Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 22 - Mantan Tunangan


__ADS_3

Fane telah berada di restoran Triple K dan menandatangani kontrak kerja eksklusifnya selama 2 tahun kedepan dengan pembayaran diawal, tentu selama 2 tahun Fane akan menjadi chef restoran ini dan bekerja di depan kamera seperti yang tertera di kontrak.


Fane mendapat notifikasi dan pembayaran di awal telah masuk ke rekeningnya yang baru dia buka hari ini dan nominal fantastis tertera disana.


"Aku mau beli mobil dulu, yang murah aja." Ucap Fane lalu mengendarai motornya ke salah satu showroom mobil, setelah melakukan pebayaran dia harus menunggu lagi minimal sebulan untuk dapat mengendarai mobil itu.


Fane sampai di studio SM dan segera menemui Mr. Smith yang akan jadi penanggungjawab acara The Taste, di sana telah berkumpul orang-orang yang akan bekerja sama dengan Fane sebagai chef utama.


Di sanalah dia diperkenalkan pada semua kru yang bertugas dan yang membuatnya kaget adalah seorang wanita yang sangat dia kenal dan sangat dekat sampai tahun lalu.


"Oh ternyata kamu Fane Walden.. senang bertemu denganmu lagi." Ucap Angel dan mereka berjabat tangan. Mata Fane juga langsung tertuju pada 1 sosok yang membuatnya langsung tersenyum tipis.


"Ini perkenalkan, Aileen manajer pelaksana dan Ms Angel adalah ketua tim The Taste." Ujar Mr Smith dan Fane mengangguk lalu tersenyum.


"Ah.. baru datang, ini dia host kita Aderio biasa kita panggil Rio." Ucap Mr Smith lagi setelah Rio masuk ke ruang meeting itu dan pembicaraan pun dimulai.


Aileen merasa tidak nyaman, di depannya ada 2 pria yang ada di hidupnya. Rio yang mengisi sebagian ruang hatinya dan Fane adalah suami rahasianya. Dia sejak tadi tidak fokus apalagi Rio juga sesekali melirik dan tersenyum padanya tapi dia tetap cuek karena rasa sakit itu masih ada meskipun setara dengan rasa cintanya.


Fane juga mengetahui kalau Rio yang duduk di sampingnya sejak tadi memperhatikan Aileen yang ada di depan mereka dan dia sedikit tidak suka. Secara sengaja dia menumpahkan air putihnya dan Rio gelagapan karena terkena ponsel yang ada di atas meja. Kekanakan? Fane tidak peduli yang penting Rio tidak memperhatikan istrinya.


.


.


"Kau kekanakan sekali." Cibir Aileen ketika mereka telah sampai di apartemen.


"Biar saja, dia menatap terus ke istriku." Jawab Fane lalu mencium Aileen secara tiba-tiba. Aileen tidak menolak malah dia suka.


"Kau sudah mencintaiku?" Tanya Fane begitu dia melepaskan pagutannya.


"Belum.." Jawab Aileen singkat.


"Tapi kenapa kau menerima semua perlakukanku padamu dan terlihat tidak ada rasa terpaksa?" Tanya Fane sedikit penasaran.


"Tuan Fane.. kau itu suamiku dan kewajibanku untuk melayanimu di ranjang, lagian aku suka, kau tampan, sexy dan perkasa. Aku ini wanita dewasa dan butuh pelampiasan." Jelas Aileen dengan santainya. Fane tersenyum dan memeluk Aileen dengan erat.


"Tidak apa-apa Ay.. yang penting kau tidak menolakku, aku mencintaimu Ay." Bisik Fane lembut. Aileen hanya diam, dia merasakan nyaman.


"Apa kau kenal dengan Angel tadi?" Tanya Aileen tiba-tiba dan itu mengejutkan bagi Fane karena Aileen yang selama ini cuek mulai penasaran dengan dirinya.


"Dia mantan tunanganku." Jawab Fane jujur. Aileen langsung menatap Fane dan menghentikan makannya.


"Jadi gara-gara aku kalian batal nikah?" Tanya Aileen yang mulai penasaran.


"Ya begitulah.. tapi aku juga salah, karena tidak jujur. Harusnya aku jujur sebelum hubungan kami semakin dalam tapi, semuanya sudah berlalu jangan dipikirkan, sekarang aku adalah milikmu."


Fane mengecup tangan Aileen dan menyuapinya makan lagi karena dia tau Aileen pasti merasa bersalah.


"Apa kalian akhirnya ribut?" Tanya Aileen lagi tapi Fane tidak ingin menjelaskan lebih dalam karena itu hanya akan melukai harga dirinya saja.


"Nanti kau akan tau sebabnya baby.. besok syuting pertama ku jadi, aku mohon jangan buat aku makin gugup."


"Baiklah.. kalau begitu istirahat yang cukup karena besok siaran langsung yang pertama." Pesan Aileen dan Fane mengangguk dan tersenyum lembut padanya.

__ADS_1


"Apa kau akan tersenyum begitu untuk semua orang? Aku yakin fans mu akan banyak sekali nanti." Gumam Aileen tapi Fane tidak menanggapinya malah dia menahan senyumnya.


