Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 78 - Akhirnya Nikah


__ADS_3

Hari pernikahan telah tiba, Arion yang selama 4 hari terakhir ini tinggal di apartement dan tidak diizinkan bertemu Tassa sangat merindukan gadis kecilnya itu. Ingin sekali dia lari ke kamar mempelai wanita di lantai atas, hanya beda 2 lantai dengan kamarnya saat ini. Tapi, dia harus melewati Arden dan Ansel yang sedang menjaganya di kamar ini.


Tassa masih tak percaya saat melihat dirinya di cermin besar di kamarnya, beberapa orang sibuk untuk mempersiapkan pengantin cantik itu, dari memoles wajahnya sampai memakaikan gaun pengantin. Setelah selesai, Adel yang masuk lebih dulu karena dia ingin lihat gaun yang dia buat dan pengantin wanita yang memakainya.


"Ehm.. sangat pas, aku yakin Arion akan makin cinta dan terpana pada pesonamu." Ucap Adel yakin setelah melihat Tassa.


"Aku gugup kak.." Lirih Tassa yang terlihat dari wajahnya kalau dia sangat gugup saat ini.


.


.


.


Arion melihat dari jauh saat pengantin wanita masuk ke aula tempat pemberkatan, dia benar-benar takjub pada Tassa sampai matanya tidak beralih sedikitpun.


Tassa yang juga gugup berusaha menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan sembari melangkahkan kakinya masuk ke aula itu, berjalan beberapa langkah diatas karpet merah lalu berhenti, menunggu pria tampannya datang menjemput. Arion berjalan perlahan namun pasti, dengan tegap dan penuh percaya diri dia kini berada di depan Tassa dan mengulurkan tangannya yang disambut oleh pengantin wanitanya.


Pemberkatan berlangsung hikmad dan penuh haru, semua selesai dengan baik dan sekarang mereka telah resmi jadi suami istri.


Leon langsung berlari dan menghambur ke pelukan orangtuanya, senyum tidak pernah hilang dari wajah bocah tampan itu.


Acara pagi hanya dihadiri keluarga besar Tenggara dan 'Blake' saja, dilanjutkan dengan makan siang bersama lalu sepasang pengantin baru itu melanjutkan istirahat sejenak di kamar tunggu mereka yang sudah disatukan.


"Capek ga?" Tanya Arion saat mereka masuk ke kamar mereka yang masih penuh dengan baju pengantin dan alat makeup.


Tassa menggeleng cepat sambil tersenyum lalu memeluk Arion dengan sangat erat.

__ADS_1


"Hei.. jangan menggodaku Sasa sayang.. ini masih siang." Ucap Arion tapi dia malah membalas pelukan itu.


"Sebaiknya kita istirahat ya.. nanti malam sangat sibuk loh." Ucap Arion sambil melepaskan pelukan mereka.


"Iya aku ganti baju dulu, gerah tidur pakai ini." Tassa masuk ke kamar mandi tapi dia keluar lagi.


"Kenapa sayang?" tanya Arion yang melihat Tassa keluar, dia juga baru saja melepaskan tuxedo nya dan membuka kancing kemeja.


"Bantuin buka.. susah." Tassa balik badan dan Arion pun mengerti, dia membuka satu per satu kancing gaun yang di pakai Tassa sampai gaun itu terlepas. Arion mengecup punggung dan pundak sang istri, sebenanrya dia sudah tidak tahan tapi harus menahannya.


"Jangan dulu, kan mau istirahat untuk nanti malam." Tolak Tassa lalu Arion melepaskannya dan Tassa langsung masuk lagi ke kamar mandi. Selang 20 menit dia keluar dengan hanya memakai bathrobe, lalu gantian Arion yang membersihkan dirinya. Saat dia keluar Tassa ternyata sudah ketiduran padahal rambutnya masih basah. Para MUA tadi memang berpesan agar Tassa membersihkan rambutnya karena konsep mereka berbeda untuk pesta malam nanti.


Arion pun ikut naik ke atas tempat tidur dan memeluk Tassa dan ikut tertidur karena Arion yang begadang tadi malam karena merindukan kekasih hatinya.


