Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 8 - Ansel Kenapa?


__ADS_3

Adel makin ceria dan sudah terbiasa di lingkungan barunya dan dia kini berjalan-jalan di sekitar kebun teh. Selain menggambar, Adel juga mulai melukis dan tentu saja kebun teh itu menjadi awal lukisannya yang masih 40% dia kerjakan.


Jeremy dan Kalila juga seminggu sekali datang untuk menjenguk dan membawa perlengkapan yang dibutuhkan Adel dan terkadang bersama Katrina yang kini menjadi model. Tentu Adel juga membuat gaun khusus untuknya yang mempunyai tubuh 11 12 dengannya, tinggi dan sexy juga cantik.


"Kak Adel.. kata temanku gaun kemarin itu luar biasa indah, mau gak bikinin lagi buat minggu depan? Katrin mau ke pesta lagi nih acara penghargaan gitu." Ujar Katrina dengan semangat.


"Iya Kat.. ini coba liat tapi mau cari bahannya susah loh untuk gaun ini. Atau langsung ke butik aja, minggu lalu kakak baru kirim 3 design gaun seharusnya sudah selesai sih.."


"Ohh yang merah itu ada juga?"


"Iya ada, tapi hati-hati jangan sebut nama kakak ya.."


"Sip.. rahasia aman terjaga."


Adel begitu senang saat ada Katrina yang menemaninya, usia mereka hanya berbeda 1 setengah tahun jadi mereka cepat menjadi akrab meskipun Katrina anak yang manja karena selalu di manja oleh Jeremy berbanding terbalik dengan Adel yang mandiri dan dewasa.


.


.


.


"Mommy... coba liat Ansel deh, dia sudah seminggu sakit mom.." Ujar Anson saat makan malam di rumah. Di sana juga ada Rena yang mendengarkan, dan sedikit cemas dengan kondisi tunangannya itu.


"Seminggu sakit? Kok baru kasih tau mommy sekarang?" Hanny langsung bergegas berdiri dari kursinya, padahal dia baru makan 2 suap.


"Sayang.. makan dulu.." Tegur Arden tapi Hanny tetap pergi dari sana.


"Gak, aku mau ketemu Ansel.. Son ikut mommy.." Titah Hanny dan Anson pun berenti makan, begitu juga Arden yang memilih ikut dengan istrinya yang sedang panik itu.


"Aku boleh ikut om?" Tanya Rena tapi Arden tidak mengizinkan.


"Jangan dulu Rena.. kita juga belum tau kondisi Ansel, nanti om kabari saja."

__ADS_1


Rena menunduk, dia kesal bukan sedih karena keluarga ini masih belum menerima dia sepenuhnya meskipun sedang mengandung anak Ansel.


"Ion dan Ana juga akhirnya cepat-cepat menyelesaikan makan malam lalu kembali ke kamar masing-masing, karena mereka besok akan lanjut kuliah ke luar negri seperti saran Arden.


"Sial! Brengsek! Sampai kapan mereka akan mendiamkanku begini? AKu gak akan melepaskan Ansel sampai kapanpun, sekalipun Adel kembali aku tetap akan jadi menantu di sini." Rena membanting bandalnya dan melempar ke segala arah untuk meluapkan amarahnya.


"Hahahaha.. kalian pergi saja, aku akan bertahan dan akan menjadi nyonya muda Tenggara." Ucapnya lagi sambil tertawa.


"Terima kasih anakku karena kau aku bisa bertunangan dengan Ansel dan dunia telah tau bahwa aku hamil penerus Tenggara." Rena mengelus perutnya dan dia tertawa riang sambil membayangkan dirinya berfoya-foya dengan uang dari keluarga ini yang tidak akan pernah habis. Padahal Rena juga putri dari pemilik perusahaan tapi tetap rasanya berbeda menjadi bagian dari Tenggara, dia juga menjadi tinggi hati di depan teman-temannya.


.


.


"Ansel kenapa?" Tanya Hanny lembut pada Ansel yang masih tidur di ranjang mewah di penthouse milik Adel.


"Ansel mual dan muntah mommy.. lemes." Jawab Ansel yang masih terlihat pucat.


"Tapi gak mungkin kan dengan Rena.. " Lanjut Hanny.


"Mungkin saja, karena Ansel sedang stress dan juga pasti ada rasa bersalah sehingga jadi begini." Jawab Aksa.


