
Rombongan Anson sampai di pabrik baru mereka dan disambut meriah disana. Anson berkeliling dan melihat seluruh pabrik dan tidak mau ada kesalahan apapun pada produksi baru, dia juga mengingatkan tentang keselamatan kerja untuk para karyawannya.
Selesai berkeliling mereka akhirnya melanjutkan agenda selanjutnya untuk meeting dan kali ini Mika yang mendampingi Anson dan gantian Vio yang duduk sedikit jauh darinya.
Mika yang sejak tadi tidak dapat menutupi rasa senangnya terus tersenyum dan Anson cukup puas dengan hasil kerja dari Mika yang terbilang sempurna.
Meeting juga selesai dengan cepat dan hanya 30 menit mereka akhirnya kembali berkeliling di ruangan kantor dan melihat data-data disana.
"Mika, untuk meeting besok kau saja yang urus, tapi kali ini print out semuanya dan besok harus selesai jam 10 pagi." Perintah Anson karena dia senang dengan cara kerja Mika.
"Baik Tuan, akan saya kerjakan." Jawab Mika sambil tersenyum genit untuk menarik perhatian Anson.
"Baiklah, kita selesai dan kalian bebas mau kemanapun malam ini dan besok jam 10 bertemu kembali di meeting room yang tadi."
Anson juga belum bisa beristirahat karena dia masih ada pertemuan dengan salah satu pemasok bahan baku di kota ini, tapi dia melihat Vio yang terlihat lelah dan tidak nyaman menjadi sangat cemas.
"Vio kembali saja ke hotel, kamu terlihat lelah." Bisik Anson dan Vio juga sangat ingin kembali karena mulai tidak nyaman dengan keadaan hari ini, tidak seperti yang dia harapkan.
"Hm.. ada salah satu dari kalian yang bisa gantikan Vio? Karena dia kurang sehat." Tanya Anson sebelum mereka berpisah.
"Biar saya saja Tuan Anson." Jannet langsung mengajukan diri tanpa berpikir dua kali dan Anson setuju karena dia butuh seseorang untuk menemaninya.
"Baiklah, Jannet bisa temani saya dan yang lainnya kembali saja." Tutup Anson dan mereka berpisah disana.
Vio yang sangat lelah telah mendapatkan kartu akses kamarnya dan juga Anson yang bersebelahan lalu sewaktu berada di lift yang hanya dia berdua dengan Mika dengan santainya Mika memberikan tugas yang diberikan Anson untuknya.
"Nih seperti biasa dan paling lambat besok saat sarapan sudah harus di print out semuanya." Ujar Mika dan ketika lift terbuka dia melenggang keluar. Sedangkan Vio hanya bisa menarik napas dalam dan naik lagi keatas untuk ke kamar mewahnya yang telah disiapkan Anson untuk mereka.
Vio masuk ke dalam kamarnya dan mengirimkan pesan ke Anson nomor kamar mereka dan nanti bisa memanggilnya saja untuk membuka pintu jika sudah kembali.
Vio segera mandi dan berendam karena ada bathtub di dalam dan dia sedikit lega karena air hangat sangat nyaman tapi tidak bisa lama-lama.
"Ah seandainya gak ada tamu bulanan ini aku akan berendam minimal sejam, ini baru 10 menit ck." Gumam Vio sambil berdecak kesal.
Vio tidak bisa istirahat, dia mengganti bajunya dengan yang paling nyaman lalu segera mengerjakan tugas yang diberikan Mika. Memang Vio sangat cekatan, dalam waktu kurang dari 30 menit semua pekerjaan telah dia selesaikan.
__ADS_1
"ok.. sekarang keluar untuk di print dan cari makan." Ujar Vio dengan semangat. Dia meyambar tas ranselnya dan memasukkan semua keperluan dan kembali turun ke lobi setelah memesan taxi online.
"Duh.. lama banget cuma ngeprint itu aja." Keluh Vio karena dia takut Anson kembali dan dia tidak ada dikamar. Setelah hampir setengah jam akhirnya semuanya selesai, Vio segera kembali ke hotel dan memberikan semuanya ke Mika karena besok dia yakin tidak akan bisa berpisah dari Anson.
