Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 75 - Sangat Kaya


__ADS_3

Baru 3 langkah mereka masuk, Melly sudah berjalan menghampirinya. Tassa langsung melepaskan tangan Arion dan menuju Melly dan memeluknya sambil menangis.


"Mba.. Mel... " Isak tangis Tassa terdengar dan juga Melly, mereka tidak mengatakan apapun hanya saling memeluk. Akhirnya pelukan mereka harus usai saat Hanny dan Izabela datang menyusul.


"Sasa.." Panggil Izabela dan Tassa beralih ke Izabela dan memeluknya sesaat karena Izabela mau memperkenalkannya pada Hanny.


"Ini Sasa? Wah cantiknya..." Ucap Hanny setelah mendekat pada mereka, Hanny membelai lembut tangan Tassa dan memeluknya sebentar.


"Ini mommy sayang.." Ucap Arion dan Tassa mengangguk kecil sambil memaksakan senyumnya karena gugup.


"Jangan takut, Sasa kan menantu mommy juga ayo kita ke taman belakang, disana sudah berkumpul semua keluarga untuk bertemu kamu Sasa." Hanny menggandeng lengan Tassa dan membawanya masuk. Tassa melihat ke arah Arion dan pria itu hanya mengangguk menandakan semuanya baik-baik saja.


Hanny berjalan santai menggandeng Tassa yang menurut pada calon ibu mertuanya itu, dengan takut-takut dia melihat ke arah yang mereka tuju. Begitu ramai, bahkan banyak anak-anak dan dia melihat Leon bermain bersama mereka, kerjar-kejaran dengan Cody. Ada sepasang anak kembar. Ah.. tidak 2 pasang? Lebih...


Hanny perlahan melepaskan lengan Tassa dan mengembalikannya pada Arion untuk secara resmi diperkenalkan kepada keluarga mereka.


"Sini sayang, jangan takut." Arion menarik lembut tangan Tassa dan melingkarkannya ke lengannya dan mendekap erat.


"Ini Daddy Arden dan Mommy Hanny, yang melahirkan ku ke dunia ini. Panggil daddy dan momy juga." Ucap Arion masih berdiri di dekat kursi dan meja panjang di belakang taman itu, sebagian ada di gazebo tak jauh dari mereka.


"Da.. daddddyy.. mommy.." Sapa Tassa dengan sedikit menundukkan kepalanya namun matanya tak berpaling dari Hanny dan Arden.


"Aku mirip mommy.." Bisiknya ke telinga Tassa tau karena Arion sama sekali tidak mirip daddy nya.


"Ini kakak ku, kembar, Asnsel dan Anson." Arion menunjuk ke saudara kembar yang duduk berdampingan dengan istri mereka.


"Lalu di samping mereka kakak iparku, Adeline dan Violet." Lanjut Arion dan Tassa melihat ke arah pria kembar itu lalu menoleh ke arah Arden lagi.


"Sama.. sangat tampan." Ucap Tassa secara tidak sadar.


"hei.. aku juga tampan, kau telah mengakuinya." Protes Arion tak terima, Tassa yang baru sadar akan ucapannya langsung menunduk malu sedangkan keluarga itu tertawa geli melihat Arion yang cemburu.


"Ck.. ayo kesana, disana ada adikku Ana dan suaminya." Arion menarik Tassa dengan cepat meninggalkan 3 pria tampan disana yang membuatnya cemburu.


"Ini Arianna, adik kembarku." Ucap Arion ketika mereka sampai di gazebo, Tassa memandang Ana lalu ke Arion.


"Iya sama juga.." Ucap Tassa.

__ADS_1


"Hai kakak iparku.. kau sangat manis dan matamu cantik, pantas Ion jadi gila selama ini haduhh.." Sapa Ana dan langsung merasa bisa akrab dengan Tassa yang menurutnya manis.


"Terima kasih.." Ucapnya pelan.


