Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 50 - Malam Pertama Anson dan Vio


__ADS_3

Anson membelai wajah Vio setelah mereka berhasil kabur dari acara yang ternyata berlangsung sampai malam. Anson yang sudah tidak sabar langsung melu cuti seluruh kain yang ada di tubuh mereka lalu membawa Vio ke kamar mandi yang juga sudah di sulap oleh Hanny menjadi mewah dengan adanya bathtub yang entah kapan dipasang. Anson membersihkan tubuhnya dan juga Vio meskipun istrinya itu menolak karena malu tapi akhirnya dia pasrah.


[skip adegannya karena gak lolos review hehehe]


"Malam ini cukup ya.. kau sangat luar biasa dan aku sudah tergila-gila padamu Violet." Bisik Anson dan Vio yang kelelahan hanya tersenyum tipis dan memeluk Anson.


Mereka berakhir di bathtub karena tubuh mereka penuh minyak yang menambah sensasi di malam pertama itu.


\= = = = = = = = = =


"Ah... badanku sakit semua.." Lirih Vio saat bangun di pagi harinya. Dia tidak melihat Anson di manapun, tapi setelah dia duduk dengan susah payah karena bagian bawahnya terasa sakit dan pinggangnya pegal dia melihat Anson keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk di pinggangnya.


"Vio sudah bangun, istri imutku." Ucap Anson lalu dia mendekat pada Vio yang terus menatapnya.


"Duh suamiku seksi sekali, aku ingin menciumnya dan menyentuh seluruh tubuh kekar itu." Ucapnya dalam hati.


"kenapa melihatku begitu? Itu tatapan penuh gairah.. kau mau lagi?" Tanya Anson lalu mencium Vio dengan lembut dan berakhir saling *****.


Tangan Anson telah bermain di wilayah kesukaannya sambil salah satu tangannya menyusup ke balik gaun tidur Vio yang memang didalamnya tidak mengenakan apapun lagi.


"Dasar mesum! Kau berpikir apa sampai sudah basah begini." Bisik Anson seraya tangannya masih bermain di bawah sana. Vio mendesis karena nikmat yang diberikan suaminya itu.


Anson menarik handuknya dan merebahkan dirinya lalu menarik Vio untuk duduk diatasnya dan perlahan memasukan miliknya sambil mengarahkan Vio sampai terdengar erang*n dari bibir mungil istrinya.


3 ronde panas terlewati lagi sampai Vio sendiri tidak sanggup berdiri apalagi berjalan, Anson lah yang membopongnya dan memandikan Vio yang sudah lemas tak berdaya.


"Istri mungilku sangat hebat..muaacchh." Anson mencium kuat pipinya karena gemas.


"Lapar.." Ucap Vio dan Anson baru sadar kalau sekarang sudah jam 1 siang.


"Sebentar ya.. aku lihat dulu dibawah." Anson segera memakai pakaiannya dan turun ke bawah mencari makanan untuk mereka. Ternyata Hanny sudah menyiapkan semuanya.


"Tuh pengantin baru, jam segini baru turun pasti habis-habisan tadi malam lanjut sampai siang." Goda Hanny sembari menyiapkan makanan untuk mereka.

__ADS_1


Hotel kecil ini sudah di sewa seluruhnya selama 2 hari agar semua keluarga bisa bersantai di daerah pengunungan terpencil ini.


"Terima kasih mommyku yang cantik." Ucap Anson dan mencium pipi Hanny lalu naik kembali ke kamarnya.


"Vio.. baby, aku kembali." Anson tersenyum saat melihat istrinya sedang duduk di balkon kecil di kamar mereka di lantai 2 itu.


"Cepat sayang, aku sangat lapar." Vio tersenyum dan menoleh ke arah Anson yang berjalan membawa nampan berisi makan siang mereka.


"Kau bisa jalan?"


"Bisa pelan-pelan."


"Habis ini istirahat ya.. nanti malam kita lanjut."


"Ihh baru juga selesai, capek.."


Vio cemberut karena dia belum makan dan tidur dengan benar sejak kemarin dan kini dia harus terus-terusan lembur.