"Ansel gak apa-apa kok mom, ada obatnya, ini.."


Ansel menaikkan baju yang membuat Hanny bingung, "Lah Ansel ini kan gaun tidurnya Adel.."


"Iya mom, ini bisa buat Ansel tenang, seperti ada Adel di samping Sel, mommy jangan cemas ya.."  Mencium aroma Adel dari gaun itu membuat Ansel lega dan tidak mual lagi, dia sungguh rindu pada Adel.


Hanny menatap sendu pada putranya, sosok yang gagah, dingin tak tersentuh kini lemah tak berdaya dan hanya memeluk gaun kekasih hatinya yang entah ada dimana sekarang ini.


"Gimana Aksa? Apa ada kabar dari Jeremy?" Tanya Arden begitu mereka duduk di ruang tamu.


"Belum ada om, sepertinya Adel benar-benar sembunyi dengan baik kali ini, bahkan rekeningnya juga gak ada pergerakan apapun." Jelas Aksa.

__ADS_1


"Dia punya rekening lain kalau kalian gak tau, Adel sering kabur kan waktu di Paris, dia buka rekening lain dengan nama orang lain untuk mengelabui kalian." Ucap Anson yang lalu ditatap tajam oleh Aksa.


"Dari mana kau tau?" Tanya Aksa padanya.


"Yah dari Adel lah.. dia bilang sendiri kok waktu dulu kami nonton fashion show bareng di Paris." Jawab Anson. Aksa mengangguk karena bukan hanya Adel saja mereka masing-masing juga punya hanya untuk privasi.


"Tapi om, seharusnya gak susah untuk cari Adel karena pengawal 'Blake' juga sudah dikerahkan, Aksa pikir Adel pasti minta bantuan seseorang untuk menyembunyikan dirinya dan itu diantara kita juga." Tebak Aksa dan Arden tampak berpikir.


"Tapi siapa? Adel tidak pernah akbrab dengan anggota lainnya, kau tau adikmu itu hanya belajar dan kadang bertemu temannya di club, bahkan di Paris juga laporan pengawal dia hanya kuliah dan kerja, gak ada interaksi apapun. Kecuali tante Leti."


"Grandma gak mungkin sih.. kesehatannya juga sudah menurun dan dia hanya santai dengan hidup tenangnya di villa dan papa juga sudah kesana tapi nihil.


"kalau om Jeremy?" Tebak Anson tapi Arden menggeleng.


"Jeremy bahkan ada di luar negri saat kejadian dan baru kembali seminggu setelahnya jadi gak mungkin." Jawab Arden tidak ada kecurigaan apapun.


"Ya sudah lah.. lagipula Adel baik-baik saja, masih rutin seminggu kadang sebulan sekali kirim rancangan bajunya ke butik." Lanjut Aksa.


"Ya benar, dan Rena.. wanita itu begitu gigih bertahan bersama kami padahal di rumah gak ada yang memperhatikannya bahkan Hanny pun cuek, meskipun tetap lembut padanya."


Arden menghela napas, meskipun dia tidak tega pada wanita hamil itu tapi dia harus membatasi ruang gerak Rena agar tidak terlalu leluasa di rumah, terlebih Ansel sama sekali tidak pernah lagi tidur di rumah setelah ada Rena. Paling hanya pulang untuk sekedar makan malam bersama.


"Kelihatannya Rena bener cinta sama Ansel ya.." Sambung Arden.


"No Dad! Rena hanya terobsesi ingin masuk ke keluarga kita." Tegas Anson.


"Kok kamu tau Son?" Tanya Arden dengan tatapan curiga.


"Yah.. yang paling gampang didekati siapa dari Son dan Sel? Son kan.. nah dia udah duluan dekati Son dulu.. tapi Son gak mau, dia tuh licik daddy.." Jelas Anson dan Arden mengangguk.


"Masalahnya, bukti rekaman cctv juga hilang kan.. kita gak bisa cari tau kebenarannya. Hanya bisa nunggu tes DNA, sebenarnya bisa sejak dalam kandungan tapi itu berbahaya bagi janin. Sebaiknya kita tunggu saja om." Aksa telah melakukan konsultasi pada dokter perihal tes DNA tapi dia tidak mau mengambil resiko kalau memang anak dalam kandungan Rena adalah benar anak Ansel itu sangat berbahaya.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2