Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 46 - Ayo Kita Nikah


__ADS_3

"Tenang Vio.. gak akan aku apa-apain kok, jangan percaya sama Melvin. Yang dia katakan gak sepenuhnya benar. Memang aku gak tahan lagi ingin nikah denganmu tapi aku ingin membuatmu nyaman." Ucap Anson lembut lalu mengendurkan pelukannya. Vio menggeser tubuhnya sedikit menjauh, dia tidur menyamping dan saling berhadapan dengan Anson.


"Apa yang ingin kau tanyakan baby?" Tanya Anson sambil mengusap lembut rambut Vio dan menatap manik mata abu-abu milik Vio yang sangat dia sukai.


"Kenapa kau mencintaiku?" Tanya Vio.


"Hatiku bergetar saat melihatmu waktu itu, kau sangat cantik tapi kau menyembunyikan kecantikanmu sayang.. aku telah berjanji kalau ada seorang wanita yang bisa membuat hatiku bergetar aku gak akan melepaskannya."


"Tapi aku sama sekali gak cantik, mantanmu lebih dari segalanya dan bahkan mereka artis dan model."


"Tapi hatiku inginnya Violet, yang lain gak bisa bikin aku berdebar. Hanya kamu Violet."


Vio terdiam, dia tidak tau mau tanya apalagi pada pria tampan di depannya ini.


"Sekarang gantian. Apa kau cinta padaku Vio?" Tanya Anson dan Vio mengangguk.


"Tentu saja."


"Sejak kapan?"


"Sejak pertama kali bertemu."


"Waktu hari pertama masuk kerja dong."


Vio menggeleng lalu Anson mengerutkan keningnya karena bingung.


"Kita pernah bertemu jauh sebelum itu." Vio tersenyum dan Anson jadi penasaran.


"Ceritakan kapan itu?"


+Fashback+


"Hei pendek culun!!" Seorang wanita berteriak lalu menarik rambut Violet yang saat itu masih menggunakan seragan putih abu-abunya.


"Dasar miskin, culun, jelek!" Teriaknya lagi dan Vio hanya diam tak menjawab.


Seperti biasa jika dia di puji oleh guru pasti Jannet akan mencari masalah apalagi kelulusan kali ini Vio mendapatkan juara 1 lagi, tentu Jannet semakin murka karena tidak terima Vio selalu lebih unggul darinya dalam hal belajar.


Vio memang pintar dan Jannet yang hidupnya sudah sempurnya selalu ingin lebih dan hanya juara 1 lah yang selalu tidak bisa dia dapatkan karena seseorang bernama Violet di kelasnya.

__ADS_1


Vio adalah siswi berprestasi meskipun hidup dalam keterbatasan biaya tapi dia belajar dengan baik karena Emily selalu membantunya dalam belajar. Vio sebenarnya kesulitan membeli buku pelajaran tambahan yang harganya cukup mahal tapi Emi selalu meminjamkannya sehingga Vio tidak perlu membeli buku tersebut.


Hari itu setelah pembagian hasil kelulusan Vio langsung pergi ke salah satu kampus ternama untuk ikut tes beasiswa. Dia tidak menyangka kalau Jannet juga akan ada disana dengan beberapa temannya.


Jannet yang melihat Vio segera menghampiri dan menarik Vio dan mengurungnya di dalam sebuah gudang yang lebih tepatnya adalah ruangan sebuah club yang sudah tidak terpakai.


Vio terus menggedor pintu tapi tidak ada yang mendengar atau membuka pintu itu karena kampus memang sedang libur dan tidak ada yang datang kecuali peserta tes.


"Sudah terlambat hu hu hu " Vio menangis karena sudah 5 menit berlalu dan dia terlambat mengikuti ujian untuk mendapatkan beasiswa.


Tapi Vio tetap berusaha berteriak dan menendang pintu, lalu dia menarik meja dan kursi dan menaikinya untuk melihat dari celah ventilasi apakah akan ada orang yang lewat baru dia akan teriak karena dia sudah sangat lelah.


Tak lama Vio melihat ada sepasang pria dan wanita yang masuk ke area lorong club itu tapi saat dia mau berteriak, dia terkejut karena sang pria langsung menaikkan rok wanita itu dan melakukan hubungan intim disana. Vio tidak berani bersuara dan menyaksikan hal itu sampai selesai.


Wanita itu segera pergi meninggalkan tempat itu setelah mereka selesai, dan si pria masih disana, Vio langsung menendang pintu dan berteriak minta tolong begitu dia turun dari kegiatan mengintipnya.


"Siapa disana?" teriak si pria dan Vio langsung berteriak minta tolong. Untung saja pria itu segera menolongnya dengan memanggil petugas.


"Astaga, gadis mungil kenapa kau disini?" Tanya pria tampan bermata hijau itu dan Vio sangat terpesona.


