarang terjadi dan Arion hanya pasrah. Paling besok akan di liburkan untuk renovasi lagi.
"Itu apa lagi sih..?" Tanya Arion pada salah satu pengawal disana.
"Itu Tuan, ada pelayan yang tadi di lecehkan dan gadis itu melempar botol pada pelanggan." Jawab si pengawal dan Arion segera menghampiri.
"Ada apa ini?" Ujar Arion tegas dan menatap tidak suka pada salah satu pelanggannya dan dia tau kalau pelanggan ini memang terkenal mesum, beberapa kali membuat masalah.
"Hei.. pelayanmu ini melemparku dengan botol, mana tanggung jawab kalian?" Teriak pelanggan itu dalam keadaan mabuk dan keningnya yang sudah memar bahkan benjol.
"Kau yang kurang ajar menyentuh bok*ngku." Hardik si pelayan itu.
"Aduh.. Sasa! Minta maaf." Bentak si manajer saat melihat Sasa yang berbuat ulah.
"Gak mau, dia yang salah!" Tolak Sasa tak kalah kerasnya, Arion menghela napasnya dan menyuruh pengawal mengusir pelanggan itu dan Sasa diminta menghadap.
Arion menunggu hampir setengah jam barulah Sasa masuk ke ruangan VIP-nya dengan tampilan berbeda dan sedikit kampungan. Hanya kemeja lengan panjang warna krem dan celana panjang kain berwarna hitam, rambut panjangnya di ikat kebelakang dan tanpa makeup sama sekali. Yang menarik perhatiannya hanya kulitnya yang kuning langsat tapi wajah oriental dengan mata biru. "Sangat unik." Gumam Arion saat melihat gadis di depannya.
"Nama?" Ujar Arion dengan nada bertanya.
"Sasa." Jawabnya singkat.
"Umur?"
"18 tahun."
"Kau tinggal di mana?"
"Kontrakan dekat sini."
"Hem.. kenapa gak ada data di sini?" Gumam Arion dan manajer segera menghampirinya.
"Maaf tuan, dia hanya bekerja 2 hari ini karena terlalu ramai." Ucap si manajer dan Arion mengangguk.
"Kali ini kau ku biarkan, tapi lain kali jangan langsung melawan, itu bahaya. Jika terjadi lagi kau bisa melaporkannya pada atasanmu." Tegur Arion dan gadis itu tampak mengerutkan keningnya karena bingung.
"Kau siapa om?" Tanya Sasa dan Arion begitu terkejut mendengarnya.
"Kau gak kenal aku?" Tanya Arion dengan nada sedikit tinggi.
__ADS_1
"Untuk apa kenal denganmu?" Tanya gadis itu lagi dan Arion akhirnya kesal dan benar-benar ingin mencium gadis itu.
"Ah.. sadar Arion, ngapain cium gadis ini." Batin Arion.
"Apakah sudah selesai om? Aku mau pulang karena jam kerjaku sudah habis." Tanya Sasa dengan cueknya dan Arion merasa kesal dengan gadis kecil ini apalagi dengan sebutan om.
"Aku bukan om mu, jadi panggil aku Arion, A-ri-on!" Tegas Arion dengan nada kesal.
"Ohh baiklah om Arion." Jawab Sasa masih dengan santainya.
"Mana KTP mu." Ujar Arion sedikit ketus.
"Hilang kecopetan waktu kemari tadi malam." Ucap Sasa dan Arion mendengus kesal. Bisa-bisanya si manajer pekerjakan gadis ini tanpa tanda pengenal.
"Tapi om Arion, kamu ini siapa?" Tanya Sasa lagi karena dia bingung disana ada pak manajer tapi kenapa om ini yang terus bertanya.
"Aku bosnya dia." Tunjuk Arion pada manajer disana dan Sasa mengangguk paham.
"Kalau begitu om lebih hebat dari pak manajer, aku boleh kan kerja disini 10 hari aja."
Arion menatap malas pada gadis itu, sejak tadi dia sepertinya cuek tapi setelah dia tau Arion bosnya malah minta kerja.
"Kenapa gak kerja di tempat lain? Kau gak takut kejadian tadi bisa saja terjadi lagi padamu?" Tanya Arion sengaja memancing gadis ini.
"Om, aku baru lulus SMA dan semua surat penting hilang jadi aku harus cari kerja dimana? Disini kan bisa tuh kerja gak pake KTP, sehari 150rb, kalau 10 hari 1,5juta nah 500rb bisa buat urus surat di kampung, sisanya kembalikan ke ayah karena ayah akan marah kalau aku gak bawa uang." Jelas Sasa dengan matanya menatap pada Arion.
"Baiklah.. tapi jangan jadi pelayan di club, kau jadi pelayan pribadiku disini dan hanya layani aku termasuk pijat tubuhku jika aku lelah."
