
Anson memilih meninggalkan grup aneh itu, mantan tunangan dan mantan pacar yang bertemu dan saling tidak menyukai.
"Awasi mereka, dan lapor padaku jika ada sesuatu." Perintah Anson pada pengawal di Lane's dan mereka menunduk tanda mengerti. Lalu Anson masuk ke ruang kantor untuk istirahat.
Sementara di luar tampak Aileen duduk dengan santai dan mengobrol dengan Fane, mereka terlihat mesra dan Rio tidak suka melihat Aileen yang sekat dengan Fane yang kata orang lebih tampan darinya.
"Jangan kesal begitu, biarkan saja orang-orang menganggap Fane lebih tampan tapi gak ada gunanya kalau impoten." Ujar Angel dengan nada meremehkan, ucapan mereka masih bisa di dengar oleh Fane dan Aileen yang duduk 1 meja dengan mereka yang kini bercumbu mesra.
"Fane, kau tidak marah dia memperlakukanmu begitu?" Tanya Aileen padanya.
"Tidak, yang penting kau sudah merasakannya kan.. itu sudah cukup bagiku." Jawab Fane sedikit menggoda. Wajah Aileen memerah karena baru tadi malam mereka melakukannya lagi, bukan hanya tadi malam, tapi setiap malam selama mereka menikah.
"Sepertinya aku kecanduan denganmu.. bagaimana ini Fane?" Aileen berbisik dan sedikit mendesah untuk menggodanya.
"Ay.. bergabunglah dengan kami. Aku bisa melayani 2 wanita sekaligus." Ujar Rio sengaja untuk menghina Fane yang dia ketahui impoten, sedangkan Linda sudah bergabung dengan beberapa temannya.
"Tidak butuh!" Jawab Aileen sinis. Rio dan Angel tertawa meremehkan lagi tapi Fane hanya diam.
"Tidak perlu meladeni orang gila baby.." Bisik Fane untuk meredakan emosi Aileen.
"Baiklah.. mereka memang gila."
"Hey.. aku atau dia lebih kuat?" Tanya Fane melirik ke arah Rio dan Aileen tercengang.
"Dari mana kau tau?"
"Aku tidak sengaja lewat waktu dia menggodamu di studio."
"Apa kau marah? kecewa padaku?"
Wajah Aileen berubah sendu, inilah saat dimana pria akan dengan egoisnya akan menyalahkan wanita jika terjadi hal seperti ini.
"Tidak baby.. kau punya masalalu dan aku juga, setidaknya kau masih jauh lebih baik dariku. Saat pertamamu denganku sedangkan aku? Yah sama dia." Jelas Fane lalu melirik ke arah Angel yang tengah bercumbu mesra dengan Rio tanpa memperdulikan sekitarnya.
"Hem.. terima kasih, sejak denganmu waktu itu aku merasa kesal dengan diriku sendiri, lalu aku mencari si brengsek itu dan coba melakukannya lagi, tapi belum sampai tahap inti dia meninggalkanku karena aku tidak bisa melayaninya, katanya aku bagai seonggok daging yang hanya ingin dipuaskan tak bisa memuaskan dia." Ucap Aileen, tidak ada raut sedih yang ada hanya marah dan ingin membalasnya.
__ADS_1
"Ha? Dia gila? Kau begitu sexy dan liar di ranjang baby.." Bisik Fane pelan agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
"Yah sejak saat itu aku ingin berubah dan belajar banyak nonton film biru.. jangan katakan pada kak Arden atau dia akan menghukumku lagi." Lirih Aileen akhirnya dengan mata sayu dia memohon.
"Hei.. sekarang kau istriku dan tanggungjawabku jadi kau mau nonton film itu berkali-kali juga tidak apa-apa baby, tapi belajarlah dan serang aku dengan jurus barumu nanti."
Fane mengecup bibir Aileen dengan cepat saat tidak ada yang memperhatikan lalu Aileen mencubitnya gemas. "Dasar mesum."
"Kau yang mengajariku." Celetuk Fane sambil tertawa kecil.
Aileen melotot padanya dan akhirnya mereka ngobrol saja sambil memperhatikan kursi disampingnya.
"Wah.. mantanmu meresahkan." Keluh Aileen melihat betapa liarnya Rio dan Angel saling bercumbu tanpa tau tempat.
"2 mantan yang meresahkan." Timpal Fane dan mereka akhirnya tertawa bersama.
"Bagaimana kalau kita balas mereka?" Tanya Aileen dan Fane menatap istrinya curiga.
"Kau mau apa?" Tanya Fane ragu.
"Oh no.. disini? No baby, lihat mereka." Fane menunjuk beberapa pengawal yang memperhatikan dan Aileen baru sadar, Lane's adalah tempat kekuasaan kakak dan keponakannya.
