Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 44 - Kita Belum Menikah


__ADS_3

"Ini dari mommy, minum lah biar nanti perutmu gak sakit." Anson memberikan teh jahe yang dia keluarkan dari tas ranselnya. Vio mengambilnya dan meminum pelan-pelan, sambil Anson memesan makanan di lounge VIP itu.


"Nanti kita sekamar aja ya.. aku sudah atur kamar kita yang ada connecting doornya." Ucap Anson dan Vio menghela napasnya pelan.


"Tapi kan gak boleh.. kita belum nikah dan memangnya bisa request begitu?"


"Bisa Violet... aku sudah ambil daftar kamar yang kamu punya tadi dan Melvin sudah atur."


"Loh.."


"Ssstt gak ada bantahan dan nanti ikuti list yang diberikan orang hotel saja."


"baiklah.."


Vio pasrah karena tidak bisa membantah apapun yang Anson mau, lagi pula dia tenang karena sedang datang bulan jadi yang dia takutkan tidak akan terjadi.


Melvin sudah memberitahukan apa saja kelakuan Anson selama ini dan apa yang berubah pada diri Anson setelah berpacaran dengan Vio. Dia tidak mempermasalahkan hal yang lalu, yang penting Anson telah berubah dari pria yang selalu di kelilingi wanita kini menjadi Pria yang lebih serius bekerja dan tidak bermain wanita lagi.


"Kamu juga jangan terlalu lelah, berikan semua pekerjaanmu pada Mika dan Anita, mereka aku pekerjakan untuk membantu mu baby.. ingat."


"Iya sayang.. "


Anson mengelus pipi Vio yang menurutnya sangat lucu, pipi chubby dan kemerahan seperti anak kecil.


Baru saja Anson mau mendekatkan wajahnya untuk mencium Vio, mereka sudah di panggil untuk naik ke pesawat.


Anson dan Vio duduk di first class dan yang lainnya di kelas dibawahnya dan itu sangat membuat Jannet dan Mika iri.


"Beruntung banget si culun itu? Nyebelin ih.. harusnya kita yang di sisi Anson."


"Bener tuh.. tapi lumayan sih aku sudah boleh masuk ke ruangannya meskipun harus izin si culun jelek itu.


"Ah.. aku ingin deh di samping Anson caranya gimana yah?" Tanya Jannet tapi Mika terlihat tak suka dengan pertanyaan itu.

__ADS_1


"Enak aja! Aku baru juga mau mulai gak akan kasih kesempatan pada yang lain." Ucap Mika tapi dalam hati, dia tidak mau memberikan Jannet kesempatan itu meskipun sebulan terakhir ini mereka cukup dekat sebagai teman kerja.


"Sebaiknya pikirkan bagaimana cara menyingkirkan si culun jelek itu dari sisi Anson, kalau Melvin datang seharusnya statusnya sama dengan kami." Ujar Mika yang dibalas anggukan oleh Jannet.


"Aku sudah mengancamnya pakai video yang kau berikan waktu itu dan sekarang dia lebih nurut." Sambungnya lagi sambil tersenyum licik.


"Berguna kan video itu... hahahah aku masih punya banyak fotonya, dia akan habis kalau aku keluarkan semua. Kau siksa saja dia, aku jamin dia gak akan melawan." Balas Jannet seraya melihat ponselnya yang penuh dengan foto memalukan dari Vio yang dia ambil sejak dulu mereka di SMA yang sama.


Di sisi lain dari pesawat, tampak Anson sangat perhatian pada Vio yang sedang tertidur. Dia menarik kacamatanya lalu menyelimuti dan menarik Vio untuk merebahkan dirinya lebih nyaman di kursi mewah itu sambil terus menatapnya.


"Kenapa sih kamu bikin aku deg deg an terus? Kayanya sumpah di anak nakal Ana pendek itu beneran deh, aku cinta sama wanita mungil dan menggemaskan ini." Gumam Anson yang begitu mabuk dengan cinta yang baru kali ini dia rasakan.


