Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 63 - Gelisah


__ADS_3

Jam 7 malam, Arion terbangun dari tidurnya dan dia melihat busnya sudah kembali. Arion masih malas untuk beranjak dari tempat nyamannya, pikirannya melayang jauh.


"Bagaimana aku menemukanmu Sasa?" Gumam Arion pelan. Dia masih sangat merindukan gadis kacil itu, bahkan dia sangat ingin melindunginya dari apapun.


"Kalau kita bertemu lagi, aku pastikan hanya akan memberikanmu kebahagiaan. Semua yang aku punya bahkan rela aku tinggalkan hanya demi bisa bersamamu. Jika waktu bisa di ganti dengan uang, aku akan menggantinya dan kembali ke waktu dimana bersama dirimu." Ucap Arion lagi. Tanpa terasa air mata jatuh kembali.


"Bodoh.. kalau kau melihatku, kau pasti akan mengejekku Sasa.. aku jadi pria cengeng karenamu."


"Papi.. Leon mau turun..." Ujar Leon menyadarkan Arion dalam lamunannya.


"Ok, happ!" Arion menangkap Leon dalam gendongannya lalu menurunkannya dan mulai membuat api unggun di sekitar sana dalam tong khusus miliknya.


"Mandi dulu Leon, terus kita makan malam. Papi tadi minta tolong pelayan masak." Ujar Arion dan Leon dengan patuh masuk ke kamar mandi kecil di dalam bus dan mulai membersihkan dirinya. Leon memang sudah bisa mandi sendiri dan tidak ingin dimandikan lagi sejak dia sembuh.


Setelah Arion juga membersihkan dirinya mereka makan malam sambil melihat kegelapan malam, begitu sunyi dan tenang. Hanya suara deburan ombak yang terdengar bersahutan.


"Leon mau telepon oma gak?" Tanya Arion sambil menekan tombol memanggil.


"Iya, sama papi juga sama sajalah.." Jawab Leon dan Arion terkekeh mendengarnya padahal dia tau pasti Leon lupa karena Hanny sudah duluan mengirim pesan.


Hampir 1 jam lamanya mereka berbincang dengan video call dan Leon begitu antusias dan senang menceritakan kegiatannya hari ini.


"Leon mau coba tidur di luar malam ini? Tapi harus pakai jaket yang tebal, masker dan penutup kepala." Tanya Arion tapi terlihat Leon tidak berani karena gelap dan tidak ada apapun di luar sana.


"Gak berani papi.. gelap.." Jawabnya lirih.


"Ya udah gak apa-apa, lain kali saja ya. Ayo tidur sekarang, besok papi akan ajak kamu mancing di laut." Arion menuntun Leon kembali ke tempat tidurnya dan menghidupkan lampu tidur agar tidak terlalu gelap.


.


.


.


Arion masih terjaga padahal sudah tengah malam, dia masih memeriksa laporan yang di berikan anak buahnya yang masih mencari keberadaan Sasa.


Arion membaca dengan seksama setiap email yang masuk, begitu banyak laporan tetapi tidak ada 1 pun yang berguna. Semua gadis yang mereka temukan bukanlah Sasa.


Arion merasa begitu bodoh, bahkan 1 foto Sasa juga dia tidak punya. Melly sempat pulang ke rumah orang tua Sasa tapi mereka juga tidak ada 1 pun fotonya.

__ADS_1


"Ah ini dia.." Gumam Arion. Salah satu anak buahnya berhasil mendapatkan foto dari passpor Sasa, Vinsa hanya itu namanya dan Arion tersenyum akhirnya dia bisa melihat Sasa meskipun hanya sebuah foto kecil.


"Leon pasti senang melihat foto maminya ini." Ucap Arion lalu dia menyimpan foto itu dalam ponselnya.


"Sepertinya kami harus ke Bali, atau lebih ke bagian timur." Gumam Arion lagi setelah membaca laporan selanjutnya.


"Semoga aku segera menemukanmu Sasa." Ucap Arion sambil menutup laptopnya dan merebahkan dirinya untuk mencoba tidur.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"Papi bangun... PAPI!" Teriak Leon karena dia sudah menunggu sambil membangunkan Arion lebih dari 20 menit dan sekarang sudah jam 9 pagi.


"Ah.. Leon, jam berapa sekarang?" Tanya Arion yang masih memeluk bantalnya.


"Jam 9 papi.. Leon laper." Jawab Leon dan Arion yang terkejut langsung terduduk dan mengusap wajahnya berkali-kali.


