Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 19 - Dia Pria Baik


__ADS_3

Setelah sarapan Aileen segera berangkat ke perusahaan dengan mobilnya dan tidak ada lagi asisten atau supir di sisinya karena Arden melarang dan mencabut itu, kini Aileen akan berusaha sendiri. Tapi itu bukan masalah karena Aileen sebenarnya adalah wanita yang mandiri.


"Nona.. maaf tapi anda dilarang masuk ke ruangan ini." Cegat salah satu dari sekretarisnya.


"Apa? Ini ruanganku dan aku direktur disini." Bentak Aileen tapi sekretaris itu tetap menghalangi jalannya.


"Maaf nona, ini adalah perintah Tuan Arden dan anda diminta untuk ke kantor pusat." Jawab sekretaris itu. Aileen mendengus kesal lalu berbalik.


"Kak Arden apaan sih.. aku sudah berusaha keras memajukan perusahaan ini dan sekarang aku tidak boleh masuk?" Gerutu Aileen tapi dia tetap patuh dan pergi menemui Arden di kantor pusat.


Hanya 20 menit dia telah sampai dan Brraakkk!! Aileen mendorong kuat pintu ruangan Arden dan disana juga sudah ada Ansel dan Anson.


"Kakak apaan sih aku gak mau tau, aku mau balik ke tempatku sekarang juga!" Teriak Aileen begitu dia masuk ruangan Arden, tidak ada lagi sopan santun karena dia sedang marah, sangat marah.


"Mulai sekarang, kau akan bekerja di StarE bersama Ansel dan jadilah karyawan biasa, jabatanmu sekarang manajer perencanaan salah satu acara televisi. Fasilitas lainnya masih boleh kau nikmati karena memang hasil kerja kerasmu." Jelas Arden.


Dia sengaja menurunkan jabatan Aileen agar tidak terlalu meremehkan Fane nantinya sampai Aileen bisa menerima Fane sebagai calon suaminya.


"Apa ini karena pria itu?" Tebak Aileen dan menatap curiga pada 2 keponakannya disana.


"Yah itu benar, kau harus berusaha menghormatinya, dia itu pria baik dan kakak sudah selidiki masalalu dan kehidupannya. Kau tidak akan bisa membayangkan apa yang telah dia lalui dan usahanya untuk dapat 2 gelarnya sekarang. Dia salah satu lulusan terbaik bisnis sama dengan Ansel dan dia juga seorang chef profesional jadi kakak pikir dia pria hebat." jelas Arden tetapi Aileen masih tetap mengeras dan dari wajahnya yang terlihat kesal dia menarik napasnya dalam-dalam dan menurunkan emosinya.


"Aileen kau harus sabar, kau wanita cerdas dan pikirkan cara untuk singkirkan pria itu.. sabar Aileen.." Ucapnya dalam hati untuk menenangkan dirinya sendiri.


"Baiklah.. aku akan menerimanya tapi, aku akan buktikan kalau pria itu tidak sebaik yang kakak kira dan kalian.. bilang ke teman kalian itu, jangan coba-coba mengambil hatiku, aku tidak akan memberikannya sedikitpun!" Tegas Aileen lagi.

__ADS_1


"Auntie... dia punya nama, coba auntie cari saja di internet, nama Fane Walden dan auntie akan terkejut."


Sebelum Ansel menyelesaikan kalimatnya, Anson telah mencari lebih dulu dan dia berseru hebat.


"Wow dia ternyata hebat!" Seru Anson dan memperlihatkan ponselnya pada Aileen yang kini memilih duduk di depan mereka.


Aileen melirik sekilas dan di sana ada sebuah artikel tentang Fane yang mendapatkan juara 1 ajang memasak taraf internasional. Ya, Aileen mengakui kalau acara itu memang sangat popular tapi kini pria itu hanya pengangguran.


"Tapi dia sekarang hanya pengangguran dan benalu." Sahut Aileen.


"Itu karena auntie!" Balas Ansel singkat.


"Kok auntie yang disalahkan?" Tanya Aileen tak terima.


"Jadi gini loh.. auntie cantik.. Fane itu harusnya dari tahun lalu sudah di kontrak oleh restoran terkenal taraf internasional di Amerika tapi karena dia sibuk ke dokter untuk terapi dan masalah dengan tunangannya yang berakhir putus, dia akhirnya memutuskan untuk cari gadis yang telah membuat hidupnya berantakan itu, akhirnya dia melepaskan kesempatan emas demi mencari auntie ku yang cantik ini." Jelas Anson panjang lebar setelah membaca data Fane yang diberikan Ansel padanya dan itu membuat Aileen tertegun.


"Separah itukah traumanya?" Pikir Aileen yang sedikit merasa bersalah dan akhirnya dia hanya bisa diam dan berpikir untuk lebih lembut pada Fane nantinya.