Anson juga berubah menjadi sosok yang berbeda, jadi lebih bertanggung jawab atas pekerjaannya, dulu mana pernah Anson bekerja sekeras ini, itulah yang membuat Hanny makin sayang pada Vio.


"Vio.. bangun baby." Anson membangunkan Vio yang masih terlelap, Vio sudah menggerakkan tubuhnya tapi dia malah berbalik dan tidur menyamping seperti di kasurnya sendiri. Karena tubuhnya yang mungil, kursi mewah pesawat itu sangat terlihat nyaman padanya.


"Vio.. kalau gak bangun aku cium disini.." Ancam Anson dan sontak Vio membuka matanya.


"Gak kok.. memang lagi gak bisa tidur, apa sudah sampai?"


"15 menit lagi."


"Aku ke toilet dulu."


Vio mengambil tas nya dan berbegas ke toilet, selang 10 menit Vio kembali lagi dengan wajah segar dan Anson memberikan kembali kacamatanya.


"Bisa gak jangan pakai kacamata? Aku suka lihat mata cantikmu itu."


"Gak bisa.. mataku kabur kalau gak pakai, gak bisa lihat yang jauh atau membaca nantinya."


"Pakai softlens saja."


"Mataku sensitif jadi gak bisa di pakaikan apapun, pasti nangis terus."

__ADS_1


"Kalau begitu, sebelum kita nikah ke dokter dulu periksa mata, coba bisa di laser saja seperti Ana, mau yah.."


"Tapi kan mahal.."


"Hei.. aku siapa? Kau akan jadi nyonya muda Tenggara jadi kau bisa pakai uangku sebanyak yang kau mau Vio."


"Tapi.. ak..."


"Sudah.. jangan membantah. Ikuti saja, nanti mommy atau Ana yang akan temani."


Vio diam, dia juga tidak bisa membantah apapun yang diinginkan pacar kayanya itu.


Setelah turun dari pesawat mereka berdua kembali menunjukan sikap profesional seperti layaknya atasan dan bawahan. Tapi memang pada dasarnya Anson orang yang santai jadi dia juga bersikap baik pada karyawan lainnya.


Sebelum menuju ke pabrik yang masih butuh 2 jam perjalanan mereka singgah ke sebuah restoran untuk makan siang dan itu semua di atur oleh Vio sebagai asisten Anson, yang lain sungguh senang karena restoran yang di datangi adalah restoran mewah dan terkenal.


"Wah.. jarang bisa makan disini." Ucap salah satu dari mereka.


"Aku bahkan baru sekali ini." Sahut yang lainnya.


Sedangkan Jannet dan Mika merasa mereka sedikit norak karena restoran seperti ini biasa saja, mengingat mereka berdua memang dari keluarga yang juga kaya.


Vio tentu saja dibantu juga oleh Melvin dan banyak bertanya tetang pekerjaannya dan apa saja kebiasaan Anson dan makanan kesukaannya.


Setelah selesai makan siang, mereka melanjutkan perjalanan, dengan 2 mobil karena Anson ingin mesra-mesraan dengan Vio dan tidak mau ada yang mengganggu. Dan Jannet dan Mika sudah menatap Vio dengan tatapan tidak suka dan sinis.


"Apa Mika dan Jannet membuatmu gak nyaman?" Tanya Anson begitu mereka masuk ke mobil yang hanya ada mereka berdua dan supir. Anson menyadari pandangan sinis mereka berdua pada Vio.


"Gak sih.. mereka cuma cemburu mungkin, kan aku beruntung bisa dekat sama Tuan tampan yang digilai seluruh karyawan wanita di perusahaanmu." Jawab Vio sambil tersenyum menutupi perasaaanya yang sebenarnya.


"Hmm.. begitu ya, aku memang tampan." Anson tersenyum sombong dan Vio terkekeh melihatnya. Mereka ngobrol banyak hal berdua sampai tidak terasa mobil sudah masuk ke area kawasan industri yang berarti telah hampir sampai.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2