-*-*-*-*-*-*-


Syuting perdana berjalan lancar dan baik, Fane mendapatkan pujian karena tampil dengan sangat memukau, bahkan para wanita di tempat syuting terus mengelu-elukan ketampanan Fane apalagi saat dia memasak, mata wanita disana fokus padanya dan tidak beralih sedikitpun. Begitu juga Aileen yang ada sedikit tidak suka dengan hal itu.


"Biasanya dia hanya masak untukku, sekarang banyak yang melihatnya. Huh.. sudalah.." Batin Aileen kesal tapi dia harus profesional.


"Hai Ay.. kau makin cantik." Sapa Rio yang mendekati Aileen yang sedang duduk memantau dunia maya tentang penampilan perdana Fane. Aileen cuek saja dan tak menanggapi Rio karena dia sudah berjanji pada diri sendiri untuk tidak berlarut dalam perasaannya pada pria brengsek ini.


"Jangan sombong Ay.. aku tau kau masih mengharapkanku, bagaimana kalau kita coba sekali lagi? Kali ini aku akan bertahan dan aku yang bekerja sayang.." Rayu Rio tapi Aileen tetap cuek dan malah pergi meninggalkannya.


"Kau pasti akan sekali lagi berakhir di ranjangku Ay sayang. Aku rindu dengan tubuhmu." Gumam Rio dan sejak tadi Fane mendengarkan mereka.


"Ternyata Aileen pernah tidur dengannya? Ouh.. pantas saja istriku itu tambah liar setelah pertama kali." Bisik Fane pelan karena hanya dia yang ada disana.


Fane tidak marah ataupun kecewa karena itu adalah masalalu Aileen dan dia adalah masa depannya.


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-


Beberapa bulan berlalu dan kini Fane makin terkenal, bahkan namanya melesat makin cepat hingga akan mengeluarkan buku resepnya sendiri secara online. Fane lebih memilih online karena dia tidak terlalu mau repot dengan urusan laku dan tidak lakunya buku itu.


Seminggu dia hanya syuting 2 kali, meskipun banyak tawaran lainnya bahkan jadi model, iklan, aktor semua dia tolak karena dia hanya suka memasak.


"Guys... 2 bulan ini rating acara kita adalah yang teratas dan malam ini kita akan bersenang-senang, lihat ini...." Mr Smith memperlihatkan member platinum Lane's club dan semuanya bersorak gembira.


Total ada 7 kru dan 5 staff yang akan ikut. Dengan Aileen, Fane, Rio dan Angel semuanya akan ikut dalam pesta di Lane's club yang kini menjadi club terbaik di kota itu.


"Jadi kita bebas pesan apa aja bahkan pesen room?" Tanya salah seorang disana.


"Angel.. akhirnya kita bisa bersenang-senang setelah sebulan lebih kerja bagai kuda." Ucap Linda salah satu staff yang akrab dengannya.


Sedangkan Fane dan Aileen tampak biasa saja karena Lane's adalah tempat main mereka jika senggang bersama Anson yang selalu heboh.


Jam 8 malam mereka bertemu di Lane's dan dengan pakaian yang sangat sexy dan menantang Angel hadir disana bersama Linda dengan pakaian yang tak jauh beda.


Dengan tinggi badan 170cm dan tubuh porposional Angel berhasil menghipnotis semua mata lelaki, bahkan rambut panjang bergelombang berwarna pirang yang terlihat seksi itu menarik setiap lawan jenis.


"Kau benar-benar nakal Angel.. lihat, jika ini di tarik langsung polos tubuhmu." Goda Linda dan ingin menarik tali gaun yang dipakai Angel. Tali itu adalah inti dari gaun dan jika terepas maka tubuh Angel langsung polos.


"Sengaja, manatau bisa menarik perhatian Tuan Ansel." Bisik Angel yang tau siapa Ansel dan dia berharap dapat bermalam sekali saja dengannya.


"Kenapa tidak dengan Rio saja, lihat matanya seperti ingin menelanmu hidup-hidup." Bisik Linda lalu dia menoleh ke arah Rio dan tersenyum menggodanya.


"Benar juga, boleh dicoba." Jawab Angel lalu mereka terkikik sambil kembali meliukkan tubuh menari dengan gerakan yang sedikit erotis.


Tak lama muncul Fane bersama Ansel dan Anson, Ansel hanya menyapa lalu pergi lagi dan tinggal lah Anson yang bergabung dengan mereka.


"Wow.. itu kembaran Ansel?" Tanya Angel dan Linda mengangguk.


"Nah kalau dia mungkin, dia pemain wanita." Bisik Linda dan Angel menghampiri Anson yang duduk di sebelah Fane.


"Hai Tuan, kamu saudaranya Tuan Ansel?" Tanya Angel dengan senyum menggdanya.

__ADS_1


"Iya benar." Jawab Anson


"Saya Angel." Dia menyodorkan tangannya dan di sambut oleh Anson sambil tersenyum.


"Aku Anson, salam kenal nona cantik." Balasnya.