Arion tersenyum penuh arti karena dia ingin sekali mengerjai gadis yang terlihat polos ini.
"Baiklah, tapi pekerjaanku apa aja om?" tanya Sasa lagi dan Arion berpikir sejenak.
"Hmm... besok saja kita bicarakan, ini hampir pagi dan kau pulang pakai apa?" Tanya Arion yang sedikit khawatir dengan gadis ini.
"Pakai kaki lah om.." Jawab Sasa dan Arion tampak kesal dengan jawaban itu.
"Dasar.. huh... aku antar saja. Cepat!"
Arion jalan duluan dan Sasa mengekorinya tanpa banyak tanya, "Lumayan bisa simpan energi buat besok." Ucap Sasa dalam hati.
"Sasa.. ini beneran tempat tinggalmu?" Tanya Arion begotu terkejut karena ini tempat para pemulung bermalam dan mana ada kontrakan di daerah ini.
"Iya, karna aku gak ada KTP dan uang jadi ada ibu-ibu yang baik membawaku kemari untuk bermalam beberapa hari." Jelas Sasa dan Arion begitu terenyuh dan sangat kasihan ada gadis ini.
"Kalau jadi pelayan di rumahku mau? Dapat tempat tinggal, kau bisa masak? bersih-bersih?" tanya Arion.
"Wah bisa.. itu keahlianku om." Jawab Sasa dengan semangat.
__ADS_1
"Okeh.. kau jadi pelayan di rumahku saja." Tanpa menunggu jawaban dari Sasa, Arion segera putar balik dan menuju ke apartemennya.
"Lah.. kok gitu? gaji aku berkurang dong om?" Protes Sasa karena setaunya dari ibu yang menolongnya itu, upah menjadi pelayan di rumah tidak sebesar di club malam.
"Jangan berisik, aku jamin gajimu sama." Ketus Arion.
"Tapi.. kalau om orang jahat bagaimana? kalau aku di bunuh, di ambil organnya dan di jual?" Tanya Sasa tampak panik, tapi bagi Arion dia malah tampak lucu dan menggemaskan.
"Kau sangat berisik, kau kira mudah mau jual organ? Bisa saja kau penyakitan dan gak laku di jual."
"Kalau gitu bisa sama Om itu hidung belang seperti yang tadi kan, aku bisa di perkosa."
"Astaga, badan kurus kering begitu. Gak n*fsu!"
"Siapa bilang? Kata temanku aku ini paling cantik diantara mereka loh om."
"Itu berarti kau tercantik diantara yang terjelek."
Arion melirik ke Sasa yang terdiam, mungkin kesal dan Arion menahan tawanya. Sebenarnya gadis ini cukup cantik, dia manis dan unik. Arion begitu memperhatikan gadis ini dan tidak tega jika dia tinggal di tempat kumuh tadi.
"Ayo turun." Perintah Arion dan Sasa mengikutinya berjalan di parkiran gedung.
"Wah.. ini tempat apa Om? kok sepi dan gelap banyak mobil lagi." Tanya Sasa sedikit takut karena gelap mungkin.
"Ini namanya apartemen dan ini gedung parkiran. Jangan berisik dan ikut saja."
Arion berjalan cepat, langkah kakinya yang besar susah untuk di ikuti oleh Sasa sehingga dia sedikit berlari kecil untuk mengimbanginya.
"Masuk." Ujar Arion begitu membuka pintu apartemennya.
"Waaaaa..... bagus sekali rumah om."
Arion tersenyum melihat kepolosan gadis ini, sangat lucu saat wajahnya terlihat takjub akan sesuatu.
Sasa masih berlarian dari dapur, ke kamar mandi dan balkon yang sangat tinggi. Dia baru pertama kali melihat kota dari ketinggian karena dirinya baru saja datang dari kampung kurang dari seminggu.
"Om Arion, disini gak bisa lihat bintang ya?" Tanya Sasa dan Arion juga ikut penasaran, dia mengikuti Sasa ke balkon dan melihat ke langit malam tapi memang benar tidak ada bintang sama sekali.
"Apa di kota memang gak ada bintang?" Gumamnya pelan.
"Sudah, masuk lah anginnya kecang nanti masuk angin." Arion mendorongnya untuk masuk dan kembali mengunci pintu balkon.
"Kemari, ini kamarmu dan yang disana kamarku. Di kulkas ada bahan makanan dan mulai besok kau masak sarapan untukku dan membersihkan seluruh apartemen ini. Tapi aku gak sering pulang kemari, paling hanya 2 sampai 3 kali seminggu, selebihnya aku ada di rumah orangtuaku." Jelas Arion lalu Sasa mengangguk tanda dia mengerti.
"Tidurlah.." Ucap Arion lalu dia juga masuk ke kamarnya yang jarang dia tempati.
Bersambung~
__ADS_1