"Hem.. cepat juga kau culun, ya sudah sana pergi, penampilanmu bikin sakit mata." Usir Mika begitu mendapatkan yang dia mau.
Vio kembali ke kamar dan mengganti bajunya lagi agar tidak ketahuan Anson kalau dia keluar. Sambil menunggu, dia bermain ponsel dan ketiduran karena lelah.
Anson kembali hampir tengah malam karena pertemuannya dengan rekan kerjanya berakhir dengan makan malam dan minum di sebuah bar disana.
.
.
.
"Dasar si mungil ini ternyata tukang tidur." Anson mendekat dan senyumnya semakin lebar melihat cara tidur Vio yang menurutnya lucu.
"Astaga, cara tidurmu juga mirip sama Ana. Apakah wanita pendek semua begini yah, tidur seperti bayi." Gumamnya lalu naik ke tempat tidur dan membelai wajah Vio.
"Ahh.. kenapa ga bangunkan aku, masuk dari mana?" tanya Vio kaget dan langsung terduduk.
"Masuk ya masuk aja, kan hotel ini punyaku." Jawab Anson dan Vio melongo mendengarnya.
krruukk krrukkk
"Aishh.. " Vio memegang perutnya yang bikin malu, malah bunyi saat ini, karena dia juga memang lapar dan tidak sempat membeli makan tadi.
"Kau belum makan?" Tanya Anson terkejut. Vio menggeleng dan tersenyum dengan takut-takut karena Anson sedang menatapnya tajam.
"Kau tidur terus dan gak makan malam?" Tanya Anson lagi dan Vio mengangguk.
"Mau makan apa? Aku pesankan dari restoran." Tanya Anson.
"Ini sudah tengah malam, restorannya masih buka?"
__ADS_1
"Ini hotelku Vio sayang..."
"Ouh iya, apa aja deh yang penting kenyang. hehe.."
"Okeh sebentar."
Setelah memesan makanan Anson segera membersihkan diri dan karena dia lupa kalau ini bukan kamarnya jadi dia tidak bawa baju.
Vio yang sedang makan pun begitu terkejut saat Anson keluar dari kamar mandi sengan handuk di lilitkan di pinggangnya dan rambut basah.
"Sangat sexy dan tampan." Ucap Vio tanpa sadar dan Anson mendengarnya. Anson mendekat dan melihat Vio yang masih terpana melihatnya padahal makanan masih di mulutnya belum di telannya sama sekali.
"Hei.. sadar Vio." Anson mengetuk kening Vio dengan jarinya dan terkekeh geli melihatnya. Vio yang baru sadar jadinya tertunduk malu dengan wajah memerah.
"Ahh Vio bodoh, kenapa harus menatapnya begitu? Tapi aku ingin sekali meyentuh perut kotak-kotak itu." Ucap Vio tapi kali ini di dalam hatinya.
"Tunggu di sini, aku ambil baju dulu kalau gak nanti kamu gak bisa lanjutin makan." Bisik Anson tepat di telinga Vio lalu segera masuk ke kamarnya melalui connecting door.
Vio langsung merinding dan tubuhnya terasa hangat dengan wajah semakin memerah.
"Aahh gawat, Vio jangan berpikiran mesum. SADAR!!" Teriak Vio masih dalam hati lalu dia segera menghabiskan makanannya dan minum dengan cepat.
"Loh kok sudah selesai?" Tanya Anson begitu kembali dan melihat Vio sudah duduk santai dan menonton tv.
"Sudah, makan sedikit aja karena sudah malam gak baik makan sampai kenyang." Jawab Vio yang pandangan matanya masih ke arah tv karena tidak berani melihat Anson yang sangat tampan malam ini.
"Ayo tidur." Ajak Anson yang sudah tiduran dan menepuk kasur di sebelahnya.
"Ah tapi.. kok tidur disini?" Tanya Vio tergagap.
"Aku mau tidur bareng kamu, memelukmu begini." Anson menarik Vio lalu memeluknya seperti memeluk guling dan Vio terhimpit dalam dekapan Anson.
"Ahh gak mau, berat!" Pekik Vio tapi dia tidak bisa melepaskan diri karena Anson tetap tidak mau melepaskannya.
TBC~
__ADS_1