
Sorenya Arion dan Tinto baru selesai menyiapkan keperluan mereka, Tinto menyuruh anak buahnya duluan pergi ke tujuan untuk mencari lokasi yang pas untuk memarkirkan bus mereka tanpa harus berjalan jauh untuk ke pantai. AKhirnya setelah menemukan lokasi yang cocok dan disana sama sekali belum ada penghuninya barulah Arion dan Tinto bergerak.
Leon juga sangat senang karena dia begitu takjub saat melihat pasir berwarna pink di internet dan sangat ingin menyentuh pasir itu. Leon berpindah duduk di depan tepat di pangkuan Arion dan tetap mengedarkan pandangannya ke kanan dan kiri yang masih berbentuk hutan.
"Kita gak bisa parkir di dekat pantai Tuan, tapi kalau mau lihat dari atas bukit bisa saja." Ujar Tinto tapi Arion tampak tidak puas akhirnya dia memutuskan untuk menginap saja di bus dan akan berangkat ke pantai di pagi hari agar pantai berwarna pink itu lebih terlihat warnanya.
"Kau mau nginap disini atau cari hotel?" Tanya Arion pada Tinto.
"Nginap sini aja Tuan, besok kita mau pergi pagi-pagi kan, biar bawa 2 motor. Saya bisa bawa barang-barang nantinya." Jawab Tinto dan Arion mengangguk.
Baru jam 8 malam dan mereka telah selesai makan malam dan menelepon Hanny sebagai rutinitas setiap malam. Leon yang senang bercanda dan tertawa bahagia dengan omanya begitu menarik perhatian Arion yang akhirnya ikut nimbrung ke obrolan mereka.
Jam 5 pagi Arion membangunkan Leon dan mereka bersiap untuk ke pantai dengan motor. Arion membawa Leon dan dia berdiri di depan Arion dengan senangnya sedangkan Cody yang ada di ransel di gantungkan di punggung Arion. Tinto dengan motornya membawa peralatan mereka, 2 buah tenda, alat masak dan bahan makanan juga air secukupnya serta ransel berisikan baju ganti mereka.
Motor melaju dengan santai karena hari masih pagi dan ketika sampai, Leon begitu senangnya, dia membuka ransel Cody dan berlari menyusuri pasir berwarna pink karena pantulan matahari pagi.
"Tinto, coba cari warga sekitar, apakah ada lahan yang bisa di pakai untuk parkir bus, sepertinya kita akan lama disini." Ujar Arion dan Tinto segera mengerjakan permintaan Tuannya itu.
"Leon, sarapan dulu!" Teriak Arion, dia senang melihat Leon yang berlari dan bermain layaknya anak kecil. Leon kini duduk di atas pasir pantai, dia tidak mau duduk dikursi karena pasir lebih lembut katanya.
"Mau roti keju atau coklat?" Tanya Arion sambil membuka 2 kotak bekal makanan mereka.
"Keju aja papi." Jawabnya dan Arion memberikan sepotong roti dengan keju slice dan dia sendiri makan yang coklat, kalau Tinto dia sudah membawa bekalnya sendiri. Arion juga menuangkan makanan khusus Cody dan air di tempat makannya.
Sambil menikmati matahari pagi dan angin yang masih berhembus dingin mereka memakan sarapan dalam diam.
"Nak, papi akan pasang tenda jadi main dengan Cody dulu sambil nunggu om Tinto balik ya, jangan jauh-jauh dan boleh main air tapi di pinggir saja." Pesan Arion dan Leon mengangguk.
Pantai yang sepi ini sangat tenang hingga mereka melepaskan kacamata dan menikmati sinar matahari yang langsung menerpa kulit. Arion memasang tenda sambil sesekali melirik dan memantau Leon yang sedang bermain air sambil mencari kerang berwarna pink lalu dia kumpulkan di tepi.
Jam 10 matahari makin terik dan Leon akhirnya kembali mencari minum karena haus dan kepanasan. Dia memilih duduk di samping tenda yang dibangun Arion di bawah pohon rindang dekat pantai.
"mau istirahat?" Tanya Arion.
"Iya papi, tuh Cody saja udah bobo." Jawab Leon, Arion mengganti baju Leon dan menjemurnya, lalu Leon masuk ke dalam tenda untuk tidur karena ngantuk. Sedangkan Arion membuka jendela tenda dan menggulungnya agar ada angin yang masuk supaya Leon tidak gerah didalam sana.
__ADS_1
Tinto juga sudah kembali, "Tuan, bisa parkir diatas bukit sana kalau mau. Disana ada Vila dan jalannya sudah dibuka tahun lalu dan bebas saja mau parkir atau camping." Ujar Tinto sambil menunjuk ke arah bukit di samping mereka dan Arion melihat bukit itu cukup bagus jika melihat pantai dari atas.
"Boleh juga, kita kesana nanti sore saja. Leon baru tidur dan nanti biarkan dia main sepuasnya." Jawab Arion dan Tinto mengangguk.
.
.
.