"Sa.. jangan dekat-dekat dengannya nanti ketularan manja dan cerewet." Arion menatap saudara kembarnya dnegan sinis.


"Jadi Sasa gak boleh manja? Sasa kan masih kecil om." Tanya Tassa yang membuat Arianna tertawa keras.


"HAHAHAHA OM OM Arion!" Gelak tawa Ana membuat Arion kesal dan menjitak adiknya yang tidak berubah sama sekali padahal sudah punya 2 anak. Anak Ana tidak ada yang kembar, dia melahirkan putri pertamanya lalu 2 tahun kemudian putra mereka juga lahir.


"Ini kak Aksa suami Ana, lalu ini Om Arka dan tante Eve orangtua kak Aksa. Masih banyak keluarga kami dan mungkin besok kita bertemu semuanya agar kau tidak bingung." Lanjut Arion dan Tassa menyapa semuanya sesuai dengan panggilan yang diucapkan Arion.


"Ada lagi? Ini saja sudah banyak dan kenapa rumah om besar sekali?" Tanya Tassa dengan polosnya sedangkan Ana masih tergelak tak percaya.


"Ion belum ceritakan siapa keluargamu?" Tanya Aksa dan Arion hanya tersenyum dan mengangguk.


"Dari dulu sudah cuma, Sasa ku ini memang polos dia bahkan tidak tau siapa keluarga Tenggara, bahkan aku pernah bilang aku ini mafia dia juga tak percaya." Kata Arion dengan sebal, Tassa sudah di ajak oleh Melly untuk ke arah anak-anak bermain dan memang Tassa lebih cepat akrab dengan anak-anak dan tampak nyaman di tengah mereka daripada orang dewasa.


"Lihat, Sasa sangat bahagia bersama anak-anak. Mungkin setelah menikah biarkan dulu mereka tinggal disini untuk menyesuaikan diri." Ucap Hanny pada Arden dan dia setuju.


"Lalu pernikahan mereka akan sederhana saja kan? Saya takut Sasa akan trauma jika melihat banyak orang yang tidak dia kenal apa lagi pebisnis yang akan datang mungkin akan mengenalinya." Ujar Izabela dengan cemas mengingat apa yang telah dialamai Tassa sebelumnya.


"Betul dad, Ion juga akan ambil alih 'Blake' tapi bersama kak Ansel juga karena Ion mungkin belum cukup kejam." Ucap Arion yang tiba-tiba sudah ada dianatara mereka.


"Belum kejam? Setidaknya aku belum pernah potong tangan 7 orang sekaligus." ucap Ansel sambil melirik Arion yang terkekeh.


"Itu kan karna gelap mata kak, emosi tau gak? Sama aja kan.. Denis juga kak Sel patahkan kakinya." Balas Arion tidak mau kalah.


"Cuma patah kaki, tapi kamu bikin istrinya gila.." Lanjut Ansel lagi dan langsung di potong oleh Hanny.


"Sudah sudah.. kalian ini, jangan bicarakan hal kejam begitu kalau lagi kumpul begini, anak dan istri kalian bisa takut nanti." Tegur Hanny yang masih belum nyaman jika para pria di keluarganya masih membicarakan hal kejam di dunia bawah.


"Sudah lah.. kita fokus ke pernikahan Arion saja minggu depan, Melvin sudah sebarkan undangannya dan kalian hanya perlu bersiap." Lanjut Arden sebagai penengah, dia juga akan membiarkan Arion mengambil alih 'Blake' karena ada Ansel dan juga dirinya dibantu Jeremy yang akan membantu.


.


.

__ADS_1


.


"Om.. Om Arion beneran kaya ya? Berarti club waktu itu masih ramai dong?" Tanya Tassa sambil bermain dengan Leon di ruang keluarga disana juga masih ada keluarga Tenggara yang lengkap. Tassa sudah bisa berbaur dengan mereka yang ramah dan menerima Tassa dengan hangat.


