
Waktu berlalu~~
Leon yang sebentar lagi mau 5 tahun, telah bisa berlari riang di halaman rumah sakit, sejak 2 bulan lalu dia sembuh total dan hanya datang checkup sebulan sekali. Vio beserta 3 anaknya terus bermain kejar-kejaran tapi Leon yang masih harus menahan diri segera duduk dan istirahat setelah dia lelah.
Pada dasarnya Leon adalah anak cerdas dan dia tau apa yang boleh dan tidak dilakukan olehnya bahkan dia sekarang sudah cari tau sendiri apa hal yang dibutuhkan olehnya.
"Leon... beberapa bulan lagi kan Leon ulang tahun nih, mau hadiah apa?" Tanya Arden yang baru pulang dari kegiatannya di luar.
"Opa! Leon mau rumah yang bisa jalan."
Arden mengerutkan keningnya dan melirik sebentar ke Arlen yang ada di sebelahnya bersama 4 cucunya.
"Rumah yang bisa jalan? Untuk apa?" Tanya Arden lagi.
"Biar Leon bisa keluar, jalan-jalan sama papi dan cari mami. Mirip ini loh opaaa..." Leon membuka salah satu laman di internet yang menjual rumah mungil yang bisa dibawa kemana pun.
"Ohh rumah ini, papi mu ada kok, tapi di dalam mobil. Dulu papi pernah cari mami juga selama hampir 1 tahun tapi yang ketemu malah kamu. Coba nanti tanya papi ya.." Arden lalu menggendong Leon dan membawanya ke halaman belakang rumahnya. Disana Arion dan Anson sedang duduk dan bersantai sambil minum kopi.
"Papi.. ayuk kita cari mami, kita jalan-jalan kaya ini." Leon memberikan tabletnya hadiah dari Ansel di ulang tahunnya tahun lalu dan memperlihatkan video sekeluarga tinggal di rumah kecil terbuat dari bus yang di rombak menjadi rumah layak huni.
"Leon mau jalan-jalan begitu?" Tanya Arion dan Leon mengangguk semangat.
"Tapi kalau kita tinggal disana, jadinya leon gak bisa sekolah bersama teman-teman, Leon tetap mau?" Tanya Arion lagi memastikan.
Leon berpikir sebentar, dia melihat sepupunya yang juga sedang main dan berlarian.
__ADS_1
"Leon mau papi.. kita tinggal berdua dan jalan-jalan." Ujar Leon dengan wajah seriusnya, anak ini tidak seperti anak normal lainnya malah terlihat dewasa di umurnya yang masih belum genap 5 tahun.
"Baiklah, tapi janji sama papi dulu. Jadi anak baik, makan sesuai dengan yang telah dianjurkan dokter, gak boleh capek."
Leon mengangguk senang, dia sudah mengerti semuanya dan Arion mengelus kepalanya dengan sayang.
"Baiklah, opa yang akan bikin rumah dalam mobil seperti itu ya.. jadi tunggu 1 bulan lagi kalian bisa berangkat. Sana main lagi sama kakak.." Arden mengelus kepala Leon lalu bocah itu berlari mengikuti kakak sepupunya yang lain dan bermain di taman dengan ceria.
"Kamu yakin Ion bisa menjaga Leon hanya berdua?" Tanya Arden dan Arion mengangguk yakin.
"Iya dad, Ion kan sudah pernah hampir setahun hidup begitu dan kali ini Ion mau menunjukkan dunia pada Leon yang selama ini hidup hanya di kamar rumah sakit." Jawab Arion dengan pasti dan Arden hanya bisa mengikuti kemauan cucunya.
"Baiklah, tapi tetap daddy akan menyuruh orang pantau kalian dari jauh dan ingat, makanan yang kalian konsumsi harus yang bergizi."
"Iya dad.. dan tolong bantu bicara sama Mommy, pasti nanti ngomel."
Arden tertawa karena mereka yakin Hanny akan marah-marah nantinya.
