Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 48 - Dia Calon Istriku!


__ADS_3

Vio terbangun dari tidurnya karena mendengar suara berbisik dan beberapa suara benda berdentingan.


"Kau sudah bangun nak?" tanya Hanny dan Vio bingung dengan keberadaanya saat ini.


"Jangan takut, kau aman sekarang. Ayo duduk dan makan dulu, ini sudah sangat malam." Hanny membantunya duduk dan Vio dengan patuh memakan makanan yang dibawakan Hanny untuknya.


"Lihat wajah imut ini penuh luka, 2 minggu lagi kau akan menikah." Lanjut Hanny dan dia menghela lemah melihat kondisi calon menantunya ini.


"Tante, kenapa aku bisa di sini?" Vio bertanya karena dia masih bingung dan karena pusing dia sejak tadi hanya diam.


"Tadi Anson menemukanmu di gudang dan luka-luka ini, hah... wanita itu, Anson pasti akan memberinya pelajaran!" Geram Hanny saat Anson menceritakan semuanya.


"Dimana Anson tante?"


"Dia kembali ke perusahaan untuk menghajar wanita itu, tenanglah dia bersama Melvin."


"Tapi.. tante, apakah aku boleh bicara padanya?"


"Jangan dulu sayang.. makanlah, sebentar lagi mereka kembali."


Vio melanjutkan makannya dengan perasaan khawatir dan setelah selesai Hanny berbicara padanya untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, tapi Vio masih enggan menceritakannya.


"Kau harus ceritakan masalahmu Vio.. kalian sebentar lagi akan menikah jadi jangan ada rahasia apapun, ceritakan semua masalahmu ya.. tante juga dulunya begitu, tapi om selalu tau apa yang menjadi masalah tante dan dia yang selesaikan semuanya. Dia menjagaku dengan sangat baik dan tante tau Anson dan anak-anak tante yang lain juga akan menjaga orang yang mereka cintai."


Hanny menjelaskan, berharap Vio akan memberitahu segala kegundahan hatinya ataupun masalahnya agar dapat segera di selesaikan oleh Anson.


"Mulai sekarang panggil aku mommy, sebentar lagi kau akan jadi menantuku dan kau sama dengan Ana, juga putriku."


Vio menangis, dia sangat senang mendapat perhatian lagi dari seorang ibu.


"Mommy..." Ucap Vio lirih lalu memeluk Hanny dengan erat. Setelah puas menangis Vio akhirnya menceritakan segala masalahnya pada Hanny dan tentu Hanny merekam semuanya untuk di kirimkan ke Anson.


"Aku lelah mom... semua pekerjaanku dan Mika aku yang kerjakan. Tadi siang Anson mengajak makan siang dan ke butik jadi pekerjaan Mika tidak bisa aku kerjakan dan dia marah lalu memukulku dan mengurungku disana." Jelas Vio masih dengan isak tangisnya.


"Kenapa kau mau mengerjakannya? Bukankah kalian punya pekerjaan masing-masing?" Tanya Hanny heran melihat calon menantunya ini.


"Awalnya aku tolak tapi dia mengancam dengan video waktu aku dulu di buli di sekolah.. mereka punya banyak video dan fotoku yang sangat memalukan mom." Tangis Vio pecah lagi dan Hanny segera memeluknya.


"Kau sangat menderita... siapa saja mereka itu?" Tanya Hanny.


BRRAAKKK!

__ADS_1


"Vio kau tak apa-apa?" Teriak Emi dengan khawatir tapi dia langsung terdiam melihat siapa yang ada bersama Vio di dalam.


"Ma ma maaf nyonya aku tidak tau anda di sini." Ujar Emi sedikit ketakutan, tapi Hanny malah tersenyum. Setidaknya masih ada teman yang mengkhawatirkan Vio.


"Masuklah.. mari kita bicara sama-sama, kau Emily kan? Teman Vio dan pacarnya Melvin?" Tanya Hanny dan Emi mengangguk dengan sopan lalu mendekat dan mereka duduk bersama.


"Jadi siapa saja mereka yang punya videomu itu Vio?" Tanya Hanny lagi.


"Video apa?" Tanya Emi yang belum tau apapun.


"Mereka punya banyak foto dan video saat aku di buli dulu." Jawab Vio sambil menatap Emi.


"Brengsek! Pasti Jannet, dia kan sekarang nempel sama Mika." Bentak Emi kesal.


"Siapa Jannet?" Tanya Hanny lagi.


"Jannet itu yang selalu membuli Vio sejak sekolah dulu sampai kuliah dan sekarang juga di kantor. Dia sangat iri dengan Vio karena Vio selalu mendapat nilai terbaik sedangkan dia tetap jadi nomor 2." Jelas Emi berapi-api dan semakin kesal.


"Kenapa gak lawan saja dia?"