"Tuan, kita berangkat sekarang." Lapor Tinto yang telah memasukkan semua peralatan kedalam bus dan mereka siap berangkat ke atas bukit untuk bermalam disana.
Hanya 15 menit mereka telah sampai diatas, Tinto memilih tanah yang paling rata dan memberhentikan busnya. Arion turun dan melihat-lihat sekitar, karena hari masih sore dia segera membangun tenda lagi karena suasanya sangat pas untuk camping. Dari kejauhan dia juga melihat sebuah rumah sederhana tapi mewah di ujung bukit tapi dia hanya melihat sekilas dan tetap akan berada di jalurnya saja.
2 hari berlalu dan Arion akan ke laut untuk menyelam. Sedangkan Tinto ditugaskan mencari bahan makanan lagi, Leon dia biarkan tidur di dalam bus karena dia tau anaknya kalau tidur siang minimal 3 jam baru bangun.
Arion membuka AC dan membuka sedikit jendela, Cody juga ada di dalam menemani Leon. Arion menulis catatan di pintu untuk Leon jika terbangun nanti.
"Leon, papi akan ke laut sebentar. Kalau sudah bangun jangan kemana-mana, tunggu papi pulang ya." Begitu isi catatannya.
Akhirnya Cody yang menyalak dan Leon yang kaget terbangun, dia melihat gadis itu mengintip dari jendela dengan melompat. Leon yang juga penasaran akhirnya membuka jendela dan melihat siapa wanita itu.
"Wah adik kecil.. matamu sangat cantik, seperti kucing ada 2 warna." Ujar gadis itu.
"Aku bukan kucing, kata papi aku ini singa yang kuat makanya namaku Leon." Ujar Leon tak terima.
"Tapi mata kakak juga cantik, warna biru seperti mata kananku." Lanjut Leon lagi.
"Oh namamu Leon, aku Tassa, panggil aja Sasa." Balas gadis itu dan mereka akhirnya mereka berkenalan.
"Kau sendirian Leon?" Tanya Tassa dan Leon menggeleng.
"Ada papi, lagi.. oh iya papi kemana ya?" Leon mengitari bus dan tidak mendapati Arion disana sampai dia melihat secarik kertas tertempel.
"Oh papi lagi di laut, kalau om Tinto lagi cari makanan." Kata Leon lalu Tassa mengangguk.
__ADS_1
"Kau tidak mau keluar?" Tanya Tassa sedikit capek melihat keatas terus dan memijat lehernya yang pegal.
"Kata papi aku gak boleh keluar sampai dia pulang, tapi..." Leon berpikir sebentar.
"Tapi kenapa?" Tanya Tassa penasaran.
"Papi pernah bilang, aku harus sedikit nakal biar mirip anak kecil, papi bilang aku baru 5 tahun tapi seperti orang dewasa." Jawab Leon.
"ah benar, kau terlihat pintar." Sahut Tassa lalu Leon berlari dan keluar dari bus. Cody tetap di dalam agar tidak mengikutinya yang akan membuat papinya panik.
"Baiklah, aku akan nakal hari ini hehehe.. biar papi tau kalau aku nakal gimana rasanya." Leon terkekeh dan mendekati Tassa yang sedang menunggunya.
"Kak Sasa, kita mau kemana?" Tanya Leon dan Tassa menunjuk villa yang ada di kejauhan sana.
"Oh itu rumah kakak?"
"Iya, mama lagi pergi dan aku bosan jadi menyelinap keluar."
"Tapi itu jauh.."
"Gak kok, deket kalau dari hutan sana."
Tassa menggandeng Leon dan berjalan menelusuri hutan, Tassa yang sudah biasa jalan dengan tenang berbeda dengan Leon yang baru pertama kali, dia sedikit ketakutan.
"Sini kakak gendong biar cepat." Tassa mengangkat Leon dan anak itu sangat senang dapat memeluk kakak cantik yang baru dia kenal, rasanya sangat nyaman.
"Nah sudah sampai.." Ucap Tassa lalu menurunkan Leon dan membuka gerbang rumahnya. Leon mengikuti dan disana ternyata ada kolam renang dan taman.
"Leon mau berenang?" Tanya Tassa dan tanpa menjawab dia langsung nyebur ke kolam dan mereka berenang bersama, bercanda dan tertawa riang sampai lupa waktu.
Arion yang baru kembali dalam keadaan basah juga panik saat melihat ke dalam bus hanya ada Cody, dia mencari Leon kemanapun tidak menemukannya.
"Leon! Dimana kamu nak!" Teriak Arion tapi Leon tetap tidak menyahut. Dengan panik dia menelepon Tinto yang masih ada di pasar desa terdekat dan dia pun segera kembali.
Arion membuka kembali pintu bus dan Cody berlari keluar dan menggonggong ke arah hutan, Arion yang mempunyai feeling kuat kalau Cody tau dimana Leon segera mengikuti arahan Cody dan masuk ke dalam hutan, Cody terus berlari sampai menemukan sebuah jalan berbatu dan ada sebuah mobil yang hampir menabraknya karena berlari keluar dengan tiba-tiba dari dalam hutan.
__ADS_1
Bersambung ~