Setelah berhasil membujuk Hanny yang marah dan bahkan ngambek tidak mau makan, Arden segera menyuruh anak buahnya membeli bus sekolah baru dan dia akan rombak sendiri sesuai yang dia inginkan yang yang pasti harus cocok dengan cucunya. Padahal Arion sudah bilang beli jadi saja, tapi Arden tetap akan membuatkan sampai mendatangan ahli khusus dari negara A.
Dalam waktu 42 hari bus itu telah selesai dan jika di lihat dari luar, hanya seperti bus biasa pada umumnya dengan warna yang telah di ganti menjadi warna baby blue kesukaan Leon dengan aksen putih yang terlihat seperti langit dan awan.
Di dalam bus sudah terpasang meja makan yang bisa di duduki oleh 4 orang, jika di geser bisa jadi untuk 2 orang agar space untuk bergerak jadi lebih luas.
Dapur dan ruang TV menjadi 1 tanpa sekat dan dapurnya juga lengkap dengan kulkas besar untuk persediaan makanan selama di perjalanan. Ada kamar mandi dan toilet canggih, 2 ruang tidur di bagian atas yang sangat nyaman.
__ADS_1
Tempat tidur Leon ada di bagian samping dengan single bed permintaan Leon karena jika mami mereka ketemu maka papi dan mami akan tidur sama-sama jadi dia tidak mau mengganggu. Tentu saja kamar tidur Arion lebih luas dengan kasur queen bed.
"Leon suka?" Tanya Arden dan tentu bocah itu sangat suka, apalagi ada lemari berisi banyak buku dan juga dia di berikan hadiah laptop oleh Anson, sepeda dari Ana dan seekor anak anjing coklat yang lucu dari Arion sesuai permintaannya yang ingin bepergian dengan papinya dan seekor anjing yang pintar.
"Suka sekali opa! Terima kasih." Jawab Leon dengan nyaring dan tawanya.
"Ion, listrik juga pakai tenaga surya dan ada baterai dengan daya besar jadi mau seboros apapun gak masalah, dapur juga aman, kompor listrik dan di kamar mandi ada closet flush biar gak kotor, seminggu sekali akan ada yang menghampiri kalian untuk isi ulang air dan pembersihan. Kalian tidak perlu khawatir." Jelas Arden dan Arion mendesah kesal, bukan seperti ini yang dia harapkan.
"Terima saja Ion, ini demi Leon juga. Kalau kau sendirian daddy mu juga gak akan seribet ini." Ujar Hanny dan Arion mengangguk pasrah.
"Papi.. mana Cody?" Tanya Leon karena sejak tadi dia bingung mencari anjing kecilnya. Tidak kecil lagi sih karena anjing jenis Border Collie berwarna hitam putih itu sudah berumur 4 bulan, termasuk anjing remaja.
"Oh iya, papi lupa bilang kalau Cody lagi sekolah biar pinter. Nanti kamu gak perlu latih dia lagi cukup rawat dan main." Ucap Arion tapi Leon terlihat kesal.
"Tapi kan Leon mau latih sendiri papi..."
"Hahahah iya, di sekolah juga Cody cuma di ajari teknik dasar, sisanya tetap kita latih sendiri. Jangan cemberut gitu.. jadi makin cakep anaknya papi."
"Dasar, kalau di pikir-pikir Leon memang mirip Sasa sih.. anakku gemesin mirip maminya." Kata Arion dalam hati.
"Papi.. siapin banyak buku ya, Leon mau baca dan nanti Leon juga mau belajar memancing, naik sepeda, berenang dan semuanya." Ujar Leon dan Arion tampak berpikir.
"Nak, gimana kalau papi ajarin semuanya dulu disini biar nanti kita sudah bisa main sama-sama. Kita belajar berenang dulu." Tawar Arion dan Leon tampak senang mendengarnya.
"Setuju! Leon mau belajar berenang!" Teriak Leon dengan suka cita. Arion segera nyebur ke kolam renang setelah dia membuka bajunya di ikuti oleh Leon, sampai akhirnya semua anak-anak disana ikut nyebur dan Arion yang bertugas menjaga mereka.
__ADS_1
Bersambung~