"Aku aku.. mau ikut ujian tapi terkurung disini dan ujiannya sudah selesai." Vio menangis sambil menjelaskan, pria itu yang tidak tega lalu membawanya bertemu salah seorang dosen disana.


"Mana kakak tadi? Aku belum berterima kasih." Gumam Vio saat dia keluar dan tidak mendapati pria tampan bermata hijau itu lagi."


Sampai setahun kemudian barulah Vio tau kalau orang yang menolongnya itu adalah salah satu dari si kembar tuan muda Tenggara.


+Flashback end+


"Jadi kau gadis mungil dengan seragam itu? Aku lupa wajahmu.." Anson sedikit terkejut dan dia juga tidak menyangka kalau Vio melihat perbuatan mesumnya disana.


"Jadi kau juga melihatku berbuat hal begitu dan tetap menyukaiku?" Tanya Anson lagi dan Vio mengangguk.


"Kenapa?" Tanya Anson penasaran karena biasanya gadis polos seperti itu pasti akan takut.


"Karena aku sering melihat kakaku melakukannya dengan gadis-gadisnya di rumah dan aku mengerti, terkadang pria butuh pelampiasan, itulah yang dibilang kakakku. Dan kalau suka sama suka dan gak ada paksaan itu hak kalian, aku gak bisa menghakimi kehidupan orang lain. Yang penting aku menjaga diriku sendiri." Jelas Vio dengan bijak.


Anson tertegun, begitu dewasa pemikiran Vio yang saat itu masih remaja. Anson langsung memeluk tubuh mungil Vio dan mengecup puncak kepala wanita pujaan hatinya itu.


"Terima kasih kau masih mau menerima pria sepertiku ini Vio.. aku merasa gak pantas untukmu." Lirih Anson lalu melepaskan pelukannya lagi.

__ADS_1


"Hmm mm.." Vio menggeleng pelan.


"Kau pria hebat dan baik hati. Saat aku melihatmu di tv dengan kembaranmu aku langsung tau yang mana kakak baik yang menolongku, meskipun mesum." Vio terkekeh dan Anson segera mencubit pipinya dengan gemas.


"Tapi aku gak pernah mesum lagi Vio, sudah setahun ini aku gak pernah tidur dengan wanita manapun." Ujar Anson dan Vio mengagguk.


"Iya, Melvin sudah cerita katanya kau bosan dengan pacar-pacarmu itu." Balas Vio dengan sedikit cemberut.


"Lalu apa kau akan bosan juga denganku?" Tanyanya lagi.


"Gak akan pernah bosan." Tegas Anson.


"Karna kau masih belum menikmati tubuhku makanya..."


"Stop! Jangan bicara lagi." Anson menutup mulut Vio dengan 2 jarinya.


"Kalau aku mau, aku sudah merayumu dan melakukannya tapi kali ini gak akan, aku gak mau sebelum kita nikah. Jadi sepulang dari sini ayo kita nikah saja."


Vio tidak berani berkomentar karena hatinya sangat berbunga-bunga tapi dia takut tidak bisa mensejajarkan dirinya dengan keluarga hebat itu.


"Tapi kalian keluarga yang sangat hebat, aku hanya anak yatim piatu miskin dan gak punya apa-apa. Aku takut mempermalukan keluarga besar kalian." Ucap Vio dengan nada lirih.


"Hei.. kenapa berpikir begitu? Keluargaku gak pernah mempermasalahkan status sosial orang lain. Kau tau istri om Arlen, dia juga anak kampung nelayan miskin dulunya. Dan dia hidup bahagia dengan om Arlen. Daddy dulu juga pernah hidup susah dalam pelarian sebelum dia di temukan oleh keluarga Tenggara dan mommy juga, kalau kau mau dengar cerita kisah cinta akan aku ceritakan semuanya."


Vio menggeleng karena dia sudah tau, waktu bertemu Hanny dia telah mendengar semuanya dan Hanny yang meyakinkannya bahwa Anson benar-benar mencintainya.


"Gak perlu.. aku percaya kok, tante sudah ceritakan semuanya." Balas Vio.


"Ya sudah kita nikah setelah pulang dari sini, ok?" Bujuk Anson lagi dan akhirnya Vio mengangguk.


"Tapi aku ingin pernikahan sederhana saja di gereja kecil di sebuah desa tempat orangtuaku menikah, apakah boleh?" Tanya Vio dan tentu saja Anson akan mengabulkan apapun keinginannya.


"Baik Vio sayang.. apapun maumu." Anson menarik tubuh mungil itu lagi lalu memeluknya.


"Sekarang tidur ya, sudah jam 1 lewat dan besok pagi kita harus kerja lagi."


"Ehmm.. selamat malam."


TBC~

__ADS_1


__ADS_2