Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 52 - Vinsa


__ADS_3

Di sebuah klinik kecil di desa, Vinsa yang baru saja sadar dari tidurnya selama 2 hari menjadi histeris saat sepupunya mengatakan kalau bayinya telah meninggal. Vinsa yang tidak bisa menanggung penderitaan ini kembali pingsan berkali-kali hari itu. Dia hancur, dia pikir akan menjadi ibu yang sangat bahagia meskipun tidak ada seorang suami tapi dia akan membesarkan anaknya hasil buah cinta dengan pria yang sangat dia cintai.


"Sabar Vinsa.. kau harus kuat ya.." Ujar Melly yang terus memeluk Vinsa saat gadis itu histeris lagi.


Beberapa bulan berlalu dan Vinsa sudah bisa menerima keadaanya, hari ini juga dia akan menikah dengan seorang pria yang juga telah beristri untuk menjadi penebus hutang ayahnya yang terkenal tamak.


"Ayah.. apakah aku harus menikah dengannya?" Tanya Vinsa lagi, berharap ayahnya akan membatalkan pernikahan ini.


"Kau harus menikah dan berikan mereka anak maka kau akan bahagia!." Ujar Agus dengan tegas dan Vinsa hanya bisa pasrah.


Setelah menikah dan jadi istri kedua, Vinsa dibawa ke luar negri jauh dari keluarganya. tetapi dia masih diperbolehkan membawa serta Melly yang akan menjadi pelayannya. Melly setuju karena dia memang sangat menyayangi Vinsa. Melly seorang wanita dewasa 25 tahun yang cacat, kakinya pernah patah dan wajahnya penuh bekas luka makanya dia memilih mengabdi pada keluarga Vinsa meskipun dia adalah kakak sepupunya.


Hari-hari dilalui Vinsa dengan penderitaan, ternyata suaminya yang bernama Dennis itu sangat kejam dan sering menyiksanya bahkan melakukan kekerasa seksual. Kadang dia harus melayani nafsu Dennis bersamaan dengan istri pertamanya dan itu sangat menjijikkan bagi Vinsa.


"Kau hanya jadi mesin pencetak anak disini jadi jangan berharap lebih." Ucap istri pertamanya, Tamy.


"Iya mba Tamy." Jawab Vinsa yang sudah biasa diperlakukan kasar. Tamy sulit meliliki anak makanya Dennis butuh wanita lain untuk melahirkan keturunannya, Tamy tidak keberatan karena dia juga sangat mencintai Dennis sehingga merasa bersalah.


Tapi saat pernikahannya hampir 1 tahun, dia belum juga hamil malah Tamy yang hamil dan Dennis begitu bahagia.


"Sayangku.. kau sudah bisa hamil, jadi wanita itu tidak diperlukan lagi sayang..." Ucap Dennis dan Tamy mengangguk. Vinsa hanya melihat mereka tanpa perasaan apapun karena dia memang tidak berharap untuk hamil pria yang tidak dia cintai.


Nasib malang kembali menimpa Vinsa saat ibu mertuanya datang dan tinggal bersama mereka. Vinsa yang biasanya tersiksa batin tapi masih bisa hidup santai kini terusik.


"Vinsa! Masak makan siangku segera!" Teriak mertuanya, Tantri.

__ADS_1


"Iya ibu.." Jawab Vinsa, Melly yang mau membantu tidak bisa apa-apa saat Tantri malah menyuruhnya membersiahkan kamar mandi kamarnya.


Vinsa yang memang bisa masak tidak kesulitan dan dengan cekatan dia telah menghidangkan nasi hangat dengan daging teriyaki buatannya.


"kau pintar masak rupanya. Baiklah mulai hari ini kau yang masak jadi kita tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk pelayan." Ujar Tantri dan Vinsa hanya bisa pasrah, Di negara ini dia hanya bersama Melly dan tidak ada teman maupun keluarga.


"Ibu... gawat, perusahaan kita kacau bu." Ujar Dennis dan ibunya langsung panik.


"Kacau kenapa?" Tanya Tantri dan tampak Dennis mengguyar kepalanya karena stress.


"Dana puluhan milyar kita lenyap dan masih harus membayar kerugian lagi. Tapi Dennis punya rencana balik ke negara I dan memulai lagi dan kita tinggalkan saja yang disini." Ucapnya dan Tantri setuju.