"Aku sangat ingin ke Australia, karena aku gak bisa kuliah disana dulu." Ucap Vio mengingat betapa dia kecewa karena terbentur biaya padahal dia bisa mendapat beasiswa untuk kuliah S2 nya disana.


"Kau mau kuliah lagi? Kau bisa kuliah, aku gak akan larang." Tanya Anson tapi Vio menggeleng kuat.


"Gak, aku maunya kerja. Tetap jadi sekretaris direktur tampan yang sekarang jadi suamiku." Jawab Vio.


"Hahahah.. baiklah, kita tetap kerja seperti biasa ya.. tapi gak ada lagi namanya rahasia tentang hubungan kita. Aku maunya seluruh dunia tau kalau Violet yang imut dan cantik ini adalah istriku."


"Siap tuan, laksanakan!"


Mereka makan siang di balkon sambil mengobrol apa saja yang membuat mereka kadang tertawa dan sesekali Anson yang jahil mengganggu istrinya itu.


\=//=


2 tahun kemudian

__ADS_1


Vio yang sedang menunggu Anson pulang kerja di temani Hanny dan anak kembar mereka tertawa bersama. Anson dan Arden sudah 4 hari ini di Italia mengunjungi cucu Darren yang menikah 2 hari lalu dan mereka sedang menunggu kepulangan sang suami tercinta. Sedangkan Ansel dan Adel sudah pindah dari rumah ini dan tinggal di rumah mereka sendiri.


Tinggal lah Anson dan Vio, bersama anak kembar mereka yang semakin lincah di usia 4 bulan bernama Sean dan Jean. Sedangkan Arion masih berkelana mencari kekasihnya yang tiba-tiba menghilang.


"Sayang! keluarlah.. dan dimana para pengawal?" Teriak Arden dari luar gerbang.


Beberapa pengawal buru-buru menghampiri karena saat ini sedang hujan lebat dan semuanya tertidur begitu lelap. Bahkan di pos jaga gerbang depan juga 2 security sedang tertidur saat Tuan mereka pulang.


Hanny dan Vio tergesa-gesa keluar dan meninggalkan 2 anaknya bersama nanny mereka.


"Ada apa?" Tanya Hanny begitu melihat Arden sudah basah kuyup dan diikuti Anson yang sedang membawa keranjang yang isinya adalah...


"BAYI SIAPA INI?" Tanya Hanny terkejut.


Anson membawa keranjang berisi bayi itu ke dalam dan di letakkan di atas meja ruang tamu. Seluruh baju bayi itu basah, entah sejak kapan bayi ini ada di luar.


"Entahlah.. tadi kami pulang ada keranjang di depan pagar kita dan Anson turun melihat isinya bayi." Jelas Arden. Tiba-tiba bayi itu menangis tetapi sangat lemah. Vio yang kasihan langsung mengangkat bayi itu dan membuka seluruh pakaian bayi dan membungkusnya dengan selimut hangat.


"Sepertinya dia lapar." Ucap Vio dan dia segera membawa bayi itu ke kamar si kembar lalu memberinya asi. Sedangkan Arden melihat ada sepucuk surat yang setengah basah namun masih bisa terbaca dengan jelas.


"Rawatlah bayi ini, ibunya meninggal setelah melahirkan."


Itu isi surat dan bayi itu baru saja dilahirkan tadi pagi dan kini kehujanan. Setelah selesai menyusui bayi itu mereka membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa dan hasilnya, bayi ini punya kelainan jantung dan sangat lemah.


"Ya Tuhan.. apa benar ini cucuku?" Tanya Hanny dengan air mata berlinang, dia sangat sedih melihat bayi itu.


"Tapi anak siapa? Keturunan Tenggara." Tanya Anson.


Nanti kita pikirkan yang penting bayi itu harus sehat dulu." Ujar Arden dan mereka menunggu hasil pemeriksaan dokter selanjutnya.


TBC~


*** Bayi siapa itu? Kisah bayi mungil yang malang itu akan hadir segera\, pantengin terus ya... Terima kasih. ***

__ADS_1


__ADS_2