Fane Walden, pria tampan dan sexy itu kini berada di sebuah restoran yang cukup mewah dan mencoba peruntungan untuk menjadi chef disini. Tidak perlu membuat menu baru, yang penting dia dapat bekerja untuk sambil mencari yang lebih baik nantinya.


"Wah.. kamu benar mau kerja disini? Kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari ini Tuan." Ujar manajer restoran pada Fane.


"Yang penting saya ingin berkerja dulu Pak." Jawab Fane dan terlihat manajer itu berpikir sejenak dan permisi keluar untuk menghubungi seseorang. Selang tak berapa lama dia kembali.


"Kami ada tawaran, akan diadakan acara TV memasak dan saya rasa kamu cocok untuk itu, dari segi penampilan kamu sangat memenuhi syarat dan kemampuan juga aku percaya, jika kamu berminat besok bisa datang ke alamat ini dan temui kontak ini." Tawar manajer dan Fane terlihat tertarik.

__ADS_1


"Aku akan mencobanya, terima kasih." Jawabnya dengan cepat.


Fane masih membaca tawaran yang diberikan kepadanya dan dia langsung menerima tawaran itu karena disana tertera kalau StarE yang akan menjadi produser dari acara tersebut. Untungnya manager restoran itu memberikannya waktu untuk mempelajari terlebih dahulu sebelum memutuskan.


"Dari pada bingung lebih baik aku kesana saja tanyakan langsung pada Ansel atau Aksa." Pikir Fane dan dia segera menuju ke StarE.


"CK.. masih hujan, aku harus cepat tapi... Ah sudah lah terobos saja." Ucap Fane pelan dan karena dia bingung belum mempunyai kendaraan dan membeli mobil juga tabungannya sudah tidak cukup, akhirnya Fane hanya menyewa motor untuk dirinya dapat bergerak bebas di negara ini dengan bantuan GPS.


Hujan lebat itu Fane terobos dan untungnya di dalam jok motor terdapat 1 mantel hujan yang bisa dia gunakan. Fane berhenti di lampu merah dan keadaan jalan siang menjelang sore itu begitu padat sehingga Fane tidak bisa melaju dengan cepat. Tanpa dia sadari mobil di sebelahnya adalah mobil Aileen yang juga sedang menuju StarE setelah dia dari kantor pusat Tenggara.


"Kenapa kau begitu Fane? Apa hebatnya aku sampai kau rela menderita begini?" Tanya Aileen yang melihat Fane di sebelahnya sedang kehujanan dan dia sebenarnya tidak tega melihatnya.


"Em.. baiklah, kita lihat perjuanganmu dulu dan aku akan memantaumu." Ucapnya lagi setelah Fane dan motornya telah jalan.


10 menit Aileen telah sampai dan tentu saja Fane lebih dulu karena dia lebih cepat. Saat Aileen masuk ke ruangan Ansel sudah ada Fane disana yang sedang mengeringkan beberapa bagian celana dan bajunya yang terkena hujan dan basah. Aileen masih terkesan cuek tapi dia tidak menatap Fane dengan sorot mata kebencian lagi tapi lebih teduh.


"Ansel belum sampai?" tanya Aileen pada Aksa yang ada diruangan itu. Kemudian Aileen duduk di sofa dan bermain ponselnya tapi tiba-tiba dia membanting kesal ponsel itu ke sofa depannya, mood-nya hancur seketika.


Aksa yang penasaran lalu mengambil ponsel itu dan melihat isinya, "Wah.. gila, gandengan baru lagi. Auntie masih memperhatikannya?" Tanya Aksa dan Aileen hanya diam.


"Auntie.. jangan begitu, lupakan Rio brengsek itu dari dulu dia memang suka selingkuh kan. Mending lirik saja Fane ini aku jamin Fane itu pria setia sama dengan Ansel." Ucap Aksa sambil melihat IG story dari mantan pacar Aileen yang bernama Rio itu yang merupakan seorang aktor dengan kehidupan WAH dan dikelilingi banyak wanita cantik.


"Jangan menggurui.. kau saja belum pernah jatuh cinta." Sinis Aileen dan mencebikkan bibirnya karena kesal. Dia belum bisa melupakan Rio yang merupakan cinta pertamanya, meskipun beberapa kali di khianati tapi Aileen tetap menyimpan rasa cintanya pada Rio.


"Auntie bukannya mau cari yang seperti granpa Ben? Nah Fane lah jawabannya, dia pekerja keras, semua hasil yang dia dapat merupakan jerih payahnya sendiri dan apa dia kurang tampan? Tidak kan?" Ucap Aksa lagi dan Aileen melirik ke arah Fane sebentar dan memang, dia mengakui kalau Fane pria sexy dan tampan seperti ayahnya tapi tetap saja menurutnya itu kurang bila dibandingkan dengan ayahnya dan dia sudah terlanjur cinta dengan Rio pria mesum dan brengsek.

__ADS_1


TBC~


__ADS_2