"Iya.. kamu kenapa belum bisa percaya sih? Itu yang disamping kamu apa?" Tanya Arion melihat Tassa sedang duduk lesehan bersama Leon yang sedang menyusun lego.


"TV.. kenapa?" Tanya Tassa melihat TV itu yang sedang menayangkan film yang sedang booming.


"TV itu yang produksi perusahaan dan pabriknya kak Anson." Ucap Arion dan Tassa langsung melihat Anson yang tersenyum sambil mengelus rambut Vio yang duduk di sampingnya.


"Trus itu artis itu dan film yang sedang kita tonton, yang bikin film itu ya kak Ansel. Dia pemilik StarE." Lanjut Anson lagi dan seperti yang tadi Tassa terbelalak melihat ke arah Ansel.


"Jadi kalau Sasa mau ketemu artis boleh dong kak?" Tanya Tassa dengan polosnya dan dibalas tawa oleh semuanya hanya Arion yang berdecak sebal.


"Kenapa kak Ansel di panggil kak sedangkan aku Om?" protes Arion tidak terima padahal jelas-jelas Ansel kakak tertuanya.


"Ehm.. begini om rumusnya, semua pria tampan harus dipanggil kakak berapa pun umurnya. Itu berlaku pada drama korea yang dulu sering aku tonton, benar kan mba Melly?" Jelas Tassa lalu mencari pembenaran. Melly yang tidak ingin ikut campur hanya tersenyum tipis tidak menjawab.


"Ck.. !" Arion makin kesal saja dan dia sangat ingin mencium gadis polos ini sekarang juga tapi pasti akan di marahin Hanny habis-habisan kalau dia lakukan itu.


"Kalau om kerjanya di club waktu itu ya?" Tanya Tassa lagi dan Arion mengangguk.


"Bukan itu saja Sasa, aku juga punya ini." Arion memberikan ponselnya dan memperlihatkan aplikasi disana yang dia ciptakan.


"Ini untuk apa? Apa bisa hasilkan uang?" Tanya Tassa sambil melihat aplikasi itu dengan kening mengkerut.


"Bisa dan kamu tidak perlu cemas tentang uang, hamburkan sesukamu kalau mau, habiskan saja. Itu juga kalau bisa habis." Ucap Arion dengan sombongnya, ya tentu saja kalau bisa habis karena pendapatan Arion bukan hanya dari itu saja. Masih banyak perusahaan Tenggara dan 'Blake' yang mengisi angka terus menerus di dalam rekeningnya.


"Cih.. sombong. Leon ayo nanti kita habiskan uang papi." Ujar Tassa pada Leon yang masih serius menyusun lego nya.


"Siap mami, kita beli semuanya. Tapi memang papi gak bisa bangkrut, mami mau beli mall nya langsung juga bisa. Eh.. gak usah mall nya juga punya opa." Jawab Leon dan Tassa makin tak percaya, seberapa kaya keluarga ini.


"Hem.. begitu yah. Mama...." Tassa berdiri lalu menghampiri Izabela yang juga ada di ruangan itu sedang mengobrol dengan Adeline tentang rancangan baju pengantin.


"Ya Sasa.. " Jawab Izabela.


"Mama bisa obati wajah dan kaki mba Melly? nanti om Arion yang bayar, dia sangat kaya." Ujar Tassa setelah menghampiri Izabela.

__ADS_1


Semua yang berada di situ hanya tersenyum melihat reaksi Tassa setelah tau betapa kayanya keluarga calon suaminya. Mereka hanya kagum, dibalik kepolosan ternyata Tassa mempunyai hati yang baik.


"Tentu sayang.. sebenarnya Melly sudah mau diobati oleh calon mertuamu cuma dia tidak mau, taku kau tidak mengenalinya nanti kalau dia sudah sembuh." Ucap Izabela menjelaskan pada Tassa, membuatnya bersedih, Melly sudah berkesematan sembuh tapi malah memilih untuk bertemu dengannya dulu.


__ADS_2