Belum sempat Angel merayu Anson, 2 pria itu langsung terpana dengan seseorang yang baru masuk disana dan bergabung dengan mereka.


Tubuh mungil tapi montok, di padukan dengan dress pendek dengan atasan ketat, bagian dadanya menyembul hampir setengahnya dan rok pendek mengembang. Yah Aileen tampak seperti gadis remaja yang baru saja dewasa. Mata Fane dan Anson terpaku melihat keseksian tubuh Aileen yang terpampang nyata di depan mereka.


"Au..eh Ay.." Sapa Anson, dia telah diperingatkan untuk jangan memanggilnya Auntie jika sedang diluar.


"Halo Ay.. kau tampak cantik dan sexy." Sapa Fane sedikit salah tingkah, miliknya sedikit mengeras dan berontak melihat tampilan Aileen tapi dia berusaha menahannya.


"Auntie.. Son rasa hari ini daddy akan sangat marah jika tau auntie makai pakaian begini." Bisik Anson dan itu terlihat mesra di mata Angel dan Linda yang tidak mengenal siapa Aileen sebenarnya.


Memang itu adalah titah dari Arden pada semua staff yang mengenal Aileen tidak boleh membocorkan siapa dia sebenarnya dan kebetulan yang bekerja di The Taste adalah staff baru yang belum mengenal keluarga Tenggara sama sekali.


"Jangan brisik, aku sudah punya suami dan dia biasa aja tuh, dan lagi sepertinya dia senang aku pakai yang sexy begini." Aileen balas berbisik dan itu sangat membuat Angel kesal.


"Jangan kesal begitu Miss Angel, aku tidak tertarik dengan bocah ini. Aku lebih tertarik dengan pria sexy itu." Ucap Aileen sambil menunjuk ke arah Fane yang masih terpana dengan sosok Aileen.


"Cih... dia? Ya ampun, sebaiknya jangan Nona, kau akan kecewa." Ujar Angel dengan tatapan menghina pada Fane yang kini berada di samping mereka. Begitu juga Rio yang juga menghampiri.


"Loh kenapa Miss Angel?" Tanya Aileen penasaran karena dia ingin tau perselisihkan antara Fane dan Angel yang sudah terlihat sewaktu mereka baru saja bertemu pas meeting pertama. Fane selalu menghindari Angel dan wanita itu selalu bersikap sinis padanya.


"Percuma tampan dan sexy tapi impoten." Jawab Angel santai dan Fane hanya menarik napasnya dalam-dalam.


Sebenarnya bukan Aileen yang membuat Fane trauma tapi sikap Angel setelah tau Fane mengalami disfungsi er*ksi, mental Fane langsung down begitu Angel sebagai tunangannya mencaci dan menghinanya di depan teman-teman dan itu yang membuat Fane tidak bisa sembuh selama ini.


"Masa sih?" Tanya Linda tak percaya, sedangkan Aileen mengepalkan tangannya kuat untuk meredam emosinya.


"Ah aku tidak percaya Miss Angel.. tidak mungkin, Fane sangat tampan dan gagah, apa kau pernah mencobanya?" Tanya Aileen dan Angel berbisik.


"Pernah, tapi sudah sangat lama sebelum dia jadi impoten jadi aku buang dia jauh-jauh hahahah.." Tawa Angel mengejek dan menatap Fane dengan ujung matanya dengan tatapan hina.


"Hm.. mungkin dia tidak selera melihatmu, mungkin denganku dia bisa." Balas Aileen lalu dia melirik ke arah dada Angel yang jauh lebih kecil dibanding dirinya.


"Atau mungkin, dia tidak selera dengan wanita yang telah longgar mungkin?" Sambung Aileen lagi dan Angel terlihat kesal.


"Apa maksudmu nona Aileen? Kau menghinaku?" Hardik Angel tapi Aileen malah mendekat padanya dan menempelkan dadanya di tubuh Angel dengan angkuh. Meskipun dia lebih pendek tapi Aileen tidak takut padanya.


"Yah.. perbandingan yang jauh, kau hanya menang tinggi saja. Sudah lah.. tak seimbang." Cibir Aileen lalu mendekat ke Fane dan menatapnya dengan tatapan nakal.


"Apa kau mabuk baby?" Bisik Fane pelan.


"Tidak.. aku hanya kesal saja, dia tidak tau saja, aku setiap malam kau hajar sampai lelah dia malah bilang impoten, tak tau diri." Cibir Aileen lagi dan Fane tersenyum manis menatap kagum pada wanita di depannya.


"Rio, kau mau temani aku?" Tanya Linda dan Rio mengangguk lalu merangkul tubuh indah Linda yang ramping.


"Anson.. " Panggil Angel dengan nada menggoda tapi Anson tidak ingin tergoda dan langsung pamit padanya.


"Oh no... aku bisa dibunuh auntie Ay kalau main dengannya dan dia bekas Fane aku gak sudi sentuh bekas teman." Batin Anson sambil berjalan menghindari semuanya. Lebih baik dia melapor ke daddy karena dia melihat tatapan Rio begitu menakutkan memandang Aileen sejak tadi.

__ADS_1


TBC~


__ADS_2