
3 Tahun kemudian
Aileen masih dengan perutnya yang membulat, dia berjalan di sisi kanan Fane yang menuntunnya untuk naik ke atas pelaminan di pernikahan Ansel dan Adel yang akhirnya bersatu juga.
Di sisi kiri Fane menggandeng dan menggenggam tangan kecil anak pertamanya Xavier yang masih 3 tahun dan di belakang mereka ada si kembar Nathania & Nathalia yang tengah tidur di kereta bayinya, mereka saja masih 1 setengah tahun dan kini Aileen sedang hamil lagi dan sudah 5 bulan.
Fane benar-benar ingin mengisi rumah besar Tenggara dengan semua anak-anaknya karena kehamilan ke 3 Aileen juga kembar dan 2 jagoan mereka akan lahir sekitar 4 bulan lagi.
"Auntie.. kali ini stop ya, cukup 5 anak kalian." Ujar Ansel yang terlihat sumringah di hari bahagianya, sedangkan Aileen hanya tertawa karena mereka tidak tau saja betapa panasnya urusan ranjang sepasang suami istri ini.
"Iya tenang saja, ini yang terakhir kok." Jawab Aileen terkekeh, begitu juga Fane yang sampai saat ini masih saja gemas dengan istrinya yang begitu dia cintai.
Meskipun Aileen tak pernah mengucapkan kata cinta tapi Fane tau bahwa istrinya begitu mencintainya karena dirinya yang semakin manja dan tidak bisa jauh darinya.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
"Ay.. jangan makan terus, perutmu sudah kebesaran. Dokter kan sudah bilang jaga pola makan." Tegur Hanny yang melihat sampai siang ini saja Aileen terus makan tak berhenti.
"Iya kak.. ini sayang sisa sedikit." Aileen masih mengunyah dan tak lama Fane pulang tapi kali ini dia tidak membawa apapun karena dokter sudah wanti-wanti agar Aileen harus jaga pola makannya, karena anaknya terlalu besar di kehamilannya ke 8 bulan ini.
"Baby.. duh makan lagi, sudah ya..." Larang Fane dengan suara selembut mungkin karena istrinya akan ngambek nanti.
"Iya ini yang terakhir." Setelah suapan terakhir Aileen merasa kekenyangan dan dia segera ke kamar dan tidur. Fane hanya geleng-geleng melihat istrinya yang sangat pemalas di kehamilannya kali ini.
__ADS_1
"Dasar pemalas, untung aku cinta." Fane mengcup kening Aileen yang sudah tertidur pulas.
"Fane!" Anson memanggilnya dan fane segera turun untuk bergabung dengan Anson, Aksa dan Ansel di bawah.
"Kalian kenapa disini?" Tanya Fane begitu melihat ramainya yang datang ke rumah besar Tenggara.
"Bukankah makan malamnya nanti di rumah kak Arlen?" Tanya Fane lagi dan segera mendekat pada mereka yang duduk di ruang tengah.
"Makan malamnya disini saja kata daddy, kasian auntie bolak balik." Jawab Ansel dan di balas anggukan oleh Fane.
"Mana sepupuku yang masih bocah itu?" tanya Anson yang tidak melihat anak-anak sama sekali.
"Ada lagi tidur di kamar, semua lagi tidur siang setelah makan mirip mamanya." Jawab Fane sambil terkekeh karena memang benar ketiga anaknya memang mirip Aileen dan yang sedang di kandung Aileen ini harapan terakhirnya untuk mirip dengan Fane.
"Halah.. coba dulu, kau aja playboy tapi jomblo. giliran Anson dan Aksa nih cari cinta sejati jangan lama-lama."
"Sabar dong uncle.. aku kan lagi cari yang cocok yang klik yang bisa buat hatiku bergetar hebat, belum ada dari mantan-mantanku yang begitu."
"Kau terlalu pemilih Son."
"Kita lihat saja nanti siapa dari kalian berdua yang nikah duluan, jangan sampai keduluan Ion dan Anna."
"Mari kita taruhan." Ansel bersuara.
__ADS_1
"Ayo siapa takut." Sambung Anson.
"Aku pilih Anson yang nikah duluan." Lanjut Ansel lagi.
"Aku pilih Aksa." Kata Fane.
"Aku juga Aksa deh.." Anson mengikuti.
"Aku pilih Anson." Ikut Aksa.
"Loh kok aneh ya.. kalian bukannya dukung diri sendiri." Protes Fane dan Aksa tertawa mendengarnya.
"Aku yakin Ansel akan menang karena dia gak akan biarkan aku berkencan dalam waktu dekat. Lagi pula proyek baru akan dikerjakan minggu depan dan aku sama sekali gak ada waktu luang sampai 2 tahun kedepan." jelas Aksa dan Fane menatap iba pada temannya itu.
"Jadi yang menang dapat apa?" Tanya Anson karena taruhan tanpa hadiah tidak akan seru.
"Bagaimana kalau liburan di kapal pesiar mewah kita?" Tanya Ansel dan Anson tidak tertarik, Fane diam saja, Aksa juga menggeleng.
"Kalau aku dan Fane menang, kalian berdua harus pakai kostum serba pink ke kantor seharian penuh, bagaimana?" Tanya Anson dan Ansel merasa tercekat.
"Baik! Karena aku yakin menang dan kalian juga sama, kau harus pakai seragam chef pink dan kau kostum pink ke perusahaan."
"Ok deal!" Ucap mereka ber-4
__ADS_1
TBC~