Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 56 - Mohon Selamatkan Vinsa


__ADS_3

Melly pingsan saat dia sudah ada di salah satu puskesmas yang sengaja dia cari sejak tadi, bahunya memang terluka tetapi tidak parah dan dia sedari tadi berusaha kembali ke jalan raya dan di tolong oleh sepasang suami istri dengan mobil pickup pengantar sayur.


"Mba mau kemana sebenarnya?" Tanya bapak itu setelah Melly siuman. Melly segera merogoh kantong celananya dan untunglah uangnya masih ada disana.


"Pak aku mau ke kota J, yang tercepat pakai apa ya? Selain pesawat." Tanya Melly.


"Oh kereta api saja mba.. paling cepat dan aman." Jawab bapak itu. Melly memang tidak bisa membaca tapi dia tidaklah bodoh jadi dengan mudah dia berhasil pergi ke kota J dan menggunakan taxi dan menyerahkan alamat pada supir itu untuk mengantarnya kesana.


"Selamat malam bapak.. saya mau bertemu om Arion ada?" Tanya Melly tapi security disana memicingkan matanya melihat penampilan Melly yang lusuh bahkan sangat berantakan. Melly yang sudah sangat lemas karena tidak makan dan minum pun duduk di lantai kotor itu dan tetap berusaha ingin mencari Arion sebelum dia pingsan.


"Wah gawat dia pingsan. Cepat panggil bos!" Teriak salah satu security dan kebetulan ada Melvin yang baru keluar dari sana dengan mobilnya dan dia melihat seorang wanita lusuh pingsan di depan gerbang rumah mewah itu.


"Siapa ini?" tanya Melvin dan para security itu pun panik.


"Sejak tadi dia ingin bertemu Tuan Arion, pak. Tapi kami tidak berani karena penampilannya begini." Jawab salah satu security disana.


"Sepertinya dia terluka. Bawa masuk saja." Perintah Melvin saat melihat bekas darah mengring yang sangat banyak di lengan Melly.


Melly di bopong dan masuk ke ruang tamu bagian depan rumah itu.


"Loh Vin, kok balik lagi?" Tanya Anson yang baru saja akan kembali kekamarnya untuk tidur karena itu sudah hampir tengah malam.


"Ini ada wanita pingsan depan gerbang dan dia terluka." Tunjuk Melvin dan benar saja saat dia menarik lengan baju Melly, luka itu berdarah lagi.


"Loh.. bawa ke rumah sakit dong.." Ujar Anson mulai panik.


"Tapi Tuan, wanita ini sejak tadi ingin bertemu Tuan Arion." Ujar salah satu security.


"Kalau begitu bawa ke RS, Arion juga ada disana kan." Perintah Anson karena dia berpikir pasti ini adalah hal penting karena wanita ini bertahan dengan lukanya untuk bertemu Arion.


Melly segera di bawa ke rumah sakit yang sama dengan Leon, untuk diberikan pertolongan untuk lukanya.


"Tuan, lukanya infeksi dan sudah dibersihkan, kami memberikan infus karena wanita ini sepertinya terlalu lelah juga kelaparan dan dehidrasi. Kami menemukan ini juga di saku bagian dalam celananya.


Melvin mengambi bungkusan itu dan didalamnya ada uang 3 juta, ATM dan kertas lusuh alamat rumah mereka dengan nama Om Arion.


"Pindahlan dulu wanita ini dan panggil Arion." Perinta Anson dan Melvin segera melakukan tugasnya. Anson masih memikirkan hubungan antara wanita ini dan Arion.


"Ada apa kak?" Tanya Arion begitu masuk bersama Melvin.

__ADS_1


"Kau kenal wanita ini Ion?" Tanya Anson dan Arion melihat wanita yang sedang lelap itu dan menggeleng.


Anson memberikan kertas lusuh tadi dan Arion membacanya, "Om Arion?"


DEG


"Hanya Sasa yang memanggilku om Arion kak.." Wajah Arion tampak memucat, dia sama sekali tidak kenal dengan wanita ini.


"Apakah dia ada hubungannya dengan Sasa?" Tanya Arion begumam pada diri sendiri.


"Kita tunggu dia sadar." Ucap Anson dan Arion menunggu disana dengan perasaan tidak tenang.


Sejam lamanya akhirnya Melly tersadar dan berteriak, "Om Arion! Mana om Arion!" Teriaknya lalu duduk diatas tempat tidurnya dan Melvin, Arion dan Anson yang ada disana terkejut mendengarnya lalu segera menghampiri.


"Tenanglah nona, aku Arion anda siapa?" tanya Arion yang mendekati Melly.


"Aku Melly, aku yang meletakkan bayi itu di gerbang, aku.. aku..." Melly sesak napas dan Arion segera mengambil gelas dan memberinya minum. Melly minum sampai habis dalam sekali teguk.


"Apa maksudmu bayi itu kau yang letakkan?" Tanya Arion bingung.


"Anak itu, bayi laki-laki, aku yang meletakkannya di depan gerbang rumahmu dan itu anak Vinsa." Ujar Melly dengan terburu-buru.


"Namaku Melly dan aku kakak sepupu Vinsa dari kampung, Tuan Arion, tolong Vinsa, dia sangat menderita tuan." Melly menangis dan mengatupkan kedua tangannya di hadapan mereka bertiga.


"Vinsa? Bayi itu anakku bersama Sasa, siapa Vinsa?" Tanya Arion dan melly baru ingat kalau Vinsa memakai nama Sasa waktu itu.


"Sasa adalah Vinsa, dia memakai nama panggilannya saja, dia belum meninggal. Aku yang menulis surat itu. Tolong bantu Vinsa tuan." Isak tangis Melly terdengar pilu dan Arion begitu terkejut, dia senang Sasa belum meninggal.