"Maaf nak, papi gak bisa tidur tadi tengah malam hehe.." Jawab Arion dan segera turun untuk mencuci mukanya.


Arion sedang membuatkan roti bakar dan telur dadar untuk sarapan Leon, dia menumpuk roti, telur, selada, tomat dan sedikit mayones beserta saus tomat, kalau untunya sendiri di tambah saus sambal pedas.


Leon makan dengan lahap karena dia suka roti yang ditumpuk dengan telur dan saus tomat, kombinasi sempurna untuknya.


"Kalau cari kerang mau?" Tanya Arion dan anaknya itu mengangguk cepat dan segera melahap potongan roti terakhirnya.


Arion mengajak Leon dan Cody menggali pasir dan ternyata memang ada kerang kepah disana.


"Papi..Leon dapat lagi." Teriak Leon dengan senang dan Arion mengambil kerang itu dan memasukkan ke ember yang telah dia bawa.


"Masukkan ke sini nak.."


"Aaahh hahahahah Cody jangan begitu.." Tawa Leon terdengar lagi karena Cody menggali dengan kuat dengan 2 kaki mungilnya, bukan mencari kerang malah si anjing lucu itu hanya menggali lubang.


"Eh tapi ada nih lubang yang dibuat Cody, kita tinggal ambil." Ucap Arion dan benar saja mereka tidak perlu menggali karena Cody telah melakukan tugasnya dengan baik.


Ember kecil itu sudah penuh dengan kerang dan Arion akan mencucinya.


"Papi kerangnya di masak apa?" Tanya Leon saat Arion mencucinya berkali-kali karena pasir.


"Nanti siang kita rebus saja, nanti papi bikinin bumbu yang gak pedes buatmu ya, dan ini harus di rendam dulu sampai pasirnya hilang." Jelas Arion dan Leon mengangguk tanda mengerti.

__ADS_1


.


.


.


Seminggu berlalu dan Arion kini menjalankan busnya terus ke timur dan dia tidak berhenti di malam hari. Entah kenapa hatinya begitu gelisah. Ada rasa rindu yang semakin dalam juga di hatinya, rasa yang semakin membuat jantungnya sakit dan ingin rasanya dia berteriak kuat agar melegakan perasaanya.


Akhirnya di jam 4 dini hari, Arion memberhentikan busnya dan beristirahat di daerah pantai di kota Banyuwangi dan besok siang dia akan ke Bali.


Setelah tidur hampir 3 jam Arion bangun lagi untuk menyiapkan sarapan tetapi dia baru ingat kalau seminggu ini dia terus bergerak dan tidak sempat membersihkan bus dan mengisi bahan makanan. Jadi dia memutuskan akan berhenti 1 malam disini saja.


Seperti biasa, sore harinya bus di bawa oleh pengawal dan 3 jam kemudian kembali dalam keadaan bersih dan bahan telah terisi penuh.


"Papi.. kenapa papi cepat-cepat ke sini?" Tanya Leon yang sedikit khawatir dengan Arion.


"Apa Leon lelah? Kalau iya kita semalam lagi disini." Tanya Arion tapi Leon menggeleng pelan.


"Gak papi, kan Leon cuma tidur makan main dan baca buku, yang lelah itu papi. Oma tadi malam marah-marah tapi papi lagi tidur." Lapor Leon dan Arion terkekeh.


"Sini peluk papi."


Leon mendekat dan duduk di pangkuan Arion, papinya membelai lembut kepalanya dan memeluknya dengan erat.


"Papi rindu sama mami dan papi rasa mami masih ada di sekitar Bali, jadi papi mau segera kesana." Jelas Arion.


"Kalau gitu cepat papi, Leon juga ingin ketemu mami."


"Iya.. tapi istirahat dulu ya. Lagian sudah jam segini dan papi ngantuk besok pagi saja kita nyebrang ya. Leon belum pernah naik kapal kan.."


"Iya, Leon cuma lihat dari video di utube, jadi pengen naik kapal juga."


"Ok, besok kita pergi. Sekarang papi masak makan malam dulu."


Arion memindahkan Leon ke sofa dan menyalakan tv, lalu dia segera menutup pintu bus karena sudah hujan dan lumayan lebat. Untung saja dia tidak mengeluarkan peralatan tadi.


Arion memasak sup ayam dengan kentang dan wortel, seperti resep yang sering dimasak oleh Sasa dulu, lalu tumis kacang panjang dengan irisan cabai rawit yang pedas cocok untuk malam yang dingin ini, sedangkan Leon dia membuatkan salad sayuran.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2