"Kita pindah, ajak mereka saja.. aku yang atur dan kau ikuti saja, akan aku lancarkan serangan dan jurus baruku." Aileen berbalik dan melihat ke arah Rio dan Angel yang makin panas.
"Jika kalian melakukan lebih dari ini aku pastikan kalian berdua akan di seret keluar." Tegur Aileen sambil menunjuk ke arah beberapa pengawal yang sedang memantau mereka. Rio dan Angel langsung tersadar lalu saling melepaskan diri.
"Ayo.. ikut aku ke suatu tempat." Ajak Aileen pada mereka.
"Mau kemana?" Tanya Angel tapi Aileen tidak memberitahu hanya memaksa mereka ikut ke tempat yang asik dan mereka bisa melanjutkan cumbuan mereka. Rio yang berpikir kalau Aileen juga akan ikut main setuju dengan ajakan itu.
Mereka keluar dan dengan mobil milik Rio mereka bersama ke Lady's Club yang terkenal bebas melakukan apa saja jika sudah diatas jam 12 tengah malam.
"Kau yakin Ay? Disini?" tanya Rio yang sudah ke 3 kalinya sebelum mereka turun.
Rio tau Aileen putri keluarga Tenggara tapi ini bukan wilayah Tenggara karena para mafia dan seluruh orang kuat di negri ini ada disini. Bahkan Rio sempat pernah diajak tapi dia tidak diizinkan masuk.
__ADS_1
"No Ay.. gak bisa masuk, aku sudah coba." Tolak Rio lagi.
"Memangnya kenapa Rio? Apa tempat ini begitu private?" Tanya Angel penasaran dan Rio mengangguk.
"Kau bebas melakukan apapun disini dan disini sangat mahal, mungkin sekali masuk gaji setahunmu bisa habis dalam sekejab. Wanita bebas di pakai asal gak ada paksaan, suka sama suka dan ada ruang VIP yang luar biasa hanya 6 kamar."
Angel begitu tertarik setelah mendengar penjelasan dari Rio dan dia sangat ingin masuk ke tempat elite itu tapi Rio tetap menolaknya.
"Kalau kau masuk dan sendirian\, kau habis Angel apalagi dengan pakaianmu begini\, bisa di seret ke lantai 3 jadi bud*k s*x mereka\, dipakai beramai-ramai." Jelas Rio lagi dan akhirnya Angel bergidik ngeri.
"Tapi... aku penasaran.." Lirih Angel.
"Tidak sebegitu mengerikan, lantai 3 itu khusus dan tidak ada yang boleh masuk, kau kira siapa kita bisa masuk ke lantai 3." Aileen menjelaskan lagi dan setelah dibujuk akhirnya Rio mengikutinya.
"Baby apa tidak bahaya di sini?" Tanya Fane juga sedikit cemas karena pakaian Aileen cukup mengundang mata pria disana.
"Jangan cemas, ini juga punya kak Arden, tapi tidak ada yang tau." Bisik Aileen pelan. Fane cukup terkejut mendengar kalau club ini juga punya Arden.
Akhirnya mereka masuk dengan mudahnya disana karena Aileen scan kartu pengenal yang khusus anggota 'Blake' saja yang punya.
Pengawal disana hanya memantau dan segera menghubungi Arden untuk melapor karena mereka tau Aileen adalah anggota keluarga Blake karena mata hijaunya.
"Wah.. gila seru sekali disini." Pekik Angel tak percaya.
"Baby.. ini lebih seperti pesta s*x dari pada club." Bisik Fane lagi yang merasa cemas karena suasana disini sangat berbeda dengan club pada umumnya dan dia sedikit penasaran tentang bisnis apa sebenarnya yang Arden punya.
"Tenang saja, ayo ikut." Aileen menarik Fane dan duduk di meja yang lebih tersembunyi dari keramaian. Sedangkan Rio sudah asik dengan beberapa wanita yang berkenalan dengannya dan kenal dengan aktor sepertinya.
Namun jangan heran, Rio memang terkenal pemain wanita tetapi yang anehnya dia masih memiliki banyak fans.
Sedangkan Angel juga sedang asik menari bersama seorang pria bule sepertinya dan menikmati malam. Aileen dan Fane masih santai duduk dan minum, tapi Fane melarang Aileen meminum alkohol karena dia akan berubah sangat liar jika menyentuh minuman itu.
"Sepertinya mereka telah melupakan kita, apa kau masih mau membalas mereka?" Tanya Fane dan Aileen mengangguk.
"Tunggu saja mereka kembali." Jawab Aileen dengan senyumnya.
__ADS_1
TBC~