"Gak bisa tante, dulu ayahnya Vio itu supir ayahnya Jannet dan ibu Vio pelayan di rumahnya juga, makanya dia sering berbuat seenaknya, apalagi sebelum ayahnya meninggal keluarga mereka mempunyai hutang yang banyak pada ayah Jannet. Aku bahkan gak tau kalau Jannet punya foto itu, kenapa kau diam saja!" Emi semakin kesal juga pada Vio yang terlalu takut pada mereka.


"Soalnya ada videoku yang sangat memalukan.." Lirih Vio sambil menunduk, "Dia mengancam akan menyebarkannya." Sambungnya lagi.


.


.


.


Anson begitu murka setelah mendengar pengakuan Vio, sebenarnya dia sudah tau dari cctv yang dia putar mulai dari Mika yang bisa bekerja dengan baik dan ternyata semuanya adalah pekerjaan Vio.


"Pantas saja dia selalu lelah dan stress.. ini penyebab penyakitnya." Geram Anson lalu dia lanjut mendengarkan lagi dan bertambah murkalah seorang Anson yang ramah dan baik hati itu.


"Vin kau seret wanita bernama Jannet itu, lalu bawa mereka ke markas." Perintah Anson dan sorot matanya terasa sangat dingin dan auranya bahkan lebih mengerikan dari pada Ansel yang sedang marah.


Melvin segera mendatangi rumah Jannet dan membawanya bertemu dengan Anson, Jannet sangat senang sewaktu tau kalau Anson mau bertemu dengannya apalagi tengah malam seperti ini begitu juga ayahnya.


Setelah sampai, Jannet begitu terkejut karena dia di bawa ke sebuah rumah di daerah terpencil dan disana banyak pria seram berbadan besar dan dia di seret dengan kasar untuk duduk di salah satu kursi lalu di ikat.


"Kenapa ini? Kenapa aku diikat? Di mana Tuan Anson?" Tanya Jannet yang tengah ketakutan dan gemetar.

__ADS_1


Salah satu pengawal mengambil ponselnya dan memberikan ke Melvin, lalu Anson masuk dan melihat 2 wanita itu.


"Buka penutup kepalanya." Perintah Anson dan akhirnya Mika terlihat pingsan sambil duduk di kursi dengan posisi yang sama dengan Jannet.


"MIKA!" Teriak Jannet terkejut.


"Byuurrr..." Pengawal itu menyiram Mika dengan air sampai dia sadar.


"Ada apa ini.. kenapa aku.. kalian.." Mika terkejut saat melihat kondisinya.


"Tuan, apa salah kami?" Tanya Jannet yang semakin ketakutan.


"Salah kalian? Karena kalian berani menyentuh wanitaku." Ujar Anson datar dan wajahnya berubah mengerikan dan terlihat kejam.


"Aku tidak mengerti tuan.. kami tidak melakukan apapun." Ujar Mika gemetar karena dinginnya ruangan itu apalagi dia sedang basah kuyup.


"Apakah semua foto dan video Vio ada disini?" Tanya Anson menatap tajam pada Jannet.


Jannet terperanjat, "Jangan bilang kalau anak culun itu wanitanya Anson.." Ucap Jannet dalam hati.


"Violet.. dia calon istriku dan kalian berani mengganggu ketenangan hidupnya berarti kalian sedang cari masalah denganku. Jawab!! Dimana foto dan video itu?" Bentak Anson dengan kuat.


"A a ada di di ponsel itu dan beberapa di laptop dan teman-temanku." Jawab Jannet tergagap karena takut dengan wajah dingin Anson.


"Melvin, cari semua orang yang ikut membuli Vio kumpulkan mereka dan cari semua foto dan video, 2 hari ini harus selesai." Perintah Anson lalu dia segera meninggalkan tempat itu dengan membawa ponsel Jannet. Dia tidak ingin melihat foto Vio sambil bersama Jannet, bisa-bisa dia gelap mata dan memukul wanita itu disana.


Dalam perjalanan ke RS Anson diatar salah satu pengawal dan dia membuka semua foto dan video Vio yang tengah di buli oleh Jannet dan temannya. Anson tampak mengeraskan kepalan tangannya.


Vio di jambak, di tendang bahkan di injak kepalanya di lantai. Seragamnya di buka dan dadanya di r*mas oleh beberapa gadis disana sambil di rekam. Vio menangis dan mereka tertawa. Begitu sakit hati Anson melihat keadaan Vio.


.


.


.


Jam 2 pagi Anson masuk ke ruang rawat Vio yang sedang terlelap, dia membersihkan diri dulu karena telah sibuk seharian. Setelah mandi dia mengganti bajunya yang telah di siapkan Hanny di sana.


Anson merebahkan dirinya di samping Vio lalu mendekap wanita mungil itu, Anson mencium berkali-kali puncak kepalanya.


"Aku akan menjagamu dan selalu membuatmu bahagia Vio sayang." Ucap Anson pelan lalu dia memejamkan matanya dan juga ikut terlelap.

__ADS_1


TBC~


__ADS_2