.


.


.


"Ya ampun!" Pekik Tassa terkejut dan Arion juga terkejut mendengar suara keras Tassa.


"Huh.. lama sih bangunnya. Kata oma sudah waktunya ganti baju." Ucap Leon dengan kesal lalu dia mempersilakan MUA yang membantu mereka untuk masuk ke kamar.


Arion dan Tassa yang masih linglung langsung ditarik masuk ke kamar mandi, tapi Arion di tarik ke kamar sebelah melalui connecting door. Dengan cepat pengantin itu di rias kembali dan akhirnya selesai dalam waktu hampir 2 jam bagi Tassa dan Arion hanya sebentar.


Arion berjalan masuk ke aula pesta mereka dengan mendekap tangan Tassa yang berada di sampingnya. Disana sudah begitu banyak tamu undangan dan Tassa sedikit bingung dengan ramainya tempat itu tapi dia tetap takjub dengan konsep acaranya, ala-ala pesta eropa zaman dulu yang pernah dia lihat di film.

__ADS_1


Mata Tassa berkaca-kaca saat sudah sampai di atas pelaminan, Arion lalu mengecup pipi istinya itu.


"Jangan nangis, ini hari bahagia kita sayang.." Arion menatap lembut ke arah istrinya dengan tatapan penuh cinta.


"Iya.. aku cuma terharu, om masih ingat semuanya." Jawab Tassa yang menahan airmatanya meskipun itu adalah airmata haru.


"Mata cantikmu ini tidak boleh mengeluarkan airmata lagi, sudah cukup dan istriku hanya boleh tertawa dan tersenyum bahagia." Lanjut Arion dan Tassa makin senang mendengarnya.


Malam yang indah bagi pasangan itu, selama berjam-jam mereka menyalami tamu dari berbagai kalangan dari saudara, kerabat, teman dan kolega bisnis. Sudah 3 jam dan mereka masih sibuk menyalami tamu yang belum juga berakhir bahan makin banyak.


Bohong jika mereka tidak lelah, apalagi Tassa yang memakai sepatu hak tinggi meskipun tadi Adel sempat menggantinya dengan sepatu sport dengan ukuran yang tinggi juga untuk tetap menjaga keindahan gaun yang Tassa pakai.


"Sabar yah.. sebentar lagi selesai." Bisik Arion ke telinga Tassa saat sudah total 4 setengah jam mereka tanpa henti menerima tamu yang memberian selamat.


Banyak yang berkomentar baik dan mendoakan sepasang suami istri baru ini, meskipun beberapa diantaranya mulai mengenali siapa Tassa karena dulu Denis sempat menawarkan Tassa pada mereka namum mereka menolaknya. Tapi orang-orang itu tidak berani berkomentar dan hanya menyimpannya dalam hati.


Wajah Tassa memang sedikit berubah tapi mereka tau itu adalah wanita yang dulu sempat ditawarkan pada mereka karena wajah uniknya dengan mata biru.


"Yah itu dia.. tapi jangan berkomentar apapun kalau tidak mau mati. orang yang dulu menerimanya sekarang menjadi sampah. Jadi cukup simpan untuk kalian sendiri." Bisik salah satu tamu saat temannya menanyakan keraguan mereka.


Arden yang tau beberapa orang mulai berbisik hanya tersenyum, dia yakin tidak akan ada yang berani macam-macam saat Arion mulai bicara dan memperkenalkan istri dan anaknya di hadapan para wartawan saat ini.


Bercerita singkat tentang pertemuan dan perpisahannya dengan istrinya dan kelahiran Leon yang tak terduga. Leon juga sudah tidak menyembunyikan mata uniknya, 2 warna mata dari ayah dan ibunya membuat orang terpana pada bocah tampan itu.


Wartawan juga tidak terlalu berani menanyakan banyak hal karena mereka dari stasiun tv milik 'Blake' yang telah di siapkan oleh Tinto sebelumnya, hanya  untuk memperkenalkan menantu baru, nona muda Tenggara dari


TBC~

__ADS_1


__ADS_2