"Sasa belum meninggal? Dia masih hidup?" Tanya Arion dan Melly mengangguk.


"Tapi sekarang hidupnya lebih menderita dari pada mati, dia sudah coba bunuh diri 2 kali tapi tetap saja dia masih hidup dan menderita."


"Apa maksudmu? Ceritakan padaku!" Bentak Arion yang sangat marah mendengar gadis kecilnya sangat menderita.


"Vinsa kembali ke kampung saat dia sudah hamil 1 bulan, ayahnya sangat marah dan mengurungnya di gudang, bahkan mencoba menggugurkan kandungannya dengan obat, tapi janin itu kuat dan tidak bisa gugur. Vinsa terus berjuang dengan makan hanya 1 kali sehari dan jika ada kesempatan aku akan memberinya susu, itu juga seminggu hanya sekali saat aku di gaji."


Arion tercengang, begitu menderitanya Sasa dan Leon selama ini.


"Karena kami tinggal di kampung jadinya keluarga kami di hina karena Vinsa hamil tanpa suami, kami pindah dan saat aku menyusun buku Vinsa aku melihat kertas alamat itu, lalu aku simpan. Kami pindah ke kota di daerah kumuh dan terpencil di pinggiran kota sambil menunggu Vinsa melahirkan. Tapi aku mendengar kalau om Agus ayah Vinsa akan tetap membunuh bayi itu ketika lahir, makanya aku membawa bayi itu kabur dan meletakkan di depan gerbang rumah."

__ADS_1


"Kenapa kau tak memanggil agar kami bisa menolong?" Tanya Arion yang sudah menangis sejak tadi.


"Aku tidak berani tuan, karena Vinsa akan di nikahkan dengan bos ayahnya ketika dia sembuh dan mereka keluarga yang kaya, waktu itu aku tidak tau siapa kalian dan Vinsa juga tidak tau. Aku tidak bisa membaca dan menulis, Vinsa tidur 2 hari setelah melahirkan. 3 bulan setelahnya dia dipaksa menikah dan kami pindah ke Korea."


"Jadi Vinsa ada di korea sekarang?" Tanya Arion.


"Tidak tuan, kami kembali bersama keluarga suaminya dan tinggal di Surabaya, Vinsa.. dia.. di jual oleh suaminya untuk melayani pria tua kaya agar perusahaannya makin maju." Melly menangis lagi dan ceritanya terhenti.


Arion begitu murka mendengarnya, dia memukul dinding ruangan itu untuk meluapkan emosinya.


"Tenang Ion.. kau harus tenang, hadapi ini dengan kepala dingin. Aku tau kau marah.." Anson berusaha menenangkan Arion yang begitu murka.


"Lanjutkan!" Ujar Arion yang matanya telah memerah menahan tangis dan amarahnya.


"Selama  setahun itu dia terus di paksa melayani pria-pria itu sampai dia berusaha bunuh diri meminum racun, tapi dia masih selamat lalu akhirnya dia memotong urat nadinya dan masih selamat. Dia di tawari oleh Mr. Liong untuk jadi simpanan dan bercerai dengan suaminya dan dia setuju, setidaknya dia tidak perlu menjadi pelacur lagi. Kami di bawa ke Bali dan hidup tenang disana, Mr. Liong juga hanya datang sebulan 2 sampai 3 kali, tapi 3 hari lalu Mr. Liong membawa temannya dan kembali lagi Vinsa di paksa melayani 2 orang sekaligus sampai dia berteriak kesakitan Tuan.. tolong dia.. kami melarikan diri tapi Vinsa kembali tertangkap dan aku di tembak."


Arion kembali mengepalkan tangannya kuat, "Aku akan pastikan mereka hancur, akan aku bunuh mereka semua." Geram Arion, wajahnya semakin mengeras.


"Apa Sasa tau anaknya masih hidup?" Tanya Anson.


"Aku bilang anaknya sudah meninggal pas di lahirkan tapi 3 hari lalu saat dia tertangkap aku telah mengakatakan kalau anaknya masih hidup agar dia kuat, aku takut dia bunuh diri lagi. Aku baru tahu kalau Om Arionnya adalah orang kaya bahkan lebih dari Mr. Liong dan suaminya Dennis makanya aku berani mengajaknya kabur."


Anson terdiam, bagaimana seorang gadis muda begitu menderita.


"Mr. Liong terdengar familiar dan Dennis juga." ucap Melvin dan Anson juga berpikir begitu.


"Apa kau tau nama lengkap mereka?" Tanya Melvin dan Melly menggeleng.


"Susah juga, kau tidak bisa membaca. Atau pernah mendengar sesuatu tentang pekerjaan mereka mungkin?" Tanya Melvin lagi.


"Mr. Liong membangun hotel di Bali hanya itu yang aku tau. Kalau Dennis, dari keluarga Pratama, Dennis Pratama dan ibunya bernama Tantri, istri pertamanya bernama Tamy." Jawab Melly dan Arion bertambah murka.


"Dennis.. yang itu Dennis yang sama, dia kabur ke luar negri setelah membuat kekacauan dengan Adeline dulu." ucap Arion dan Anson baru ingat.


"Ok, biar Dennis di urus sama Ansel saja, dia masih punya dendam dengannya. Kau cari tentang Mr. Liong itu." Ucap Anson.


"Tuan.. aku ingat Angkasa, Mr. Liong pernah sebut Angkasa, karena aku dan Vinsa tidak mengerti itu adalah sebuah nama atau apa.." Ujar Melly, kemudian Arion dan Anson saling tatap.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2