Hari itu juga mereka bersiap dan besoknya mereka akan kembali ke rumah lama mereka di Surabaya. Vinsa dan Melly begitu senang saat mereka tau akan kembali dan segera bersiap. Melly bertugas menjaga Tamy yang sedang hamil 6 bulan dan Vinsa mengangkat semua barang bawaan mereka.


8 jam perjalanan mereka akhirnya sampai, meskipun masih jauh dari rumah tapi Vinsa bahagia bisa kembali ke negri tercinta, setidaknya disini dia bisa mulai mencari teman karena mengerti bahasanya.


Waktunya Tamy melahirkan dan Vinsa bertugas memasak setelah Tamy melahirkan dan Melly yang mengurus rumah dan bersih-bersih. Vinsa tidak masalah karena dia rela, lagi pula dia senang karena Dennis sama sekali tidak menyentuhnya lagi.


Sudah seminggu sejak kelahiran baby Tamara, anak dari Dennis dan Tamy. Dennis sedang bahagia melihat putri cantik mereka dan Vinsa hanya bisa melihatnya dari jauh dan mengingat anaknya yang telah meninggal, begitu juga Melly yang merasa bersalah.


"Untunglah.. jadi aku gak perlu melahirkan anaknya, setidaknya kalau gak ada anak kita bisa pergi tanpa beban nantinya." Ucap Vinsa pada Melly saat mereka hendak tidur.


"Hei Vinsa, kemari dan layani aku." Bentak Dennis begitu dia membuka kamar Vinsa dan Melly.


"Tapi ada Melly mas.." Ucap Vinsa dengan takut.

__ADS_1


"Keluar kau buruk rupa!" Sentak Dennis dan dia segera melakukan penyatuan saat berhasil membuka seluruh pakaian Vinsa. Dennis menyentak kuat sambil mencekik kadang menjambak dan menampar. Dia hanya butuh pelampiasan saat Tamy belum bisa dijamahnya. Hanya 1 ronde yang singkat Dennis selesai dan meninggalkan Vinsa yang kesakitan karena ulahnya.


Melly masuk dengan baskom penuh air hangat dan handuk, setelah bersih-bersih Melly memberikan pil KB pada Vinsa agar dia tidak hamil seperti yang biasa dia lakukan selama ini.


"Hah.. sepertinya 2 bulan ke depan aku harus melayaninya kak Mel." Desah Vinsa malas, tapi dia juga tidak bisa menolak karena Dennis adalah suaminya.


Benar saja, sudah hampir 2 bulan ini beberapa hari sekali Dennis pasti datang ke kamar Vinsa dan minta dilayani dan Vinsa harus siap kapanpun Dennis memintanya.


Untunglah setelah Tamy siap, Dennis sama sekali tidak meminta jatahnya lagi dan kini Vinsa bisa tidur dengan tenang tanpa di ganggu.


"Dennis.. sepertinya ada masalah lagi di perusahaan?" Tanya Tantri dan Dennis mengangguk.


"Kita butuh suntikan dana yang banyak bu, agar pabrik bisa jalan lagi beberapa bulan ke depan." Jawab Dennis sambil memijat kepalanya.


"Ibu akan coba bantu cari investor lagi ya.. kalau bisa jangan 1 tapi cari beberapa." Ujar Tantri dan Dennis mengangguk.


Besok malamnya Tantri kembali masuk ke kamar Dennis dan sambil bermain dengan cucunya dia juga berdiskusi dengan Dennis perihal investor.


"Ibu sudah ketemu sama Mr. Liong dan dia sangat kaya Dennis, bisa di bilang dia salah satu yang terkaya di Surabaya." Ucap Tantri dan Dennis hanya mendesah lesu.


"Mr. Liong susah di dekati bu, dia itu hidung belang yang suka dengan istri orang. Kalau Dennis cari dia dan dia tau istriku masih muda pasti dia minta pelayanan di ranjang." Ucap Dennis dan Tamy melototkan matanya tak percaya.


"Tenang sayang.. aku gak akan mencarinya." Dennis mengelus pundak Tamy yang sednag cemas.


"Bodoh.. kau kan punya 2 istri, dandani si Vinsa dan hadiahkan dia ke Mr. Liong pasti kita berhasil." Tantri memberi saran dan Dennis tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


"Aku akan dandani dia dengan sangat cantik dan ajak dia ke pesta besok untuk pamerkan ke Mr. Liong saja." Sambung Tamy dan Dennis mengangguk sambil tersenyum.


Bersambung~


__ADS_2